
lanjutkan lagiiii....
tak bosan Author selalu ingatkan readers untuk selalu dukung Author biar makin semangatttt
Di kantor
Angga sudah tiba di gedung Dirgantara Group, saat akan memasuki gedung, Angga di sapa para karyawan yang berlalu lalang, Angga membalas senyum sapaan pada karyawan nya, setelah itu Angga langsung menaiki lift menuju ruangannya, karena Dito dan Fandi sudah di sana.
'' Assalamualaikum semua, sorry telat'' ucap Angga pada Dito dan Fandi.
'' Santai bro,,, saya juga baru sampai'' jawab Fandi saat Angga tiba di ruangannya.
''Selamat pak Angga atas pernikahannya, Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warohmah dan bahagia dunia akhirat pak'' ucap Dito saat bersalaman dengan Angga.
'' Iya.. Amiin ya robbalalamiin, terima kasih banyak Dit do'a nya'' jawab Angga tersenyum.
Sedangkan Fandi bengong di buatnya, mendengar Dito mengucapkan selamat atas pernikahan pada Angga.
Angga yang sadar melihat fandi bengong karena mendengar ucapan Dito, Angga langsung memberitahukan nya.
'' Sorry fan... pasti loe bingung yah, dengan apa yang diucapkan Dito'' ucap Angga pada fandi.
'' Iya gue bingung ga, emang bener loe udah nikah, bukan kah di undangan tertera sabtu ini'' tanya Fandi penasaran.
'' Iya bro, gue udah resmi menikah dengan Selvia kemarin di Bandung, gue kemarin ngadain lamaran sekaligus Akad nikah di sana, itu dadakan atas permintaan bapak mertua gue, katanya mertua gue kepengen menikahkan putri nya di Bandung, dan sabtu malam ini tinggal Resepsinya saja fan'' jawab Angga menjawab penasaran Fandi.
'' Oh gitu ya udah bro, selamat kalau gitu, semoga pernikahan loe langgeng sampai akhir hayat memisahkan'' ucap fandi berusaha tersenyum, padahal hatinya sedikit sakit hati mendengarnya.
Fandi masih tak menyangka Angga dan Selvia akan secepat ini, sampai akhirnya menikah.
Sekarang sudah gak ada harapan untuk fandi mendekati Selvia, karena Selvia sudah di miliki oleh Angga, walaupun di hatinya Fandi masih sempat menyimpan rasa untuk adik kelasnya itu.
Setelah panjang lebar mengobrol, Angga, dito dan fandi langsung menuju ruang meeting karena sudah di tunggu para staf yang lain.
Di cafe Anggita
Selvia sudah di tunggu oleh Anggita, karena sebelumnya tadi Selvia sudah mengirim pesan dahulu pada adik iparnya akan menyambangi cafenya.
Anggita menyambut Selvia dengan hangat dan langsung mengajaknya ke ruanganya.
'' gimana kabar pengntin baru'' sapa Anggita sambil cipika cipiki pada Selvia.
'' Alhamdulillah git, kamu sendiri gimana, trus mami sama papi gimana'' balas Selvia sambil mendudukan tubuhnya di sofa ruangan Selvia.
'' Alhamdulillah aku, mami sama papi baik, mereka happy banget katanya sekarang udah tenang karena kak Angga sudah ada pendamping'' ucap Anggita.
'' Sekarang giliran kamu gita, buat mencari pasangan kamu git, kamu itu hidup udah sukses dalam segala hal, tinggal punya pasangan hidup... sempurna deh'' ucap Selvia
'' Ahh aku sih pasrah kak, jodoh gak akan ke mana, lihat sajs kak Angga dan kak via tau tau menikah saja'' jawab Anggita tersenyum.
'' Iyaa juga sihhh'' balas Selvia, membuat mereka tertawa bersama.
Setelah ngobrol bersama Anggita, Selvia pamit mau menemui Nita sekalian mau memesan makanan pada chef cafe Anggita, untuk memesan makan siang Angga di kantor.
Semua karyawan Anggita sudah mengetahui perihal pernikahan Selvia dan Angga, yang di lakukan kemarin di Bandung, mereka semua jugs nanti akan di undang ke acara resepsinya.
''Assalamualaikum semua'' sapa Selvia pada teman teman karyawan cafe Anggita
'' Wa'alaikumsalam....Masya Alloh, pengantin baru, ternyata masih inget datang ke sini'' ucap teman teman Selvia dan yang lain kembali bekerja lagi.
'' Masya Alloh... sekarang pangling banget, setelah udah jadi ibu CEO'' ucap Nita yang langsung memeluk Selvia.
'' isshhh kalian...masa aku lupa sih kesini, kok kalian sudah tau semua'' tanya Selvia.
__ADS_1
'' Iya...mba anggita yang memberitahu dan ini kami udah dapat undangan ke resepsi kamu'' ucap Nita tersenyum.
'' Syukur Alhmdulillah kalau gitu, maaf aku gak sempat ngasih kabar, semuanya berjalan begitu cepat.'' ucap Selvia tak enak pada Nita.
'' iyaa aku ngerti via, mba Anggita juga udah ceritain semuanya, sekarang semoga pernikahan kamu langgeng sakinah, mawaddah, warohmah. Amiin'' ucap Nita mendoakan.
'' Amiin ya robbalalamiin, makasih ya nit'' jawab Selvia kembali memeluk nita.
Mereka berjalan menuju dapur, untuk mengambil pesanan Selvia untuk makan siang Angga.
Selvia sudah memesan ayam goreng tepung, cah brokoli dan bakwan jagung.
karena sudah waktunya menjemput Safhira, selvia pamit pada teman temannya dan juga Anggita, Selvia tak lupa sekalian membayar makanan yang sudah di pesannya.
Pak Mardi terlihat sudah stanby di depan cafe Anggita, ternyata Angga menghubungi pak Mardi untuk menjemput Selvia di cafe Anggita.
'' Pak Mardi.. ada di sini'' tanya Selvia
''Iya non... tadi pak Angga menghubungi saya untuk menjemput non via, sebelum menjemput non Safhira'' jawab pak Mardi.
''Ohh mas Angga yang menghubungi, ya sudah pak ayo... takut Safhira sudah menunggu'' ucap Selvia dan pak Mardi menjalankan mobil menuju sekolah Safhira.
Selvia sampai di sekolah Safhira, ternyata Safhira baru saja keluar dari kelasnya, Selvia langsung menuju Safhira yang baru saja keluar dari kelas nya.
'' Mommyy '' panggil Safhira
'' Iya anak cantiik, gimana sekolahnya... happy'' tanya Selvia merangkul Safhira.
'' Happy sekali mommy...tadi fhira menggambar ini'' jawab Safhira menunjukan hasil gambarnya.
'' Masya Alloh bagus sekali, ya sudah nanti kasih tau papa yah, kita ke kantor papa sekarang, biar kita makan siang bareng di kantor papa'' ucap Selvia membawa Safhira berjalan menuju mobil.
'' Okkkeee mom'' jawab Safhira dan mereka berangkat menuju kantor Angga.
Selvia dan Safhira sampai di gedung Dirgantara group, Safhira yang kelelahan, tertidur pulas semenjak di perjalanan menuju kantor Angga, Selvia keluar duluan dari mobil sembari menggendong Safhira, dan meminta tolong pak Mardi untuk membawakan makanan yang Selvia bawa ke ruangan Angga.
Selvia berjalan pelan pelan, menuju ruangan Angga karena ini baru kali ke dua, Selvia kesana, di sana para karyawan dan satpam sudah tau pada Safhira putri Angga, yang kini di gendong Selvia.
Saat akan menaiki lift, Selvia tidak sengaja bertemu dengan fandi yang baru saja keluar dari lift, Fandi berniat membantu Selvia yang kerepotan mengendong Safhira.
Selvia sudah berusaha menolak, tapi fandi tetap keukeuh ingin membantunya, karena tak tega melihat Selvia yang kesusahan menggendong Safhira.
'' Gak usah ka fandi, via bisa kok'' ucap Selvia.
'' Tidak apa apa via... saya kasihan kamu pasti keberatan menggendong Safhira, sini biar saya antar ke ruang Angga'' ucap fandi yang keukeuh membantu Selvia.
Di ruangannya, Angga sedang mengecheek berkas berkas hasil meeting proyek hotel fandi, dan tak sabar Angga menunggu kedatangan sang istri yang akan menyusulnya ke kantor.
tuk tuk tuk suara pintu ruangan Angga
''Masuk'' ucap Angga.
Saat pintu terbuka, ternyata yang datang adalah Selvia yang datang bersama fandi menggendong Safhira.
Angga melihat itu, Angga merasakan panas bergemuruh di dadanya, karena melihat sang istri juga putrinya kembali dekat dengan Fandi.
''Sorry ga, tadi gue liat Selvia kewalahan menggendong Safhira yang tertidur, jadi gue bantu antar ke ruangan loe'' ucap fandi dan langsung pamit karena melihat wajah dingin Angga.
'' oke thanks fan'' ucap Angga dingin dan langsung membawa Safhira ke dalam ruang pribadi nya untuk menidurkan Safhira.
Selvia memilih diam dan tak lama, pak Mardi datang mengantarkan makanan yang di bawa Selvia dari cafe Anggita.
Angga keluar dari ruang pribadi nya, Angga melihat Selvia yang tengah menyiapkan makanan di meja sofa.
__ADS_1
Angga yang semula menahan untuk bicara, Namun Angga yang tidak tahan akhirnya bersuara.
'' Kenapa tidak bilang, kalau Safhira tidur, saya kan bisa jemput kamu ke lobby, kenapa malah minta tolong sama orang lain'' tanya Angga menahan kesal.
'' Maafkan via mas, tadi via sudah beberapa kali menolak, tapi kak fandi terus memaksa membantu mas'' jawab Selvia gugup.
Angga menahan kesal betapa tidak, Angga tau kalau fandi pernah menyimpan rasa pada istrinya, dan Angga di buat tak tenang karena belum bisa memiliki Selvia lahir dan bathin.
Mungkin kalau Angga sudah memiliki Selvia lahir dan bathin seutuhnya, Angga akan sedikit tenang, karena perempuan kalau sudah termiliki lahir dan bathinnya, mereka akan cenderung merasa terikat pada pasangan nya.
Angga berniat sehabis resepsi, Angga akan mengajak Selvia untuk honeymoon ke Bali, Angga berpikir untuk honeymoon ke Bali saja, agar lebih tenang tidak ada gangguan lagi.
Angga berniat akan menitipkan Safhira, sementara pada sang mami dan sang Adik Anggita.
'' Mas ayo... makan dulu, via sudah hangatkan makanannya'' ucap Selvia membuyarkan pikiran Angga.
'' Aku tidak berselera via, rasa lapar ku sudah hilang'' ucap Angga masih mode dingin tersadar dari lamunannya.
Selvia menghela nafas, Selvia sadari pasti karena tadi fandi telah membantunya membawakan Safhira, membuat Angga menjadi seperti ini, sangat berbeda tidak seperti tadi pagi begitu hangat pada nya.
Selvia tidak mau ambil pusing, dengan tingkah Angga yang kini merajuk seperti anak kecil, hanya gara gara Fandi membantunya.
Selvia lebih memilih masuk ke ruang pribadi Angga, mendingan menemani Safhira saja pikir Selvia, dari pada harus berhadapan dengan Angga yang diam saja kepadanya.
Baru Selvia akan melangkah, Angga langsung bersuara.
'' Mau kemana'' tanya Angga masih dengan mode dingin.
'' Mau menamani Safhira saja mas, dari pada di sini, mas Angga diam saja '' ucap Selvia.
Angga langsung mendekati Selvia yang sudah berdiri di depan nya, Angga bangkit dari duduknya membawa Selvia ke dalam pelukannya, Selvia sesaat kaget di buatnya.
'' Saya kesal via, saat melihat kamu di bantu fandi tadi, kenapa kamu gak mengerti'' ucap Angga memeluk Selvia, karena Selvia tidak berusaha mengambil hati Angga yang tengah kesal.
'' Iyaa mas via mengerti, tadi kan via sudah minta maaf sama mas Angga, sudah lah mas kak fandi kan hanya membantu saja tidak lebih'' ucap Selvia membalas pelukan Angga.
Angga merenggangkan pelukannya, Angga yang sudah tidak kesal mendekatkan wajah nya ke wajah Selvia, dua tangan Angga memegang tengkuk dan wajah Selvia.
''Cuuup.....mmphhh...cuuuuppp'' Angga mencium lembut bibir Selvia lama, Angga tersenyum senang karena Selvia membalas ciuman Angga cukup lama.
''mmmppph sudah mas...aku hampir kehabisan nafas'' ucap Selvia menyudahi ciuman nya.
'' Maafkan saya via, tadi saya sudah bersikap dingin sama kamu..'' ucap Angga sambil mengusap bibir Selvia yang basah akibat ulah nya, Angga sekarang merasakan hatinya agak tenang setelah mencium Selvia.
'' Tidak apa apa mas... via sangat mengerti, via juga minta maaf harusnya tadi memberitahu, kalau Safhira tertidur agar mas Angga menyusul ke lobyy'' ucap Selvia mengaku salah.
'' Iya kita jadikan pelajaran saja via, ngomong ngomong sekarang saya merasa lapar via, ayo kita makan'' ajak Angga membawa Selvia kembali duduk di sofa.
'' Iyaa... ayo mas'' jawab Selvia.
''Tadi ngomong te lapar, ayeuna ges cager karek ngaku lapar, heh kieu yeuh ges ngaduda lima taun sakalina boga pamajikan timuruan''
(tadi bilang ga lapar sekarang udah sembuh baru bilang lapar, heh gini nih udah menduda lima tahun sekalinya punya istri cemburuan) batin Selvia tertawa.
Selvia menemani Angga makan siang, Angga makan lahap sekali, membuat Selvia tersenyum di buatnya, betapa tidak mengingat tadi Angga katanya sudah hilang selera makannya, tapi giliran habis ciuman langsung merasa lapar.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 16.00, sudah waktunya karyawan kantor pulang, Selvia saat itu sedang asyik bermain sambil menyuapi Safhira di ruang pribadi Angga, karena di sana terdapat mini play ground khusus tempat bermain Safhira.
Angga sebelumnya sudah menelpon pak Mardi agar pulang saja, karena Selvia dan Safhira akan ikut pulang bersamanya.
...Maafkannn bila Authorrr telat up.......
sabarya menunggu MP nanti author percepat Resepinya dan langsung honeymooon
__ADS_1