Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 26


__ADS_3

Keesokan harinya Semua keluarga Selvia sudah bersiap menuju acara kelulusan Sandi, termasuk Angga dan Safhira yang akan ikut mengantar mereka.


Selvia tampak anggun menggunakan drees panjang biru dongker dan kerudung warna abu, dan Safhira menggunakan drees warna pink warna ke sukaannya.


Pa Yadi, bu Sumi dan Sandi menggunakan batik senada namun Sandi di tambah menggunakan jas Almamater sekolahnya.


Sedangkan Angga yang terakhir bersiap, baru keluar dengan menggunakan kemeja biru dongker dan celana warna abu begitu senada dengan Selvia.


Angga tersenyum melihat Selvia yang begitu berbeda penampilannya hari ini, begitu juga dengan Selvia yang begitu terpesona dengan penampilan sang duda yang sebentar lagi akan menjadi Suaminya.


Mereka berangkat menggunakan mobil Angga, setelah sampai Sandi langsung bergabung dengan teman temannya yang sudah menunggunya, mereka yang sama menggunakan jas almamaternya.


Pak Yadi duduk di dekat bu Sumi, Safhira, Selvia dan Angga, Selvia yang bersebelahan dengan Angga merasa kembali di uji detak jantungnya yang berdebar tak karuan, apalagi ketika Angga yang selalu saja menatap intens terus kepadanya.


'' Kamu cantik sekali via, begitu berbeda bila menggunakan hijab, aku tadi sampai tak mengenalinya'' ucap Angga pelan di dekat telinga Selvia, sontak membuat pipi Selvia memerah, namun Selvia berusaha menghindarkan pandangannya agar Angga tidak melihat wajahnya yang tersipu malu.


( ini duda bikin aku geer terussss hehehe)


'' Mas Angga apa sih, gombal sekali'' ucap Selvia malu malu menghindar tak mau menatap Angga.


Acara pun di mulai, Sandi mendapat peringkat ke tiga dengan nilai terbaik dan menjadi Siswa teladan di sekolahnya, membuat orang tuanya bangga termasuk Selvia dan Angga yang sangat senang mendengarnya.


Setelah selesai mereka langsung pulang, namun di perjalanan Angga memberhentikan mobilnya untuk mengajak mereka makan siang terlebih dahulu sekaligus merayakan ke lulusan Sandi.


Di sebuah restoran yang cukup mewah di kota Bandung, mereka makan sambil bercengkrama memberikan selamat atas ke lulusannya pada Sandi dan langkah apa yang akan Sandi ambil kedepannya untuk mencari universitas yang Sandi tuju.


''Selamat yah Sandi atas kelulusan nya, trus universitas mana yang kamu minati, biar kak Angga bantu'' ucap Angga bersuara di sela sela makan siang mereka.


'' Iya kak sebelumnya terima kasih banyak atas semua nya, sepertinya universitas di Bandung saja yang dekat dari rumah, kasihan ibu sama bapak kalau jauh jauh kak, apalagi kalau ka via sudah menikah pasti akan menetap di jakarta'' ucap Sandi tersenyum berbeda dengan Selvia yang melotot di buatnya.

__ADS_1


'' Iya San, semua terserah kamu yang penting kamu banyak belajar untuk mengembangkan kemampuan apa yang ada pada dirimu, kamu harus gali dan kuasai'' ucap Angga pada Sandi.


'' Dan bila kamu butuh bantuan jangan ragu ragu untuk hubungi kakak yah san, kakak udah anggap kamu seperti adik kakak sendiri'' ucap Angga lagi tersenyum.


'' Iya terima kasih banyak kak'' ucap Sandi tersenyum, Selvia, pak Yadi dan bu Sumi begitu sangat senang dengan kedekatan Angga dan Sandi yang sudah seperti keluarga.


'' Terima kasih banyak nak Angga untuk semuanya'' ucap pak Yadi bersuara.


'' Iya pak sama sama, saya sebentar lagi akan menjadi bagian keluarga ini jadi sudah sewajarnya pak'' ucap Angga tersenyum senang.


Selvia ikut tersenyum, Selvia begitu bangga dengan laki laki di depannya, yang sebentar lagi akan menikahinya, Angga begitu membuat Selvia dan keluarganya bangga dan bahagia, Angga begitu menerima kekurangan keluarga Selvia tidak mempermasalahkan derajat, bebet dan bobot keluarga Selvia.


Setelah selesai makan mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka, menuju pulang ke rumah Selvia, karena tak jadi langsung mencari universitas, Sandi ingin memilih dan mengkaji mana universitas yang terbaik di Bandung.


Selama di perjalanan Angga banyak bercengkerama dengan Pak yadi dan Sandi mengenai kota kembang.


Sedangkan Bu sumi, Selvia dan Safhira tertidur karena kelelahan.


Safhira sudah terlebih dahulu tertidur sejak di perjalanan pulang.


Selvia setelah solat dzuhur memilih membereskan rumah yang tadi tidak sempat di bereskan, sedangkan Angga yang tiduran di kamar Sandi merasa tidak bisa tidur dan akhirnya memilih ke luar untuk menghirup udara segar.


Saat Angga keluar ke depan halaman rumah orang tua Selvia, Angga melihat Selvia yang sedang menyapu teras depan rumahnya, Angga akhirnya duduk di kursi teras memperhatikan Selvia yang tak menyadari keberadaan nya.


Selvia yang berbalik, langsung kaget karna sudah ada Angga duduk di sana sembari memperhatikan nya.


'' Astagfirullah..mas Angga bikin kaget saja'' ucap Selvia sambil mengusap usap dada nya.


'' Via.. siapa yang bikin kaget, yang ada kamu menyapu sambil melamun, sampai gak menyadari saya ada di sini'' jawab Angga tersenyum.

__ADS_1


'' Mas Angga gak istirahat, apa mau aku buatkan kopi mas'' tanya Selvia dan di balas tersenyum mengangguk oleh Angga.


Setelah menyajikan kopi untuk Angga, Selvia duduk bersebelahan dengan Angga di kursi teras yang terbuat dari rotan karena Angga menyuruhnya untuk duduk menemaninya.


'' Mas Angga, Via mau ucapin terima kasih banyak yah, untuk semuanya'' ucap Selvia pada Angga yang mulai menyesap kopinya.


'' Iya sama sama Via, itu udah jadi kewajibanku untuk memberikan yang terbaik untuk keluargaku juga'' ucap Angga sambil memegang tangan Selvia erat, sontak membuat Selvia kaget bukan kepalang karena Angga tiba tiba menggenggam tangannya.


'' Eehhh'' Selvia kaget ingin melepaskan tangannya.


Selvia langsung ingin melepasnya, namun Angga semakin memegang erat tangannya.


'' Via biarkan seperti ini dulu, saya ingin kamu terbiasa jangan gugup bila bersentuhan dengan saya'' ucap Angga lembut.


'' ii.. ya mas tapi kita belum muhrim, terus gak enak kalau sampai di lihat orang mas'' Jawab Selvia menunduk, sambil merasakan tangannya yang berkeringat karena gugup.


'' Eehh.. iya maaf via, aku refleks...biar kamu terbiasa kontak Fisik dengn saya'' ucap Angga tersenyum tanpa dosa dan melepaskan tangan Selvia.


'' Iya mas, via mohon jangan di ulangi lagi'' ucap Selvia, yang sebelumnya belum pernah kontak fisik dengan pria selain Sandi dan bapaknya.


'' Iya via, Saya juga nanti akan bicarakan rencana pernikahan kita pada orang tuamu, saya gak mau menunda nunda via, lebih cepat lebih baik '' ucap Angga dengan nada serius.


''iya Via mah, terserah mas Angga saja, via ikut baiknya saja '' ucap Selvia yang masih merasakan deg degan karena Angga memegang tangan nya tadi.


( Aduhhh bapak duda sudah tidak sabar rupanya hehehe)


❤❤❤


maafkan Author ya...

__ADS_1


bila masih banyak kekurangn dalam penulisan...


__ADS_2