
'' Via aku titip Safhira yah, fhira sangat membutuhkanmu, besok kamu gak usah masuk kerja dulu, biar temani Safhira di sinisaja, agar dia segera pulih dan pasti dia mencarimu nanti, sekali lagi aku mohon titip Safhira ya,'' ucap Anggita memohon kembali pada Selvia saat Selvia mengantarnya menuju pintu keluar kamar inap Safhira.
'' Iya mba... aku akan jaga Safhira seperti ponakanku sendiri, aku juga sudah sayang padanya, mba Anggita gak usah khawatir'' ucap Selvia.
'' Ya udah...Kalau begitu aku pamit dulu, Kabarin aku kalau Ada apa apa'' ucap Anggita.
'' Sekarang aku pamit yah kak Angga, via Assalamualaikum'' pamit Anggita keluar dari kamar inap Safhira.
'' Iya Wa'alaikumsalam'' Jawab Angga dan Selvia bersamaan.
Setelah kepergian Anggita, Suasana di ruangan itu menjadi canggung sekali, Angga begitu tak enak hati karena kejadian tadi di Cafe.
Di tambah karena melihat Selvia, yang hanya melamun Saja duduk di samping tempat tidur menatap Safhira, hingga Angga tak kuat ingin bersuara karena melihat Selvia yang terlihat begitu kelelahan.
'' Selvia tidurlah di samping Safhira atau gak di sofa, kamu pasti lelah setelah seharian bekerja'' suruh Angga pada Selvia, Selvia yang dari tadi tetap setia Duduk Di samping Safhira, Selvia yang melamun menggiraukan titah Angga yang menyuruhnya untuk beristirahat.
Disana tempat tidur Safhira berukuran Queen size, maklum itu kamar inap khusus pemilik rumah sakit.
Angga yang tahu kalau Selvia melamun dantak mendengar titahnya, merasa kasihan lalu mendekati Selvia untuk menyuruhnya beristirahat.
'' Kalau ngantuk tidur aja via...gak apa apa, aku tau kamu pasti lelah seharian ini habis bekerja'' ucap Angga lagi namun Selvia hanya mendelik cuek, tak merespon apa yang di suruh Angga, Selvia malah tetap setia menatap ke arah Safhira.
( Idiiih ini orang tadi marah marah, sekarang lemah lembut seperti butuh sandarannn... aduhhh aku bingunggg haaaahaa)
''Iya pak terima kasih...saya gak tenang pak kalau Safhira belum sadar, jadi saya mau di samping Safhira saja dulu untuk menemaninya '' jawab Selvia datar tidak menatap ke arah Angga.
( padahal di dalam hati Selvia berbunga bunga.... di tatap duda tampan dan kaya raya seperti bapak Angga)
Angga terus memberanikan diri menatap Selvia, yang sedari tadi terus menghindar saat ditatapnya.
Angga putuskan untuk meminta maaf pada Selvia atas perlakuan nya tadi di Cafe Anggita.
__ADS_1
Tiba tiba Angga memberanikan duduk di samping Selvia dan memegang tangan Selvia tiba tiba, sontak seketika membuat jantung Selvia seperti tidak berfungsi sesaat.
Rasanya tidak karuan seperti mau copot dari tempatnya, ini pertama kalinya Selvia di sentuh oleh lelaki.. apalagi ini lelaki limited edition.
Selvia seketika langsung ingin melepas tangannya yang di sentuh Angga, namun Angga sigap menggenggam erat tangan Selvia jadi susah untuk terlepas.
'' Biarkan seperti ini via, saya hanya mau meminta maaf, atas apa yang saya katakan tadi sama kamu di cafe, Saya tadi sedang lelah sekali jadi maen emosi begitu saja, sekali lagi maafkan saya'' ucap Angga sambil menggenggam kedua telapak tangan Selvia hingga kedua tangan mereka saling berkeringat karena saling canggung.
Angga nekat memegang tangan Selvia, karena kalau tidak Angga akan susah saat menyampaikan permintaan maafnya, karena Selvia selalu menghindar.
'' I..ya..iya pak Angga tidak apa apa, saya mengerti mungkin anda sedang kelelahan, tapi saya mohon jangan di ulangi lagi pak, kasihan Safhira masih kecil jadi korban emosi bapak ''balas Selvia yang sudah tak karuan terus berpegangan tangan dengan Angga sembari terus berusaha ingin melepas genggaman tangannya dari tangan Angga.
(Aduh dalam hati selvia ingin emosi...tapi saat ditatap pak Angga emosinya langsung menclosss entah kemana... aduh kenapa ini teh)
'' Aduh ieu teh kumaha hate urang teh dag dig dug wae.(aduh ini gimana hati aku dag dig dug terus) '' batin Selvia dan tanpa mereka sadari Safhira bangun dari tidurnya dan melihat sang papa yang terus memegang tangan seseorang yang Safhira sudah rindukan keberadaannya.
'' Haah.. tante cantik ada di sini'' ucap Safhira sontak membuat dua orang tersebut kaget dan langsung melepaskan tautan tangan mereka.
'' Eehh...Sayang, anak cantik Alhamdulillah sudah bangun '' ucap Selvia mendekat langsung memeluk Safhira dan di susul sang papa Angga ikut mendekati sang putri.
Seperti sudah ada ikatan padahal mereka baru beberapa kali saja bertemu, Angga diam saja tak bisa berbuat apa apa, karena di diamkan oleh putri kecil nya.
'' Tante via, Safhira lapar'' ucap Safhira manja di pelukan Selvia, sambil mengelus perutnya yang lapar.
'' Aduhh Kasihan sekali anak cantik... laper ya, sini tante suapin fhira, biar gak laper lagi, tadi perawat sudah menyiapkan bubur untuk Safhira..'' ucap Selvia yang langsung mau bangkit untuk mengambil bubur di meja sofa. namun dengan sigap Angga langgsung mengambilkannya dan memberikannya pada Selvia, Membuat Selvia tak jadi turun dari kasur Safhira.
'' Makasih pak Angga sudah mengambilkan buburnya '' ucap Selvia menatap Angga sekilas dan di balas anggukan dan senyum oleh Angga.
Selvia merasa aneh melihat papa dan anak saling diam tak bertegur sapa.
''Kenapa dengan papa dan anak ini, kenapa mereka saling cuek''batin Selvia.
__ADS_1
Ternyata Safhira sengaja mendiamkan papa nya, karena masih kesal dengan kejadian di cafe tadi siang, membawanya secara paksa.
'' Ayo sayang berdoa dulu baru kita makan buburnya, biar Safhira cepat pulih dan segera pulang kerumah'' suruh Selvia.
'' Fhira maunya di sini saja ada tante cantik, gak mau di rumah, kalau di rumah selalu kesepian'' ucap Safhira polos.
Angga yang mendengar penuturan sang putri merasa sakit hati sekali mendengarnya, ternyata putri kesayangan nya tak nyaman di rumahnya merasa sendiri dan kesepian.
'' Fhira.. sayang jangan khawatir, fhira tidak akan kesepian lagi di rumah, nanti tante via akan selalu ada di samping fhira untuk nenemani fhira di rumah'' ucap Angga mantap untuk menghibur sang putri dan benar saja mendengar itu seketika Safhira yang semula mendiamkan papa nya langsung tersenyum, Sedangkan Selvia malah syok mendengarnya.
(iiisss.... isss bapak Angga ngomong apaaan...emangnya Selvia sudah mau menemani di rumah)
''Beneran yang papa bilang, tante via akan selalu nemenin fhira di rumah sekali pun '' tanya Safhira antusias.
'' Iya sayang.... tentu '' jawab Angga mantap.
Selvia hanya bengong melihat papa dan anak yang tadi saling cuek sekarang sudah seperti biasa kembali.
Melihat Safhiraa senang membuat Angga tersenyum lega bisa membuat putrinya bahagia dan berhenti mendiamkannya.
Setelah buburnya habis, Safhira kembali meminum obat dan tak lama kembali beristirahat, karena jam menunjukan pukul 23.00 hampir tengah malam.
Selvia yang mengantuk dan lelah ikut tertidur di ranjang inap bersama Fhira, karena Fhira tadi keukeuh ingin tidur memeluk dirinya.
Angga tersenyum melihat pemandangan indah di depannya, Angga terus menyelimuti mereka berdua.
Sembari menatap Dua wanita di depan nya, Angga juga akan memikirkan caranya, agar Selvia mau menemani Safhira di rumah.
Bagaimana pun caranya, Angga akan berusaha mewujudkan keinginan sang putri.
Apapun akan Angga lakukan untuk kebahagiaan putrinya, yang sedari lahir tak mendapatkan kasih sayang seorang ibu.
__ADS_1
π΄π΄ππππ
jangan lupa terus dukung author ya.....