Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 134


__ADS_3

Malam Resepsi Anggita dan Fandi tiba, setelah tadi pagi mereka resmi menjadi pasangan suami dan istri. Dan Acara tadi pagi berjalan dengan lancar dan hikmat. Karena hanya di hadiri dua keluarga besar mereka saja. Membuat acaranya begitu intim dan penuh makna.


Sekarang Malam harinya Di pelaminan besar megah dan mewah. Anggita dan Fandi beserta orang tua keduanya tengah sibuk menyalami ratusan para tamu undangan yang hadir.


Di tambah beberapa kolega rekan bisnis keluarga keduanya juga banyak di undang, ada juga beberapa teman Sekolah Fandi dan Anggita yang sudah memenuhi Ballroom Hotel milik Fandi.


Di tengah-tengah keramaian para tamu undangan, terlihat hadir Reza teman Fandi dari Bandung sekaligus kakak kelas Selvia, Reza Yang tidak sengaja melihat Selvia yang tengah sibuk mengambilkan makanan untuk Putrinya Safhira di sampingnya, sedangkan Baby Air di titipkan di rumah bersama Bi minah.


Pandangan Reza begitu melongo saat melihat Selvia yang begitu cantik dan ppandangannya kini berpusat saat melihat perut buncit Selvia yang kini sudah kembali rata dan langsing.


'' Sepertinya..Via sudah melahirkan'' Batin Reza saat melihat perut rata Selvia.


Reza memberanikan diri berjalan ke arah Selvia yang tengah menyuapi Safhira. Niatnya ingin memberi selamat.


'' Assalamualaikum...via'' Reza bersuara saat sudah di dekat Selvia.


'' Eehhh...wa'alaikum salam...A Reza'' Selvia kaget saat yang di lihatnya adalah Reza, ingatan yang teringat saat terakhir bertemu Reza yang mengakibatkan kesalahpahaman Selvia dengan Angga.


'' Selamat yah... kamu sudah menjadi seorang ibu.. '' Reza memberi selamat pada Selvia, atas kelahiran anaknya.


'' Ehhh iya A Reza...terima kasih banyak atas ucapan nya '' Selvia bingung Reza dari mana dirinya sudah melahirkan. Namun Selvia menyadari setelah melihat perut ratanya.

__ADS_1


Dari kejauhan Angga Memperhatikan Obrolan Reza dengan Selvia. Angga merasa menyesal dirinya malah sibuk mengobrol dengan rekan bisnisnya tadi sehingga melupakan istri dan putri nya yang kini terlihat bertemu Reza. Namun Angga tidak mau gegabah merasa cemburu seperti dulu. Mengingat ucapan istrinya waktu itu. Yang pasti nya akan marah merasa di curigai olehnya. kalau Angga main perprasangkan buruk kepadanya padahal tidak ada buktinya.


Setelah cukup lama, Angga yang berusaha mengontrol pikirnya agar tidak terbawa emosi dengan suasana hatinya. Yang selalu saja merasa tidak nyaman saat melihat sang Istri bersama pria lain. Padahal hanya bertegur sapa saja.


Angga putuskan berjalan mendekati Selvia dan Safhira yang sekarang telah beranjak dari duduknya, Seperti akan meninggalkan tempatnya, Namun masih di ajak berbicara oleh Reza.


Angga tahu bahwa istrinya itu sudah tidak nyaman mengobrol dengan Reza. Terlihat Sang istri yang begitu tidak Menghiraukan Reza lebih fokus pada Safhira.


Saat Angga tiba di antara mereka, Angga hanya tersenyum pada Reza kemudian sigap langsung menggendong Safhira dengan satu tangan nya dan merangkul mesra bokong sintal milik sang istri agar mendekat ke arahnya.


Reza yang mengetahui kehadiran Suami Selvia yang di ketahui Reza begitu protective. Membuat Reza langsung pamit pada mereka dan berjalan ke arah pelaminan untuk menyalami pengantin. Namun sebelumnya Reza sempat menyapa Angga dan akhirnya pamit meninggal kan mereka.


Angga membawa Istri dan putrinya untuk kembali ke meja di keluarga besar mereka berkumpul.


Selvia merasa tak enak pada suaminya, mengingat Dulu saat kejadian di Bali, Angga begitu cemburu melihat nya bertegur sapa dengan Reza.


''Mas....aku ke Toilet dulu yah'' Selvia sedari tadi menahan ingin buang air kecil, di tambah ia ingin mengganti Breast pad nya yang sudah penuh dengan asi yang takutnya rembes membasahi dressnya.


Maklum Asi Selvia begitu Melimpah, walaupun sebelum berangkat ke acara Selvia sudah memompanya untuk stok susu baby Air dan juga menyusui langsung Baby Air tapi tetep saja Asinya begitu melimpah ruah, hingga Selvia membawa Cadangan Breast pad.


'' Ayo...Mas temani'' jawab Angga menatap ke arah Selvia. ''Bu titip dulu Safhira yah'' Angga akan menemani sang istri ke toilet, Dan menitipkan Safhira pada ibu mertuanya yang ikut hadir sedangkan Pak yadi dan Sandi sudah tiga hari lalu Pulang ke Bandung setelah acara Aqiqah Baby Air, karena harus menemani Sandi yang harus segera kuliah.

__ADS_1


Bu sumi langsung membawa sang cucu dalam pangkuannya, sembari melihat sang besan yang terlihat begitu sibuk berdiri menyalami tamu undangan di pelaminan.


Angga berjalan memegang tangan sang istri, Namun Angga tidak membawa Selvia ke arah toilet melainkan ke Resepsionis hotel untuk memesan satu kamar di Hotel itu.


Selvia sempat merasa bingung, ia hanya ingin ketoilet namun kini Suaminya malah memesan satu kamar Hotel.


'' Ahhh... sudah lah aku pasrah'' Batin Selvia mengerti akan apa yang di lakukan sang suami.


Resepsionis yang mengetahui Angga adalah keluarga pengantin, karena terlihat dari gaun dan jas yang digunakan Angga dan Selvia. Resepsionis itu langsung menyerahkan kunci Hotel secara cuma-cuma.


Setelah mendapat kan kunci akses ditangannya. Angga membawa tangan Selvia untuk mengikuti nya. Selvia hanya bisa pasrah, Selvia yakin ini adalah ekspresi perasaan Angga setelah melihat nya mengobrol bersama Reza.


(Duhhh ada apa gerangannnn...)


Selvia pun tidak bisa berkata-kata, atau tawar menawar lagi dengan apa yang menjadi keputusan sang suami, yang kini membawanya ke sebuah kamar hotel Deluxe yang cukup besar dan mewah milik Adik iparnya.


Angga langsung membuka Akses masuk kamar Hotel, setelah mereka tiba di depan kamarnya. Dan merangkul mesra bahu sang istri untuk ikut masuk ke dalam nya.


(Duuuh...deg-deg ser....ada apa pak Angga yang sedang cemburu )


Bersambung dulu yahhhhhh

__ADS_1


__ADS_2