Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 10


__ADS_3

πŸ“ž


''Iya gita kakak gak bercanda, tapi jangan khawatir git, sekarang Alhamdulillah udah baikan dokter sudah memeriksanya, terus demamnya juga sudah turun, kakak mau ingetin jangan sampai mami tau nanti mami jadi pikiran, Sekarang kamu masih di cafe apa sudah pulang? '' tanya Angga memberitahu snag adik dan tak mau kalau maminya sampai tahu.


πŸ“ž


''Masih di cafe kak, ini lagi ada acara ulang tahun temenku yang di rayain di cafe, ini sebentar lagi mau selesai aku akan langsung ke rumah sakit nemenin kakak jaga Safhira '' jawab Anggita yang sudah mulai tenang mendengar Safhira sudah baikan.


πŸ“ž


''Baiklah git, kalau bisa ajak sekalian karyawan cafe mu juga, soalnya fhira terus mengigau memanggil manggil terus namanya dari tadi, kakak bingung git'' ucap Angga malas menyebut nama Selvia.


πŸ“ž


''Siapa emang kak, karyawan ku yang mana'' tanya Anggita pura pura tidak tahu, dan ingin mengetes sang kakak.


πŸ“ž


''Itu git....tante cantik yang selalu Safhira sebut'' jawab Angga yang lagi lagi malas menyebut nama Selvia.


πŸ“ž


''Ooh Selvia, ya udah nanti aku ajak Selvia sekalian, pasti Selvia mau menjenguk Safhira'' ucap Anggita yang tersenyum dalam hati mengingat sang kakak yang malas untuk menyebut nama Selvia.


πŸ“ž


'' Iya sudah kakak tunggu, Assamualaikum'' ucap Angga.


πŸ“ž


''waalaikum salam kak'' jawab Anggita dan sambungan telepon terputus.


Di cafe anggita


Setelah acara ulang tahun teman Anggita selesai, Anggita langsung menemui Selvia yang sedang membantu karyawan lain membereskan sisa sampah yang berserakan di meja dan lantai Cafe.


''Via ke ruangan ku sebentar, ada yang mau saya bicarakan'' perintah Anggita.


''Iya baik mba'' jawab Selvia.

__ADS_1


Saat sampai ruangan Anggita, Selvia langsung menanyakan ada perlu apa Anggita memanggilnya.


'' Mba Anggita ada apa, apa ada yang bisa saya bantu'' tanya Selvia.


'' Iya via, aku cuma mau ajak kamu, bisa temani aku me rumah sakit gak'' tanya Anggita.


''Rumah sakit, memangnya siapa yang sakit mba? apa mba Anggita sakit? '' ucap Selvia balik bertanya.


''Bukan via.. bukan aku yang sakit, tapi ponakan ku Safhira, tadi kak Angga menelpon aku, katanya Safhira demam tinggi dan harus di rawat di rumah sakit, terus tadi kakak Angga bilang... Safhira selalu mengigau memanggil manggil nama kamu'' ucap Anggita pada Selvia.


''Astagfirullah mba, yang bener mba kasihan sekali Safhira'' ucap Selvia kaget mendengar Safhira sakit.


''Iya via.... makanya setelah semua beres kita kesana ya, kita langsung ke rumah sakit'' ajak Anggita.


'' Tapi mba aku belum mandi, trus gak bawa baju ganti juga, apa nanti mba bisa mampir dulu ke kostan ku mba untuk membawa baju ganti...baju ini kotor sekali'' ucap Selvia hati hati.


'' Gak usah via, biar nanti mampir ke butik aku dulu, di sana pasti banyak baju yang muat buat kamu biar kita gak bolak balik'' ucap Anggita dan di angguki Selvia.


''Iya juga sih...Duhhh Safhira kasihan sekali'' batin Selvia.


Setelah semua selesai dan semua karyawan pulang, Anggita dan Selvia langsung menuju rumah sakit, mereka tak lupa mampir ke butik untuk membawa baju ganti untuk Anggita dan Selvia, dan tak lupa mereka mampir ke minimarket untuk membeli cemilan yang sehat untuk mereka berdua dan Safhira di rumah sakit.


Setelah sampai, mereka langsung menuju ke ruangan Safhira di rawat, karena sebelumnya Angga sudah memberi tahu ruangannya lewat pesan pada Anggita.


Safhira di rawat di ruangan khusus pemilik rumah sakit, karena rumah sakit ini bernaung di bawah perusahan Dirgantara Group.


'' Assalamualaikum'' ucap Anggita dan Selvia bersamaan, saat mereka memasuki ruangan rawat Safhira dan langsung di sahuti Angga yang ada di dalam.


'' Wa'alaikum salam'' jawab Angga sedikit menundukan pandangannya karena malu bertemu kembali dengan Selvia, yang tadi siang sempat di bentaknya, dan sekarang ia membutuhkan keberadaannya demi sang putri yang sedang terbaring sakit.


(Selvia merasa takjub dengan ruangan rawat Safhira yang luasnya seperti hotel, isinya begitu lengkap)


Safhira di rawat di kamar VVIP rumah sakit milik keluarga Angga, hingga suara Anggita membuyarkan lamunannya, sampai ia lupa ke rumah sakit untuk menjenguk Safhira.


''Via ayoo'' ajak Anggita pada Selvia


'' Iya mba...'' Sahut Selvia.


Selvia mengikuti Anggita mendekati tempat tidur Safhira.

__ADS_1


''Mba Anggita... Sepertinya fhira belum sadar,?'' tanya Selvia yang malah di jawab oleh Angga yang diam diam terus memperhatikan Selvia.


'' Safhira masih istirahat, karena masih dalam pengaruh obat yang tadi di berikan dokter'' ucap Angga memberitahu.


''Ooh begitu'' jawab Selvia pelan, Selvia masih merasa kesal pada Angga.


Selvia begitu kesal karena tadi siang Angga sudah membentaknya dan membawa paksa Safhira hingga menangis, yah walaupun Selvia bukan siapa siapa Safhira tapi Angga sebagai papa kandungnya sendiri, setidaknya tidak bersikap seperti itu.


Saat mereka duduk terdengar dering hp Anggita berbunyi memecah kecanggungan antara Angga dan Selvia.


Anggita yang semula dekat ranjang Safhira..melilih menjauh takut membangunkan Safhira.


πŸ“ž


''Halo assalamualaikum mi,'' ucap Anggita pada sang mami, ya mami anggi yang menelepon.


πŸ“ž


''Kok belum pulang gita?kamu masih di mana? mami sama papi khawatir biasanya jam segini udah sampe di rumah,'' ucap mami Anggi Khawatir.


πŸ“ž


''Ooh iya maafkan gita mih, gita lupa memberitahu gita telat pulang, ini bentar lagi pulang, tadi ada acara ultah temen gita di Cafe, mami gak usah khawatir, sebentar lagi gita sampai rumah mi, udah dulu ya mih.. Assamualaikum'' ucap Anggita dan sambungan telpon pun terputus.


Selvia langsung bersuara mendengar akan pulang, tidak akan menginap di rumah sakit.


'' Jadi Mba Anggita mau pulang, gak jadi menginap di sini, trus aku gimana mba? '' tanya Selvia menunjuk dirinya yang bingung kalau tidak ada Anggita.


''Aduh... aku minta maaf via, tapi aku harus pulang, takut mami mikir yang ngga ngga, soalnya mami punya penyakit lemah jantung jadi aku sama kak Angga gak memberi tahu mami kalau Safhira sakit'' ucap Anggita memohon maaf pada Selvia karena harus meninggalkan nya bersama Angga dan Safhira di rumah sakit.


'' Ooh begitu yah mba, ya sudah gak apa apa mba aku mengerti'' ucap Selvia lesu karena akan di tinggal Anggita.


'' Sekali lagi maafkan aku ya via, aku selalu merepotkan mu terus, sekarang aku harus pulang'' ucap Anggita.


''Iya mba, ga apa apa aku ikhlas'' jawab Selvia berusaha tersenyum.


(Aduh mba Anggita sengaja pisan ingin membuat Selvia dan pak Angga berdekatan Hehehe)


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œdukung author teruss ya....

__ADS_1


__ADS_2