
''Aduh.. meni seer pisan oleh olehna neng'' ucap bu Sumi pada Selvia, saat Selvia membantu Sandi membawa kardus oleh oleh ke dalam rumah.
(Aduh.. banyak banget oleh olehnya neng)
''Bu sanes ini wae, masih aya keneh na mobil'' ucap sandi adik Selvia tertawa.
(Bu.. bukan ini saja, masih ada lagi di mobil)
Kemudian datang Angga dan pa Yadi menyusul membawa kardus ke dalam rumah, sedangkan Safhira anteng bermain, mainan yang ia bawa dari jakarta.
''Nak Angga.. terima kasih banyak oleh olehnya'' ucap pa Yadi dan bu Sumi setelah semua kardus oleh olehnya sudah di pindah ke rumah.
''Iya pak, bu.. sama sama''ucap Angga.
''Ya sudah sekarang kita makan dulu, semua sudah siap'' ajak Selvia dari arah dapur.
Kemudian mereka makan lesehan bersama di atas karpet, dengan lauk seadanya khas sunda yakni nasi liwet, ikan asin, tahu tempe, sambal,kerupuk dan lalapan.
Namun untuk Safhira, Selvia tadi sempat membuatkan sayur bening bayam kesukaan Safhira di padukan telur dadar.
'' Aduh maaf sekali yah nak Angga, dan ade Safhira makanan nya segini seadanya, Selvia tidak mengabari kalau mau ke sini jadi ibu gak siapin makanan yang enak'' ucap bu Sumi.
'' Tidak apa apa bu, ini sudah lebih dari cukup''ucap Angga dan mereka melanjutkan makan dengan tenang.
Namun tidak dengan Safhira yang sangat heboh, ia merasa senang karena saat itu makan sambil menonton acara wayang di tv saluran Bandung, tontonan yang belum pernah Safhira tonton sebelumnya.
'' Mommy itu lucu sekali, kok wayang nya bisa ngomong mommy, itu kan hanya patung kayu'' tanya Safhira karna gemas melihat wayang cepot yang menggerakan mulut dan tangan.
''Anak pintar, iya sayang itu di bawahnya ada orang yang mengendaliakan wayang nya dan yang sekaligus berbicara atau kalau di sini di sebutnya dalang'' jawab Selvia memberitahu.
''Ooh gitu jadi ada orang di bawahnya, ya mommy'' jawab Safhira.
Angga pun, saat sedang makan sempat memperhatikan interaksi Selvia dan Safhira dari arah dapur, Angga sangat senang melihat Safhira dan Selvia begitu dekat, Angga senang safhira bisa beradaptasi di sini dengan baik, melihat orang tua Selvia via yang sangat ramah membuat Angga betah, tapi Angga belum tenang karena misi nya belum selesai untuk meminta restu pada orang tua Selvia.
__ADS_1
Niatnya nanti setelah makan bersama, Angga akan menceritakan awal mulanya mengenal Selvia dan sekarang akan meminangnya, mungkin kalau dalam keadaan perut kenyang, nanti bisa berpikir lebih tenang pikir Angga dalam hati.
''Ayo di tambah lagi nak Angga'' ucap pak Yadi, saat melihat Angga menyudahi makannya.
''Cukup pak, Alhamdulillah saya sudah kenyang '' jawab Angga menyudahi makannya.
Setelah selesai makan, Angga langsung menyusul Selvia yang sedang menyuapi Safhira dan sandi sedang iseng menggodanya.
'' Cieeecie... mommy via, mommy via'' ucap Sandi menggoda Selvia dan langsung mendapat pelototan Selvia.
''Mommy kakak ini siapa '' Tanya Safhira dengan polosnya.
'' Ooh... itu adik mommy, Safhira bisa menyebutnya om Sandi hehehe'' ucap Selvia tertawa.
''Kenalin cantik, aku om sandi, ponakan om Sandi cantik dan pintar sekali yah'' ucap Sandi menggoda Safhira.
Angga pun menghampiri mereka yang duduk di karpet di depan televisi.
''Sandi rencananya mau lanjutin kuliah di mana'' tanya Angga saat duduk bergabung dengan mereka, Selvia yang sedang menyuapi Safhira langsung bergeser agar tidak duduk terlalu dekat dengan Angga.
Ternyata Sandi tidak mau terus membebani sang kakak, Sandi kasihan bila sang kakak terus banting tulang di jakarta untuk membiayai kuliahnya.
''Sandi belajarlah yang rajin, nanti kak Angga akan daftarkan di universitas yang kamu suka, kakak yakin kamu bisa jadi orang hebat, selama kamu mau berusaha dan belajar'' ucap Angga menasehati Sandi.
'' Iya kak Angga pasti, Sandi ingin membuat bapak, ibu dan teh via bangga, terus beneran kak Angga mau daftarin Sandi ke universitas, tapi kak uang celengan sandi belum cukup untuk mendaftar kak, nanti saja kalau sudah terkumpul kak'' ucap Sandi.
'' Tenang kamu gak usah khawatir, nanti kakak akan tambahin''ucap Angga lagi memberi semangat pada Sandi.
'' Gak usah mas Angga, nanti jadi ngerepotin'' ucap Selvia yang mendengar obrolan mereka.
'' Tidak merepotkan via, Sandi adikmu berarti Sandi adiku juga, dan aku sebagai kakak selagi bisa membantu kenapa tidak '' ucap Angga pada Selvia.
''Makasih banyak yah, kak Angga'' ucap Sandi.
__ADS_1
'' Iya San,, sama sama, besok pulang dari acara kelulusan kamu, kita bisa langsung cari universitas yang cocok buat kamu, kalau kamu mau'' ucap Angga.
'' Iya kak, kalau sempat kita cari besok'' jawab Sandi tersenyum.
Pak Yadi dan Bu Sumi yang mendengar obrolan mereka begitu terharu dengan sosok Angga begitu baik akan membantu Sandi kuliah.
Pak Yadi dan bu Sumi ikut bergabung dengan mereka, dan saat sudah berkumpul Angga akan mengutarakan niat nya.
''Pak, bu, mohon maaf sebelumnya, kedatangan Angga kesini mau sekalian ada perlu pada ibu dan bapak, saya mau meminta restu pada ibu dan bapak, saya berniat mau meminang putri bapak Selvia untuk menjadi istri saya sekaligus ibu sambung Safhira'' ucap Angga mantap.
'' Aah... yang betul nak Angga, kami orang gak punya'' ucap pak Yadi.
'' Kita semua sama pak, jangan bicara seperti itu'' ucap Angga yang tak mempermasalahkan masalah itu.
''Iya nak Angga, kalau bapak sama ibu sangat merestui, apalagi saat ibu cerita tadi di belakang kalau ibu safhira sudah meninggal dan butuh kasih sayang seorang ibu, tapi itu kembali lagi pada Selvia dan nak Angga yang akan menjalani nya'' ucap pak Yadi.
Ternyata sebelumnya Selvia sudah menceritakan semuanya pada orang tua Selvia, agar orang tuanya tak syok dan bingung saat Angga akan mengutarakan niatnya.
''Gimana neng? kalau bapak dan ibu terserah kamu, karna yang akan menjalani semuanya neng Via sendiri'' tanya pak Yadi pada Selvia putrinya.
Selvia yang semula hanya diam, akhirnya bersuara.
'' Kalau via sih udah ikhlas, untuk menerima pinangan mas Angga pak, bu. Via juga meminta doa restu pada bapak dan ibu, mungkin sedikit mendadak tapi via yakin itu sudah kehendak Alloh mengamanatkan Safhira pada via''ucap Selvia.
'' Iya sudah kalau neng via menerima nak Angga, otomatis bapak dan ibu juga merestui kalian dan mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua '' ucap pak Yadi.
''Bapak dan ibu mendoakan yang terbaik untuk kalian, Dan untuk ade Safhira jangan sungkan anggap bapak dan ibu sebagai nenek kakek Safhira yah'' ucap pak Yadi.
'' Iya nenek dan kakek, Fhira sayang sama kalian'' jawab Safhira dengan pintar nya.
Angga dan Selvia bernafas lega, setelah mendapatkan restu dari orang tua Selvia.
**maaf telat up...
__ADS_1
semoga para pembaca selalu semangat bacanya ....
jangan lupa selalu semangatin author yaaa**