Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode129


__ADS_3

Di ruangan observasi ibu dan anak baru lahir. Selvia sudah terlihat segar setelah di bersihkan dan di ganti baju nya oleh para perawat. Sedangkan Angga antusias sedang memangku putra kebanggaannya, Angga memangku sang baby boy nya di dada telanjang nya yang di tutupi selimut. Setelah Angga selesai mengadzankannya.


Selvia tersenyum bahagia melihat pemandangan indah di depannya, Selvia senang kini suaminya akan ada teman bermain di rumah bila dirinya sibuk bermain bersama Safhira.


Maklum sebelum baby boy lahir Angga selalu tersisihkan tidak punya teman bermain, karena Safhira perempuan lebih banyak menghabiskan waktu dengan Selvia di banding dirinya.


Namun sekarang akan berbeda, karena Angga sudah punya jagoan kecil yang bergender sama dengan dirinya.


Selesai Pemeriksaan di ruang Observasi ibu melahirkan dan anak baru lahir, Sekarang Selvia sudah di pindahkan ke ruang inap VVIP Diamond dimana itu ruangan khusus keluarga petinggi dan pemilik rumah sakit.


Angga juga mempersiapkan ruang khusus untuk baby boy jagoan kecilnya agar nyaman di satu kamarkan dengan Selvia. Angga tidak mau bila baby boy di pisahkan ruangan inapnya dengan sang ibu karena masih dalam pantauan dokter.


Maklum baby boy terlahir lebih cepat dari waktunya jadi masih perlu penanganan dan ruangan khusus untuknya.


Angga dan Selvia bersyukur walaupun bayi mereka lahir lebih cepat tapi berat badan nya sudah di katakan cukup untuk bayi baru lahir hampir Tiga kilogram.


Suasana di kamar inap VVIP


''Silahkan ibu di makan makananya...dan ini obatnya juga sudah saya siapkan'' seru suster yang membantu Selvia dan bayinya selama mereka di rawat diruang khusus milik keluarga Dirgantara.

__ADS_1


''Iya sus.. terima kasih '' Selvia membalas senyum seraya menerima meja yang sudah di pasangkan di pinggir ranjang rawat inapnya.


Setelah kepergian suster. tiba-tiba Angga datang menghampiri sang istri.


'' Sini sayang.. biar mas suapin... kamu pasti masih lemas'' Angga tersenyum datang menghampiri sang istri yang akan memulai makan. Sedangakan suster yang membantu langsung beralih keruangan Baby boy yang masih berada di ruangan itu atas perintah Angga.


'' Makasih mas... '' Selvia membalas Senyum manis sang suami yang sekarang sudah duduk di depannya. Angga langsung menyuapi sang istri dengan telaten. Selvia tersenyum kagum di buatnya. Apalagi mengingat Kembali Angga yang semalam menangis sesenggukan saat menemaninya melahirkan buah hati mereka.


'' Kenapa senyum-senyum sayang... ?'' Angga gemas penasaran dengan senyum sang istri di depannya.


'' Tidak mas... aku hanya ingin tersenyum saja mmm'' Selvia memalingkan wajahnya karena teringat kembali dengan keadaan suaminya semalam yang begitu berantakan sangat menyedihkan.


'' Cuuuupp....mmmmpphhhh'' ciuman Angga pada bibir Selvia begitu lama, apalagi saat Selvia juga ikut membalas ciumannya. Membuat Angga memperdalam ciumannya hingga meraka hampir kehabisan nafas.


Saat Ciuman mereka sudah berakhir. Tangan Angga kembali memegang kedua pipi sang istri. Mereka saling menatap dalam tatapan yang tidak bisa diartikan. Angga mulai bersuara mengungkapkan rasa bahagianya atas kelahiran buah hati mereka dan berterimakasih pada istri tercinta nya.


'' Sayang mas hari ini merasa menjadi orang yang begitu beruntung di dunia ini.. '' ucap Angga yang kini kembali mengecup bibir Selvia sekilas kemudian tangan nya memegang kedua tangan Selvia yang lagi-lagi kedua punggung tangan Selvia mendapat kecupan manis dari Angga.


''Mas beruntung memiliki kamu, Safhira dan Baby boy membuat hidup mas semakin lengkap sayang.. Mas ucapkan terima kasih sama kamu yang sudah berjuang untuk melahirkan anak kita '' Angg bersuara kembali dengan mata yang berkaca-kaca. Selvia yang terharu langsung memeluk tubuh gagah Angga dan menumpahkan air mata yang akhirnya jatuh juga.

__ADS_1


Angga membalas pelukan sang istri dan semakin mempereratnya cukup lama.


'' Mas itu udah jadi kodrat dan kewajiban aku sebagai seorang ibu. Aku juga sangat bersyukur mempunyai kamu mas, Safhira juga baby kita yang baru lahir. Lengkap sudah mas hidup ku sekarang'' Selvia akhirnya bersuara setelah Angga melepaskan pelukan eratnya.


'' Iya sayang...mas janji akan selalu jaga kalian dalam hidup mas.. sekali lagi terima kasih sudah melengkapi hidup mas'' ucap Angga dan kembali mengecup bibir Selvia cukup lama dan melepaskan ciuman nya saat Selvia mencubit perut nya karena hampir kehabisan nafas.


'' Mass... malu iihhh...gimana kalau suster melihat'' Selvia kembali mencubit tangan Angga.. yang di cubit nyengir tak merasa bersalah.


'' Dia diruangan Baby boy sayang...Dia tidak akan keluar sebelum kita memanggilnya...ayo mau lanjutkan lagi'' Goda Angga pada Selvia yang langsung melototkan matanya sambil mengunyah makanan yang di suapkan Angga.


'' Iiihh mass...siapa juga yang mau lanjutkan....sini'' Selvia mengambil piring makan dan mulai menyuapkan nasi ke arah Angga.


''Aaaa...buka mulutnya mas juga harus makaan'' Selvia mengarahka sendok berisi nasi pada mulut Angga.


Angga langsung memakan suapan dari sang istri, perut Angga yang lapar langsung terisi oleh suapan suapan yang di suapkan oleh Selvia.


(Duhhhh terhuraaaaa aku...)


Bersambung dulu

__ADS_1


__ADS_2