Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 8


__ADS_3

Setelah obrolannya dengan Anggita berakhir, Selvia membawa Safhira ke taman cafe yang ada di dalam wilayah cafe milik Anggita, tepatnya tempat kemarin Safhira menangis.


Selvia mengajaknya bermain di taman, Safhira sangat senang, ia berlari lari sambil bercanda dengan Selvia.


Ketika mereka Asyik bermain, mereka di kejutkan dengan datangnya Fandi tiba tiba, Fandi menangkap Safhira dari belakang yang itu menambah suasana membuat Safhira senang, merasa ada tambahan teman bercandanya, walaupun orang dewasa bukan teman sebayanya.


''Eh... om fandi bikin fhira kagettt saja'' kata Safhira saat fandi tiba tiba menangkapnya dan menggendongnya, dan berjalan membawa Safhira ke arah Selvia.


''Kak Fandi sudah selesai meetingnya?'' Tanya Selvia hati hati, tak enak banyal orang melihat.


'' Iya via, nanti meetingnya akan di lanjut di kantor beberapa hari lagi'' jawab Fandi mendekat ke arah Selvia.


Selvia tahu Fandi lahir dari keluarga berada, sekarang sukses melankutkan perusahaan orang tuanya, dan bekerja sama dengan Angga, papa Safhira.


Fandi yang menggendong Safhira berjalan mendekati ke arah Selvia, mereka duduk di bangku taman tempat Selvia duduk, mereka duduk bersama.


Mereka bercengkrama sambil bercanda, mungkin kalau orang lain melihat akan menyangka mereka keluarga kecil bahagia.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat memperhatikan ke arah mereka, siapa lagi kalau bukan Angga, yang sedari tadi memperhatikan mereka yang terus saja tertawa karena asyik bercanda.


(Angga merasa kesal, sudah beberapa kali di halau pikiran itu, karena Angga tidak berhak kesal, jelas jelas Selvia bukan siapa, siapanya)


''Membicara kan apa mereka, sampai tertawa seperti itu ''gerutu Angga dalam hati.


Ternyata tadi saat sesudah meeting, Angga terlebih dahulu keluar langsung mengangkat telpon dari winda sekretaris kantornya, karena ada yang harus di tanda tangani, namun Angga hanya menyuruh asisten Dito untuk membawa nya nanti ke rumah.

__ADS_1


Tanpa Angga sadari, Fandi sudah meninggalkan ruang private tempat meeting mereka, ternyata langsung menuju Selvia dan Safhira di taman, Angga pun sengaja berniat tidak kembali ke kantor, karena ingin menghabiskan waktu bersama sang putri yang akhir akhir ini sedikit manja, karena kurang perhatian nya, dan selalu menginginakan Selvia.


Namun saat Angga akan berjalan ke ruangan Anggita untuk bertemu Safhira, Angga di kejutkan dengan pemandangan yang sedikit membuatnya nya panas dan cemburu.


(hahahha..untuk apa bapak cemburu, emang siapanya)


'' Hah...kenapa aku merasa sakit sekali melihat mereka tertawa bersama, dan liat putriku Safhira begitu sangat bahagia'' batin Angga yang tak menyadari rasa yang kini hadir di hatinya.


Entah ada angin apa, Angga begitu emosi dan merasa kesal, langsung berjalan menuju ke taman cafe menghampiri mereka bertiga.


Angga langsung menarik dan menggendong Safhira yang saat itu ada di pangkuan Selvia, dengan sedikit kasar sampai Safhira menangis, menjerit di paksa Angga.


Angga langsung membawa Safhira yang menangis di gendongannya ke parkiran cafe, untuk membawanya pulang.


'' Tante, tante cantik, fhira mau sama tante huhuhu aahhhh'' ucap Safhira sambil menangis di gendongan Angga.


Angga yang tengah di penuhi emosi tidak menggubris tangisan sang putri, sampai di parkiran, Selvia langsung bicara karena tidak tahan melihat Safhira terus menangis dan Angga yang tak memperdulikan Safhira.


'' Pak, pak Angga... biarkan Safhira di sini saja dulu, kasihan menangis gak usah di paksa untuk pulang pak...'' ucap Selvia hati hati.


Selvia langsung merasa ketakutan, apalagi karena melihat wajah Angga yang begitu tampan berubah menjadi merah padam yang dipenuhi emosi.


'' Saya minta, kamu jangan ikut campur, kamu bukan siapa siapa Saya dan Safhira, kamu harus tau batasannya...ini bukan urusan kamu'' jawab Angga emosi dan langsung membawa Safhira masuk ke dalam mobil.


Mendengar ucapan Angga Selvia langsung meneteskan air matanya, karena sedih dan sakit hati dengan ucapan Angga, di tambah lagi merasa sakit melihat Safhira yang tidak berhenti menangis.

__ADS_1


'' Via sadar viaa.... emang bener kamu siapanya, udah Safhira pasti baik baik saja'' Batin Selvia yang merasa sakit melihat Safhira menangis seperti itu.


Sedangkan di taman Fandi hanya bisa bengong, karena masih bingung dengan patner bisnis sekaligus kakak dari temannya itu.


'' Kenapa Angga marah... apa salah Selvia dan Safhira '' batin Fandi bingung.


Tak lama datanglah Anggita yang kaget melihat CCTV di layar laptop nya, yang memperlihatkan Angga membawa paksa Safhira.


Anggita langsung ke taman dan ada fandi di sana.


'' Fan ada apa, kenapa kak Angga bawa paksa Safhira, terus dimana Selvia'' Tanya Anggita


'' Aku juga bingung git, tadi kita bertiga sedang bercanda di taman, tau tau kak Angga datang dan langsung membawa paksa Safhira git, dan Selvia langsung menyusulnya, tapi sepertinya Angga sudah membawa fhira pergi, terdengar deru mobilnya sudah keluar dari area cafe'' Fandi memberitahu Anggita.


Saat mereka sedang membicarakan Angga, tiba tiba datang Selvia yang menangis menghampiri Anggita dan fandi.


'' Mba Anggita maafkan saya, saya gak bisa menjaga Safhira dengan baik...jadi membuat Pak Angga marah'' ucap Selvia sambil mengusap air matanya yang terus menetes mengingat Safhira yang terus menganggilnya.


'' Sudah via, bukan salah kamu, yang ada aku yang berterima kasih sama kamu, kamu udah tulus sayang sama fhira, mungkin kakaku lagi sensitif via, jadi gak usah di ambil hati dan gak usah di pikirkan'' ucap Anggita agar Selvia tak merasa bersalah karena tadi Anggita yang mengamanatkan untuk menjaga Safhira.


(mungkin pak Angga lierr ataau paktor duda nya yang lama, membuat dia kurang stabil hahahhaha)


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™Mohon dukunggg terus authorrrr yaaa yang masih belajar menulis novel.


haturnuhunnnn

__ADS_1


__ADS_2