
Masih di Villa orang tua Angga.
Waktu menunjukan Pukul 13.00, Cuaca di pulau bali tepatnya di daerah ubud, begitu cerah hingga langit begitu berwarna biru jernih, hampir tidak ada awan di sekeliling nya.
Setelah melaksanakan solat dzuhur, Angga dan Fandi mengajak Seluruh keluarga untuk berjalan- jalan, Angga berinisiatif memilih untuk mengajak seluruh keluarganya jalan-jalan ke Mall terdekat di sana.
Angga akhirnya memutuskan, mengajak keluarga besarnya untuk berkunjung ke Mall yang menjadi favorit warga Bali dan para turis yang berkunjung ke Bali.
Angga putuskan akan mengajak Ke Mall Kuta Beachwalk Shopping center.
Mall Kuta Beachwalk adalah Mall semi out door yang langsung berhadapan dengan pantai kuta.
Jadi bila kerkunjung ke sana, mereka akan mendapatkan dua keunggulan, bisa sekalian menikmati pantai kuta.
Akhirnya mereka berangkat ke Mall tujuan, Angga satu mobil bersama Selvia, Safhira, mami Anggi dan ibu Sumi di kemudikan oleh supir Angga.
Dimobil satu lagi Fandi, Anggita di depan, papi Agung, pak Yadi dan Sandi Dikemudikan Fandi sendiri.
Di perjalanan menuju Mall, Angga memberitahu akan niat baik Fandi yang akan berencana melamar Anggita nanti malam, terutama pada Sang istri yang belum mengetahuinya.
'' Masya Allah.... syukur alhamdulillah mas...kalu begitu...aku senang banget dengernya'' Selvia tak menyangka doanya tadi pagi untuk Anggita, sebentar lagi akan terkabul.
'' Iya sayang... tadi Fandi konfirmasi sama mas..untuk mendukung acara nanti malam, karena Anggita belum mengetahui nya, Fandi sengaja ingin memberika surprise buat gita'' jawab Angga.
'' Benar kan mi? ''Angga tahu, sang mami pasti sudah mengetahui nya.
'' Iya ga, via juga bu sumi... semalam Fandi bicara panjang lebar akan niatnya pada papi, itu pun tanpa sepengetahuan gita'' mami Anggi membenarkan ucapan Angga.
'' Aduuh syukur alhamdulillah kalau begitu... semoga niat baik neng gita dan nak Fandi di lancarin'' ucap Bu sumi yang ikut merasa bahagia mendengar nya.
'' Iya..Aamiin bu Sumi.. terima kasih ''Mami Senang banyak yang ikut mendoakan sang putri bungsunya.
Di mobil satu lagi yang di kendarai Fandi, para besan laki laki asyik mengobrol.
Papi Agung dengan sabarnya memberitahu setiap tempat yang di tanyakan besan nya dan juga Sandi yang baru pertama kali menginjakan kaki mereka di pulau bali.
'' Oh.. jadi kita sekarang di kelilingi laut ya pa'' tanya pak Yadi karena sedari tadi semenjak di ubud dan sebentar lagi menuju mall kuta terus melihat pantai.
'' Iya pak Yadi, pulau bali adalah pulau yang tidak terlalu besar yang di kelilingi oleh lautan dan pantai.
Anggita, Fandi dan Sandi ikut mendengarkan obrolan Dua besan tersebut.
Tak terasa kedua mobil itu tiba di parkiran Mall kuta Beachwalk, Angga sigap membantu sang istri dan sang putri turun di lanjut membantu kedua ibu ibu yang begitu semangat ingin Segera berbelanja.
Bu Sumi antusias karena sang besan mami Anggi akan mengajak nya berbelanja baju untuk nanti malam.
__ADS_1
Angga dan Selvia tersenyum melihat kedua orang tua mereka yang begitu akur bagai besti.
(kalau kata gaul sekarang mah heeheheh)
Saat sudah berkumpul berbarengan Angga langsung mengajak keluarga besarnya untuk makan terlebih dahulu sebelum mulai berbelanja.
Fandi sudah memboking tempat di sebuah Restoran jepang untuk keluarga besar Angga yang sebentar lagi akan jadi Keluarganya juga.
Mereka makan siang di Sushi Tei resto yang menjual makanan jepang, yang berada di Mall beachwalk kuta bali.
Mereka langsung makan bersama setelah pelayan mengantar semua makanan yang di pasan, karena Fandi sebelum nya sudah memesan kan terlebih dulu, karena kalau dadakan memesan akan memakan waktu lama.
Fandi memesan makanan yang Best seller di Resto jepang ini, Fandi memesan makanan yang friendly untuk lidah orang indonesia.
Pak Yadi dan Bu Sumi sempat kebingungan dengan cara memakannya, karena harus menggunakan sumpit.
Dengan cepat Papi Agung dan mami Anggi sang besan memanggil pelayan untuk membawa kan Sendok dan garpu untuk mereka makan.
Anggita dan Fandi riweh bercanda mengajak Safhira makan, sedang kan Sandi sibuk memfoto makanan yang akan mereka makan, hingga pak Yadi bersuara mengingat kan.
'' San... nu sopan atuh, lain gera tuang kalah di fotoan'' Pak Yadi merasa yang di lakukan Sandi tidak sopan.
(san....yang sopan dong, bukannya cepet makan ini malah foto fotoin)
'' Tidak apa- apa pak Yadi, maklum anak muda...memang sekarang jaman nya seperti itu... '' Papi Agung menimpali, walaupun tidak mengerti bahasanya tapi dari tindakan yang di lakukan, papi Agung bisa mengerti.
(iya pak... cuman fotoin doang, buat kenangan, kalau pernah makan makanan begini)
''Iya mohon maaf yah besan... maklum kami orang kampung jadi kurang paham'' Pak Yadi merasa tidak enak.
'' Tidak apa... makanya nanti sering sering kejakarta pak, nanti saya akan ajak jalan jalan agar banyak pengalaman'' papi Agung begitu baik hati, tidak pernah memandang sebelah mata pada besannya.
Angga dan Selvia baru datang...Setelah mengantar Selvia dari toilet.
Angga juga menyempatkan mengobrol dengan sang istri, agar sang istri ikut membujuk Anggita agar mau membeli baju untuk acara surprise nanti malam yang belum di ketahuinya.
Angga dan Selvia kemudian ikut makan bersama, Angga langsung memilah makanan yang bisa di makan oleh sang istri.
Angga memilih kan makanan yang matang sempurna, karena Sang istri tengah mengandung, tidak baik kalau memakan makanan yang tidak matang.
Mereka terus bercengkerama..senyum dan tawa terus terusan terdengar dari meja keluarga besar Angga.
Setelah selesai dan puas makan, Mereka berpencar untuk shopping di mall beachwalk yang terdapat toko brand terkenal.
Disana ada terdapat store merek populer yankni H&M, ZARA, MANGO, OAKLEY, LACOSTE dan masih banyatl lagi, Toko toko dari brand terkenal.
__ADS_1
(Tempat belanja orang menengah keatas... lumayan sekali harganya di banding brand lokal)
Anggita bersama Selvia, Angga bersama Safhira, fandi dan Sandi, Bu sumi bersama mami Anggi yang sudah tidak sabar ingin mencari baju untuk nanti malam, sedangkan papi Agung dan pak Yadi memilih bersantai di resto sembari menunggu yang lain berbelanja.
Selvia meminta bantuan Anggita untuk mencari baju untuk nya.
Selvia beralasan... agar bisa mencari celah untuk bisa mencarikan baju untuk di pakai Anggita nanti malam.
''Git...tolong carikan baju untuk aku dong...yang bagus yah.. soalnya kak Angga ingin nanti malam aku tampil berbeda'' Selvia beralasan mulai mencari ide.
Anggita yang mengetahui selera sang kakak, akhirnya memutuskan mengajak kakak iparnya masuk sebuah store yang menjual baju-baju pesta, gaun dan masih banyak lagi...yah hampiri sama seperti Butik milik Anggita.
''Sini kak... kita coba cari disini''Anggita mengajak kakak iparnya masuk ke store di depannya.
Selvia tersenyum, sekarang berharap idenya akan terlaksana, Selvia tak sabar ingin melihat adik iparnya bahagia.
Anggita langsung mencari beberapa baju yang cocok untuk di coba kakak iparnya.
Anggita juga meminta karyawan store untuk membawakan sepatu pesta yang senada dengan gaun yang di pilihnya.
Selvia hanya memperhatikan sang adik ipar, sebentar lagi akan melancarkan ide nya, tak lama Anggita dengan baju pilihannya mendekat ke arah Selvia.
'' kakak.. di coba baju...ini semua selera kakak Angga, pasti kak Angga senang melihat nya'' Anggita menyerahkan baju yang di pilihnya untuk di coba oleh Selvia.
''Baiklah adik ipar..aku akan mencobanya... ehhh tapi aku juga ingin kamu memilih juga gita, biar kita bisa samaan nanti malam... okeee'' Selvia meraih baju pilihan Anggita.
'' Aku tidak usah kak, aku bawa baju banyak... tidak perlu membeli gaun lagi, sedangkan aku perancang gaun juga... Ahh lucu sekali...ahhh sudah aku tidak usah kak'' Anggita menolak, rasanya aneh juga perancang busana membeli busana di store orang..padahal kan bisa buat sendiri sesuai seleranya.
(Tidak ada salah nya sesekali membeli Anggita, kan di traktir kakak ipar. hehehhe)
'' Giitaa... please beli lah... sesekali lah gita... aku yang bayar'' Selvia memelas, agar Anggita mau membeli gaun juga seperti dirinya.
''Tidak usahh kakak... walaupun kak Via bayarin, aku tetap tidak mau... membazir namanya... Baju-bajuku banyak sekali kak'' Anggita keukeuh menolah, Selvia langsung memperlihatkan wajah menyedihkannya agar bisa membujuk Anggita.
Selvia ingin Anggita tampil berbeda, karena nanti malam akan menjadi salah satu malam yang tidak akan terlupakan di hidupnya.
'' Gittt... ini bukan hanya keinginan kakak... ini juga keinginan calon ponakan kamu di perut kakak... biar nanti malam menjadi malam yang tak terlupakan di waktu kehamilan kakak'' Selvia masih meluncurkan ide agar sang adik ipar menuruti keinginannya.
''Uuuhhh kakak... baiklah aku menurut... ini demi calon ponakan ku, agar kamu di dalam dan setelah lahir happy selalu'' Anggita pasrah, akhirnya menuruti keinginan bumil di depannya.
Selvia tersenyum penuh kemenangan...akhirnya Anggita akan memilih gaun untuk acara nanti malam.
(Terimakasih calon adik bayi... kamu bisa di andalkan heheheeh)
**Bersambung dulu...
__ADS_1
selamat para pembaca...prediksinya benar sekali... nanti kita lanjutt lagi...
kita akan lihat apa akan ada surprise lagi di sana**?