Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 47


__ADS_3

hayuuu urang lanjutttkan, maafkan Author yang telat upp, karna weekeend banyak sekali Agenda Author bersama keluarga..


Di rumah Selvia


Adzan subuh tengah berkumandang, keluarga Selvia sudah pada bangun untuk melaksanakan solat subuh.


Saat Selvia akan keluar kamar, untuk mengambil air wudhu karena kamar mandi berada di dekat dapur. Selvia kaget merdengar suara sodara sodara dari bapak dan ibunya sudah ada di rumah Selvia.


'' Kok udah pada datang saja, apa bapak dan ibu yang mengundang'' batin Selvia.


''Padahal kan niatnya hanya keluarga inti saja, toh ini juga cuman lamaran, mungkin ibu sama bapak pengen kumpul semua keluarganya'' batin Selvia tak ambil pusing.


Setelah selesai berwudhu Selvia langsung ke kamar untuk melaksanakan solat subuh, selesai solat Selvia langsung membersihkan tempat tidur dan membereskan sisa baju bajunya yang dari kostan kemarin, karena belum sempat selesai di bereskan.


Tak lama terdengar suara notif pesan dari ponselnya, dan ternyata pesan dari seorang duda yang akan mengajaknya menikah.


mas angga


πŸ“© via saya dan yang lain sudah di jalan menuju Bandung, kita bakal langsung cheek-in di padma Hotel Bandung, kami akan beristirahat di sana sebelum ke rumah kamu.


selvia


πŸ“© iya mas hati hati di jalan, kabari via kalau sudah sampai Bandung, salamkan buat semuanya.


mas angga


πŸ“© iya pasti, nanti saya sampaikan, saya sudah tak sabar ingin bertemu kamu.


Selvia tersenyum membaca balasan pesan dari Angga, namun Selvia tak berniat membalas kembali pesannya, Selvia yakini kalau di balas pasti tak selesai selasai pikirnya.


Keluarga Angga, setelah solat subuh langsung bersiap menuju Bandung, tak banyak yang ikut hanya keluarga inti Angga saja, karena sodara sodara jauh akan datang pas pernikahan Angga minggu depan di jakarta.


Saat di perjalanan Angga tak henti hentinya tersenyum, dan terus berdoa semoga semua yang di rencanakannya lancar.


Keluarga besar Angga, akan langsung stay di hotel terlebih dahulu sebelum berangkat ke tempat Selvia.


Pada pukul 09.30 Angga dan keluarganya sampai di Hotel Padma Bandung, Angga sengaja memilih Padma Hotel Bandung, karena fasilitas hotel tersebut memiliki suasana yang asri dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ada kolam renang, tempat fitness, play gruond, playingfox dan masih banyak lagi dan yang terpenting sangat nyaman dan friendly untuk liburan keluarga dan anak anak.


Saat tiba di Hotel, Angga langsung cheek-in Bersama yang lain, saat memasuki kamar hotel, Angga teringat janjinya yang akan langsung mengabari untuk menelpon Selvia, tak menunggu lama Angga segera mengambil ponselnya dan menekan nomor Selvia.


πŸ“ž Hallo Assalamualaikum mas'' sapa Selvia saat telpon tersambung.


πŸ“žWa'alaikum salam via, saya mau bilang saya dan keluarga sudah sampai Bandung, terus kenapa tadi kamu tidak membalas kembali pesan saya'' ucap Angga pada Selvia.


πŸ“žSyukur Alhamdulillah mas, kalau mas Angga dan keluarga sudah sampai, iya maafin tadi Selvia sibuk sedang bercengkrama dengan sodara sodara, ada sorada ibu sama bapak pada kumpul mas, jadi via tak sempat membalas'' ucap Selvia beralasan.

__ADS_1


πŸ“žOh begitu, yasudah via tunggu kami nanti malam yah... Assalamualaikum'' ucap Angga pura pura akan menyudahi telponnya, Angga ingi tahu reaksi Selvia bagaimana.


πŸ“žEeeh... mas Angga tunggu dulu.... kok buru- buru amat sih, biasa juga lama kalau telpon, aku mau nanyain dulu Safhira nya mana?'' tanya Selvia tak menanyakan Safhira, Angga tersenyum dalam hati, ternyata Selvia belum mau mengakhiri sambungan teleponnya.


πŸ“žEemm... Safhira tadi langsung bermain play ground yang berada di hotel ini, Safhira di temani Anggita dan bi Minah, di hotel ini fasilitasnya banyak, dan sangat frendly sekali buat anak anak.


πŸ“ž Oh.. syukurlah kalau begitu, via ikut senang jadi Safhira bisa sekalian bermain di sana.


πŸ“ž Iya via di hotel ini nyaman sekali, apa kamu mau nanti kita menginap di sini, kalau kita sudah sah menikah '' tanya Angga sambil merebahkan tubuhnya di kasur hotel.


πŸ“žMmm gak tau ah mas, menikahnya juga masih seminggu lagi, sudah ah jangan bahas itu, aku kangen sama Safhira, kalau Safhira sudah selesai bermain, suruh telepon aku yah mas'' jawab Selvia mengalihkan pembicaraan.


πŸ“ž Yah gak apa apa via, kita prepare dari sekarang, Terus kamu hanya kangen sama Safhira saja gak sekalian sama saya kangennya, asal kamu tau bukan Safhira saja yang kangen, tapi saya juga via'' ucap Angga lagi dan membuat Selvia tersenyum.


'' Iisshh mas Angga... iya... iya aku kangen kalian Semua mas, sudah dulu ah, tadi ibu panggil aku, Assalamualaikum '' ucap Selvia yang sudah tak tahan karena Angga terus menggodanya.


πŸ“žIya Wa'alaikum salam'' jawab Angga dan sambungan telpon mereka pun berakhir.


Angga tersenyum mengingat kembali pertemuan awal dulu dengan Selvia, hingga Angga ketiduran karena merasakan kantuk menyerangnya, wajar karena Angga semalaman tidak bisa tidur.


Waktu tak terasa sudah menunjukan waktu 18.00 tepat, setelah adzan maghrib rumah Selvia kedatangn seorang MUA yang di utus pihak Angga untuk mendandani Selvia.


Setelah solat maghrib Selvia langsung di make up oleh MUA tersebut.


------


Dirumah Selvia ada perdebatan antara Selvia dan pihak MUA karena hasil make up nya yang di poleskan MUA begitu berlebihan.


''Mba ini make up nya menor pisan'' protes Selvia protes.


''Ini sudah sesuai yang di minta mba, mba kelihatan sangat cantik sekali dan saya hanya menjalankan tugas sesuai perintah saja'' jawab sang MUA.


''Geulis sih geulis, tapi kamenoran teuing ieu mah'' ujar Selvia yang tak dimengerti sang MUA


(cantik sih cantik tapi ini terlalu menor banget )


''Iiihh inimah berlebihan mba, saya kan hanya lamaran'' ucap Selvia keukeuh tak cocok dengan hasil make up yang menurut nya berlebihan.


''Lamaran mba, bukan nya ini untuk acara pernikahan, ini saya juga sudah di kirimin baju pengatin untuk mba via dari keluarga mempelai pria, Sekarang mendingan coba mba telpon saja dulu calon suami mba via untuk memastikan, karena saya tidak tau apa apa cuman melaksankan perintah'' ucap sang MUA bingung.


Selvia kaget saat sang MUA mengatakan sudah di kirimi baju pegantin untuk nya dari kluarga mempelai pria, dan saat Selvia melihat baju pengantinnya ternyata itu benar baju pengantin yang di rancang Anggita untuknya.


''Astagfurulloh jadi ini suprise yang di bilang mas Angga'' ucap srelvi pelan, tapi tetap terdengar oleh Sang MUA.


''Iiishh mas Angga tengteuingen pisan'' batin via

__ADS_1


(ishh mas angga keterlaluan banget)


''Coba di telpon dulu saja mba'' ucap sang MUA yang bingung melihat Selvia diam saja


Selvia langsung mencari ponselnya dan langsung menekan nomor orang yang sudah membuatnya kesal, siapa lagi kalau bukan Angga, sang duda tampan, mapan dan kaya raya.


πŸ“ž Hallo assalamualaikum'' ucap angqga di seberang sana saat telepon mereka tersambung.


Selvia belum bersuara, ia mencoba untuk menetralkan emosinya dan mulai menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan.


πŸ“žWa'alaikum salam Bapak Angga prayudha Dirgantara yang terhormat'' sapa Selvia pada Angga yang tengah bersiap siap di lobby hotel.


πŸ“žIya ada apa neng Selvia permatadewi, saya sedang bersiap sebentar lagi menuju ke sana'' jawab anqgga santai tak tau kalau yang di seberang telpon sana, Selvia sedang menahan kesal meminta penjelasan padanya


πŸ“ž Bapak Angga yang terhormat, via cuma mau tanya, kenapa via harus memakai baju pengantin, inikan hanya acara lamaran.. bapak Angga '' Tanya Selvia sedikit keras, sampai membuat Angga mejauhkan ponsel dari telinganya dan baru menyadari ternyata lawan bicaranya di telepon sedang emosi.


πŸ“žOh...iya maaafkan saya via, saya membuatmu bingung, itu surprise yang saya bilang kemarin via, malam ini memang malam lamaran kita tapi sekaligus malam akad pernikahan kita'' ucap Angga terpotong.


πŸ“žTapi kenapa gak bilang saja dari kemarin, mas sudah bikin aku bingung saja'' sela Selvia memotong ucapan Angga.


πŸ“ž Via.. dengarkan saya dulu via, saya lakukan ini karena tidak mau bikin kamu banyak memikirkan persiapan di sana, saya takut kamu stres memikirkannya, dan asal kamu tau bapak yadi yang meminta untuk Akad nikah di Bandung saja, dan resepsi minggu depan di jakarta, bapak yadi yang ingin menikahkan anak gadis kesayangannya di rumah Bandung, dan sekarang saya menyanggupi permintaan bapak, makannya acara lamaran kita, akan sekalian akad nikah kita juga'' ucap Angga panjang lebar.


Selvia termenung saat mendengar penjelasan dari Angga, ternyata Angga sangat memperdulikan perasaan keluarganya khususnya bapaknya.


Angga juga sudah memikirkannya matang matang dan menyanggupi permintaan pak Yadi yang semula akad dan resepsi akan di laksanakan di Jakarta.


πŸ“žVia... via, Selvia kamu masih di sana'' ucap Angga khawatir.


πŸ“ž Iya.. iyaa mas'' ucap Selvia malu karena sudah memarahi Angga.


πŸ“žMaafkan saya Via, bila ternyata surprise nya malah membuat kamu kesal, sekarang kamu tenang dan bersiap siaplah, saya sudahi dulu teleponnya, nanti kita bicara langsung di sana, saya tidak enak yang lain sudah menunggu di mobil, takutnya nanti telat menuju rumah kamu, Assalamualaikum '' ucap Angga karena harus buru buru masuk mobil, untuk segera berangkat ke kediaman Selvia.


πŸ“ž Iya Wa'alaikum salam'' ucap Selvia lesu dan sambungan teleponpun terputus.


Sang MUA langsung mendekati Selvia saat Selvia sudah selesai menelpon.


''Bagaimana mba, jadi pake baju pengantinnya'' tanya sang MUA


''Iya mba pakaikan saja, betul itu permintaan calon suami saya, katanya acara lamaran sekaligus akad nikah mba'' jawab Selvia pasrah dan segera memakai baju pengantinnya di bantu sang MUA.


**bersambung dulu yaaaa


sekali lagi maafkan Author telat upp ya


karna author harus sambil menemani bocil author sekolah online.

__ADS_1


penasaran nanti kita lanjut lagi...


ssmoga para pembaca sehat selalu dan semangat** ....


__ADS_2