
🌹lanjutaaaannya Readers🌹
Selvia terbangun karena mendengar Adzan mahgrib berkumandang, Selvia mengerjap ngerjapkan matanya, Selvia kaget karena melihat jam di dinding.
''Astagfirullahaladzimm... sudah mahgrib mas'' kaget Selvia melihat jam di dinding menunjukan pukul 18.00.
Angga yang mendengar, malah kembali memeluk tubuh polos sang istri.
'' Mas, mas Angga bangun ini sudah Mahgrib'' ucap Selvia mengucap usap pipi Angga yang malah memejamkan matanya kembali.
'' Ada apa sayang '' jawab Angga dengan mata terpejam nya.
'' Mas... ayo bangun.. ini sudah Mahgrib, gimana nanti kita terlambat, terus pakaian juga belum selesai di packing, gimana mas'' tanya Selvia pada sang suami yang santai saja dengan kepanikan Selvia.
'' Sudah sayangku... tenang saja '' jawab Angga yang malah membawa sang istri ke dalam pelukan kembali.
'' Issshh mass... nanti kita ketinggalan pesawatnya, katanya habis maghrib mas bilang kita akan berangkat'' ucap Selvia cemberut.
'' Sayang... kita tidak akan ketinggalan pesawatnya, yang ada pesawatnya yang akan menunggu kita di sana '' ucap Angga lalu mencium pipi Selvia gemas.
Selvia tersadar, baru teringat kalau suaminya itu adalah CEO Dirgantara Group, Perusahaan yang memegang kendali berbagai usaha Transportasi di dalam dan luar negeri.
'' Kenapa bengong sayang, apa ada yang salah '' tanya Angga membuyarkan lamunan Selvia, Selvia menatap Angga lalu menggelengkan kepalanya.
'' Gak usah khawatir sayang, mas sudah kirim pesan pada orang bandara, kalau kita akan mengundurkan keberangkatan kita '' ucap Angga, beranjak bangun dari tempat tidurnya.
Angga langsung mengajak sang istri untuk mandi bersama, agar bisa mempersingkat waktu.
Angga lebih dulu selesai, sedangkan Selvia masih ingin berendam, karena Selvia masih merasakan seluruh tubuhnya, yang terasa sakit dan pegal apalagi daerah intinya, akibat pergulatan nya dengan Angga.
''Aduh ieu ni nyareuri kieu awak, mas angga pikaseubeulen karek oge tadi peuting ges hanya keneh deui ''batin Selvia
(aduh ini pada sakit gini badan, mas Angga nyebelin baru juga semalam udah mau lagi aja)
Selvia keluar kamar mandi, saat keluar di lihatnya Sang suami telah bersiap, Angga terlihat sangat tampan mengenakan kaos polos putih dengan jaket warna navy dan celana jeans hitam.
Angga terlihat cool seperti para Anak muda pada jaman sekarang, orang pasti tak akan menyangka kalau Angga mantan duda dan sudah mempunyai anak.
Selvia juga di buat kaget, karena semua pakaian yang akan di packing sudah rapi semua.
'' Ayo sayang solat dulu, mas sudah duluan'' suruh Angga pada Selvia.
__ADS_1
'' Pakaian nya juga sudah mas masukin koper, kalau kurang, nanti kita bisa membeli saja di Bali, sekarang mas mau minta tolong pak Mardi membawa kopernya ke Mobil'' ucap Angga lagi membawa koper ke luar dari kamar mereka.
Selvia solat Maghrib, setelah itu Selvia bersiap siap.
Selvia tampil cantik dan santai, namun Selvia tetap terlihat elegan, Selvia kini mengenakan jeans hitam di padu kemeja korea warna putih dengan tangan sedikit balon sampai siku.
Karena tanda merah kepemilikan Angga di sekitar lehernya sudah memudar, jadi Selvia putuskan tidak menggunakan hijab.
Outfit yang di gunakan Selvia senada dan sangat cocok dengan penampilan outfit Angga.
Setelah semua siap, Mereka langsung berangkat menuju bandara, tak lupa Selvia menitipkan rumah, sekaligus pamit pada bi Minah.
Angga sebelum nya, sudah mengabari orang tuanya lewat telepon, sekalian meminta tolong Pada Anggita untuk menemani Safhira selama dirinya dan Selvia honeymoon di Bali.
Setelah perjalanan 45 menit, mereka tiba di Bandara Soekarno Hatta, mereka langsung di sambut orang bawahan Angga di sana dan langsung di antar menuju Pesawat pribadi milik Dirgantara Group.
Angga tak lepas, selalu saja menggenggam tangan sang istri yang berjalan sejajar dengannya.
Saat memasuki Pesawat pribadi, Selvia di buat takjub dengan interior pesawat yang elegan dan mewah, terus Selvia di buat bengong, karena tak ada penumpang lain di sana.
Selvia bingung, penumpangnya hanya mereka berdua dan Kru pesawat saja.
'' Tentu sayang... ini spesial khusus perjalanan kita berdua saja, tak ada yang lain'' jawab Angga mengajak Selvia untuk duduk.
Selvia hanya bengong, Selvia lagi lagi lupa, Selvia sedang berhadapan dengan CEO Dirgantara Grup.
'' Sayang.. mas kan sudah bilang, mas ingin Quality time sama kamu sayang, Kalau sudah ada Safhira kita gak bisa berduaan, pasti kamu lebih mengutamakan Safhira, jadi kita kapan Quality time nya'' ucap Angga terus menggenggam telapak tangan Selvia dan terus menciumnya.
'' iisshh Mas Angga, berlebihan banget, kita kan bisa naik pesawat komersil saja '' ucap Selvia, merasa tak nyaman.
'' Sayang... kamu ini sekarang Nyonya Angga Dirgantara, ini sudah fasilitas yang harus kamu dapatkan'' jawab Angga Pada Selvia.
Selvia Menghela nafas, Selvia mengerti, ia lupa tengah berhadapan dengan Bapak CEO Dirgantara Group, yang selau tidak ada penolakan.
Ini adalah perjalanan pertama Selvia menggunakan pesawat terbang, Selvia merasa gugup saat pesawat mulai lepas landas, Angga yang sadar langsung membawa Selvia dalam pelukannya.
'' Tenang sayang, ada mas di sini '' ucap Angga menenangkan Selvia.
Selvia membalas pelukan Angga, Selvia nyaman menyandarkan wajah nya di dada bidang Angga.
Sesekali Angga juga menggodanya, Angga terus menerus mengucapkan kata kata romantis dan terus memuji kemajuaan pada istri mungilnya, yang kini mulai berani sedikit Agresif apalagi di atas ranjang, berbeda sekali dengan dulu pertama bertemu.
__ADS_1
Angga terus menghibur dan menggoda sang istri agar mengurangi ketakutan nya naik pesawat.
Angga bahkan tak ada malu, bila nanti kru yang ada di sana melihat keromantisan mereka, Angga dengan santai nya mencium sang istri dengan gemas dan rakusnya, dan sesekali tangan aktif Angga bergeriliya senang di daerah dua benda kenyal sang istri, membuat Selvia menjerit di buatnya.
'' Isshhh mmas.... malu, takut di lihat orang '' ucap Selvia menahan tangan sang suami, yang terus saja menggerayanginya.
'' Tidak akan sayang, mereka selagi belum mas panggil, mereka tak akan mengganggu kita'' ucap Angga santai terus memeluk sang istri.
'' Kapan kita sampai mas'' tanya Selvia yang mulai tenang di pelukan Angga.
'' Jakarta Bali biasanya pesawat komersil Kurang lebih 2 jam sayang, Tapi pesawat yang kita tumpangi ini biasanya 1jam 30 menit, kita akan sampai '' jawab Angga
'' Sekarang masih satu jam lagi, kamu tidur saja dulu, nanti mas bangunkan kalau sudah sampai'' ucap Angga pada sang istri.
Tak lama Selvia tertidur pulas di pelukan sang suami, Angga terus menatap sang istri dan sesekali Angga menciumi kening sang istri yang tertidur lelap.
Setelah Satu setengah jam perjalanan mereka tempuh, Pesawat pribadi yang di tumpangi Angga dan Selvia tiba di Bandara Ngurah rai Bali.
Angga tak lepas terus menggenggam tangan sang istri, yang sepertinya Jet lag pertama kali naik pesawat, saat mereka keluar dari pesawat.
Angga dan Selvia langsung di antar menuju Villa milik Angga oleh orang bawahan Angga yang bertugas di Bali.
Mereka akan menginap di villa mewah milik Angga di Daerah Ubud Bali.
Tak lama mereka sampai di Villa mewah milik Angga, mereka di sambut hangat oleh orang orang kepercayaan Angga, yang di percaya mengurusi villa Angga di Bali.
'' Mas... kok Hotelnya sepi, aku liat hanya kita saja '' tanya Selvia polos.
'' Ini bukan Hotel Sayang, ini Villa mas dan sekarang menjadi milik kamu juga '' jawab Angga santai.
Lagi lagi Selvia di buat bengong, sekaligus kagum dengan kemewahan yang di miliki Sang suami.
Villa yang begitu mewah yang depan Villa berhadapan langsung dengan pantai.
Walaupun sudah malam, suasana di Villa begitu canti dan indah.
Angga langsung mengajak Selvia ke kamar utama di villa nya, Angga ingin agar sang istri yang mengalami Jet lag, bisa segera beristirahat.
🌸 Bersambung dulu Readers besok kita sambung lagi soalnya kasihan Selvia nya masih Jet lag biar istirahat dulu 🌸
Jangan bosen terus dukung Author ya Readers
__ADS_1