Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 69


__ADS_3

🌺Di lanjut lagi Readers terus semangaaatin Author ya biar giat nulis nya🌺


Pagi yang cerah Angga dan Selvia yang kelelahan setelah aktivitas ranjangnya, bagun kesiangan melewatkan Solat subuh karena saat bangun sudah pukul 07.00.


'' Astagfirulloh kesiangan '' ucap Selvia saat melihat jam sudah pukul tujuh pagi.


'' kenapa sayang'' tanya Angga sambil mengucek ngucek matanya.


'' Lihat mas sudah pukul tujuh kita kesiangan '' jawab Selvia.


'' Ya sudah kita lanjut saja tidurnya sayang, mas masih mengantuk'' ucap Angga membawa tubuh polos sang istri ke dalam pelukannya.


'' issshh mas bukan nya bangun malah ngajak tidur lagi, kita kan mau menjemput Safhira mas'' ucap Selvia menjauhkan tubuhnya dari dekapan suaminya.


Kalau di biarkan Angga memeluknya pasti yang ada akan terjadi lagi atraksi pergulatan seperti semalam.


Selvia berjalan ke kamar mandi dengan selimut yang di lilit di tubuhnya, membiarkan tubuh polos sang suami di tempat tidur tanpa selimut menutupinya.


'' Aku mandi duluan ya mas '' ucap Selvia mengembalikan selimut ke ranjang karena Selvia sudah mengenakan Bathrobe dan kembali ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Angga tersenyum dengan tingkah sang istri yang masih saja malu malu terhadap nya.


Selvia keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya yang masih meneteskan air, dan terlihat sang suami yang kembali terlelap.


Selvia mengambil handuk kecil dan mengeringkan rambut basahnya, ia berjalan ke arah sang suami yang kembali tertidur.


'' mas bangun sudah siang '' ucap Selvia sembari mengusap usap wajah tampan suaminya.


'' iya sayang sebentar lagi, mas masih lelah sekali kita tidur hampir pukul 02.00 dini hari'' ucap Angga


'' isshh itu kan gara gara mas Angga kita tidur dini hari'' ucap Selvia cemberut


'' Sudah sayang jangan cemberut, iya mas akan bangun '' ucap Angga bangkit dari tempat tidur.


Tak mau mebuat istrinya cemberut Angga segera masuk kamar mandi karena mereka akan pergi menjemput Safhira di rumah orang tua Angga.


Angga keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja rambut dan badan nya masih meneteskan air sisa mandinya membuatnya terlihat begitu segar dan tubuh kekarnya begitu menggoda.


Selvia yang sudah rapi dan sedang menggunakan make up di depan meja riasnya pun menelan salivanya dengan susah payah.


Melihat tubuh sixpack dan bahu lebar sang suami dari pantulan cermin di depannya.


'' Sayang, Selvia sayang mana baju mas'' panggil Angga membuyarkan lamunan Selvia.


'' Eehh iya mas maaf '' ucap Selvia berbalik lansung mengambilkan baju untuk sang suami.


" Makasih sayang" ucap Angga di balas senyum sang istri.


Setelah mengambilkan baju untuk Angga Selvia segera keluar dari kamarnya.


Kalau masih di kamar ia tak tahan bila terus melihat tubuh kekar sang suami yang selalu membuatnya puas di atas ranjang.


Selvia berjalan ke dapur ingin menyapa sekaligus membantu bi Minah menyiapkan makanan.


'' Assalamualaikum bi'' sapa Selvia


'' wa'alaikum salam neng, gimana bulan madu nya lancar'' tanya bi minah


'' Alhamdulillah bi semuanya lancar, eh iya bi ada oleh oleh untuk bibi dan Pak Mardi di kardus udah ada tulisannya ko tinggal di ambil saja '' ucap Selvia memberi tahu.


'' Terima kasih banyak neng, semoga keluarga dan rumah tangga neng dan pak Angga selalu sehat dan selalu bahagia dunia akhirat'' ucap bi Minah


'' Amiin ya Alloh, makasih bi doanya'' ucap selvia sembari membuat kopi untuk Angga.


Selvia membawa kopi ke meja makan terus menuju kamar menyusul sang suami yang masih bersiap.


'' Mass kopinya udah siap'' ucap Selvia saat masuk ke kamar.

__ADS_1


'' Mas emangnya mau ke kantor '' tanya Selvia lagi melihat sang suami sudah rapi menggunakan stelan jas tak jadi memakai baju santai yang di pilihkannya.


'' Iya sayang tadi Dito menelpon memberi tahu ada klien dari luar negeri dadakan ingin meeting dengan mas langsung'' ucap Angga


'' Jadi tak apa mas ke kantor sebentar ya sayang, biar pak Mardi yang mengantar kamu menjemput Safhira ke rumah mami'' ucap Angga karena jalur ke kantor berlawanan dengan rumah sang mami.


'' Iyaa mas tak apa, semoga meeting nya lancar'' ucap Selvia tersenyum.


Setelah sarapan Angga berangkat ke kantor menyetir sendiri sedangkan Selvia ke rumah orang tua Angga untuk menjemput sang putri yang sangat di rindukannya dengan di antar pak Mardi.


Angga yang sudah di tunggu klien di ruang meeting langsung menuju ruang meeting di barengi Dito Asistenya yang sudah menungu nya di lobby kantor Dirgantara Group.


Cukup lama Angga Meeting karena membicarakan proyek gedung khusus untuk tempat pembuatan pesawat yang akan di bangun di jantung kota jakarta.


 


-----


Selvia tiba di rumah orang tua Angga langsung di sambut hangat sang mami mertua dan langsung di peluk erat sang putri yang begitu merindukannya.


'' Assalamualaikum semua'' ucap Selvia saat masuk ke rumah Orang tua Angga


'' Mommy Fhira sangat merindukan mommy '' ucap Safhira memeluk erat sang mommy.


'' Iya mommy juga merindukan mu sayang anak cantiknya mommy'' ucap Selvia menciumi pipi cubby Safhira.


'' kamu sendiri sayang Angga ga ikut'' tanya mami Anggi


'' Mas Angga langsung ke kantor sudah di tunggu klien mi jadi tak ikut kesini'' jawab Selvia sambil menyalami dan mencium pipi mami Anggi.


'' Ya sudah Ayo masuk, kita sarapan bareng papi ada di dalam '' ajak mami Anggi dan di Angguki Selvia.


Selvia menemani keluarga Angga sarapan sambil menyuapi Safhira.


'' Anggita udah berangkat mi'' tanya Selvia


'' Barusan ia baru berangkat ke butik, katanya ada klien ingin memesan gaun pernikahan'' jawab Mami Anggi


Mami Anggi sangat senang dengan perhatian sang menantu yang begitu perhatian pada nya.


Setelah selesai membongkar oleh oleh Selvia Pamit pada Mami Anggi dan papi Angung untuk mengantar Safhira ke sekolah yang hari ini masuk siang.


'' Mami, Papi Via dan Safhira pamit ya, terima kasih banyak atas semuanya mi, maaf kan via dan mas Angga sudah merepotkan kalian, semoga mami dan papi selalu sehat'' ucap Selvia


'' Iyaa amiin sayang kalian juga selalu sehat dan semoga segera hadir adik untuk fhira mami tak merasa di repotkan malah senang'' ucap mami Anggi tersenyum.


Selvia balik tersenyum dan segera masuk ke dalam mobil bersama safhira.


Pak Mardi yang sudah siap di balik kemudi langsung menjalankan mobil menuju sekolah Safhira.


Selvia putuskan menunggu Selvia di ruang tunggu wali murid, sambil mengirim pesan pada sang suami ingin memberitahukan kalau ia sedang di sekolah Safhira.


selvia


📩


Assalamualaikum mas, Aku sekarang lagi di sekolah fhira, mas Angga jangan lupa makan yahh.


selvia


📩


Mas nanti jemput kami di cafe Anggita yah, soalnya pulang sekolah aku mau mengajak fhira ke cafe Anggita, kita makan bareng di sana ya mas sekalian aku mau ngasih oleh oleh untuk teman temanku di sana.


Selvia meunggu balasan sang suami namun tak juga kunjung datang balasannya.


'' Sepertinya Mas Angga sedang sibuk sampai tak sempat buka Pesan ku'' batin Selvia.

__ADS_1


 


Di kantor Angga masih sibuk membahas proyek dengan klien sampai tak mendengar notif pesan dari sang istri, yang ternyata dering nya sudah di senyapkan Angga sewaktu memulai meeting.


Tak terasa sudah pukul 12.00 siang Safhira sudah keluar dari kelasnya langsung menuju sang mommy yang setia menunggunya.


" mommy Fhira dapat nilai A " ucap Safhira senang.


" uluuhhh hebatnya Anak cantik mommy " ucap Selvia memeluk Safhira.


Dari Sekolah Selvia dan Safhira mampir menuju Cafe Anggita, via berniat memnerikan oleh oleh untuk teman temannya di sana.


Tiba di Cafe Anggita Selvia lansung menemui sahabatnya nita dan menyuruhnya membagikan oleh oleh pada temannya yang lain.


Saat masuk ke ruang Anggita via melihat di sana ada Fandi yang sedang mengobrol dengan Anggita.


" eeh pengantin baru yang habis pulang honeymoon " ucap Anggita dan Fandi berbarenan pada saat Selvai masuk ke dalam ruangannya.


" Iya git, kak Fandu gimana kabarnya, maaf aku dan fhira jadi mengganggu kalian" ucap Selvia pada Anggita dan fandi.


" Tidak kak kita sedang mengobrol biasa saja, iya kan fan" jawab Anggita


" Iya via sama sekali tak mengganggu" jawab Fandi yang sedang asyik bercanda dengan Safhira yang duduk nyaman di Pangkuannya.


Setelah menghabiskan waktu di cafe Anggita, Selvia dan Safhira pamit pulang karena hari sudah sore.


Iya melihat ponsel pesannya pada Angga belum di baca juga, padahal ia sudah terlanjur menyuruh pulang pak mardi karena ia tadi sudah mengirim pesan pada Angga untuk menjemputnya di cafe Anggita.


" kenapa kak via sepertinya bingung " tanya Anggita melihat Selvia.


" Engga git aku lagi bingung mas Angga ga datang menjemput padahal pak mardi udah aku suruh pulang" ucap selvia


" Mungkin kak Angga lagi sibuk kak, coba saja di telpon" ucap Anggita.


Selvia sudah beberapa kali menelpon namun tak ada jawaban.


" Biar saya saja yang antar kalian pulang sekalian saya mau pulang kan satu arah" ucap Fandi yang datang dari belakang sambil menggendong Safhira mendengar perbincangan Anggita dan Selvia.


" Iya kak di antar Fandi aja sekalian, kasihan safhira sudah kelelahan" ucap Anggita.


Selvia ingin menolak namun betul yang dibilang Anggita kasihan fhira yang sudah terlihat lelah.


Akhirnya Selvia dan Safhira di antar fandi sekalian Fandi yang juga akan pulang.


Setelah pamit pada Anggita Fandi menjalankan mobilnya, Selvia duduk dibelakang bersama Safhira.


" Saya Seperti Pak Mardi saja yah" ucap Fandi bercanda karena Selvia menolak duduk di depan di sampingnya.


" Maaf ya kak fandi soalnya Fhira biar duduknya nyaman maklum sekarang Fhira sudah besar " alasan Selvia karna tak mau terjadi fitnah bila ada yang melihat.


Angga yang saking sibuknya tak sempat membuka ponsel yang deringnya tadi sempat ia senyapkan, Setelah selesai meeting Angga langsung pulang kerumah karena sudah tak sabar ingin bertemu Safhira dan Sang istri yang begitu membuatnya selalu candu ingin terus bersamanya.


Angga sudah tiba duluan di rumah melihat mobil yang di gunakan pak mardi sudah ada di garasi, namun saat masuk ke rumah sepi dan bi minah bilang kalau Selvia dan Safhira belum pulang.


" Neng via sama non fhira belum pulang pak " ucap bi Minah memberitahu.


" Tapi itu mobil yang di pake pak Mardi udah ada di garasi bi" ucap Angga.


" Iya pak tadi pak Mardi bilang di suruh neng via pulang duluan setelah mengantar nang via dan non safhira ke cafe mba Anggita" ucap bi minah.


" Ya udah bi makasih " ucap Angga yang langsung masuk ke kamar nya.


Saat Angga masuk ke kamar ia medengar deru mobil berhenti di depan rumahnya, Angga melihat dari jendela ternyata istri kesayangannya dan putri tercintanya turun dari mobil yang Angga ketahui itu mobil milik Panter sekaligus mantan kakak kelas sang istri yaitu Fandi.


Angga mengepalkan tangan nya merasakan gemuruh di dadanya melihat Selvia di antar fandi.


Angga terbakar cemburu karena ia tahu Fandi pernah menaruh hati pada sang Istri.

__ADS_1


🌺Bersambung dulu ya Readers nanti kita lanjut lagi 🌺


Terussss semangatin Author ya selalu tinggalkan like dan coment.


__ADS_2