Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 21


__ADS_3

Selama di perjalanan pulang pulang ke rumah Angga, di antara antara mereka tidak ada yang bersuara, hanya terdengar suara radio di mobil Angga yang bersuara menyanyikan lagu lagu romantis yang tengah hitz di kalangan anak muda ibu kota.


Namun diam diam, Angga terus menerus mencuri-curi pandang memandang ke arah Selvia, tetapi yang di pandang malah memalingkan pandangannya keluar kaca mobil sembari tangan nya terus mengelus punggung Safhira ketika sadar di perhatikan oleh Angga.


'' Ternyata kalau di lihat lihat dari dekat, Selvia manis dan cantik juga, pantas saja Fandi sedari tadi terus menatap intens ke arah Selvia, dia sekarang begitu berbeda, bodoh sekali kamu Angga baru menyadarinya Sekarang'' Batin Angga merutuki kebodohannya, baru menyadari Selvia adalah perempuan spesial berbeda dengan perempuan lain.


Safhira yang berada dipangkuan Selvia sudah terlelap menuju mimpinya, mungkin ia kelelahan karena aktifitasnya seharian ini di tambah juga belum tidur siang.


Selvia membetulkan pelukannya pada Safhira, agar Safhira posisi tidurnya lebih nyaman, Angga yang melihatnya langsung ikut bersuara takut Selvia tidak nyaman dengan posisi duduknya.


'' Safhira berat yah, membuat duduk kamu tidak nyaman, kalau berat biar saya pindahkan ke bangku belakang'' ucap Angga bersuara melihat Selvia membetulkan duduknya.


'' Ehh enggak pak, biarin saja seperti ini, lebih nyaman di peluk begini kasian kalau di belakang'' jawab Selvia menunduk tak berani menatap Angga yang menatap ke arahnya, karena Angga sudah menghentikan mobilnya dulu ke pinggir jalan.


'' Oke baiklah... Via apa aku boleh bertanya'' ucap Angga hati hati...ingin mencairkan suasana agar tidak terusan merasa canggung.


'' Iya pak, mau tanya apa? '' jawab Selvia penasaran.


''Kamu tidak keberatankan, tadi saya sudah memperkenalkan kamu sebegai calon ibu sambung Safhira pada mereka'' tanya Angga karena tak enak main mengenalkan Selvia pada Fandi dan Dito tanpa ijin dulu saat tadi di Cafe Anggita.


'' Iya pak tidak apa apa, Insya Alloh saya sudah menerima permintaan pak Angga tempo hari'' ucap Selvia tak sadar membuat Angga tersenyum mendengarnya, langsung dari mulut manis Selvia.


''Alhamdulillah kalau begitu... terima kasih via'' ucap Angga tersenyum.


'' Iya pak sama sama'' balas Selvia tersenyum namun tak berani menatap Angga.


''Eeh iya Via ada satu lagi, boleh gak sekarang aku minta kamu jangan lagi panggil saya pak, kamu itu bukan pegawai atau karyawan saya, kamu itu sekarang adalah calon istri saya sekaligus calon ibu sambung Safhira, apa tidak ada panggilan lain yang lebih pantas'' pinta Angga yang merasa tak nyaman masih di panggil pak oleh Selvia.


'' Saya gak tau pak, bingung mau panggil apa sama pak Angga'' jawab Selvia yang bingung karena niatnya hanya menjadi ibu sambung Safhira saja tidak lebih.

__ADS_1


'' Senyamannya kamu saja, asal jangan panggil pak, saya malah terlihat seperti bapak kamu bukan pasangan kamu'' balas Angga tertawa sembari kembali menjalankan mobilnya.


'' Kalau panggil kak, boleh? '' tanya Selvia pelan.


'' Kamu bukan adik saya, kalau Anggita baru panggil saya kakak, coba yang lain'' ucap Angga tak mau di panggil kakak.


'' Iya sudah panggil aa aja, gimana pak'' jawab Selvia masih dengan suara pelannya.


'' Kalau di sunda laki laki dewasa di panggil aa pak'' ujar Selvia lagi memberitahu.


'' Aa sepertinya kurang pas, coba yang lain'' ucap Angga lagi lagi tak mau dengan pilihan Selvia.


'' Ohh ya sudah panggil mas saja gimana, kata mba Anggita keluarga papi Agung dan mami Anggi asalnya dari jawa yah pak'' tanya Selvia merasa mas adalah pilihan yang cocok.


'' Iya deh sebutan mas aja, itu sepertinya lebih pas '' ucap Angga tersenyum melirik sekilas ke arah Selvia.


Tak lama mobil Angga tiba di depan rumah Angga, sang penjaga segera membuka gerbang dan membukakan pintu utama agar Angga bisa tinggal masuk ke dalam rumah.


Angga keluar dari mobil dan membuka pintu mobil Selvia, Angga terus membawa Safhira dari pangkuan Selvia yang masih tertidur lelap, Angga menggendong Safhira dan segera di pindahkan ke kamarnya, setelah itu ia kembali ke mobil menggendong Selvia untuk di pindahkan ke kamar sebelah kamar Safhira yang di sediakan untuk Selvia, namun Selvia suka lebih nyaman tidur bersama Safhira.


Angga menidurkan Selvia di ranjang queen size dengan hati hati takut membuat nya terbangun, setelah itu Angga menyelimuti Selvia, Angga sempat di buat tertegun sesaat melihat perempuan di depannya, kini Selvia terlihat sangat cantik berbeda saat pertama Angga bertemu Selvia di Cafe tempo hari yang dulu sangat tomboy dan Sederhana.


Angga terus menatap wajah cantik Selvia, gadis yang sebentar lagi akan di nikahinya, ya walaupun awalnya demi Safhira, namun lama kelamaan Angga merasa nyaman dan terganggu bila ada yang memperhatikan Selvia, contohnya seperti tadi Fandi di depannya terus menatap intens Selvia.


Angga keluar dari kamar Selvia, ia berjalan turun menuju kamarnya untuk membersihkan diri, tak terasa waktu juga sudah malam, waktunya Angga mengistirahatkan tubuh lelahnya.


 


Adzan subuh berkumandang Selvia terbangun dan mengingat ingat kejadian terakhir semalam sebelum tertidur dan bingung sudah ada di kamar, sebelah kamar Safhira.

__ADS_1


'' Siapa yang bawa aku ke kamar ini? trus Safhira kemana? '' batin Selvia bertanya tanya


Selvia langsung mandi dan menunaikan solat subuh di kamar Safhira, karena semua baju gantinya berada di kamar Safhira.


Setelah selesai Selvia menatap ke arah Safhira yang masih terlelap, setelah itu Selvia langsung turun ke lantai bawah untuk membuat sarapan, niatnya Selvia siang atau sore nanti ingin pulang dulu ke Bandung karena besok hari kelulusan sang adik dan sekalian memberitahu orang tuanya tentang pernikahan dadakannya dengan Angga.


Namun Selvia lupa belum meminta ijin pada Angga kemarin, trus bagaimana dengan Safhira apa benar boleh ikut dengannya, Selvia akan sekalian bertanya pada Angga.


Saat menuruni tangga Selvia mendengar suara tv menyala, dan saat sampai di bawah Selvia melihat Angga yang sedang menonton acara berita.


Di lihatnya Angga baru saja melaksanakan solat subuh, soalnya badan pria itu sudah terlihat segar dan masih memakai sarung.


Tanpa di sadari Selvia tersenyum kagum melihatnya, ketampanan Angga walaupun sudah berumur 35 tahun lebih, tapi penampilan tidak jauh beda dengan Fandi yang baru berumur 25 tahun.


Saat Selvia berniat mau menyapa Angga, Selvia berpikir lagi karena masih malu semalam pasti Angga yang sudah menggendongnya ke kamar, dan melihat Angga yang fokus menonton TV, Selvia tak jadi menyapa Angga dan langsung memilih ke dapur.


Selvia langsung belok ke arah dapur untuk membuat sarapan, belum sampai dapur Angga memanggilnya karena Angga baru sadar Selvia turun dari lantai dua.


'' Via kamu sudah bangun'' tanya Angga menyadari keberadaan Selvia.


'' Iya mm...mas '' jawab Selvia gugup, membuat Angga tersenyum mendengar Selvia sudah mulai memanggilnya mas tidak memanggil pak lagi.


'' Bagus tak perlu di suruh, dia langsung praktekan'' batin Angga tersenyum senang.


Selvia yang merasa malu langsung menuju ke dapur dan langsung membuat sarapan.


maafkan author masih banyak kekurangannn...


selalu semangat bacanya

__ADS_1


__ADS_2