
Pagi hari yang indah matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Sinar mentari sudah mulai masuk melalui celah-celah jendela yang ada di kamar gadis cantik nan rupawan itu. Kini tidur kedua wanita itu merasa terganggu. membuat keduanya langsung bergeliat. keduanya saling pandang.
Sudah jam berapa ini? tanya Vika kepada Olivia yang baru membuka netranya. Olivia meraih ponselnya yang ada tepat di sampingnya. "Wah ini sudah pukul 08.00 pagi. kita bangun kesiangan." ucap Olivia sambil langsung bangkit dari pembaringannya.
Olivia langsung berlalu ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Sama halnya yang dilakukan oleh Vika. Ya di rumah sederhana milik keluarga Vika hanya memiliki satu kamar mandi, sehingga mereka harus secara bergantian untuk membersihkan diri.
Untungnya saat ini weekend membuat Vika tidak merasa khawatir. Rencananya Vika siang ini akan kembali ke Jakarta untuk kembali bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh Daniel.
Di samping itu Vika juga harus meyakinkan Daniel. Kalau saat ini Olivia masih dalam keadaan kurang sehat dan ia akan berusaha agar Daniel tidak mencari tahu keberadaan Olivia ke rumah kontrakan yang ditempati oleh ibu Nurhaida dan Anisa.
"Siang ini aku akan kembali ke Jakarta kamu tidak apa-apa kan aku tinggal di sini bersama ibu? tanya Vika sambil membersihkan piring kotor yang ada di dapur dibantu oleh Olivia.
Kedua wanita itu saling membantu membuat Ibu Florida yang baru tiba di rumah, Setelah berbelanja di warung ada di desa.
"Kalian sudah bangun? Bagaimana dengan tidurnya malam ini apa terasa nyenyak?tanya ibu Florida untuk mencairkan suasana.
Mungkin karena kecapean sehingga kami tertidur pulas dan bangun kesiangan Bu." sahut Vika sambil nyengir.
Ibu Florida mengembangkan senyumnya.
"Bu siang ini Vika harus segera kembali ke Jakarta dan Olivia tinggal bersama ibu di sini, dengan adanya Olivia disini. Pasti ibu tidak akan kesepian lagi dan terasa ramai. Karna sudah ada yang menemani Ibu di sini." ucap Vika sambil mengembangkan senyumnya kepada Ibu Florida.
"Ya, ibu juga merasa seperti itu.Jadi untuk kamu nak Olivia, jangan merasa sungkan anggap aja ini rumah kamu sendiri." ujar ibu Florida.
***
Siang hari sudah tiba. Kini saatnya Vika Haris segera kembali ke Jakarta. Tetangga yang biasa menghantarkan Vika ke tempat pemberhentian mobil tujuan ke Jakarta, sudah menjemput Vika. Setelah sudah membuat janji kepadanya.
"Eh neng Vika kapan datangnya? tanya salah satu tetangga keluarga ibu Florida di sana. yang tentunya wanita paruh baya itu selalu kepo dengan urusan orang lain. Wanita yang bernama Ibu Endang itu, bertanya. "Siapa itu Vika? tanyanya penasaran.
"Oh kenalin Bu, ini namanya Olivia sepupu Vika dari kota. Maaf baru ini datang ke kampung ini. Soalnya Olivia baru berduka jadi untuk menghilangkan rasa dukanya, ia menemani Ibu di sini." sahut Vika tentunya berbohong. Agar Ibu Endang yang selalu kepo dengan urusan orang lain tidak mempertanyakan siapa sosok Olivia di tengah-tengah keluarga Vika.
"Oh cantik ya." Celetuk Ibu Endang yang baru pulang dari warung.
"Jadi mau ke mana nih sekarang?
"Aku ingin segera kembali ke Jakarta karena besok aku akan kembali bekerja. Aku datang ke sini hanya untuk menghantarkan kakak sepupuku." ucap Vika sambil berusaha mengembangkan senyumnya menatap Ibu Endang.
Sementara Olivia hanya terdiam mendengar kebohongan yang dilakukan Vika hanya untuk melindunginya dari orang-orang yang ingin mengetahui siapa sosok jati diri Olivia
Bus tujuan Kota Jakarta telah tiba. Kini saatnya Vika harus pergi meninggalkan Olivia dan ibu Florida di Limbangan. "Aku pamit ya Olive." ucap Vika sembari memeluk sahabatnya. Tidak terasa air bening mengalir di wajah cantik Olivia dan juga Vika. Kedua sahabat itu sebenarnya berat untuk berpisah. tetapi apa yang harus dikata. Keadaan yang membuat mereka harus berpisah saat ini.
Kini Vika sudah berlalu dari hadapan Olivia. dan ibu Florida. Sekarang Olivia tinggal bersama ibu Florida berdua. Setelah kembali ke rumah,Olivia bingung melakukan apa di sana. Olivia yang biasa bekerja menjadi tidak ada aktivitasnya membuat Olivia sedikit bosan.
__ADS_1
Ia juga berpikir bagaimana untuk kelangsungan hidupnya dan juga kelangsungan hidup ibu Nurhaida dan sang kakak Anisa. Karna selama ini Olivia yang menjadi tulang punggung keluarga dibantu ibunya menjadi buruh cuci.
"Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang? bagaimana jika Ibu membutuhkan uang biaya kehidupan mereka sehari-hari? Olivia membatin. kini dia memutar otak Bagaimana caranya untuk mendapat penghasilan walaupun berada di desa.
Olivia pun menceritakan keluh kisahnya kepada Ibu Florida tanpa ada yang ditutup-tutupi. Semua rahasia yang di pendam Olivia sendiri, kini ia bagi kepada Ibu Florida agar rasa sesak di dadanya berkurang.
Kamu jangan khawatir, kamu juga bisa bekerja di sini tanpa harus di kota. Tetapi mungkin penghasilannya tidak sebesar di kota." ucap Ibu Florida ketika Olivia memberitahu apa yang menjadi beban pikirannya saat ini. Dan ibu Florida memberitahu idenya kepada Olivia. Dan ide itu sama halnya yang diketahui oleh Olivia. sehingga Olivia pun setuju akan usulan Ibu Florida.
Kini dengan keahlian yang dimiliki Olivia membuat gorengan dan kue-kue seperti yang diajarkan oleh ibu Nurhaida kepadanya, dibantu oleh ibu Florida. Ia pun berjualan gorengan dan juga kue-kue buatannya sendiri. Sementara Ibu Florida tetap bekerja di perkebunan teh yang ada di desa sesuai dengan amanah yang dinyatakan oleh suaminya.
Dengan penuh semangat, Olivia mengerjakan segalanya. Ia berharap dapat membantu kehidupan ekonomi keluarganya walaupun dirinya tidak tinggal di Jakarta Olivia juga berhasil usahanya berhasil. Walau di kondisi Olivia yang sedang hamil muda, itu tidak akan menjadi mematahkan semangatnya.
"Nak yang sabar ya, mudah mudahan usaha kita berhasil." ucap Olivia sambil mengelus perutnya yang masih rata. Olivia tidak mengenal lelah membuat gorengan kue kue. dan terlihat hari pertama sudah mulai lancar. apalagi kue dan gorengan buatan Olivia, Citra rasanya mengunggah selera.
Beberapa hari sudah membuka usaha kuliner kecil-kecilannya, para tetangga dan juga masyarakat yang ada di desa itu menyukai gorengan dan kue-kue buatan Olivia. Terbukti seminggu sesudah berada di desa, Olivia sudah mendapat penghasilan yang lumayan. setelah Olivia melakukan apa Yang Sudah dianjurkan oleh ibu Florida kepadanya.
Olivia sudah mulai dapat menyisihkan uangnya untuk dikirimkan kepada orang tuanya Ibu Nurhaida. Agar ibu Nurhaida tidak curiga kepadanya, kalau saat ini ia benar-benar bekerja di luar kota.
Di Jakarta
Vika segera masuk ke ruanganku. perintah Daniel ketika melihat sosok pika melintas di depan ruang kerjanya. Vika menunduk masuk ke ruang kerja Daniel.
"Maaf Tuan!" Ada apa Tuan memanggilku? tanya Vika sambil menundukkan kepalanya.
Deg ...
jantung Vika berdegup kencang. pertanyaan yang dihindari Vika dari sosok Daniel. Vika tidak langsung menjawab ia hanya terdiam membuat Daniel merasa kesal.
"Saya bertanya kepada kamu bukan untuk membisu di sini. Tolong kamu Jawab dengan jujur sebelum SP pemecatan terhadap Olivia dikeluarkan.
Tika masih tetap bungkam. Ia bingung harus menjawab apa saat ini. Jika dirinya mengatakan Olivia masih dalam keadaan sakit, tidak menutup kemungkinan Daniel akan memerintahkan asistennya melihat kondisi Olivia di rumah kontrakan yang selama ini ditempati oleh ibu Nurhaida dan Anisa. Karena bagaimanapun rumah yang ditempati Ibu Nurhaida merupakan rumah milik Daniel.
Hal itulah yang ditakutkan Vika selama ini jika Daniel atau anak buahnya datang ke rumah kontrakan Ibu Nurhaida tentunya ibu Nurhaida akan mengetahui kebohongan yang dilakukan Vika dengan Olivia kepada ibu Nurhaida.
"Kenapa kamu diam?
"Apa kamu menyembunyikan sesuatu? Vika menggelengkan kepalanya.
"Jadi Mengapa kamu hanya diam saja.
"Maaf Tuan!" terakhir Olivia mengatakan kepadaku, kalau dia tidak akan bekerja di kantor ini lagi. Dia sudah mendapatkan pekerjaan disana dan ia memilih bekerja di "ucap Vika yang mampu membuat Daniel terhenyak.
"Apa?
__ADS_1
"Olivia resign dari kantor ini?
"Memangnya siapa yang mengizinkan Olivia resign dari sini? tanya Daniel penuh emosi ketika mendengar kalau Olivia sudah tidak ingin bekerja di kantornya lagi.
Vika menggelengkan kepalanya pertanda dirinya tidak mengetahui apa yang membuat Olivia harus resign dari Samera company.
Daniel meraih intercom yang ada di mejanya.
"Segera ke ruanganku!" perintah Daniel kepada bagian HRD. Sementara Vika masih berdiri kokoh di sana. Tidak menunggu lama HRD pun datang ke ruang kerja.
Tok...
Tok..
Tok..
"Masuk!" perintah Daniel dari dalam ruang kerjanya.
Ceklek
Sekali hentakan pintu ruang kerja dan yang terbuka muncul sosok wanita paruh baya masuk ke ruang kerja dan yang.
"Apa Tuan Daniel memanggilku? tanya wanita paruh baya itu yang bekerja sebagai HRD di perusahaan yang Daniel pimpin.
"Ya, silakan duduk!"
Ketika sang HRD sudah duduk di hadapan meja kerja Daniel. Daniel langsung melontarkan pertanyaan kepada sang HRD.
"Siapa yang mengijinkan Olivia resign dari kantor? pertanyaan itu mengejutkan HRD.
"Maaf tuan Daniel hingga saat ini saya belum menerima surat resign dari Olivia. jadi tercatat Di buku saya kalau Olivia masih karyawan di sini. Sahut Ibu paruh baya itu dengan tegas membuat Daniel mengerutkan keningnya.
"Bagaimana mungkin kamu tidak mengetahui masalah ini Olivia tidak bekerja hingga saat ini.?
"iya saya mengetahui Itu Tuan. Tetapi yang saya ketahui kalau Olivia izin karena dirinya kurang sehat Bukan resign dari kantor ini sahut HRD dengan tegas dan menunjukkan berkas yang ada di tangannya.
Daniel meraih berkas itu dan ternyata memang benar Olivia belum ada mengirimkan surat perisainya kepada HRD.
"Mengapa dia sampai resign dari? pasti ada sesuatu yang terjadi. Daniel membatin.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏 i
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN, HADIAHNYA YA 🙏🙏🙏