Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 104


__ADS_3

πŸ’žπŸ’žπŸ’ž Kita lanjut lagi ya, maafkan Author telat update, mohon di maklumi ya Readers.


Semoga selalu suka...


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Selvia yang merasa kesal, setelah melihat rekaman CCTV Angga dan Disti saat berada di Cafe Anggita, Selvia langsung memilih tiduran membelakangi Angga.


Angga menghela nafas panjang dan menghembuskan nya pelan, akan butuh energi exstra untuk membujuk sang istri yang tengah merajuk, padahal sebelum nya sudah berjanji tidak akan marah.


Sebenarnya Angga merasakan seluruh tubuhnya begitu lelah sekali, mengingat dari pagi hingga sekarang hampir tengah malam ia terus saja beraktifitas, belum juga bisa mengistirahatkan tubuhnya.


Hanya tadi sore saja, saat pulang dari kantor polisi Angga bisa memejamkan matanya sebentar saat Dito mengantarnya pulang ke rumah.


Namun semua lelah itu seakan sirna saat Angga berhasil menjebloskan Disti dan orang tuanya ke penjara.


Sekarang sisanya, Angga hanya perlu membujuk sang bumil kesayangannya yang tengah merajuk karena cemburu padahal tadi sudah berjanji tidak akan marah tapi tetap saja sang bumil marah cemburu melihatnya.


Angga Tersenyum melihat sang istri yang tengah merajuk karena cemburu, Angga sangat memaklumi apalagi sang istri yang tengah mengandung buah hatinya, mood hatinya sangat sensitif tidak stabil.


'' Sayang... sudah jangan marah gitu dong, itu kan hanya sandiwara saja, agar mas bisa menjebak Disti'' ucap Angga mendekati sang istri yang membaringkan tubuhnya di tempat tidur membelakangi Angga.


'' Issshh... tetep aku sebel lihatnya mas, walaupun sandiwara tapi gak gitu juga kali, mas pegang pegang dia, terus cium tangannya dia aku kesel liatnya'' jawab Selvia yang terus cemberut tak mau menatap sang suami, Selvia malah memejamkan matanya yang juga begitu lelah.


'' Mas minta maaf sayang, kalau mas tak berlaku begitu pasti Disti gak akan percaya dan tak akan menceritakan kejahatan dia dan orang tuanya'' ucap Angga mendekati sang istri mencoba memeluknya, untuk mengambil hatinya yang tengah merajuk.


'' Dalam hati mas hanya kamu seorang sayang, tidak ada yang lain, hanya kamu satu orang yang begitu berarti dalam hidup mas, sudah jangan marah yah, kasihan nanti janin di perut kamu ikutan sedih dan Stress kalau mommy sedang emosi'' ucap Angga lagi mempererat pelukannya pada Sang istri yang ternyata tidak di tolaknya.


Angga bingung setelah beberapa saat sang istri yang tak merespon ucapannya dan saat di lihat ternyata sang bumil kesayangannya sudah tertidur pulas ke dalam alam mimpi.


'' Ya ampun sayang ternyata kamu sudah tertidur, padahal mas udah berusaha untuk membujuk dengan mengutarakan perasaan dalam hati mas... huuuuffff'' Ucap Angga menghela nafas panjangnya.


'' Perasaan tadi masih emosi tak lama udah tidur saja.. bumil... bumil sensitif sekali kamu'' Batin Angga sembari mencium pucuk kepala dan pipi dari belakang samping Selvia yang sudah tertidur pulas yang hanya mengenakan Bathrobe.


Angga dengan lembut menyelimuti tubuh sintal sang istri yang begitu menggodanya karena hanya menggunakan bathrobe yang memperlihatkan kemulusan kaki jenjangnya.


'' Huuufff... sayang melihatmu begini saja membuat junior mas tebangun, dia pasti menginginkan masuk ke sarangnya'' Batin Angga yang tak karuan, niatnya ingin mengajak sang istri berolah raga malam namun sepertinya tak akan bisa melihat sang istri yang sudah tertidur pulas, di tambah masih marah dan kesal karena cemburu.


Setelah menyelimuti sang istri Angga bangkit turun dari tempat tidur membereskan laptop dan berkas yang berantakan di tempat tidur.


Setelah merapihkannya Angga langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sekalian merileks kan tubuhnya yang lelah dan menenangkan hasratnya yang terlanjur bangkit karena melihat keseksian sang istri.


Di tempat tidur kings size Selvia yang pura pura tertidur tengah tersemyum puas, mendengar keluhan sang suami yang menginginkan ML dengan dirinya dan Selvia begitu senang mendengar ungkapan cinta sang suami pada nya, padahal Angga terhitung sangat jarang mengungkapkan perasaan pada nya baru kali ini karena dirinya sedang marah karena cemburu.


Sebenarnya Selvia tak tega membuat sang suami menahan hasratnya, namun Selvia yang kesal karena cemburu mau tak mau mengerjai sang suami.


'' Maafkan aku yah mas, tapi mas sudah membuat aku cemburu, walaupun itu hanya sandiwara... tapi hati aku tetep kesal melihatnya'' batin Selvia tersenyum sinis dan memejamkan matanya yang sudah benar benar mengantuk.


Setelah dua puluh menit Angga keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya.


Angga meraih pakaian santai dari Walk in closet yang sudah di siapkannya.


Disana juga ada baju Selvia dan Safhira juga, Angga, Angga sengaja mempersiapkannya disana untuk sesekali kalau menginap tidak perlu membawa baju ganti lagi, karena kamar hotel ini nantinya adalah kamar khusus untuk keluarga kecilnya, tidak di peruntukan untuk umum.


Sebenarnya Angga ingin memberitahu sang istri kalau dirinya sudah menyiapkan baju ganti untuknya, namun karena istrinya yang cemburu tak sempat di beritahunya dan jadilah tertidur menggunakan bathrobe yang sudah tak jelas posisinya, memperlihatkan tubuh mulus Selvia.

__ADS_1


Setelah selesai memakai baju, Angga meraih sarung dan memakianya untuk bersiap solat, ia baru ingat belum melaksanakan solat isya.


Selesai solat Angga langsung naik ke tempat tidur menyusul sang istri yang sudah terlelap.


Β 


Pukul 04.15 Alarm ponsel Selvia berdering mengingatkan untuk solat subuh.


Angga duluan terbangun mengerjapkan matanya karena posisi ponsel sang istri berada tepat di samping nakas sebelahnya.


Angga tersenyum melihat sang bumil kesayangannya tidur pulas mengingat semalam merajuk pada nya sekarang malah menempel memeluk dada bidangnya.


Tubuh sang istri yang memakai bathrobe sudah tak tentu posisi bathrobenya, Kalau Angga tak menyelimutinya, Angga bisa bisa pusing terus melihat tubuh polos sintal sang istri di hadapannya.


'' Sayang ayo bangun sudah subuh, kita solat dulu'' Ucap Angga sembari mengelus elus pipi sang istri yang bersandar memeluk erat dada bidangnya.


'' mmm.. emang sudah subuhh'' jawab Selvia mengerjapkan matanya.


'' Iya sayang yuk bangun'' ucap Angga mengelus elus lembut rambut sang istri.


'' Iiss mas... kok aku meluk meluk mas sih... ini pasti mas yah yang ubah posisi aku biar meluk mas'' ucap Selvia cemberut karena saat matanya terbuka sempurna, ia bukan memeluk erat guling melainkan tubuh kekar sang suami.


'' Bumil...bumill, mas aja baru saja bangun tau tau kamu sendiri yang memeluk mas erat, sampai mas mau bangkit saja susah huuuf'' jawab Angga menghela nafas.


'' isshh... berarti mas gak suka aku peluk peluk, kok ngeluh gitu, aku juga gak nyadar meluk, kirain guling'' ucap Selvia bangkit ingin turun dari tempat tidur.


'' Ya ampun sayang siapa yang gak suka, mas suka sekali kamu peluk, kamu salah paham sayang'' jawab Angga langsung memeluk sang istri yang sedang membenarkan bathrobe ingin berjalan ke kamar mandi.


'' Awas iih jangan peluk peluk aku mas, aku buru buru mau ke kamar mandi, tadi bilang gak terima di peluk, sekarang peluk peluk'' balas Selvia menolak di peluk dan berjalan ke kamar mandi.


''Bumil kamu sensitif sekali, kamu yang meluk kamu yang marah, aku ngomong selalu salah'' Batiin Angga menatap sang istri yang berjalan ke kamar mandi.


Sebelum duduk di sofa, Angga sempatkan menyiapkan baju ganti dan mukena untuk sang istri dari dalam lemari, agar sang istri tidak terus memakai bathrobe membuat hasratnya terus bergelora.


'' Mas... buruan ambil wudhu, mau solat bareng gak sih'' ucap Selvia keluar dari kamar mandi, karena melihat Angga yang melamun.


(neng Selvia... sabar atuh neng, pak Angga nya sedang memikirkan tentang cara membujuk neng Selvia, biar gak marah marah terus)


'' Eehh iya sayang, kita solat berjamaah, tunggu sebentar yah'' jawab Angga yang tersadar dari lamunannya dan langsung menuju kamar mandi.


Angga keluar dari kamar mandi melihat sang istri sudah siap di atas sejadah menunggunya.


Selvia menatap ke arah sang suami yang baru keluar dari kamar mandi.


'' Mas Angga kok gak bilang aku, kalau di sini udah ada baju buat ganti, jadikan aku gak usah pakai bathrobe semalaman'' Tanya Selvia mendongak menatap Angga, masih dengan wajah datar nya.


'' Maaf bumil, mas semalam mau bilang tapi kamunya malah udah ketiduran'' jawab Angga sembari memakai sarung.


'' Mas kapan menyiapkan semua ini, terus aku lihat di lemari bajunya baru semua'' tanya Selvia yang mulai tenang tidak cemberut lagi.


'' Ini sudah mas persiapkan Seminggu yang lalu, mas menyuruh Anggita mengatur semuanya demi kenyamanan nyonya Angga dirgantara'' jawab Angga tersenyum ke arah sang istri.


Selvia yang mendengar tak kuasa untuk tersenyum karena bahagia akan semua yang suaminya lakukan untuk dirinya.


'' Isshh... mas kamu berlebihan banget, terus kenapa gak bilang aku, aku kan bisa bantuin gita, kasihan adik mas di suruh suruh '' balas Selvia menghindar dari tatapan Angga, karena hatinya senang.

__ADS_1


'' Baik lah nyonya Angga, nanti siang mas akan ajak nyonya untuk berbelanja apa yang nyonya butuhkan'' ucap Angga menggoda sang istri.


'' Issshhh mas... jangan menggoda ku, panggil seperti biasa saja'' ucap Selvia tak mau di goda di panggil nyonya oleh Angga.


'' Baiklah sayang ku, cintaku, bumilku heheheheh'' jawab Angga.


'' isshh udah ah, ayo solat, becanda terus'' ucap Selvia menahan senyum mendengar ucapan sang suami.


Mereka pun menunaikan Solat subuh berjama'ah, selesai solat Angga menuntun sang istri berdzikir, kemudian berdo'a yang di amiinkan sang istri dari belakang, setelah selesai Sang istri menyalami Angga dan Angga bergantian mencium kening sang istri, seperti biasa Angga menjatuhkan kepalanya ke pangkuan sang istri.


'' Sayang maafkan mas yah, sudah membuat kamu marah dan kesal karena mas tidak memberitahu sebelumnya, akan kejahatan Disti dan orang tuanya'' ucap Angga mendongak menatap wajah sang istri yang juga menatapnya.


'' Iya mas aku maafkan, terus aku juga mau minta maaf dari semalam aku udah marah marah dan udah suu'dzon sama mas, terus ini pelipis mas kenapa bisa berdarah mas belum cerita sama aku'' ucap Selvia lembut sembari mengelus elus rambut sang suami, sambil mengelus dan menatap pelipis Angga yang terluka namun sekarang sudah baikan.


'' Pak suryono yang melemparkan asbak rokok dan tepat mengenai pelipis mas, saat kita di ruang pemeriksaan kemarin, dan ingat sayang kamu gak salah yang salah mas, mas gak bilang mengenai rencana mas sama kamu, terus kamu wajar merasa cemburu, marah dan kesal melihatnya, berarti itu artinya kamu begitu bucin mencintai mas hehehhe'' ucap Angga yang semula serius jadi tersenyum.


'' Iisshh... jahat banget sih pak Suryono, terus mas jangan kegeeran yah siapa juga yang bucin, mas aja kali yang bucin sama aku heheheh'' jawab Selvia tertawa.


Angga tersenyum sepertinya sang istri sudah tidak marah lagi dan itu artinya ia bisa mendekati sang istri.


'' kalau Itu sudah jelas mas sangat bucin sama kamu sayang... tidak bisa di ragukan lagi'' ucap Angga tersenyum bangkit dari rebahannya di pangkuan sang istri.


'' Tuh kan ngaku sendiri, kalau mas bucin sama aku'' ucap Selvia tetsenyum senang.


'' Iya bumil, mas begitu bucin sama kamu'' ucap Angga meraih tubuh sang istri dan menggendongnya membawanya ke tempat tidur.


'' Auwww mas... aku kan berat'' ucap Selvia kaget tiba tiba langsung di bopong sang suami.


Mereka saling menatap, apalagi Angga jangan di tanya tatapannya sudah seperti ingin menerkam sang istri di depannya.


'' Mass'' ucap Selvia membuyarkan Fantasi Angga.


'' Eehh Iya sayang... maaf mas sangat gemas sama kamu'' ucap Angga terus menatap Sang istri.


'' Iiihh Mas... mau ngapain'' ucap Selvia merasakan tangan Angga yang sudah mulai menggerilya memegang tubuhnya di balik mukena.


'' Sayang mas sangat kangen sama ini dan ini, hampir semalaman mas tersiksa hanya menatapnya saja, saat bathrobe nya terbuka'' ucap Angga memegang dua bukit gunung sang istri dan sarang favorit juniornya.


'' Auuww mas'' ucap Selvia gemas karena sang suami terus bergerilya meremas daerah daerah sensitifnya, membuatnya meremang kegelian.


'' Sayang mas sangat ingin menengok calon anak kita.. boleh yah'' ucap Angga memohon menatap penuh dalam pada sang istri.


Selvia tersenyum kasihan semalaman membuat sang suami tersiksa menahan gejolak hasratnya.


'' Mmm gimana... boleh tidak yahhh'' ucap Selvia mengerjai sang suami yang sudah on di atas mengungkungnya.


'' Sayang boleh dong, dosa loh menolak ajakan suami'' ucap Angga menceramahi sang istri.


'' Mmm iya deh boleh, asal pelan pelan yah mas'' ucap Selvia tersenyum.


Mendengar jawaban Sang istri Angga langsung membuka mukena sang istri dan langsung mengungkungnya.


πŸ’˜πŸ’˜πŸ’˜ Bersambung dulu ya Readers


Author ucapkan Selamat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

__ADS_1


ya walaupun di undur liburnya besok.


Happy selalu Readers love you moreee's


__ADS_2