
Di lanjutttt Readers.
Horeeee teriak Safhira senang, Anggita langsung menekan telpon untuk memanggil Selvia ke ruangnnya, tak lama telponnya langsung tersambung ke meja kasir.
π
Hallo Nita, tolong panggilkan Selvia suruh ke ruangan saya sekarang yah '' titah Anggita pada nita karyawannya.
π
Baik siap bu'' jawab nita salah satu karyawan Anggita sekaligus teman dekat Selvia.
'' Via...kamu di panggil mba Anggita di suruh keruangan nya sekarang juga, buruan'' teriak Nita saat Selvia lewat sedang mengantarkan minuman ke pengunjung cafe yang cukup ramai di hari itu.
'' Iya nit, nanti aku kesana mau nganterin ini dulu'' ucap Selvia ramah pada Nita.
''Oke'' balas Nita tersenyum.
Setelah selesai mengantar pesanan pengunjung Cafe, Selvia segera menuju ruangan Anggita.
''Assalamualaikum mba Anggita '' ucap Selvia saat masuk keruangan Anggita.
'' Wa'alaikum salam, masuk Selvia'' jawab Anggita bangkit dari duduknya.
Saat Selvia masuk ke ruangan Anggita, Safhira langsung menghambur memeluk Selvia, Selvia merasa kaget anak dan bapak tadi ada di ruangan Anggita bosnya.
Angga juga di buat kaget dan termenung melihat kedekatan sang putri dan karyawan sang adik, padahal ini baru pertama kali mereka bertemu, namun sudah begitu akrab seperti sudah lama saling mengenal.
Maklum Selvia karyawan dari cabang lain milik Anggita, karena kekurangan karyawan di lokasi ini, Selvia di perintahkan sementara waktu.
Makanya Selvia belum pernah bertemu dengan Angga dan Safhira juga keluarga Bosnya yang lain.
''Eeh... ada anak cantik, kita ketemu lagi'' ucap Selvia langsung menggendong Safhira ke pelukannya.
__ADS_1
'' Tante tadi kemana? kok ninggalin aku sama papa'' celoteh Safhira sambil memainkan rambut Selvia.
'' Oh.. maafkan tante yah sayang, tante tadi buru buru karena masih banyak pekerjaan, maaf juga tadi tante gak sempat pamit sama anak cantik, eehh iya ngomong ngomong anak cantik ini, nama panjang nya apa tante mau tau dong '' tanya Selvia yang ingin tau nama panjang Safhira.
'' Nama lengkap ku Safhira khairunissa Dirgantara tante'' jawab Safhira dengan muka yang sangat menggemaskan.
'' Nama nya, indah sekali yah''ucap Selvia mencium pipi gembul Safhira.
Melihat Safhira sudah tenang karena keberadaan Selvia, Anggita berniat ingin menemui temannya yang sudah menunggu di area Cafe miliknya.
'' Ya sudah, sekarang aunty mau ketemu teman aunty dulu di depan, orang nya sudah menunggu, aunty kedepan dulu ya... dan ya via (sapaan orang cafe pada Selvia) aku minta tolong temani ponakan ku yang cantik ini yah sebentar'' pinta Anggita karena tak mau ponakan kecilnya kembali menangis.
'' Iya mba Anggita, silahkan'' jawab Selvia.
Anggita meninggalkan ruangan nya, setelah di angguki Selvia sedangkan Angga hanya sibuk memainkan ponsel pintarnya, sembari duduk di Sofa ruangan Anggita.
Suasana di ruangan itu pun sangat canggung, Selvia tidak nyaman karena harus duduk berdampingan dengan seorang pria yang belum ia kenal, pria yang tidak beratitude yang di temuinya tadi.
Karena hanya ada satu sofa panjang yang berada di ruangan Anggita, walaupun ada Safhira di sana, mungkin karena Selvia masih lugu mengenai seorang pria, jadinya merasa tak nyaman.
'' Tante cantikk'' panggil Safhira tiba tiba mengagetkan Selvia yang sedang melamun.
''Ooh iya Fhira, ada apa sayang.'' jawab Selvia tersadar dari lamunannya.
''Boleh Fhira bercerita..'' tanya Safhira ingin mengobrol dengan Selvia.
'' Boleh, Fhira mau tanya apa? ''Selvia sudah siap mendengar pertanyaan anak kecil menggemaskan di depannya.
'' Tante cantikk, Aku mau punya mommy seperti temen teman aku, agar aku tidak kesepian dan di buly teman teman lagi, karena Fhira gak mempunyai mommy seperti mereka ''ucap Safhira menunduk, sontak membuat Selvia bingung, berbeda dengan Angga yang merasakan sakit atas ucapan sang putri kecilnya.
Walaupun Angga seperti memainkan ponselnya, namun pikiran dan telinganya fokus mendengar obrolan sang putri dan karyawan Cafe adiknya.
'' Uluuhhh Sayang... memangnya mommy fhira keman?'' tanya Selvia hati hati, karena tak enak dengan bapak bapak judes, dingin di sampingnya.
__ADS_1
'' Mommy nya meninggal dunia saat melahirkan nya'' jawab Angga tiba tiba, membuat Selvia bengong dan langsung meminta maaf, karena lancang menanyakan keberadaan mommy Safhira yang ternyata sudah tiada.
Tapi tidak dengan Safhira yang fokus ingin mendengar pendapat tante cantik yang baru di kenalinya.
'' Maafkan sa..saya pak, saya tidak tahu'' ucap Selvia sambil menangkupkan tangan nya di dada, sebagai tanda maaf dan langsung memeluk Safhira di depannya.
Cukup lama Selvia memeluk Safhira, Selvia juga mengelus elus anak yang ternyata sudah tidak memiliki seorang ibu.
'' Ya Allah...kasihan sekali anak sekecil ini belum mempunyai ibu'' batin Selvia menjerit merasakan bagaimana kalau dirinya di posisi Safhira.
Tanpa di sadari Selvia, ternyata Safhira sudah tertidur lelap di pelukannya.
Angga yang mulai tak nyaman langsung melihat ke arah sang putri, saat tahu Safhira tertidur, Angga langsung membawa Safhira pulang tanpa pamit pada Anggita adiknya.
Angga juga tidak pamit pada Selvia yang mendekap Safhira, Selvia hanya geleng2 kepala, melihat laki laki tampan, mapan punya kekuasaan, namun sayang tidak punya sopan santun dan tak beretika.
''Dasar te boga otak, jug jug maen indit wae'' gerutu Selvia (dasar ga punya otak maen pergi pergi aja) yang kesal karna Angga langsung menarik Safhira dari dekapan nya, tanpa sepatah katapun.
Angga sengaja langsung membawa Safhira yang sudah lelap tertidur, agar tidak ada drama lagi tentang tante cantik permintaan Safhira, yang tak lain Selvia seorang wanita yang baru pertama kali dikenal sang putri.
Hal itu membuat Angga sedikit kesal sekaligus sedih, apalagi saat tadi mendengar sang anak yang mengeluh menginginkan kasih sayang seorang ibu, karena sering mendapatkan bulying dari teman sekolahnya karena tidak memiliki ibu seperti yang lain.
Setelah sampai di rumah, Angga langsung menidurkan Safhira di kamarnya dan langsung di susul pengasuh Safhira yang menemaninya.
'' Tolong temani fhira'' perintah Angga pada pengasuh Safhira
''Iya tuan'' jawab pengasuh Safhira yang sudah berumur.
Angga berjalan ke kamarnya, untuk membersihkan diri dan langsung menuju ruang kerja nya, karena masih ada beberapa file yang belum sempat Angga cek, karena drama Safhira di cafe milik sang adik Anggita, yang merengek ingin bertemu tante cantik.
Hari pun sudah malam Angga kembali ke kamarnya untuk istirahat, Karena di takutkan besok pasti ada drama Safhira mencari Selvia.
Angga harus mengumpulkan energi untuk itu, ia juga harus bersiap dengan permintaan sang putri.
__ADS_1
ππππsemoga suka maafkan masih banyak kekurangannn