
"Papi dan mami ini hadiah bulan madu mami dan papi dari Daniel." Daniel memberikan sebuah amplop coklat yang berisikan sesuatu yang berharga. Yang mampu membuat Tuan Gladuks dan Nyonya Eliana tercengang.
"Tuan Gladuks membuka amplop coklat itu.
"Apa ini ya sayang? tanya Tuan Gladuks kepada nyonya Eliana yang juga tidak mengetahui apa isi amplop coklat itu.
Ketika Tuan Gladuks membuka amplop coklat itu, Ia terhenyak ada sebuah Kunci terdapat didalamnya.
"Kunci apa ini nak?
"Kunci Villa yang ada di Bali. Dan Daniel mohon, papi dan mami bersenang senanglah disana sampai mami dan papi Puas. Kalau masalah perusahaan, Biarkan Daniel, Alex dan Arif yang akan mengurusnya." ujar Daniel sambil mengembangkan senyum. Tuan Gladuks melirik ke arah Nyonya Eliana.
Nyonya Eliana manggardikan bahunya. Ia ingin suaminya yang mengambil keputusan. Suami yang baru rujuk kembali beberapa jam yang lalu. Setelah puluhan tahun berpisah, berpisah karena perceraian yang begitu dramatis.
Olivia angkat bicara. "Ayolah mom nikmati saja bulan madu mami dan Papi, Kalian pasti membutuhkan penyesuaian diri lagi, setelah berpisah beberapa tahun lalu. Olivia tahu kalau cinta Papi kepada Mami sangat dalam. Nyonya Eliana menatap Olivia dengan tatapan penuh arti. Kalau tidak karena permintaan Olivia, mungkin Nyonya Eliana tidak akan rujuk kepada Tuan Gladuks.
Karena luka yang digoreskan oleh Tuan Gladuks kepada Nyonya Eliana masih terasa perih. Tetapi karena itu menyangkut kebahagiaan Daniel dan Olivia, membuat Nyonya Eliana, mau tidak mau harus melakukannya. Ia pun berusaha membuka hati kembali. Apalagi sepertinya Tuan Gladuks sudah mulai memiliki perubahan.
Tuan Gladuks mahela nafas panjang. Ia tidak mau mengambil keputusan sepihak yang ia mau punya Eliana mengambil keputusan. "Ya sudah kalau itu yang kalian inginkan Mami bisa apa. Mami ikut saja lah." sahut Nyonya Eliana membuat Tuan Gladuks langsung tersenyum sumringah.
"Hello anybody home! teriak Vika yang baru tiba di rumah. Kamu ini seorang wanita. Bagaimana mungkin ada lelaki yang menyukaimu kalau tingkahmu urakan seperti ini." gerutu Ibu Florida ketika melihat putrinya menyapa orang yang ada di rumah Nyonya Eliana, dengan berteriak dari luar.
"Ibu ada-ada saja. Kalau memang lelaki itu mencintai kita dengan tulus, bagaimanapun kita dan sifat kita yang sebenarnya, pasti akan terima. Biarin ajalah. Vika masih muda dan ingin menikmati hari-hari muda Bika." sahutnya enteng sambil berjalan menghampiri Olivia, Daniel, Tuan Gladuks dan nyonya Eliana.
"Vika, kamu sudah datang? silakan duduk nak. Kita makan bareng," tawar Nyonya Eliana kepada Vika. Di antara Vika dan keluarga Nyonya Eliana sudah tidak ada batasan lagi. Walaupun saat ini posisi Vika hanya sebagai karyawan rendahan di perusahaan yang dipimpin oleh Daniel. Tetapi Nyonya Eliana sudah menganggap kita seperti putrinya sendiri. Apalagi Ibu Florida sudah sangat berjasa menjaga Olivia saat berada di Limbangan.
Bagaimana pekerjaanmu hari ini nak? apa cukup menyenangkan di kantor tanya Nyonya Eliana penuh dengan selidik. Seperti biasanya ya pekerjaan Vika semua berjalan dengan lancar. Ya walaupun cukup melelahkan. Tapi semuanya apalagi di sana banyak cogan membuat Vika betah.
__ADS_1
Cogan ?
Apa itu Cogan?
Olivia dan Vika langsung tertawa ngakak ketika mendengar Tuan Gladuks Nyonya Eliana dan Daniel bertanya, apa arti cogan yang dikatakan oleh Vika kepada mereka.
"loh ditanya kok malah kalian berdua tertawa ngakak?tanya Daniel merasa orang terbonoh di sana. Vika dan Olivia kembali tertawa membuat Tuan Gladuks dan nyonya Eliana mengerutkan keningnya.
Olivia....Vika, cogan itu apa nak? tanya Nyonya Eliana yang masih penasaran Apa arti Cogan.
"Cogan itu artinya cowok ganteng, Nyonya." sahut Vika sambil langsung tertawa ngakak. "Memangnya banyak di kantor Daniel cowok ganteng?
"Banyak dong nyonya. Seperti Tuan Alex, Tuan Arif, Pak Leo, dan banyak deh yang membuat Vika betah bekerja di sana." timpal Vika yang mampu membuat Daniel langsung tertawa ngakak mendengar nama Alex dan Arif disebut oleh Vika merupakan salah satu cowok ganteng di kantornya.
"Cie illeh tidak perlu seperti itu. Bilang saja kamu mencintai Alex asistenku. Ngak perlu ngomongin orang. Saya sangat mengetahui semuanya, Kamu cinta kan kepada asistenku Alex? tuduh Daniel yang belum tentu kebenarannya.
"Berbeda arti kata cinta dengan tertarik. Kalau cinta kita ingin memilikinya. Tetapi kalau tertarik belum tentu kita menginginkannya. Jadi Tuan Daniel jangan menuduh Vika mencintai Alex, tanpa bukti.
Daniel berkecil hati Ketika Olivia memuji lelaki lain tepat di hadapannya. "Kamu mencintai Alex juga sayang? pertanyaan itu yang langsung dilontarkan oleh Daniel sambil wajahnya sudah terlihat asing.
Olivia tertawa cengengesan melihat calon suaminya terlihat cemburu ketika Olivia memuji lelaki lain di hadapannya. "Jika kita memuji orang lain belum tentu kita cinta dan menyayanginya. Jangan berburuk sangka suamiku Daniel Gladuks yang kusayang."
Olivia langsung memberikan kecupan hangat di wajah tampan Daniel, tepat di hadapan Nyonya Eliana Tuan Gladuks dan juga tanpa ada rasa malu sedikitpun.
Daniel langsung mengembangkan senyumnya. "I love you my wife."Daniel kembali membalas kecupan yang diberikan istrinya seolah tidak peduli dengan adanya kedua orang tua mereka di sana. Daniel menikmati sikap manis istrinya.
Kalian ini tidak ada sopan santun. Jika kalian memang saling mencintai noh, langsung bawa ke pelaminan." gerutu Vika yang tak sanggup melihat kemesraan antara Olivia dan Daniel.
__ADS_1
"Sirik amat sih lo jadi orang. Makanya Kamu itu jangan jomblo. kalau kamu jomblo dan melihat kemesraan kami seperti ini, pasti jiwa jomblo Kamu meronta-ronta melihat kemesraan kami." Celetuk Daniel membuat Vika menatap pasangan itu dengan tatapan tajam.
Olivia hanya tertawa menatap sahabatnya itu dengan tatapan intens. "Sudah.....sudah ngapain berdebat. Lebih baik Vika duduk saja dan kita makan bersama.
"Vika menghela nafas berat. Mendudukkan bokongnya di samping Ibu Florida. Mereka memang sudah seperti keluarga. Tidak ada anggapan di hati nyonya Eliana dan juga Daniel kalau ibu Florida merupakan asisten rumah tangga di sana. Tetapi Nyonya Eliana menganggap Ibu Florida itu merupakan adik angkatnya. Dan Vika juga sudah dianggap oleh Nyonya Eliana seperti putrinya sendiri.
Drama makan malam telah usai. Kini Olivia berniat untuk menghampiri putranya yang sudah tertidur pulas. Setelah Olivia memberinya ASI yang cukup. "Aku sangat ngantuk Lebih baik aku langsung tidur." gumam Olivia di dalam hati sambil langsung masuk ke dalam kamar. Tanpa ia sadari Daniel sudah masuk terlebih dahulu ke kamar yang selama ini ditempati oleh Arya Vito dan juga Olivia.
"loh Mas, kok sudah ada di sini duluan?" tanya Olivia terhenyak melihat Daniel sudah berbaring di atas tempat tidur yang berukuran King size itu. Sementara baby Arya Vito tertidur pulas di dalam boxnya.
"Mas lebih baik keluar deh dan kembali ke kamar mas, Olivia sudah ngantuk.
"Ngapain Mas keluar sayang? kamu itu istriku. sudah sewajarnya kita satu kamar bersama.
"Istri?
"Sadar nggak? kita itu belum resmi Mas.
"Sama saja sayang, sebentar lagi kamu sah menjadi istri mas. Alex sudah mengatur semuanya dan pesta pernikahan kita akan diadakan satu minggu kedepan." sahut Daniel yang mampu membuat Olivia terhenyak
"Kamu gila ya Mas? pesta pernikahan kita satu minggu lagi?
"Memangnya Mas pikir persiapan pernikahan itu semudah itu?
"Jauh-jauh hari sebelumnya Mas sudah mempersiapkannya sayang." sahut Daniel sambil meraih tubuh Olivia kepelukannya.
Bersambung....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
JANGAN PERNAH LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏