
"Ayo katakan kalian kemana saja? Mengapa kalian baru pulang hingga malam seperti ini?" tanya Nyonya Eliana penasaran Putra dan menantunya pergi pagi hingga malam baru pulang. Maafkan kami mom sudah merepotkan mami hari ini.
Karena Olivia dan Mas Daniel pergi menjenguk Ayah ke penjara. Lalu Olivia pun memberitahu apa yang mereka lakukan di sana sampai mereka pergi ke rumah Ibu Nurhaida orang tua kandung Olivia.
Olivia tidak ingin membohongi Nyonya Eliana dengan kasus yang menimpa Pak Roberto. yang mana Nyonya Eliana awalnya belum mengetahui Pak Roberto berada di penjara. Nyonya Eliana akhirnya mengetahui ketika pernikahan Olivia berlangsung tidak dihadiri oleh ayah kandung Olivia.
Tetapi Nyonya Eliana sama sekali tidak mempermasalahkan Pak Roberto merupakan mantan narapidana. Yang penting baginya Olivia wanita yang sangat baik yang mampu membahagiakan putranya.
Awalnya Tuan Gladuks tidak dapat menerima Kalau besannya itu merupakan narapidana Tetapi setelah Daniel meyakinkan Tuan Gladuks, akhirnya Tuan Gladuks menyetujui pernikahan Olivia dan Daniel.
Sementara di tempat lain, Amara Alvaro dan juga Nyonya Julia sudah terlihat merencanakan sesuatu yang amat dahsyat tentunya mengharapkan bantuan Hendarson. Yang ebelumnya Daniel sudah memberikan peringatan kepada Hendarson agar tidak ikut campur dengan urusan mereka dengan Nyonya Julia.
Nyonya Julia merasa kesal karena Henderson tidak bersedia membantu mereka. Amara yang saat ini sedang memadu Asmara dengan Herman pengusaha kaya raya berharap, ia dapat membantu mereka untuk menghancurkan kehidupan keluarga Gladuks. Ia mengira dapat memanfaatkan Herman untuk melancarkan segala rencananya.
Karena ia mengetahui Herman sangat menyayangi dan mencintainya, sehingga dirinya berniat untuk meminta bantuan kepada Herman. Amara tidak mengetahui hal yang sebenarnya mengenai kenyataan tentang Herman.
Elektra tidak pernah tinggal diam. Ia terus mengawasi pergerakan Herman sekalipun dirinya membebaskan Herman untuk memiliki wanita lain lagi, selain dirinya. Karena Elektra tidak dapat memberikan Herman keturunan.
Sehingga ia pun memperbolehkan Herman memiliki wanita lain, tetapi bukan berarti Herman dapat melakukan apapun sesuai dengan keinginannya. Ia terus memantau gerak-gerik Herman sekalipun Herman bersama Amara.
Amara yang mendapat perintah dari Nyonya Julia untuk menjalankan rencana mereka menghancurkan kehidupan keluarga Gladuks, akhirnya angkat bicara dan ia pun bersedia untuk membantu Nyonya Julia Walaupun dia belum tahu pasti apakah Herman bersedia membantu dirinya.
__ADS_1
Setelah berkoordinasi kepada Alvaro, Nyonya Julia Amara kembali ke apartemen yang selama ini ia tempati bersama Herman. Sejujurnya Amara sama sekali tidak mengetahui rencana apa yang direncanakan oleh Herman.
Sehingga dirinya kembali mendekati dirinya. Ia hanya mengetahui kalau Herman benar-benar sayang dan cinta kepada dirinya. Sehingga Herman kembali mencari Amara dan meminta ingin kembali menjalin hubungan dengan Amara.
Ketika Amara tiba di apartemen itu, ia dikejutkan dengan kehadiran Elektra di sana. "Maaf kamu siapa? Mengapa ada di Apartemen ini? tanya Amara menatap Elektra dengan tatapan tajam .
Seharusnya saya yang bertanya kepada kamu siapa kamu sehingga kamu berada di apartemen ini? tanya Elektra penuh selidik Amara mencari keberadaan Herman disana. Tetapi ketika dirinya mencari keberadaan Herman, tak kunjung ia temukan.
"Herman dimana? dan mengapa kamu bisa membuka pintu Apartemen ini? siapa kamu? tanya Amara sambil menatap mereka dengan tatapan tajam. Electra mengembangkan menatap Amara dengan tatapan penuh arti.
lalu ia pun menghampiri Amar. " Bagaimana Apa kamu sudah hamil? tanya Electra yang membuat Amara semakin bingung.
" Maksud kamu apa? dan mengapa kamu menanyakan aku hamil atau tidak? apa urusanmu di kehidupanku? tanya Amara yang belum mengetahui rencana Elektra dengan Herman.
"Kau jangan terlalu banyak bicara kepadaku, aku akan mengusir mu dari sini." ancam Amara yang mampu membuat Electra tertawa ngakak, lalu menatap Amara dengan tatapan Sinis.
Amara menekan nomor ponsel milik Herman berniat untuk meminta kepada Herman untuk segera mengusir wanita yang tiba-tiba datang menghampiri dirinya di apartemen miliknya. Tetapi ketika ia berusaha menghubungi Herman, sambungan telepon selulernya sama sekali tidak tersambung.
Membuat Amara semakin emosi.ia merasa dirinya sangat kesal kepada setiap orang hari ini. Belum saja dia mendapatkan perintah dari Nyonya Julia, untuk menjalankan rencana mereka. Tetapi saat ini ia sudah mendapat masalah baru lagi, dengan kehadiran Elektra di apartemen yang selama ini ditempatinya bersama Herman.
"Aku tidak akan berbuat apa-apa kepadamu
__ADS_1
kedatanganku ke sini hanya bertanya kepadamu, Apa kau sudah hamil anak dari Herman?" tanya Electra kembali kepada Amara membuat Amara menatap Elektra dengan tatapan penuh tanya.
"Memangnya kenapa kalau aku hamil atau tidak? apa urusannya dengan kamu?
"Tentu ada urusannya. jika kau memiliki keturunan dari Herman, aku akan memberikan hadiah yang sangat besar kepadamu. Kamu harus percaya kepadaku Jadi cepat-cepatlah hamil keturunan dari Herman.
Amara mengerutkan keningnya ia semakin bingung apa maksud dan tujuan wanita yang ada di hadapannya meminta dirinya, agar segera hamil."Aku sedang hamil sekarang baru 2 minggu. Jadi apa yang akan kamu kasih kepadaku?" tanya Amara penuh selidik
Apakah kamu serius? kalau kamu sedang hamil saat ini, tanya Elektra yang belum percaya begitu saja apa yang diucapkan oleh Amara kepadanya. "Kalau kau tidak percaya kita boleh memeriksanya ke dokter kandungan. Jadi katakan apa yang akan kau berikan kepadaku." ucap Amara sambil mengembangkan senyumnya lebih tepatnya senyum sinis kepada Elektra.
"Apa yang ingin kau minta dariku? tetapi dengan syarat kau harus menjamin anak itu terlahir sehat ke dunia ini. Jika terjadi kenapa-kenapa kepada anak itu, aku akan kembali meminta Apa Yang Kau minta dariku." ucap wanita itu membuat Amara semakin bingung.
" Aku tidak akan memberikan anakku kepadamu." ucapnya sambil menatap Elektra dengan tatapan tajam, seolah ingin menelan Elektra hidup-hidup. Electra tertawa ngakak "Siapa yang ingin mengambil anakmu darimu. Saya tidak berminat sama sekali." sahut Elektra .
"Jadi jika kau tidak menginginkan anakku, Mengapa kau memintaku agar cepat cepat hamil? tanya Amara yang semakin penasaran apa sebenarnya keinginan Elektra darinya. "Tidak perlu kau tahu. yang pastikan kau hamil keturunan Herman, maka kau akan mendapatkan hadiah yang sangat besar dariku." ucap Elektra sembari langsung berlalu meninggalkan Amara di apartemen yang selama ini ditempati Amara dengan Herman.
"Eh tunggu, jangan pergi dulu. Aku masih belum mendapat penjelasan darimu. lebih baik kamu berterus terang kepadaku. Apa maksud dan tujuanmu datang ke apartemen ini dan memintaku untuk segera hamil anak dari Herman?" teriak Amara.
Tetapi tidak membuat Elektra mengurungkan niatnya pergi dari apartemen itu."Dasar wanita gila, sepertinya Wanita itu sudah sinting menginginkanku hamil anak dari Herman dan memberiku hadiah. Mana ada wanita seperti itu, atau dia salah satu keluarga dekat Mas Herman? pertanyaan demi pertanyaan berputar-putar di otak Amara. Ia belum bisa memecahkan Apa maksud dan tujuan Elektra memintanya untuk segera hamil keturunan dari Herman.
Bersambung....
__ADS_1
hai semuanya emak Morata datang lagi membawa karya baru. yuk terus ikuti ceritanya. Jangan lupa like, coment, vote, dan hadiahnya "Trimakasih 🙏🙏🙏🙏