Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 116


__ADS_3

Tak teras setelah perjalanan kurang lebih 2 jam, akhirnya mereka sampai di Bandara Soekarno Hatta.


Selvia yang kelelahan masih tertidur pulas, Angga mau tak mau membangunkannya dengan lembut.


Walaupun Angga masih merasa kesal pada perempuan di samping nya, tapi tidak dengan hati kecil Angga yang begitu rindu akan kebersamaan mereka.


'' Sayanggg bangun... pesawatnyan sudah landing'' Angga mengusap-usap lembut pipi Sang istri.


'' Eeehh... sudah sampai yah'' Selvia membenarkan duduknya.


Angga kembali ke mode dingin, ia masih merasa sedikit kesal dengan sang istri.


Satu persatu keluarga Angga keluar dari pesawat, terakhir Selvia dan Angga karena duduk di paling belakang.


''Auuuuuhhh...sakiitt'' Selvia menjerit kesakitan merasakan kakinya yang begitu kesemutan saat mau di gerakan, Angga yang khawatir langsung panik melihat sang istri kesakitan di samping nya sementara keluarga yang lain sudah turun terlebih dahulu.


Angga meraih kaki sang istri, di ucapnya pelan, Angga mengsampingkan kekesalannya, mengingat sang istri yang tengah kesakitan di depannya.


'' Sakit mas... pelan pelan'' Selvia merasa tak nyaman kakinya yang kram di elus elus oleh Angga.


'' Ya sudah... jangan di paksa jalan'' Angga mengerti, karena duduk terlalu lama membuat sang istri yang sedang mengandung merasa kram pada kakinya.


Angga sigap langsung membopong tubuh sintal sang istri yang terlihat semakin berisi setelah memasuki trimester kedua kehamilan nya.


Selvia langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher Angga, agar tidak terjatuh.


Semua keluarga yang menunggu di keluar pun, tersenyum melihat keromantisan mereka berdua.


'' Adeuuuhh...romantis nya mereka'' Anggita bersorak di ikuti keluarga yang lain.


'' Kamu mau...? '' bisik Fandi di telinga Anggita.


'' Eeehh... mau apa'' Anggita bingung.


'' Itu seperti Selvia di bopong oleh kakak mu'' Fandi menggoda Anggita. Anggita yang malu langsung melengos tak mau mendengar nya.


Mereka segera masuk ke dalam mobil yang sudah tersedia, khusus untuk menjemput mereka.


Angga membawa serta orang tua dan Adik Selvia satu mobil menuju rumah nya, orang tua Angga di jemput supir pribadi papi Agung,dan Fandi di jemput orang kepercayaan nya.


Sebelum nya papi Agung dan mami Anggi mengajak besannya untuk kembali berkunjung ke rumah mereka, namun Orang tua Selvia ingin menginap dulu di rumah sang putri sebel besok pulang ke Bandung, karena Sandi harus masuk kuliah kembali.


Mereka pun saling pamit satu sama lain, sebelum meninggal kan Parkiran Bandara Soekarno Hatta.


'' Setelah menempuh perjalanan 30 menit karena jalan tol sedikit ramai, Akhirnya Pak Mardi sampai dan langsung menepikan mobilnya di depan rumah mewah Angga.


Setelah sampai rumah, Bi minah langsung menyiapkan kamar tamu dan kamar atas untuk keluarga Selvia, Selvia lebih dulu membawa Safhira ke kamarnya di bantu Sandi, niat hati malam ini Selvia ingin tidur di kamar Safhira saja mengingat sang suami sikapnya yang masih dingin kepadanya.


Namun mengingat masih ada orang tua nya, Selvia putuskan untuk membawa Safhira tidur bersama di kamarnya, bila ada Safhira setidaknya akan mengurangi kecanggungan nya dengan Angga yang masih terlihat kesal kepada nya.


Semua orang sudah masuk ke kamar masing-masing dan beristirahat, Selvia di dalam kamar sedang sibuk membongkar tasnya mencari-cari ponsel milik nya, Selvia harus mengecheek jadwal sekolah Safhira.

__ADS_1


Angga yang masih di lingkupi rasa kesal masuk ke kamarnya, setelah tadi menyempatkan mengecheek ponsel Selvia sekalian menghidupkannya, karena tadi sempat di matikan waktu di perjalanan dari Bali


Angga di buat kaget dan kesal melihat kotak pesan, ada pesan dari nomor orang yang tidak dikenal nya.


Bunyi pesannya.


* Via apa kamu baik baik saja, saya jujur merasa khawatir melihat kamu di bawa pulang paksa oleh suami kamu.


''Shiittt orang so tau itu, beraninya mengirim pesan pada istri orang, tau dari mana dia no ponsel istriku '' Angga sadar siapa orang itu dan bertanya tanya dari mana ia mempunyai nomor ponsel Selvia.


Angga tidak mau membahasnya sekarang, jadi Angga putuskan mematikan ponsel Selvia dan menyimpannya di laci ruang kerjanya.


Tiba di kamar, Angga melihat Selvia sedang kebingungan mencari-cari sesuatu di tasnya, sampai membongkar koper juga, ia memilih cuek dan langsung ke arah walk in closet untuk berganti baju santai.


Sebenarnya dalam hatinya, Angga tidak tega melihat istri nya kebingungan seperti itu, namun rasa kesalnya bertambah melihat pesan dari orang so tau di ponsel Selvia.


'' Apa dia sendiri yang memberi nomor ponselnya pada orang so tau itu'' Batin Angga bertanya-tanya apa istri nya seperti itu.


Selvia menyadari kehadiran sang suami, Selvia langsung bangun ingin menanyakan apa suaminya melihat ponselnya, tapi Selvia segan tak jadi menanyakan nya, mode wajah suaminya sangat tidak bersahabat.


Selvia membereskan koper ke sisi kamar, malam semakin larut Selvia membersihakn wajahnya dan mengganti baju nya dengan baju tidur.


Angga setelah mengganti bajunya dengan baju santai, kembali ke luar kamar, Angga yang kasihan pada Selvia menyempatkan membuat susu hamil untuk istri nya.


Tak lama Angga kembali ke kamarnya, dan dilihatnya Selvia baru selesai berganti baju tidur dan sedang menggunakan lotion dan krim malam di depan meja rias.


'' Ini minum susunya... kamu pasti kelelahan'' Angga menaruh segelas susu di meja rias di depan Selvia dengan suara datar.


'' Hemmm'' Angga langsung naik ke tempat tidur, merebahkan tubuhnya di sisi Safhira.


Selvia menghela nafas, suaminya masih saja mode dingin mendiamkannya, kalau saja tidak ada orang tua nya di rumah, Selvia ingin berteriak sekencang kencangnya, karena kesal terus melihat suaminya seperti itu.


Selvia kembali bersabar dan beristigfar... rasanya ini kali pertama kesabarannya harus di uji mengingat sikap kekanak-kanakan sang suami.


''Ahhh mending tidur saja ahh.. lelah sekali rasanya '' batin Selvia berjalan ke tempat tidur, kemudian masuk satu selimut di sisi Safhira.


-------****------


Pagi hari tiba, orang tua Selvia setelah solat subuh langsung bersiap siap, karena niatnya pagi ini akan pulang ke Bandung, karena Sandi sudah harus segera kuliah, setelah beberapa hari libur.


Bu Sumi membantu Bi minah ke dapur setelah selesai memberekan baju untuk pulang.


Pak yadi dan Sandi memilih menonton berita di televisi di ruang keluarga.


Angga lebih dulu keluar kamar menyapa Pak yadi dan Sandi.


Pak Yadi langsung mengutarakan niatnya untuk pulang pagi ini setelah sarapan menggunakan travel.


'' Tidak di sini dulu saja pak, biar istirahat dulu saja pak di sini baru semalam perjalanan '' Angga bersuara mendengar pak yadi pamit untuk pulang.


'' Sandi harus kuliah nak Angga, terus bapak dan ibu juga harus mengecheek sawah, insya Allah kalau ada waktu kita semua ke jakarta nak'' Pak Yadi memberitahu.

__ADS_1


'' Oh begitu pak... baiklah biar Pak mardi nanti yang mengantar ke Bandung '' ucap Angga taka mau keluarga Selvia pulang ke Bandung naik mobil travel.


'' Terima kasih nak Angga, bapak jadi merepotkan '' Pak Yadi merasa tidak enak oleh sang menantu.


'' Jangan bicara seperti itu pak, sama sekali tidak merepotkan pak.. Angga senang sekali bila bapak sekeluarga senang '' Angga kembali ke kamar memberitahu Selvia akan kepulangan orang tua nya.


Selvia yang mendengar kepulangan orang tuanya, langsung bersedih rasanya ingin sekali ikut pulang ke Bandung, tapi meninggalkan Angga kekesalannnya yang ada akan memperkeruh rumah tangga nya, bila Selvia main pergi saja.


'' Ini..bulanan untuk keperluan Sandi, ibu dan Bapak'' Angga memberikan Amplop putih cukup tebal, yang berisi uang bulanan untuk keluarga Selvia.


'' Tidak usah mas.. aku tidak mau merepotkan '' Selvia merasa tak enak Angga begitu memperdulikan keluarga nya.


'' Sudah Ambil... ini rezeki saya untuk mereka'' Angga keukeuh memberikan Amplop pada Selvia.


'' Terimakasih banyak mas.. '' Selvia senang, walaupun Angga kesal dengannya tapi tidak dengan keluarga nya.


''Heemm'' jawab Angga singkat.


Setelah sarapan siap, mereka sarapan bersama, Selvia yang baru selesai mendandani Safhira sekolah ikut bergabung sarapan bersama keluarga nya.


Selesai sarapan Angga berjalan ke garasi menyuruh pak mardi untuk bersiap, Angga juga menyuruh pak Mardi memasukan oleh-oleh yang ia pesan dari toko oleh-oleh sewaktu di Bali.


Setelah semuanya siap, Selvia mengantar keberangkatan keluarga nya ke garasi.


Bu sumi tampak sedih harus berpisah dengan putri kesayangannya yang tengah mengandung, begitu juga Selvia yang terlihat meneteskan air mata, sudah beberapa hari bersama sekarang mereka harus pulang ke Bandung.


Setelah kepulangan keluarga nya, Selvia bersiap mengantar keberangkatan Angga, Angga terlihat langsung bersiap di kamar.


'' Kamu di rumah saja... biar saya yang mengantar Safhira ke sekolah'' Angga keluar dari kamar sudah lengkap dengan pakaian kantornya.


'' Iya mas... '' Selvia tak mau membantah, bagus juga pikirnya, karena ia belum mandi dan bersiap.


'' Mommy... nanti jemput fhira yahhh'' ucap Safhira saat Selvia mengantarnya ke mobil di mana Angga sudah menunggu.


'' Iya sayang...nanti mommy jemput pulangnya'' Selvia mencium pipi gembul Safhira.


'' Salim dulu... maas'' Selvia mengulurkan tangan pada Angga yang sudah didalam mobil.


''Saya berangkat... beristirahat lah, Assalamualaikum '' Angga mengulurkan tangan yang kemudian di salimi oleh Selvia.


Selvia kemudian masuk ke dalam rumah, ia ingin mandi menenangkan pikirannya.


Berbeda dengan Angga, setelah mengantar Safhira ke sekolahnya, Angga gundah antara pergi ke kantor atau putar balik ke rumah, ia ingin menuntaskan kesalah pahaman agar tidak terus saling diam.


Sejujurnya Angga begitu tersiksa bersikap seperti itu pada Selvia.


πŸ“ž


''Dit... semua agenda saya hari ini, kamu undur besok... hari ini saya ingin istirahat dulu'' Angga menelpon Dito, mobil yang di kendarainya langsung putar balik ke arah rumah.


Bersambung dulu...

__ADS_1


__ADS_2