Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 52


__ADS_3

lanjutaaannyaaaaaa


Semangatttttttttt Readers.......


Angga lagi lagi di buat melongo, setelah tersadar kalau darah segar itu adalah darah haid Selvia.


'' Astagfirulloh gangguan apalagi ini'' ucap Angga pelan, sambil mengusap wajahnya kasar.


Selvia yang semula memejamkan mata nya pun, langsung membuka matanya kembali, karena bingung dengan Angga yang telah menghentikan aksinya mencumbui dirinya.


Padahal Selvia sudah siap dan pasrah, apabila sekarang Selvia harus melayani Angga, sebagai mana mestinya kewajiban seorang istri.


''Kenapa mas, ada apa'' tanya Selvia bingung melihat wajah Angga yang terlihat frustasi.


Angga merasa kalut dan frustrasi karena hasratnya yang lagi dan lagi tertahan tak tertuntaskan, Angga kembali menghela nafasnya dalam dan membuang nya kasar.


Angga berusaha menenangkan juniornya, yang sudah menegang di bawah sana karena sudah terlanjur bersiap untuk menerobos sarang baru, namun kembali gagal.


'' Lihatlah via... sepertinya kamu datang bulan'' jawab Angga menunjuk darah memberi tahu Selvia, setelah Angga menetralkan ke kalutan pikirannya.


'' Astagfirullah...aku gak tau kalau aku haid, maaf yah mas... '' mohon Selvia merasa tak enak pada Angga.


Selvia segera beranjak dari tempat tidur, Selvia langsung menggulung sprei yang terkena darah dan sekalian membawa baju gantinya, Selvia langsung keluar dari kamar nya, untuk menuju kamar mandi yang berada di luar kamar.


Angga menjatuhkan tubuh kekarnya ke kasur Selvia, yang polos tanpa sprei.


''Ya Aampun... gangguan yang satu hilang sekarang ada lagi gangguan lain, apalagi ini gangguannya bisa berhari hari... '' ucap Angga pelan sambil terus menghela nafasnya.


Selvia setelah selesai, "kembali dari kamar mandi sudah dengan mengganti dress nya, karena dress yang sebelum nya, sudah terkena darah haid Selvia, Selvia tampa cantik dan Anggun dengan drees yang baru, maklum karena mereka sore nanti akan pulang kembali ke jakarta, biar tidak harus ganti baju lagi pikir Selvia.


Ternyata dress yang sedang di pakai Selvia adalah dress dari seserahan yang Angga bawakan untuknya.


Dress yang Selvia gunakan begitu pas sekali di badan mungil Selvia.


Saat Selvia masuk kembali ke kamarnya, Selvia melihat Angga yang memejamkan matanya dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur, Selvia tahu Angga pasti merasa kesal karena Selvia kedatangn tamu bulanan nya.


Selvia merasa bersalah, kenapa datang bulannya datang di saat yang tidak tepat, walaupun Selvia masih polos dalam urusan laki laki dewasa, namun Selvia tahu masalah kewajiban suami istri setelah menikah yakni kebutuhan biologis, hubunga suami dan istri lahir dan bathin.


Selvia mencoba mendekati Angga, Angga yang tidur menyamping membelakangi dirinya.


'' Mas...ayo kita mau makan dulu, sebelum kita berangkat '' tanya Selvia lembut saat melihat Angga yang tak memejamkan mata.


'' Saya tidak lapar, nanti habis solat ashar kita langsung berangkat, biar kita tidak kemaleman'' jawab Angga sudah dengan mode dingin nya kembali.


Selvia menghela nafas, melihat wajah Angga yang kembali cuek juga dingin padanya.

__ADS_1


Berbeda sekali seperti semalam, yang terus saja tersenyum menggodanya dirinya, Selvia juga tahu, Sekarang Angga pasti merasa begitu kesal, karena pas ada kesempatan untuk bercumbu dengan Selvia, malah tidak jadi karena ada ganguan lagi.


'' Oh.. jadi kieu yeuh lalaki lamun kahayangna te kacumponan, via kan te salah mun bisa mentamah tong waka haid tapi kan emang ges ti dituna lain kahayang via, nya tapi via rada atoh sih jadi bisa di undur soalna via masih ngarasa can boga persiapan kudu loba googling hela carana'' batin via


( oh jadi gini nih kalau laki laki kemauannya ga di penuhin, via kan te salah kalau bisa mintamah jangan haid sekarang tapi kan emang dari sana nya bukan kemauan via, ya tapi via aga seneng juga sih bisa di undur soalnya via masih ngerasa belum punya persiapan harus banyak googling dulu)


karena Angga tidak mau makan, Selvia memilih untuk menyuapi Safhira terlebih dulu, karena kalau sudah di perjalanan Safhira pasti akan tertidur.


Saat Selvia membuka pintu, mau keluar kamar mencari Safhira, Angga langsung bersuara.


'' Mau kemana? tolong di sini dulu sebentar'' ucap Angga pada Selvia saat mendengar Selvia membuka pintu, Selvia yang mendengar ucapan Angga pun, kembali menutup pintu nya.


Selvia berbalik, Selvia mendekati Angga yang tiduran di tempat tidur Selvia, tempat tidur nya pun polos karena belum di pasang kembali sprei nya.


'' Via mau memanggil Safhira dulu, mau suapin Fhira makan dulu sebelum berangkat, memang ada apa mas'' jawab Selvia balik bertanya pada Angga.


Angga tak menjawab Selvia, yang ada Angga langsung menarik tangan Selvia hingga Selvia jatuh tepat di atas dada bidangnya.


Angga langsung memeluk Selvia begitu erat, Angga juga menciumi pucuk kepala Selvia cukup lama.


'' Maafkan saya, tadi sudah berbicara dingin sama kamu'' ucap Angga sembari terus mendekap tubuh Selvia.


'' Iya gak apa apa mas, malah via yang mau minta maaf belum bisa melayani mas Angga, via gak tak tau, datang bulan ternyata sekarang, padahal harusnya sih, masih beberapa hari lagi tapi ini tau tau udah ada aaja'' ucap Selvia tenang karena nyaman di dekap Angga, di tambah lagi Selvia mencium merasakan wangi maskulin dari tubuh kekarnya Angga.


'' Iyaa mas via ngerti, tapi kan mas Angga dulu lima tahun bisa menahan, tapo kenapa sekarang tidak'' tanya Selvia mendongak menatap Angga.


'' Itu Beda lah via, lima tahun saya bisa menahannya karena saya gak punya pasangan, sedangkan sekarang berbeda, sekarang sudah ada kamu di samping saya via, Sekarang kamu itu sudah sah menjadi istri saya, jadi tak mungkin sekarang hasrat saya biasa saja, apalagi sekarang kamu di mata saya selalu begitu terlihat mempesona via'' ucap Angga balik menatap Selvia.


Mereka saling menatap intens satu sama lain, Angga yang gemas langsung mendekatkan wajahnya ingin mencium Selvia.


''Cuuup'' Angga mengecup bivir Selvia cukup lama.


Jujur Angga tak tahan, ingin kembali mencium Selvia.


Angga mendekatkan bibirnya pada bibir Selvia, Angga mencium bibir Selvia pelan tanpa menuntut, Selvia yang semula polos belum bisa membalas, Sekarang Selvia sudah mulai belajar membalas ciuman Angga, Selvia sedikit kaku karena masih belajar agar bisa menyenangkan Angga sang suami.


Angga tersenyum mengingat Selvia sudah mulai membalas ciumannya, Selvia pun tersenyum malu, setelah mereka menyudahi ciumannya.


'' Kenapa udahan mas.. '' tanya Selvia bingung, padahal Selvai sudah mulai membalas ciuman Angga.


''Sudah... jangan di teruskan, nanti saya takutnya kebablasan, nanti saja setelah kamu selesai haidnya, baru kita lanjuutkan'' ucap Angga berusaha tersenyum, padahal Angga sedang menahan sesak si junior di bawah sana.


'' Iyaa mas.... mas Angga sabar yah, tunggu via suci palingan seminggu lagi'' ucap Selvia tersenyum.


'' Hhahh...kok lama sekali '' tanya Angga sedikit keras.

__ADS_1


'' Ya emang seegitu mas, biasanya kadang bisa lebih kadang bisa kurang harinya'' jawab Selvia


'' Yaahh...semoga saja kali ini kurang harinya, jujur saya sudah tidak tahan, kalau saya harus menahan seminggu lebih'' balas Angga kembali memeluk Selvia erat.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 15.00, Angga baru selesai membersihkan diri sekalian berwudhu, untuk melaksanakan solat ashar, sedangkan Selvia baru selesai memandikan Safhira setelah tadi Safhira makan.


Setelah Selesai, Selvia kembali membereskan semua barang yang akan dibawa ke jakarta, memasukannya ke dalam mobil di bantu Pak Mardi, Angga yang sudah bersiap ikut membantu dan juga Sandi.


Setelah semua barang selesai di masukan ke dalam mobil, Sekarang Angga, Selvia, dan Safhira pamit pada orang tua Selvia dan Sandi.


'' Pak, bu, kami semua pamit, nanti dihari jum'at pak Mardi akan menjemput bapak, ibu dan Sandi'' ucap Angga sambil menyalami pak Yadi, bu Sumi dan Sandi.


Begitu pula Selvia dan Safhira ikut menyalami orang tua Selvia, Selvia terlihat bersedih akan kembali meningalkan orang tuanya, di tambah Selvia mulai sekarang, Selvia akan memulai kehidupan baru sebagai seorang istri untuk Angga sang CEO dan ibu untuk Safhira putri Angga.


Setelah berpamitan, mereka langsung berangkat menuju Jakarta.


Selama di perjalanan, Angga tidak lepas terus memegang erat telapak tangan Selvia dan sesekali mencium nya.


Angga tak menghiraukan dengan adanya pak Mardi yang pasti menyaksikaannya, Sedangkan Selvia pura pura memejamkan matanya karena merasa malu oleh pak mardi dengan tingkah Angga.


Tingkah Angga diam diam Membuat pak Mardi senyum senyum di buatnya.


''Maklum pengantin baru, apalagi pak Angga sudah lima tahun menduda'' batin pak Mardi tersenyum senang.


anqgga, Selvia dan Safhira duduk di bangku belakang dan pak Mardi Sendiri duduk di depan di kursi pengemudi.


Di tengah perjalanan, Angga menyuruh pak mardi untuk mencari rest area, agar bisa mencari restoran, karena Angga tengah merasa lapar.


Selvia dan Safhira semula tertidur lelap, mereka tiba tiba terbangun karena mobil berhenti di rest area.


''Kita makan dulu ya, saya lapar'' ucap Angga pada Selvia, Selvia pun mengangguk.


Selvia dan Safhira hanya minum jus saja, mereka hanya menemani Angga makan.


Sedangkan pak Mardi memilih menunggu di mobil, karena pak mardi masih kenyang sudah makan di rumah Selvia.


''Tadi di imah ditawaran embung, ayena lapar'' batin Selvia.


(tadi di rumah di tawarin gak mau, sekarang lapar)


Setelah mampir makan dan mengisi bahan bakar mereka kembali melanjutkan perjalanan.


Sudah duluu,,,


sabarrrr ya pak Angga.....

__ADS_1


__ADS_2