Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 91


__ADS_3

Dilanjut lagi, maafkan Author belum sempat crazy Update, Soalnya Author masih banyak kesibukan.


Sekali lagi terima kasih buat Readers yang selalu dukung Author, haturnuhun


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Selvia yang masih menahan kekesalan pada sang suami memilih memejamkan matanya di kursi belakang.


Angga sembari mengemudi sesekali melirik sang istri yang sepertinya tertidur karena kelelahan dengan Aktivitas seharian ini.


Tak lama mobil Rolls Royce phantom yang di kemudikan Angga sampai di rumah mewahnya berbarengan dengan Suara Adzan maghrib berkumandang.


Angga langsung memarkirkan mobilnya setelah penjaga membuka gerbang rumahnya.


Angga melirik ke kursi belakang di mana sang istri masih tertidur lelap.


Angga menghela nafas, berusaha menenangkan diri nya sendiri sebelum menggendong sang istri untuk di pindahkan ke kamar mereka.


Angga membuka pintu belakang mobil untuk memindahkan sang istri yang masih tertidur lelap.


'' Semoga dia tidak marah, karena aku pindahkan ke kamar'' batin Angga mengingat sang istri yang begitu marah padanya.


Angga dengan pelan dan lembut menggendong sang istri ke kamar.


Bi minah langsung membuka kan pintu mengetahui kedatangan sang tuan rumah.


'' Makasih bi'' Ucap Angga setelah bi Minah membuka pintu utama rumahnya.


'' Iya pak, neng via kenapa'' tanya bi Minah.


'' Tertidur bi, sepertinya kelelahan'' jawab Angga dan langsung membawa sang istri di gendongannya ke kamar utama mereka.


Angga merebahkan tubuh sang istri di tempat tidur king size mewah mereka.


Angga melepas sepatu Sneakers yang di gunakan sang istri dan mengelap tangan serta kakinya dengan menggunakan tisu basah.


Angga terus menatap sang istri yang wajahnya masih terlihat sembab, Angga beralih membuka Cardigan yang di pakai Sang istri dengan sangat pelan hingga menyisakan dress putih tanpa lengan pada sang istri, agar tidur sang istri nyaman.


Angga membuka jas dan dasi yang ia pakai, Angga terduduk di sofa sembari terus menatap memperhatikan sang istri yang tertidur lelap.


Angga menghela nafas dalam dan menghembuskannya pelan.


'' Gimana caranya agar Selvia mengetahui kebenarannya kalau Cintya bukan siapa siapa, Aku harus yakinin dia, aku gak mau berlarut larut terus seperti ini, apalagi dia sedang mengandung aku tak mau membuatnya stres'' Batin Angga kalut dan bingung.


Angga beranjak dari duduknya berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Cukup lama Angga di kamar mandi, Angga terus mengguyur tubuh polosnya di bawah guyuran shower, Angga seakan ingin melepas beban yang ada pada pikirnnya.


Tak lama Angga keluar dari kamar mandi dengan handuk dan rambut yang masih basah.


Tatapan Angga tertuju ke tempat tidur dimana sang istri tidur sekarang sudah kosong.


'' Kemana Selvia'' ucap Angga pelan, berpikir mungkin sang istri ke dapur.


Angga langsung berpakaian santainya dan menggunakan sarung untuk menunaikan solat magrib.


Saat Angga mandi Selvia terbangun karena mendengar dering ponselnya yang ternyata beberapa pesan dari Anggita sang adik ipar.


Selvia berjalan ke luar kamar menuju lantai atas ke kamar Safhira walaupun Safhira tidak ada.


Selvia tak mau satu kamar dengan sang suami yang begitu membuatnya sakit hati, bisa bisanya menyuruh istrinya ke kantor, sedangkan saat ke kantor sang suami malah enak enakan ngobrol dan makan bersama perempuan asing.


Setelah tiba di kamar Safhira, Selvia langsung merebahkan tubuhnya sembari membaca pesan pesan yang di kirim Anggita sang adik ipar.


Anggita


πŸ“©

__ADS_1


Assalamualaikum kak via.


Anggita


πŸ“©


Maaf kak sebelumnya, bukannya gita mau ikut campur tapi gita gak mau melihat kakak dan kak Angga seperti tadi, kak Angga sudah cerita padaku atas kesalah pahaman kalin gara gara teman kak Angga yang tadi datang ke kantor.


Anggita


πŸ“©


Semoga tidak berlarut larut yak kak, kak via jangan sampai stres kasihan calon adik bayi di dalam perut kakak.


Anggita


πŸ“©


Kakak harus kuat aku yakin kak Angga gak seperti itu, kak Angga benar benar mencintai dan menyayngi kak via satu lagi kakak harus jaga kesehatan jangan sampai sakit kasihan calon debaynya.


Selvia tersenyum miris, sedang atas perhatian sang adik ipar namun mirisnya mengingat kata kata Cintya yang mengatakan Angga tak mengakui telah beristri lagi.


'' Via, via maneh kudu kuat tong nepika gering karunya kanu aya di jero beuteung, Kajen dagoan nepika mana salaki maneh ngabuktikeun kabeneran nana'' Batin Selvia menangis.


(Via, via kamu harus kuat jangan sampai sakit kasihan sama yang ada di perut, biarin tunggu aja sampai mana suami kamu ngebuktiin kebenarannya)


Selvia


πŸ“©


Wa'alaikum salam git.


Terima kasih banyak atas perhatiannya, aku bakal tunggu mas Angga ngebuktiin semuanya kalau memang tidak benar.


Selvia


πŸ“©


Setelah membalas pesan Anggita, Selvia bangun menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu melaksanakan solat maghrib yang sebentar lagi habis sekalian solat isya.


Di lantai bawah Angga setelah solat langsung ke luar kamar bolak balik seperti setrikaan mencari cari keberadaan sang istri.


'' Sayang, sayang, kamu dimana'' ucap Angga berjalan ke dapur, taman belakang, kamar tamu, taman depan, sampai ke ruang kerja dan kamar bi Minah yang ternyata tak ada sang istri di sana.


'' Maaf permisi bi, apa bibi lihat istri saya, saya cari cari tidak ada'' ucap Angga pada bi minah yang masih menggunakan mukena.


'' duh ga tau pak, bukannya neng via tidur, bibi tadi langsung ke kamar solat maghrib'' jawab bi minah bingung.


'' tadi saya mandi sepertinya istri saya keluar dari kamar, saya sudah cari cari kemana mana tidak ada bi'' Ucap Angga menghela nafas.


'' Apa di kamar non kecil kali pak, neng via biasanya membereskan barang barang non kecil sendiri tak pernah menyuruh bibi'' ucap bi minah memberitahu.


'' oh baiklah bi saya mau lihat dulu, sekali lagi maaf bi saya sudah mengganggu'' ucap Angga.


'' Iya pak tidak apa apa, bibi sedang duduk saja menunggu solat isya tidak sama sekali mengganggu'' jawab bi minah.


Angga langsung menuju kamar Safhira seperti yang di bilang bi minah dan sebelum kesana Angga sempatkan membuat susu hamil rasa coklat kesukaan sanh istri.


Angga membuka pintu kamar Safhira pelan ternyata tidak di kunci.


Ternyata benar yang di bilang bi minah, saat Angga membuka pintu dan pintu terbuka tampak lah orang yang di cari sedang melaksanakan solat di sana.


Selvia yang khusu solat tak mendengar suara pintu yang memang tidak menimbulkan bunyi ketika di buka.


Angga menaruh susu untuk sang istri di meja belajar Safhira terus Angga duduk di sofa mini milik Safhira sembari menatap punggung sang istri yang sedang solat.


Selvia setelah selesai solat dan berdoa menengok ke belakang karena merasa ada orang berada di belakangnya.

__ADS_1


'' Astagfirullah mas'' ucap Selvia kaget dengan keberadaan sang suami dadakan ada di belakangnya.


'' Maaf sayang mas tidak bermaksud membuatmu kaget'' ucap Angga melihat sang istri kaget dengan keberadaannya.


'' Issh nyebelin main muncul muncul saja seperti hantu'' ucap Selvia kesal namun sudah sedikit tenang menstabilkan kemarahannya setelah melaksanakan solat.


'' Mas cari cari di bawah ga ada, tau kamu di sini sayang'' ucap Angga mendekati sang istri yang sedang membereskan mukenanya duduk di tempat tidur Safhira.


'' Ngapain juga cari cari, aku kan ga di anggap siapa siapa sama mas Angga'' ucap Selvia ketus menyindir Angga mengingat ucapan Cintya di kantor tadi siang.


Angga tak enak hati mendengar sindiran sang istri, Angga sadar ucapan Cintya tadi siang benar benar membuat sang istri Tercintanya sakit hati meras tak di anggap keberadaannya.


'' Sayang jangan bicara begitu, kamu istri mas selamanya tetap istri mas, kamu salah paham sayang, mas waktu itu belum sempat memberitahu Cintya kalau mas sudah menikah lagi'' ucap Angga semakin mendekati memeluk sang istri.


'' Terserah mas Angga aku ga perduli, sekarang aku akan belajar sadar diri kalau aku bukan siapa siapa mas lagi'' ucap Selvia Menunduk menahan air mata yang akan menetes di pelupuk matanya sembari memainkan mukena yang sedang di lipatnya, tak berani menatap Angga sang suami.


'' Stop sayang jangan terus bicara begitu mas semakin sakit mendengarnya, mas sama sekali tak begitu pada mu'' ucap Angga langsung memeluk sang istri dari belakang karena Selvia membelakangi Angga.


'' Lepas... ihhh lepas masss'' ucap Selvia memberontak tak mau di peluk erat Angga.


'' Sayang mas ga akan lepas kalau terus berpikiran seperti itu sama mas'' ucap Angga memeluk dan menghirup tubuh tengkuk sang istri.


'' Mas gak mau kamu stres ingat kamu itu sedang mengandung sayang, kalau ibunya stres kasihan yang di dalam perut kamu ikutan stres juga'' ucap Angga lagi terus memeluk erat sang istri.


'' Aku ka akan kaya gini kalau mas ga mulai begitu, udah sekarang lepas mas.. lepas'' ucap Selvia berusaha melepas pelukan Angga yang memeluk erat dirinya.


'' Mas ga akan lepas, mas akan terus memeluk mu sampai kamu percaya sayang'' ucap Angga menjatuhkan tubuhnya yang memeluk tubuh sang istri ke tempat tidur.


'' Iisshh dengar ya mas, aku ga akan percaya kalau ga ada bukti'' ucap Selvia sembari mengusap kasar air mata di pipinya.


'' Baik mas akan buktikan besok padamu, besok kita ke kantor kamu bisa lihat dari CCTV Yang terpasang di ruangan mas, kamu akan lihat dan Dengar apa yang katakan dan lakukan'' ucap Angga.


'' Iya sudah sekarang lepas mas, aku mau tidur'' ucap Selvia.


'' Minum dulu susu nya baru tidur, mas udah buatkan tadi'' ucap Angga melepas pelukannya meraih susu di meja dan memberikannya pada sang istri.


Selvia meraihnya karena ia juga merasa haus sudah berbicara dari tadi.


'' Makasih '' ucap Selvia ketus.


'' Iya sama sama sayang'' ucap Angga tersenyum.


'' Sana mas keluar aku mau tidur di sini'' ucap Selvia sembari menaruh gelas yang sudah kosong di meja nakas.


'' Mas ga akan keluar, mas akan terus sama kamu di mana kamu tidur'' ucap Angga yang kembali merebahkan tubuhnya di kasur Safhira.


'' Isshh nyebelin, terserah mas Angga saja'' ucap Selvia membawa gelas kosong bekas susu berjalan ke luar dari kamar Safhira menuju lantai bawah yang langsung di ikuti Angga dari belakang.


Selvia menuju dapur mencuci gelas kosong tadi setelah itu menuju kamarnya yang terus di buntuti Angga dari belakang.


Setelah masuk ke kamar Selvia mengambil baju tidur dan menggantinya di kamar mandi sekalian mencuci muka dan gosok gigi.


Setelah selesai Selvia keluar kamar mandi dengan baju tidur satin ungu lengan panjang dan celana panjang, di lihatnya sang suami masih segar duduk di Sofa menatap ke arah nya.


'' iih pikaseubeuleun lain gera sare kalah ningaliken wae, te jelas pisan'' Batin Selvia menggerutu


(iih nyebelin bukannya tidur malah ngeliatin terus, ga jelas banget)


Selvia berjalan ke tempat tidur karena sudah merasakan kantuk lelah telah beradu mulut dengan sang suami.


Angga langsung menyusul sang Istri ke tempat tidur setelah sang istri tertidur pulas.


Angga memeluk sang istri dan menyusulnya ke alam mimpi.


πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™


Bersambung dulu nanti di lanjuttt Readers

__ADS_1


__ADS_2