Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 38


__ADS_3

Angga tiba di rumahnya pukul sepuluh malam, saat sampai ia langsung menuju ke kamar Safhira, Angga takut Safhira terbangun mencari Selvia, walaupun sudah ada bi Minah yang menunggu di sana.


Saat sampai ke kamar Safhira, Angga mengetuk pintu karena ada bi Minah di dalam.


''tuk tuk tuk,'' Angga mengetuk pintu, dan tak lama bi Minah membuka kan pintunya.


''Iya tuann'' ucap bi Minah saat pintu terbuka.


''Saya mau pindahkan Safhira ke kamar saya bi, takutnya Safhira bangun mencari Selvia, Selvia malam ini tidur di kostannya, jadi sekarang bi Minah kembali saja ke kamar bibi'' ucap Angga dan bi Minah langsung pamit kembali ke kamarnya.


Angga menggendong Safhira membawanya menuju kamar nya yang berada di lantai bawah.


Angga memilih Safhira untuk tidur di kamarnya, agar tahu bila Safhira terbangun bila mencari Selvia.


Setelah menidurkan Safhira di kamarnya, Angga yang lelah pun ikut membaringkan badan kekarnya di kasur king size di samping Safhira, di tatapnya sang putri yang tertidur lelap, Angga begitu senang sang putri yang dulu murung sekarang kembali ceria, semenjak kehadiran Selvia.


Angga sebenarnya tak bisa tidur, ada yang kembali mengganggu pikirannya, Angga merasa aneh selama lima tahun menduda ia tidak pernah merasa tertarik dan bergairah pada perempuan, karena dalam hatinya masih merasa bersalah pada Alm Dita istrinya.


Namun berbeda dengan sekarang, Angga merasakan gairah itu saat Angga berdekatan dengan Selvia, Padahal di kantor dan di luar kantor banyak perempuan yang berusaha mendekatinya namun Angga tak merasakan gairah seperti yang Angga rasakan sekarang.


Angga pun berpikir Selvia telah berhasil mengobati hatinya yang kesepian setelah sepeninggal kepergian Alm Dita.


Dan sekarang Angga malah tersenyum mengingat tingkah konyolnya tadi pada Selvia sewaktu di dalam mobilnya, apalagi mengingat Selvia yang tersenyum manis pada nya.


'' Selviaaaa'' pekik Angga mengingat senyum manis Selvia yang memabukkannya.


Di kost Selvia


Selvia tidak bisa memejamkan matanya, padahal jam sudah menunjukan pukul sebelas malam.


Selvia malah senyum senyum sendiri mengingat tingkah Angga tadi padanya.


'' Issshh nyebelin... ternyata orang dingin seperti mas Angga bisa bercanda juga..hahaha'' ucap Selvia pada dirinya sendiri mengingat kekonyolan Angga tadi, dan tak lama Selvia berusaha memejamkan matanya agar besok tidak bangun terlambat.


Di Rumah Angga


Alarm ponsel Angga berbunyi, dan tak lama terdengar kumandang adzan subuh, Angga bergegas ke kamar mandi untuk mandi membersihkan badannya sebelum solat subuh, selesai melaksanakan solat subuh Angga bergegas memakai jaket, membawa ponsel dan kunci mobil, tak lupa Angga memberi pesan pada bi Minah, agar menunggui Safhira.


''Bi.. saya titip Safhira, dia masih tidur di kamar saya'' ucap Angga pada bi Minah yang baru keluar dari kamar nya menuju dapur.


''Iya tuan'' jawab bi Minah.


Angga berjalan ke luar menuju garasi dan menyalakan mobilnya untuk menuju kostan Selvia.


Angga juga mengirim pesan pada Selvia, kalau ia sedang di jalan untuk menjemputnya.


Angga

__ADS_1


πŸ“© via.. aku sedang di jalan menuju kostan


Selvia yang baru selesai solat subuh, mendengar notifikasi pesan dari ponselnya, ternyata pesan dari Angga.


'' Hahaha....sudah mulai dingin kembali rupanya sikap sang duda'' batin Selvia saat membaca pesan Angga dan Selvia langsung membalasnya pesan nya.


Selvia


πŸ“© iya mas, kabari saja kalau sudah di depan kostan.


Setelah menempuh perjalanan tiga puluh menit Angga sampai di depan kostan Selvia, Angga langsung menelpon Selvia mengabari kalau dirinya sudah sampai.


πŸ“ž saya sudah di depan kostan'' ucap Angga saat telpon tersambung


πŸ“ž wa'alaikum salam mas, iya via kesana sekarang'' ucap Selvia sedikit kesal pada Angga, karena Angga sudah kembali ke mode dinginnya, sampai lupa mengucapkan salam terlebih dahulu.


Lantas Selvia langsung memutus teleponnya dan langsung ke luar kostan menuju mobil Angga yang sudah terparkir di dekat kostannya.


''Maaf ya.. membuat mas Angga menunggu'' ucap Selvia saat masuk ke mobil Angga, karena Selvia sempat bercengkerama dengan satpam penjaga gerbang kostannya.


''Hemmm'' jawab Angga singkat dan langsung menyalakan mobil dan memutar balik menuju rumahnya.


Selama di perjalanan mereka saling diam, Selvia mengira mungkin Angga merasa keberatan harus mengantar jemput dirinya.


Berbeda dengan Angga, ia berpikir mungkin Selvia diam tak bersuara karena masih kesal dengan tingkah konyol dirinya semalam.


Selvia segera turun dari mobil Angga, dan langsung berjalan masuk menuju ke dalam rumah Angga, ternyata benar saja yang Selvia khawatirkan terjadi, terdengar Safhira menangis cukup kencang mencari dirinya.


''Hua..huaaaaaaa.... mommy via mana''' ucap Safhira menangis kejer sampai bi minah kerepotan berusaha menenangkannya, dan Safhira tetap tak berhenti menangis.


''Assalamualaikum, anak mommy'' ucap Selvia membuka pintu karna pintu tak di kunci.


''Mommy.. mommy kemana sajaaa, kenapa tinggalin fhiraaa huaaaahuaaaa''' ucap Safhira langsung berlari menuju Selvia dan langsung memeluknya.


Selvia sigap langsung menggendong Safhira memeluknya erat, membawa nya duduk di sofa.


''Mommy tidak tinggalin fhira, mommy hanya ke kostan mommy sebentar, kostan mommy kotor jadi mommy kesana untuk membersihkan kostan mommy, karena sudah lama di tinggal'' ucap Selvia sambil mengusap punggung Safhira untuk menenangkannya.


Dan tak lama Angga masuk setelah memarkirkan mobilnya ke dalam garasi.


'' Assalamualaikum...anak papa sudah bangun rupanya'' ucap Angga melihat Safhira sudah ada di dekapan Selvia.


''Papa jahat... gak ajak fhira menjemput mommy'' ucap Safhira cemberut.


'' Maafkan papa sayang, tadi fhira tidurnya lelap sekali, jadi papa gak tega membangunkan fhira'' ucap Angga memdekati Safhira dan mencium keningnya.


'' Safhira sayangnya mommy, sementara ini mommy akan tidur di kostan mommy dulu'' ucap Selvia ingin menasehati Safhira agar tidak marah pada Angga.

__ADS_1


''Kenapa... bukannya kata papa mommy via akan jadi mommy fhira beneran, kenapa harus kembali ke kostan'' tanya Safhira sambil mengusap pipinya.


'' Begini ya sayang, nanti bila setelah mommy menikah dengan papa baru mommy akan tinggal di sini bersama fhira, karena menikahnya belum, jadi mommy juga belum boleh untuk tinggal serumah barengan sama papa Angga ''ucap Selvia lagi.


'' Mommy dan papa sekarang saja menikah nya, biar mommy terus di sini'' ucap Safhira.


'' Iya Sayang papa dan mommy via sebentar lagi akan menikah, tai gak bisa sembarangan sekarang, karena masih ada yang harus di persiapan kan, Fhira mengerti'' ucap Angga pada sang putri kecilnya.


'' Ooh begitu, iya fhira mengerti, tapi jangan lama lama yah'' ucap Safhira menatap sang papa.


'' Iya papa janji, sebentar lagi akan menikah sama mommy via'' ucap Angga mantap.


'' Ya sudah, sekarang fhira duduk dulu sama papa, mommy mau siapin sarapan dulu buat fhira dan papa'' ucap Selvia di angguki Safhira yang sudah tenang.


Selvia berjalan menuju dapur, untuk menyiapkan sarapan.


''Neng via, dari mana saja, kasian non Safhira nyariin neng'' tanya bi Minah


'' Iya maafin saya bi, saya kembali ke kostan saya bi, gak enak belum sah tapi tidur di sini terus takut menimbulkan fitnah'' ucap Selvia sambil memanggang roti dan membuat kopi untuk Angga dan akan mengantarkanya.


'' Iya juga sih non, tapi kan ada bibi'' Jawab bi minah.


'' Iya bi, tapi nanti saja kalau sudah sah baru saya kembali tidur di sini'' jawab Selvia tersenyum.


Safhira sudah kembali ceria, Fhira antusias menonton kartun kesukaannya, Angga tersenyum melihat Safhira yang barusan menangis sudah kembali ceria karena sudah ada Selvia.


''Mas kopinya,'' ucap Selvia menyodorkan kopi di meja sofa.


''Makasih via'' ucap Angga,


Saat Selvia akan kembali ke dapur, Angga menahan tangannya.


'' Tunggu.. saya ingin bicara,'' ucap Angga


Selvia pun memduduki kursi sofa bersebelahan dengan Angga.


'' Bicara, tentang apa mas,?'' tanya Selvia


''Kapan kamu ke Bandung, biar pak Mardi yang mengantar, acara lamaran kita tinggal beberapa hari lagi'' ucap Angga sambil menyesap kopinya.


''Gak tau jadi bingung, kasihan Safhira kalau aku tinggal, kalau gak aku bawa fhira ke Bandung duluan saja gimana mas, bagaimana?? ''tanya Selvia.


''Kamu gak usah khawatir sama fhira, Safhira biar sama mami dan Anggita, saya gak mau nanti Safhira di sana merepotkanmu via'' ucap Angga sembari memperhatikan Safhira.


''Setelah mengantar Safhira sekolah nanti, kita ke Butik Anggita, kita harus membawa baju lamaran kita, kata Anggita sudah siap'' ucap Angga lagi.


'' Baik, via ikut saja'' jawab Selvia.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2