Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 33


__ADS_3

Selvia akhirnya mengantar Safhira ke sekolah menggunakan supir, ia tak mau di antar Angga, Selvia masih canggung dan kesal dengan kejadian semalam.


selvia mengntar Safhira sampai ke depan kelasnya, dan berniat menunggu di ruang tunggu khusus untuk wali murid yang biasa menunggu hingga waktu anak anak pulang sekolah.


Namun pak Mardi supir Angga memanggilnya, Pak Mardi di perintah oleh Angga agar mengajak Selvia pulang kembali ke rumah.


''Non Selvia... tadi tuan Angga menelpon, bilang sama saya untuk ajak non Selvia pulang ke rumah, jadi tidak usah menunggu, ada nyonya Anggi di rumah mau membicarakan soal persiapan pernikahan katanya, tadi katanya tuan sudah nelpon non Selvia tapi tidak dianggkat katanya'' ucap mardi supir Angga.


Selvia melihat ponselnya, ternyata pak Mardi benar, Selvia lupa telah mensilentnya tadi malam, dan saat di buka ada beberapa panggilan tak terjawab dari Angga dan Anggita juga pesan dari Angga.


isi pesan Angga


๐Ÿ“ฉ


via gak usah menungu Safhira, langsung pulang saja ke rumah, ada mami dan Anggita mau bertemu kamu.


Namun Via tak berniat untuk membalasnya, toh ia juga akan pulang ke rumah untuk bertemu.


''Oh iya pak mardi, via lupa men silent ponsel via, jadi tidak terdengar. '' ucap Selvia pada pak Mardi dan langsung menuju mobil untuk pergi ke rumah Angga.


Di rumah Angga


Angga menghubungi Selvia beberapa kali, namun tak ada jawaban dan akhirnya mengirim pesan tapi tetap tak ada balasan.


Angga termenung, berpikir apa via benar benar marah padanya perihal semalam, sampai sampai tak mau menjawab telpon dan tak membalas pesan Angga.


Tak lama terdengar deru mobil Anggita memarkirkan mobilnya di depan rumah Angga.

__ADS_1


Ternyata mami Anggi datang bersama Anggita sang putri, Angga sudah menunggu di ruang tamu karna tau sang mami sudah menuju rumahnya.


''Assalamualaikum '' ucap mami Anggi dan Anggita.


''Wa'alaikum salam'' ucap Angga yang sudah menunggu sang mami dan adiknya.


''Selvia dan Safhira mana kak?'' tanya Anggita melongok ke dalam sepi, yang ada bi Minah yang membawakan minum karena tau nyonya Anggi akan datang berkunjung.


''Eh... bi minah, gimana bi betah di sini'' tanya Anggita, bi minah tersenyum.


''Alhmdulillah non Anggita bibi betah, '' ucap bi Minah sambil menyajikan minuman dan cemilan dimeja.


'' Syukur kalau begitu, makasih ya bi, yang betah dan sabar hadepin anak dan cucu saya'' ucap mami Anggi kemudian.


Angga yang tengah gundah karena Selvia marah padanya, langsung bersuara ingin memberi tau mami nya agar mempersiapkan sesegera mungkin rencana pernikahannya.


''Selvia sedang mengantar Safhira ke sekolah,biasa nya dia menungu Safhira sampai pulang tapi tadi Angga sudah menelpon supir untuk ajak Selvia pulang tak usah menunggu, mungkin sekarang sedang arah pulang ke sini mi'' ucap Angga dan tak lama suara mobil Angga yang membawa Selvia tiba.


''Assalamualaikum'' ucap Selvia dan di sambut Anggita dan mami Anggi, karena Angga sedang berganti pakaian, setelah obrolan dengan sang mami selesai, Angga akan langsung berangkat ke kantor.


''Wa'alaikum salam kak via'' ucap Anggita


''Wa'alaikumnsalam sayang'' ucap mami Anggi


''Aduh.. maaf tante sama mba Anggita, aku udah membuat kalian menunggu '' ucap Selvia tidak enak hati.


''Mami belum lama baru sampai, via jangan panggil tante panggil mami sama seperti Angga, sebentar lagi via akan jadi anak mami juga '' ucap mami Anggi yang langsung di angguki Selvia tersenyum.

__ADS_1


''Benar juga, terus sekarang kak via jangan panggil aku mba lagi dong, sebentar lagi kak via jadi istri kak Angga, jadi panggil aku Anggita saja kak via'' ucap Anggita menggoda via dan via tersenyum mengiyakan ucapan Anggita.


Tak berselang lama Angga keluar dari kamarnya, Angga sudah rapi dengan baju kantor, Angga terlihat begitu tampan dan bersemangat tidak seperti biasanya.


Seperti nya karena sudah ada Selvia di hatinya, yang membuat Angga tumbuh kembali semangat jiwa mudanya.


''Via.. hari ini mami sama Anggita mau ajak kamu ke butik Anggita, untuk fltting baju pernikahan, sekalian mami mau ajak kamu buat beli barang yang kamu mau untuk seserahan.'' ucap mami Anggi.


Saat mereka sudah berkumpul di ruang tamu, mami Anggi duduk dengan Selvia dan berhadapan dengan Angga yang duduk satu sofa dengan sang adik Anggita.


''Ya Alloh mi, gak usah repot repot via maunya sederhana saja gak mau merepotkan Mami Anggi dan Anggita'' ucap Selvia tak enak.


''Via ini pernikahan sekali seumur hidup loh, walaupun yang kedua untuk Angga tapi semoga ini pernikahan terakhir untuk kalian, mami ingin pernikahan ini menjadi kenangan untuk kalian seumur hidup, soal undangan, gedung dan catring sudah di atur sama Anggita.'' ucap mami Anggi.


''Iya kak via, dan untuk baju pernikahan juga sudah mulai aku rancang spesial buat kalian, itu kado dari gita buat kalian'' ucap Anggita antusias.


Selvia tersenyum, bersyukur sekali di pertemukan dengan keluarga yang baik dan menyayanginya, Angga juga ikut senang menatap Selvia tersenyum, Selvia yang sadar di tatap Angga langsung menunduk tak mau balik menatapnya.


''Ya sudah sekarang Selvia ikut apa kata mami dan Anggita saja, bagaimana baiknya'' ucap Selvia.


'' Bailah kita ke butik aku dulu, untuk fitting baju baru setelah itu kita ke mall buat beli seserahan'' ucap Anggita.


''Tapi Safhira git, gimana'' Tanya Selvia yang tak tenang meninggalkan Safhira di sekolah, Angga tersenyum bahagia Selvia begitu memikirkan Safhira.


''Biar Angga yang jemput, nanti Angga ajak menyusul kalian'' ucap Angga pada yang lain.


'' Okk baiklah'' jawab Anggita.

__ADS_1


Haturnuhunnnn yang sudah sudi membaca karya author,,,,


ini karya Author yang pertama jadi harap maklum yachhh...


__ADS_2