Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 84


__ADS_3

Di lanjutt, mohon maaf Author telat update...


Tetap semangat ya selalu dukung Author...


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Di sepanjang jalan Angga dan Selvia saling diam saja tak bersuara, Selvia besandar memeluk Safhira yang tertidur lelap dan Angga fokus menyetir menyusuri tol Bandung - Jakarta.


Selvia yang tak tahan saling diam karena kecanggungan mereka, karena gara gara kehadiran Reza kakak kelas Selvia waktu di mercusuar Cafe and Resto akhirnya bersuara.


'' Mas kenapa diam saja, apa mas lelah'' tanya Selvia hati hati.


'' Tidak sayang, mas hanya merasa kesal saja tak suka dengan siapa tadi? tuh orang kok gak sopan bicara dengan istri orang trus apa lagi memberi bingkisan segala '' ucap Angga datar


'' Maksud mas Angga a reza? maksudnya tak sopan gimana mas, aku gak ngerti'' tanya Selvia lagi polos.


'' Sudah tau mas Suamimu, tapi dia menatapmu tak sopan, kamu tak lihat tatapannya dia sayang, tatapannya itu tak pantas seperti itu pada istri orang'' ucap Angga sedikit ngegas.


'' Sekali lagi mas gak suka, dengan cara dia menatapmu sayang'' ucap Angga lagi melirik Sang istri.


'' Aku sih ngerasa biasa aja, mas saja yang berlebihan, namanya juga sudah lama tak bertemu'' ucap Selvia balik menatap sang suami.


'' Mas bisa bedakan sayang, menatap biasa dan tidak'' ucap Angga lagi.


'' Iya, iya aku ngerti mas, mungkin dia pikir aku belum berkeluarga jadi terkesan begitu menatapnya ke aku, yang penting kan aku nya merespon biasa aja, dan mulai sekarang aku akan jaga jarak kalau itu terjadi lagi, mas ga usah khawatir'' ucap Selvia mengusap lengan sang suami untuk menenangkan sang suami.


'' Iya sayang mas ga suka aja kamu di dekati dengan pria lain walaupun mantan kakak kelas kamu sekali pun, kamu itu milik mas sayang'' ucap Angga yang sekarang sudah merasa tenang.


'' Mas ga mau kehilangan kamu, apalagi yang mendekati kamu pria yang masih muda dan mapan, mas ga mau kamu berpaling dari mas sayang'' ucap Angga lagi.


'' Astagfirullah mas, kebangetan banget sih mikirnya sampai ke situ, siapa juga yang mau berpaling, aku tuh udah sangat bersyukur punya suami seperti mas dan Safhira, ngapain lagi mikirin pria lain'' ucap Selvia cemberut dengan perkataan sang suami.


'' Iya itu hanya ketakutan mas saja sayang, maafkan perkataan mas, sudah dong jangan cemberut'' ucap Angga menoel dagu sang istri dan kembali fokus menyetir.


'' Iya tapi awas yah, mas berpikir seperti itu lagi'' ucap Selvia.


'' Iya sayang'' ucap Angga lembut yang sudah merasa lega setelah mengungkapkan unek uneknya pada sang istri.


'' Ampun kudu sabar ieu mah, boga salaki cemburuan pisan'' Batin Selvia


(Ampun harus sabar ini mah, punya suami cemburuan banget)

__ADS_1


Di kilometer 57 Tol Cipularang Angga menepikan Mobilnya untuk mengisi bahan bakar dan beristirahat sejenak karena merasakan lapar kembali.


Setelah mengisi bahan bakar Angga memarkirkan mobil Sportnya di salah satu Restoran cepat saji yang berada di Rest Area tersebut.


'' Ayo sayang kita turun, sini biar Fhira mas yang gendong'' ucap Angga membuka Pintu mobil.


Angga membuka pintu mobil sang istri dan menggendong Safhira.


'' Mau ngapain mas'' Tanya Selvia bingung karena sang suami mengajaknya kembali ke Restoran padahal belum Baru satu jam yang lalu mereka makan.


'' Mas merasa ingin makan makanan itu sayang'' jawab Angga menunjuk gambar makanan siap saji di depan Restoran.


Selvia di buat bengong, padahal baru satu jam yang lalu, di mercusuar cafe and resto sang suami sudah begitu banyak makan.


'' Mas udah laper lagi, padahal kan tadi... '' ucap Selvia tak melanjutkan ucapan mengenai mercusuar cafe takutnya kembali membuat kesal sang suami yang begitu cemburu karena ia di sana bertemu kakak kelasnya Reza.


'' Memang tadi kenapa sayang'' tanya Angga karena Selvia tak melanjutkan ucapannya.


'' Ohh ga Pa pa mas, ya udah ayo masuk '' Ajak Selvia pada sang suami.


Setelah masuk Angga langsung memesan semua yang ia ingin makan, Dan memesankan Es krim untuk Selvia dan Safhira yang sudah terbangun.


Angga datang menghampiri sang istri dan sang putri yang sudah terlebih dahulu duduk menungunya memesan tadi.


Selvia semakin di buat bingung padahal Sang suami tak menyukai sama sekali makanan siap saji, tapi semenjak tadi di mercusuar cafe ia begitu lahap makan makanan siap saji.


'' Banyak sekali mas'' tanya Selvia


'' Iya mas sengaja memesan banyak macam sayang, gak tau mas ingin saja'' jawab Angga santai.


Selvia heran dengan perubahan sang suami, namun Selvia tak ambil pusing mungkin suaminya faktor cemburu jadi bawaan nya lapar pikir selvia.


Selvia dan Safhira asyik memakan Es krim karena mereka masih merasa kenyang, sedangkan Angga lahap makan makanan yang ia inginkan semenjak melihat gambarnya tadi.


'' Sayang kamu ga mau makan'' tanya Angga


'' Engga mas es krim saja cukup, aku ga lapar mas'' jawab Selvia.


Setelah selesai makan di Restoran siap saji, Angga dan Selvia juga Safhira melanjutkan perjalanan nya menuju kota Jakarta.


-------------------------~~~~β€’

__ADS_1


Setelah menempuh Kurang lebih Dua jam mereka sampai di kota jakarta tepatnya sudah sampai di rumah mewah Angga pas adzan isya berkumandang, dan Angga langsung memarkirkan mobilnya di garasi rumah mewahnya setelah penjaga membuka pintu gerbangnya.


Selvia dan Safhira begitu lelap tertidur, Angga yang kasihan melihat sang istri dan sang putri yang kelelahan tak mau membangunkan.


Angga keluar dari mobil sport nya langsung membuka pintu Mobil Selvia dan menggendong Safhira dari pangkuan sang istri untuk di bawa ke kamarnya.


Di depan pintu rumah Bi minah sudah menyambut membuka kan pintu untuk tuannya.


'' Assalamualaikum bi'' ucap Angga.


'' Wa'alaikum salam pak, non kecil tidur sini biar bibi yang bawa ke atas'' ucap bi minah langsung mengambil safhira dari gendongan Angga.


'' Iya bi makasih, Saya mau pindahin mommy nya juga sama sama tertidur'' ucap Angga kembali ke mobil Sportnya untuk menggendong tubuh mungil sang istri yang begitu lelap untuk di pindahkan ke kamar.


Setelah tiba di kamar mereka Angga merebahkan sang istri di tempat tidur, Angga terlebih dahulu mengelap kaki sang istri dan menyelimutinya karena AC kamar mereka sudah di nyalakan bi Minah, karena sewaktu di jalan Angga sudah menelpon akan kepulangannya.


Angga berniat nanti saja untuk mengganti baju sang istri kalau di ganti sekarang takutnya mengganggu tidur sang istri.


Angga masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai mandi Angga sekalian mengambil air wudhu untuk menunaikan Solat isya.


Selesai Solat Angga Angga keluar kamar menengok ke kamar sang putri yang juga masih terlelap dan bi minah sudah mengganti pakaian safhira dengan baju tidur.


Setelah mencium kening sang putri dan menyelimutinya Angga kembali ke lantai bawah menuju ruang kerjanya untuk mengecheek file file untuk rapat besok yang sudah di kirim Dito asistennya.


Di ruang kerja Angga fokus mengecheek semua file dan mempersiapkam file untuk rapat besok, Angga juga mengecheek proyek hotel milik Fandi yang di tangani perusahaannya.


Di dalam kamar Selvia terbangun merasakan pusing dan mual yang bergejolak dari dalam tubuhnya.


Selvia langsung turun dari ranjang menuju kamar mandi dan memuntahkan cairan dari tubuhnya yang membuatnya mual di wastafel kamar mandi.


'' hoeeek, hoeeeekk, hoeeeeekkk'' Selvia terus memuntahkan cairan yang begitu pait dari mulutnya.


'' Ya Alloh pusing sekali'' ucap Selvia sembari membasuh mulutnya.


Setelah memuntahkan cairan dari mulutnya, Selvia masih merasakan pusing dan lemas, ia berjalan pelan dari kamar mandi menuju kamar dengan berpegangan tembok.


Namun saat akan berjalan menuju tempat tidur Selvia merasakan pusing begitu hebat dan badannya yang begitu lemas, ia tak mampu menopang tubuhnya akhirnya ambruk terjatuh pingsan di lantai.


🌺🌺🌺🌺


Bersambungg duluuuu...

__ADS_1


Jangan bosen terus dukung Author ya Readers.


HaturnuhunπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2