
"Jam istirahat kamu temui Mas di cafe dekat kantor!" Mas tidak terima penolakan." ucap Alex langsung meninggalkan Vika tanpa menunggu jawaban Vika. Vika menggelengkan kepalanya. Melihat kepergian Alex dari ruang kerjanya.
"Entahlah, sepertinya perasaan ini masih belum bisa percaya apa yang kamu ucapkan mas. Vika belum mengetahui kalau Mas benar-benar mencintai Vika atau tidak."gumam vika dalam hati sembari terus mengotak-atik laptopnya yang ada di meja kerjanya.
Jam istirahat kerja telah usai. Kini Vika berniat untuk makan siang. Tiba tiba suara deringan ponsel milik Vika terdengar jelas di telinganya.
Kring.....
kring ....
kring....
suara deringan ponsel milik Vika bergetar di atas meja kerjanya. Vika melihat di layar ponselnya Alex yang menghubungi dirinya. sejujurnya Vika belum ingin berbicara kepada Alex tetapi karena Alex terus saja.
Menghubungi nomor ponsel Vika, akhirnya Vika pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Alex.
"Kamu tidak lupa kan, apa yang Mas katakan tadi pagi? temui Mas di cafe dekat kantor." ucap Alex di dalam sambungan telepon selulernya. lalu mematikan teleponnya dengan sepihak, tanpa mendengar jawaban Vika sama sekali.
Vika menggelengkan kepalanya. "Dasar lelaki pemaksa." gerutu Vika sambil beranjak dari tempat duduknya menuju cafe yang dimaksud oleh Alex. Sementara Arif yang melihat kepergian Vika, Arif menghampiri Vika.
" Eh Vika!" Kamu mau ke mana? tanya Arif penuh selidik. "Makan siang, tadi Mas Alex minta Vika menemuinya di cafe dekat kantor. memangnya pak Arif mau ikut?" tanya Vika menawarkan agar Arif ikut bersamanya menemui Alex siang itu.
"Maaf Vika, Sepertinya saya tidak bisa ikut bersama kalian kesana. Karna saya memiliki janji dengan Anisa.
"Anisa?
"Anisa kakaknya Olivia? tanya Vika memperjelas Apa yang diucapkan Arif kepadanya.
Arif menganggukkan kepalanya pertanda tebakan Vika benar adanya. Memangnya ada hubungan apa kamu dengan Anisa? tanya Vika penuh selidik.
"Sebenarnya saya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Anisa. Tetapi Anisa menghubungiku untuk menanyakan lowongan kerja yang ada di kantor ini. Kebetulan keponakan dari tetangga Anisa, lagi mencari lowongan kerja. Dan Anisa berniat untuk membantunya.
Dan Sepertinya di kantor ini, kita masih membutuhkan tenaga petugas keamanan. Sehingga Arif berpikir Tidak ada salahnya kita memberikan kesempatan kepada keponakan tetangga Anisa." sahut Arif sambil mengembangkan senyumnya dibalas anggukan dari Vika.
__ADS_1
"Mas Arif!"Panggil Anisa ketika ia melihat sosok Arif berdiri bersama Vika di sana.
"Anisa kamu sudah sampai?
"Iya Mas, apa Mas sudah lama menunggu?
"Tidak, ini masih jam istirahat. Memangnya mana orang yang ingin bekerja Anisa?" tanya Arif penuh selidik. lalu Anisa memperkenalkan keponakan dari ibu Almaira kepada Arif.
"Oh iya Mas, kenalkan ini namanya Zidan keponakan Ibu Almaira."ucap Anisa memperkenalkan Zidan kepada Arif.
"Ya sudah kalau begitu ikut saya saja." ucap Arif meminta Anisa dan Zidan agar mengikutinya ke ruang kerjanya. Sementara Vika berpamitan untuk menemui Alex yang sudah menunggu dirinya di cafe dekat kantor.
Ketika Vika sudah tiba di Cafe tempat Alex berada. Ia mencari sosok Alex disana. Dan ia sudah melihat Alex duduk di pojok cafe yang paling sulit.
"Kok lama?
"Ada Anisa datang ke kantor!"
"Anisa kakaknya non Olivia?
"Memangnya ada apa? Kok tumben banget Anisa datang ke kantor tidak Biasanya seperti itu tanya Alex penuh selidik.
Vika menggerdikkan bahunya. Karana Vika sama sekali tidak mengetahui apa maksud dan tujuan Anisa datang ke kantor milik adik iparnya.
"Kamu mau makan apa sayang?
Anisa melihat daftar menu yang ada di atas meja. Lalu memanggil pelayan untuk memesan menu makanan yang akan ia santap siang itu.
"Mbak! Panggil Vika kepada salah satu pelayan yang ada di sana.
pelayan itu datang menghampiri Vika.
"Maaf mau pesan apa Mbak tanya pelayan itu dengan ramah. Vika memesan menu makanan favoritnya. Makanan sederhana, tetapi dapat mengunggah selera Vika.
__ADS_1
Setelah memesan menu makanan, Pelayan itu pergi meninggalkan meja yang ditempati oleh Alex dan Vika.
"To the point saja mas. Mas mau bicara apa kepada Vika sekarang?
"Saya tidak mau kamu uring-uringan dan berusaha menghindariku, Mas serius Vika Jangan pernah menganggapku main-main kepadamu.
Karena Mas benar-benar ingin menikah dengan kamu." ucap Alex berharap Vika memahami situasinya saat ini.
Vika mengembangkan senyum lebih tepatnya senyum sinis menatap Alex dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Membuat Alex merasa dirinya tidak dihargai oleh Vika. "Kamu bisa nggak sih menghargai ketulusan orang mencintai kamu? Seharusnya kamu mengetahui siapa yang benar-benar tulus mencintai kamu atau tidak. Tidak malah menuduh Mas yang begini dan begitu. Percaya begitu saja gosip murahan.
"Apa yang tidak diberitakan oleh para wartawan. Karena mereka mengais rezeki dari menggosip orang lain. Jadi Tolong jangan percaya begitu saja gosip yang beredar di dunia maya atau di mana saja yang kamu dapatkan gosip murahan seperti itu.
Karena hubungan saya dengan Soraya, hanya hubungan sebatas profesional kerja saja. tolong percaya sama mas. Alex memohon kepada Vika. Dan saat ini perusahaan kita tidak akan menggunakan jasa model Soraya lagi. Mas sudah memutuskan hubungan kerja dengan Soraya.
Karena dia sudah terlalu lancar berbicara di depan layar televisi, tentang hubungan yang ia memiliki terhadap saya. Yang ternyata itu hanya kebohongan belaka." ucap Alex kepada Vika berharap Vika mempercayainya kali ini.
Vika hanya terdiam menatap bola mata Alex. Vika mencoba mencari kebohongan disana. Tetapi ketika. Vika berusaha mencari kebohongan di di mata Alex. Tetapi Vika sama sekali tidak menemukan kebohongan di sana.
Salah satu pelayan restoran datang membawakan menu makanan pesanan Vika dan Alex. Silakan Nona, Tuan." ucap pelayan itu mempersilakan Alex dan Vika menyantap menu makanan yang sudah dihidangkan.
"Terima kasih Mbak." sambil mengembangkan senyumnya kepada pelayan itu.
"Pasangan yang serasi. Yang satu cantik dan yang satu tampan. Semoga hubungan Nona dan Tuan langgeng sampai maut memisahkan." ucap pelayan itu yang tidak mengetahui pokok permasalahan antara Alex dan Vika saat ini.
"Terima kasih doanya Mbak. Senang sekali dilayani seorang wanita yang baik yang mendoakan kami. Agar hubungan kami membaik dan apa yang kami rencanakan berjalan dengan lancar. Dan acara pernikahan kami juga berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apa pun. Dan calon istri saya ini tidak cemburuan." ucap Alex sambil meraih tubuh Vika kepelukannya. Dan memberikan kecupan hangat di kening Vika.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1
JANGAN LUPA FOLLOW OUTHOR MORATA KARNA AKAN ADA GIVEAWAY DI SANA AKHIR BULAN