Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 115


__ADS_3

Selvia yang begitu emosi, karena ucapannya tidak di gubris oleh Angga, memilih masuk ke kamar mandi untuk menenangkan pikirannya, Selvia berusaha bersabar dan terus beristigfar di dalam hati.


'' Percuma ngeladenin orang yang sedang tidak waras, yang ada bikin stress'' Batin Selvia mengingat Sang suami tengah cemburu buta tak beralasan, di tambah tidak mau juga menjelaskan.


Selvia masih berusaha waras, tidak mau terpancing emosi berlebihan, apalagi melihat sang suami yang masih memperlihatkan wajah kesal pada dirinya.


'' Gak ada gunanya, mending aku mandi saja'' gerutu Selvia berjalan masuk ke kamar mandi, meninggalkan Angga yang tak meresponnya di tempat tidur.


Saat keluar dari kamar mandi Selvia mendengar Angga tengah menerima telepon.


Ternyata penjaga villa menelpon Angga memberitahu kalau di luar villa ada tamu yang ingin bertemu dan katanya akan menginap.


๐Ÿ“ž'' Iya... mereka orang tua dan adik saya, suruh mereka masuk, saya akan menemui mereka.


Setelah menerima telepon dari penjaga, Angga bangkit dari tempat tidur langsung keluar kamar, rupanya Angga ingin menyambut keluarga Selvia yang baru datang.


'' Ibu, bapak dan Sandi sudah datang rupanya, semoga Safhira ikut juga'' Batin Selvia sembari memakai baju di Walk in closet, Menyadari keluarganya sudah sampai di Villa Selvia begitu senang, harapanya semoga Safhira ikut agar bisa tidur menemani nya.


Ternyata do'a di dalah hati Selvia langsung terkabul, ada surara putri kecilnya berjalan ke kamar pribadi mereka.


'' Mommy...mommy...'' Teriak Safhira masuk ke kamar pribadi Angga dan Selvia, dengan ransel hello kitty di pundaknya, Selvia tersenyum mendengar suara sang putri saat memasuki kamarnya.


'' Eehh anak cantik mommy Sudah datang'' Selvia berjalan dari walk in closet menghampiri sang putri yang masuk ke kamarnya, Selvia langsung menghujani ciuman di pipi gembil putrinya.


'' Mommy kok tinggalkan Fhira, Fhira tadi cari-cari mommy di pesta Aunty'' Safhira merajuk karena Selvia menginggalkannya.


'' Mommy tadi pusing sayang...makanya mommy pulang duluan bersama papa ...maafkan mommy yah'' Selvia beralasan, ia tak mungkin memberitahu kalau ia di paksa pulang oleh papanya, anaknya masih terlalu kecil mengetahui permasalahan orang dewasa.


'' Sekarang mommy sudah tidak pusing lagi... Fhira akan maafkan mommy...asal Fhira malam ini tidur sama mommy dan papa '' tawar Safhira yang lelah langsung mencari posisi nyaman naik ke tempat tidur.


'' Okke deal...mommy juga ingin tidur bersama Safhira, mommy sekarang sudah baikan pusingnya...fhira ganti baju dulu biar bobonya nyaman'' Selvia mengambil baju tidur Safhira dari ransel yang di bawanya.


Setelah di ganti bajunya, Safhira yang lelah langsung tepar tertidur di pelukan Selvia.


'' Eeehh udah tidur aja ni bocah... lelah sekali rupanya... langsung *****(nempel molor) hahahhaaha'' Selvia menghibur dirinya sendiri yang kesal atas sikap suaminya, melihat sang putri sudah tertidur di ranjang nya membuat bebannya sedikit hilang.


Selvia bangkit dari tempat tidur, ia ingin menemui sang orang tua dan adik nya, pasti mereka senang bisa menginap di villa Angga.


Selvi berjalan keluar kamar, ingin memastikan kenyamanan keluarga nya.


'' Eehh si neng belum tidur, kirain teh sudah tidur....Safhiranya mana? '' Bu sumi senang saat Selvia keluar dari kamar.


'' Belum bu... Safhira sepertinya lelah sekali, habis aku ganti bajunya langsung lelap tertidur'' Selvia memberitahu, sembari matanya melihat-lihat mencari di mana suaminya.

__ADS_1


'' Nak Angga ke belakang sama Bapak dan Sandi, katanya si bapak pengen lihat-lihat area villa neng'' Bu sumi menyadari anak anak perempuan nya mencari-cari suaminya.


'' Oh gitu bu, emang bapak gak lelah, bukannya langsung istirahat aja, besok baru berkeliling'' ucap Selvia tidak habis pikir dengan bapaknya.


Selvia kemudian mengantar ibunya ke kamar yang sudah di sediakan, agar ibunya bisa beristirahat.


'' Duuh lega pisan kamarna neng, muat bertiga juga'' Bu sumi bersuara saat memasuki kamar villa kedua yang masih luas tapi tidak seluas kamar utama.


'' Sandi biar di kamar samping bu, udah bujang harus di pisah, nanti mengganggu ibi sama bapak heheheh'' Selvia memberitahu, membuat bu Sumi tersenyum mengerti ucapan sang perempuan nya.


'' Ya udah neng, neng juga istirahat, kata neng gita neng cape tadi pulang duluan'' Bu Sumi menyuruh Selvia agar beristirahat.


'' Iya bu, tadi sedikit kelelahan jadinya pulang duluan... ya udah ibu istirahat ...aku balik ke kamar takut Safhira bangun'' Selvia pamit kembali ke kamarnya.


Selvia berganti baju tidur lalu merebahkan tubuh lelanya tertidur memeluk Safhira.


Angga kembali ke kamarnya, di lihat nya sang istri dan putri kesayangannya sudah tertidur pulas.


Angga yang di landa kantuk ikut merebahkan tubuhnya, asalnya Angga tidur di sisi Selvia dan sempat memeluk tubuh Selvia dari belakang yang tidur memeluk Safhira, Namum setelah beberapa menit Angga sadar masih menyimpan kekesalan pada orang yang ada di pelukannya, akhirnya dengan berat hati Angga berpindah ke posisi dekat Safhira.


ย 


Pagi hari nya, setelah Solat Subuh, mereka berkumpul di ruang utama Villa, mereka menonton sembari bercengkerama.


Selvia begitu senang melihat suaminya, walaupun sedang kesal padanya, tapi tidak memperlihatkan kan pada keluarganya.


(pinter pisan pak duda actingnya, recomended pisan)


Angga berencana ingin mengajak orang tua dan Adik Selvia bermain dan bersantai di pantai yang terlihat dari Villa mereka, jadi meminimalisir waktu, mengingat mereka akan bersiap kembali ke jakarta nanti malam.


Mereka Sarapan bersama, Selvia melayani Angga dan keluarganya di meja makan, sesekali Selvia menyuapi Safhira di bantu Bu Sumi.


Selesai sarapan mereka langsung ke area pantai sembari berjemur karena cuaca begitu bersahabat.


Safhira begitu senang bermain pasir di temani Sandi, sedang kan yang lain berjemur badan mereka, di kursi panjang pantai.


Selvia sesekali melirik pada sang suami yang terus saja asyik berbincang dengan bapak Yadi, namun Angga pura pura tidak sadar di lirik sang istri.


Rasa kekesalan dan unek unek yang belum diluapkan Angga pada Selvia, masih membuatnya gondok dalam hatinya.


Tak terasa sudah sore menjelang, pulang dari pantai siang tadi, mereka langsung makan siang di lanjut istirahat.


.

__ADS_1


Menjelang malam setelah makan malam, mereka sudah bersiap bertolak ke jakarta, ternyata orang tua Angga juga akan sekalian ikut pulang bersama, Orang tua Angga dan Anggita juga Fandi akan menyusul ke Bandara.


Saat bersiap Selvia melupakan telah meninggalkan ponselnya, sedari semalam Selvis belum mengecheeknya, tertinggal di walk in closet.


Angga yang terakhir bersiap, menemukan ponsel Selvia, Angga segera memasukan ke dalam jaketnya, berniat akan memberikannya nanti di rumah.


Setelah pamit pada para pekerja dan penjaga, akhirnya mereka berangkat ke Bandara I gusti ngurahn rai.


Di sana sudah ada orang tua Angga, Anggita, Fandi dan juga Reza Argadinata yang juga sekalian akan Fly menuju Bandung, mereka sampai terlebih dahulu.


'' Kak Angga semalam kenapa dengan kak via'' Anggita mendekati sang kakak, Anggita penasaran dengan kepergian dadakan mereka semalam.


'' Tidak apa gita, Via hanya kelelahan, sekarang dia sudah baikan'' jawab Angga melirik sang istri yang sudah berjalan cukup jauh bersama Safhira.


'' Tapi kak, teman Fandi bilang kakak membawa paksa Kak via semalam'' Anggita penasaran karena Reza semalam tidak berbicara banyak saat tahu Anggita adik dari suami Selvia.


'' So tau...siapa dia, kakak gak mau istri kakak kelelahan, makannya kakak ajak duluan pulang...sudah ayo pesawat sudah menunggu'' Angga tak mau memperpanjang obrolannya dengan sang adik, ia kesal ternyata Reza mengadu kejadian semalam pada Fandi.


Para besan langsung saling berbincang saat menaiki pesawat pribadi Dirgantara.


Reza yang semalam merasa khawatir sempat menyapa Selvia, namun terlihat Selvia hanya mengangguk saja membalas sapaan Reza, Selvia tidak ingin Suami nya tambah semakin kesal, karena Angga sekarang berdiri tepat di sampingnya.


''Shiit..kurang ajar berani sekali dia.. '' Batin Angga kesal, karena Reza masih berusaha menyapa Selvia.


Mereka pun berpisah, Reza langsung ke arah terminal keberangkatan pesawat menuju Bandung, Sedangkan semua keluarga Angga mulai berjalan memasuki pesawat pribadi mereka.


Mereka semua masuk ke dalam pesawat yang sudah siap lepas landas, Pesawat pribadi Dirgantara group setara first Class pesawat komersil.


Posisi duduk Orang tua Angga berhadapan dengan orang tua Selvia, Sandi dan Safhira berhadpaan dengan Fandi dan Anggita dan terakhir Angga dan Selvia duduk berdua saja tidak ada teman berhadapan.


Saat pesawat take of, suasana langsung terasa canggung di kursi Angga dan Selvia.


Selvia memilih memejamkan matanya, dari pada harus terus merasa canggung dengan suaminya yang terus saja mendiamkannya.


Angga beberapa kali menghela nafas, sampai Selvia terganggu dalam pejamnya.


'' Kenapa mas, apa kamu perlu sesuatu'' Selvia bersuara, ia tidak mau di bilang istri durhaka yang ikut ikutan diam ketika di diamkan suami.


'' Tidak... '' Angga menjawab singkat, Selvia dibuat gedeg mendengarnya.


Padahal sejujurnya, di dalam hatinya Angga merasa begitu tak tahan ingin memeluk sang istri, apalagi ingin mengelus si jabang bayi yang semakin menonjol di perut Selvia.


( Aduuhhh bapak Angga...udah donk jangan gengsi..di peluk saja istrinya pak..hehehehe)

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2