
Sekali lagi Author mohon maaf bila masih banyak kesalahan, dalam penulisan, tanda petik dan sebagainya.
Mohon di maklumi karena ini adalah karya pertama Author jadi Author masih banyak harus belajarrr....
Terimakasih buat para readers yang selalu mengingatkan Author semoga kalian selalu sehattt dan semangatt๐๐๐๐๐
Lanjutannnn
Tak terasa, sudah sampai dihari kamis yang di mana dua hari lagi, menuju acara resepsi Angga dan Selvia yang akan di gelar di Hotel milik Fandi yang berada di jakarta selatan.
Angga sudah mengabari orang tua Selvia sebelum nya, bahwasannya besok di hari jum'at pak Mardi supir Angga akan menjemput mereka ke Bandung.
Hari ini juga, Angga dan Selvia akan mengecheek kesiapan tempat resepsi mereka, mereka akan di temani Fandi dan Anggita juga, karena sekalian akan fitting gaun untuk resepsi nanti di Butik milik Anggita.
**Di rumah Angga
pukul 06.00**
Selvia sedang memasak, menyiapkan nasi goreng untuk sarapan, karena Bi Minah sedang berada di rumah mami Anggi, untuk bantu-bantu orang yang bekerja di sana karena mami Angga ingin mengadakan syukuran di hari jum'at, Syukuran juga sekalian menyambut keluarga nya yang datang dari luar kota, yang akan menghadiri resepsi Angga dan Selvia.
Saat Selvia sedang asyik memasak di dapur, Selvia di kagetkan dengan Angga yang tiba tiba datang memeluknya dari belakang.
''Astagfirulloh mas... bikin kaget aja'' ucap Selvia saat menyadari Angga sang suami yang memeluknya.
'' Mas mencarimu sayang, kenapa tak menemani mas tidur lagi setelah mas solat subuh'' Tanya Angga di dekat telinga Selvia, karena Angga menempelkan dagunya di bahu Selvia.
'' iihh Mas Angga lupa yah, Bi minah kan sedang di rumah mamah jadi gak ada yang buat sarapan, makannya aku tinggalkan mas di kamar'' ucap Selvia cemberut karena tingkah suaminya.
'' Kita bisa pesan saja sayang, mas pengen terus bersama kamu sebelum Safhira terbangun, kalau Safhira sudah terbangun kita tidak bisa menempel seperti ini'' ucap Angga lagi dengan suara sensual.
'' isshh mas... dari semalam kita sudah menempel terus seperti prangko sampai sampai aku sesak, masih saja kurang'' balas Selvia memanyunkan bibirnya.
'' Kurang lah sayang, kamu tau sendiri hasrat mas belum tersalurkan, jadinya mas maunya begini, ingin menempel terus sama kamu'' ucap Angga yang tak sedikitpun merenggangkan pelukannya.
'' Iyya... iya... via mengerti Mas Angga, sekarang mas Angga yang sabar, mungkin beberapa hari lagi via suci, tapi sekarang mas Angga lepaskan dulu pelukannya, via kesusahan sekali masaknya'' ucap Selvia yang kesusahan karena pelukan Angga.
'' Okee sayang... Mas udah gak sabaarr'' ucap Angga sambil menggigit lembut telinga Selvia dan setelah itu baru melepas pelukannya.
'' Astagfirullah mas,, sakiit tau'' ucap Selvia mungusap usap telinga nya.
''ishhh nyeri nyaho maen gegel gegel wae''
__ADS_1
(ishhh sakit tahu main gigit gigit aja) batin selvia
Angga duduk di meja makan menunggu Selvia yang akan menyajikan sarapan.
'' Ini mas, kopi nya'' ucap Selvia menyajikan secangkir kopi di meja makan.
'' Makasih sayang, nanti setelah mengantar Safhira ke sekolah, kita langsung ke Hotel milik fandi ya, itu ke tempat resepsi kita nanti, di sana ada Anggita dan fandi akan menunggu kita'' ucap Angga sambil menyesap kopi buatan Selvia.
'' Iya mas, eehh mas ngomong ngomong pak Mardi kapan menjemput ke Bandung?'' tanya Selvia.
'' beswok hari jum'at, subuh pak Mardi menjemput ke sana, tadi saya sudah kabari bapak lewat sawndi agar besok bersiap siap'' jawab Angga
'' Oh syukur lah, Mas makasih banyak ya... atas semua yang mas Angga lakukan untuk keluarga di Bandung, via sangat bersyukur memiliki mas Angga'' ucap Selvia.
'' Sama sama sayang, itu sudah jadi kewajibanku sebagai seorang anak pada orang tua, dan kewajibanku sebagai seorang suami membuatmu bahagia'' ucap Angga tersenyum.
'' Mas... via juga mau minta maaf, sama mas Angga soal kemari via marah marah, gara gara mas gak cerita mau sekalian Akad, padahal itu permintaan bapak, via malu sekali sama mas Angga, sekali lagi via minta maaf ya'' ucap Selvia mengingat kekesalannya di malam akad dan lamarannya.
'' Iya sayang... mas sudah maafkan, mas tahu..bukan kamu yang salah kok, sudah jangan di bahas lagi, sekarang kita mulai dari awal, kita punya pendirian dan komitmen untuk kebahagiaan keluarga kecil kita.
Selvia tersenyum bahagia mempunyai suami seperti Angga adalah anugerah dari yang kuasa.
Karena Selvia, Benar benar seperti cinderella, Selvia menilai dirinya sekarang dari yang dulu hidup serba kekurangan sekarang hidup serba ada tak kurang dari suatu apapun.
Angga keluar dari kamar menuju meja makan, Angga melototkan matanya melihat selvia begitu cantik mengunakan dress selutut warna tosca yang dimana selvia tadi memakainya saat Angga masih di kamar mandi.
Sontak membuat junior Angga di bawah sana kelabakan ingin meminta di keluarkan.
'' kamu sangat cantik sayang, bikin yang di bawah makin ga kuat'' bisik Angga di telinga Selvia sambil duduk di kursi dekat selvia.
''isshhh mass takut Safhira dengar ngomong nya di saring dong'' ucap selvia pelan.
Untung saja safhira konsen sarapan sambil melihat youtube nyanyian anak anak, setelah selesai mereka langsung berangkat menuju sekolah safhira.
Setelah sampai Selvia dan Angga mengantar Safhira ke dalam kelasnya, setelah itu mereka kembali berangkat menuju hotel untuk mengechek kesiapan untuk acara resepsi mereka.
Angga dan selvia tiba di Hotel milik Fandi dan tadi Anggita sudah mengirim pesan kalau dirinya sudah ada di hotel fandi duluan.
Angga dan Selvia masuk ke lobby hotel dan langsung menuju Ballroom dimana tempat yang akan di gelar resepsi mewah mereka di temani karyawan Hotel yang di tugaskan oleh fandi.
Angga tak lepas selalu memegang telapak tangan Selvia erat hingga yang punya tangan merasa pegal di buatnya.
__ADS_1
Mereka sampai di Ballroom yang disana sudah ada Anggita Dan Fandi menyambut mereka.
'' Selamat datang pengantin baru yang menempel terus seperti prangko'' ucap Anggita gemas melihat Angga yang tak memberi Selvia jauh darinya.
Selvia menjawab nya dengan tersenyum sedangkan Angga fokus melihat kesiapan Ballroon sudah hampir seratus persen.
'' semua sudah siap bro tinggal perintilan kecil nanti di selesaikan'' ucal Fandi memberitahu Angga
'' oke Fan Tanks atas bantuannya gw berhutang budi sama loe yang udah banyak bantu gw'' ucap Angga
'' Sama sama bro loe juga udah banyak membantu kelancaran bisnis gw'' balas Fandi
Setelah itu mereka mencoba beberapa menu catering yang nantinya akan jadi menu yang ada di acara resepsi.
Selvia bingung di buatnya untung ada Anggita yang selalu membantunya untuk urusan memilih dan yang pasti sudah ahli di bidang kuliner.
Mereka memilih beberapa menu Appetizer, Main course dan Dessert yang paling best seller di Hotel milik Fandi.
Selama mencicipi menu Fandi tak henti henti menatap Selvia dan sesekali menjelaskan menu yang sedang mereka coba, Angga yang melihatnya menahan cemburu yang memburu di dadanya dan ingin segera menyelesaikan semuanya dan segera pulang menuju Butik Anggita.
Setelah semua selesai Angga dan Selvia juga Anggita langsung pamit pada Fandi untuk langsung menuju Butik Anggita. karna harus fitting Gaun yang akan dikenakan Selvia nanti agar perpect tak ada kekurangan.
Setelah menempuh perjalanan 20 menit mereka berbarengan sampai di Butik Anggita, ya karna Anggita juga membawa mobil sendiri.
Selama di perjalanan Angga diam namun terus memegang erat telapak tangan Selvia dan menyetir dengan satu tangan.
Namun saat memasuki Butik mood Angga sudah baikan ia begitu bersemangat melihat Selvia menggunakan Gaun untuk acara resepsi nanti.
Anggita langsung turun tangan sendiri membantu Selvia mecoba gaun rancangannya.
Angga tak sabar melihat sang istri di balik room ganti, ia menunggu di sofa percis di depan room ganti, tiba tiba gordeng panjang terbuka menampilkan Selvia begitu cantik menggunakan Gaun rancangan Anggita berwarna gold bertabur batu permata, yang bertema elegan, glamor internasional tapi tetap di padukan hijab seperti yang Selvia inginkan.
Setelah itu Angga juga langsung mencoba baju yang senada dengan gaun selvia, mereka sempat beberap kali berfoto di bantu Anggita.
'' Masya Alloh perpect to '' ucap Angga di dengar Anggita dan Selvia
Selvia langsung tersenyum mendapat pujian dari sang suami, sedangkan Anggita hanya terkekeh di buatnya, gimana tidak mengingat sang kakak yang dulu cuek dan dingin pada Selvia sekarang begitu bucin tak terpisahkan.
Setelah selesai dan sudah tak ada kekurangan pada gaun dan baju yang akan di kenakan mereka nanti. Angga dan selvia langsung berganti baju kembali dan langsung pamit pada Anggita karna harus menjemput Safhira.
segitu dulu yaaaah
__ADS_1
sabarrrrr menuju MP soalnya Selvia masih halangan....