Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 77


__ADS_3

πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


Lanjutannya maaf kan Author bila masih ada tulisan Author yang masih banyak typonya.


Jangan bosen dukung Author selalu tinggalkan like dan koment Haturnuhun πŸ™


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Angga menghela nafas panjang dan menghembuskannya kasar.


'' Selviaaaaaa'' teriak Angga menggema di dalam kamarnya.


'' Sayang maafkan mas, pasti kamu sakit hati setelah membaca isi file ini'' ucap Angga pada dirinya sendiri.


Angga menjatuhkan badan kekarnya yang masih mengenakan pakaian kantornya di tempat tidur yang biasa ia dan Selvia habiskan waktu malam mereka.


'' Aku harus menyusul mereka sekarang juga, aku ga mau dia semakin marah dan salah paham kepadaku'' batin Angga.


Angga langsung terbangun ia berpikir harus segera menyelesaikan masalah ini sekarang juga, ia harus menjelaskan pada sang istri kalau file tak berguna itu Angga buat saat dulu ia belum benar benar mencintai Selvia.


Berbeda dengan sekarang Angga tak bisa jauh dengan Selvia yang sudah benar benar di cintainya sepenuh hati. Angga tak bisa membayangkan bila hidupnya tanpa sang istri yang begitu ia cintai.


Angga bangkit langsung mengambil ransel, memasukan beberapa baju nya dan baju sang istri, dan tak lupa Angga mengambil file yang sudah di lemparnya di masukan ke dalam ranselnya.


Angga berniat setelah sampai Bandung ingin mengajak sang istri menyelesaikan masalah ini di hotel, ia tak mau orang tua sang istri mengetahui kesalah pahaman mereka.


Apa mau dikata pasti orang tua Selvia akan berpikir Angga laki laki berengsek yang mempermainkan pernikahan dengan putri kesayangannya kalau mereka sampai mengetahuinya.


Angga tak kuat bila harus menunggu hari esok, walaupun badan nya letih dan lelah ia putuskan akan malam ini juga menyusul sang istri ke kota Bandung.


Angga mencoba menelpon sang istri, namun sial masih tak aktif juga, ia beralih menelpon Sandi sang Adik ipar ingin menanyakan keadaan anak dan istrinya.


Karna Angga menerima pesan dari pak Mardi kalau mereka sudah tiba dari pukul empat sore.


πŸ“ž '' Hallo Assalamualaikum san'' sapa Angga saat teleponnya tersambung.


πŸ“ž'' Iya Wa'aaikum salam kak '' jawab Sandi


πŸ“ž'' San gimana istri kakak dan Safhira sudah tiba, td kakak menghubungi kakak mu ponselnya tidak Aktif'' tanya Angga tak mau bila sandi tau dirinya dan selvia sedang bertengkar.


πŸ“ž'' Sudah kak tadi pukul empat sore, kak via kaget melihat rumah sudah di renovasi oleh ka Angga, sekarang ka via sedang melihat lantai dua, sedangkan de Safhira sudah tidur lagi setelah makan malam mungkin kelelahan kak.


πŸ“ž'' oh syukurlah san, kakak akan menyusul pulang, tapi kamu ga usah beritahu kakak kamu kalau kakak akan menyusulnya, soalnya kakak ingin memberinya kejutan, karena kakak kamu taunya kakak sedang banyak kerjaan'' ucap Angga


πŸ“ž'' Baik kak, kakak hati hati di jalan, nanti kabari kalau mau sampai biar sandi buka kan gerbangnya'' ucap sandi.


πŸ“ž'' Iya san, kakak akan berangkat sekarang, Assalamualaikum '' ucap Angga


πŸ“ž'' Iya kak wa'alaikum salam''jawab sandi.


Angga langsung menyambar kunci mobil sport nya keluar kamar, Angga dengan masih menggunakan pakaian kantornya, Angga tak berniat membersihkan diri percuma pikirnya yang ada akan membuang waktu nanti ke buru malam sampai Bandung.


Angga pamit pada bi Minah ia langsung ke arah garasi dimana disana berjejer mobil mobil mewah milik Angga.


Angga memilih mobil sportnya agar bisa mempercepat di perjalanan.


Saat Angga sedang memanaskan mobil Sportnya, Terlihat mobil Alphrd velfire yang di pakai pak Mardi baru tiba dari mengantar Selvia dan Safhira dari Bandung.


Pak Mardi hanya beristirahat satu jam setelah makan pak mardi langsung pulang ke jakarta Karena Selvia bilang masih ingin lama Di Bandung.


'' Pak mardi baru sampai, gimana perjalanannya lancar'' tanya Angga saat pak mardi turun dari mobil.


'' Alhamdulillah pak lancar tadi ada sedikit macet di gerbang tolnya saja, maaf pak saya di suruh pulang lagi sama non Via, katanya non Via masih pengen lama di Bandung '' jawab pak Mardi


'' Iya pak tidak apa apa, saya sekarang mau menyusul mereka kesana mumpung besok weekeend libur ga ke kantor '' ucap Angga


'' Ya sudah Pak biar saya antar saja '' ucap Pak mardi


'' Ga usah pak Mardi pasti lelah, saya sendiri saja sekalian ingin manasin mobil sudah lama ga saya pake'' jawab Angga


'' Ya sudah pak Hati hati di jalan'' ucap Pak Mardi


'' Iya pak terima kasih, saya titip rumah, Assalamualaikum '' ucap Angga kemudian masuk ke mobil sportnya dan langsung menjalankannya menuju kota Bandung.

__ADS_1


'' Iya siap pak, Wa'alaikum salam'' jawab pak mardi.


Β 


Di Bandung


Selvia sedang menikmati malam di lantai dua rumah orang tuanya.


'' Masya Alloh indah sekali '' ucap Selvia melihat pemandangan malam hari yang begitu banyak bintang dari rooptop lantai dua rumahnya.


Selvia salut dengan desain yang di buat oleh suaminya begitu indah dan nyaman membuat siapapun betah di sana.


rumah orang tuanya yang dulu sederhana sekarang berubah menjadi rumah paling mewah dan berkelas.


'' Mas bangga sama kamu, tapi aku belum bisa maafin kamu mas, apalagi kamu tak ada usaha untuk menjelaskan semuanya, jika semua itu benar aku ikhlas dan aku akan mundur dari kehidupan mu dan Safhira, walaupun hatiku sakit dan perih aku akan lapang dada menerimanya '' Batin Selvia


Rumah mewah orang tua Selvia sengaja Angga desain dengan gaya scndinavian, Angga ingin setiap ke rumah orang tua Selvia serasa berlibur.


Rumah dua lantai terdiri dua kamar di bawah yang di pake kamar orang tua Selvia, dan satu lagi untuk kamar tamu, dan tiga kamar di atas untuk kamar Safhira, kamar sandi dan kamar Angga dan Selvia.


Dan di belakang lantai dua Angga membuat rooptop untuk bersantai yang menghadap langsung ke arah pesawahan yang terhampar luas di sana.


Angga mempercayakan renovasi rumah orang tua Selvia pada kontraktor perumahan handal yang sangat terpercaya di bidangnya.


Setelah Akad nikah waktu itu, Setelah sampai jakarta Angga langsung menyuruh orang kepercayaannya di Bandung untuk mengurus renovasi rumah orang tua Selvia tanpa selvia ketahui.


----------


Angga menjalankan mobilnya begitu kencang, Untungnya jalur jakarta-Bandung sedang lelang membuat Angga terus menancapkan gas mobilnya.


Angga mampir ke Rest Area untuk mengisi bahan bakar dan juga ia ingin membeli oleh oleh untuk keluarga sang Istri.


Setelah selesai Angga kembali menjalankan mobilnya menuju kota kelahiran sang istri.


-------


Waktu menunjukan waktu pukul 21.00 Di perkaampungan jam sembilan malam di anggap sudah larut sekali setiap warga sudah beristirahat, berbeda dengan jakarta yang di anggap masih siang dan masih di gunakan beraktifitas.


Namun saat Selvia masuk ke kamar tamu Safhira tak ada di sana.


'' San, Safhira kamana tadi kan di bobokeun di kamar tamu'' tanya Selvia


(San, Safhira kemana tadi kan di tidurin di kamar tamu)


'' Tadi di pindahkeun ku bapak kamar ibu sareng bapak '' jawab Sandi


'' oh pantes ga ada, apa ga ganggu ya san, tau sendiri selvia sudah besar'' ucap Selvia


'' Tenang teh kamar ibu sama bapak sama tempat tidurnya besar seperti kamar teh via'' jawab Angga


'' Ya sudah san kalau begitu ini sudah malam, teteh mau tidur, kalau Safhira rewel antar ke kamar teteh'' ucap selvia


'' Iya Siap teh '' jawab sandi.


Selvia kembali ke lantai atas, ia masuk ke dalam kamarnya, yang di desain Angga bak kamar hotel bintang lima.


'' Mas kamu berlebihan sekali, pasti dana yang kamu keluarkan tak sedikit saat merenovasi rumah ibu sama bapak'' batin Selvia


Selvia merebahkan tubuhnya yang lelah di tempat tidur king size persis seperti sedang tiduran di Hotel bintang lima.


-------


Tak terasa setelah menempuh dua jam lebih Dengan mobil sportnya Angga sampai di rumah orang tua Selvia yang sudah sepi karena sudah larut malam.


Angga tersenyum melihat begitu mewah nan elegan rumah yang ia sengaja disain saat merenovasinya.


Tak lama Sandi membuka kan gerbang rumah karena tadi Angga sudah mengirim pesan kalau sebentar lagi sampai.


'' Wuiiihh mantap kak mobilnya merah merona'' ucap Sandi tersenyum terpesona melihat mobil Sport warna merah milik Angga saat Angga keluar dari mobil Sportnya.


'' Bisa aja San, kakak yakin kamu nanti bisa membelinya sama seperti kakak asal terus berusaha'' jawab Angga


'' Iya kak Amiin, tak ada yang mustahil bagi Alloh'' balas sandi.

__ADS_1


Sandi mengajak Angga masuk ke rumah, memberitahu kalau orang tuanya sudah tidur.


'' Sepi san'' tanya Angga


'' Iya kak udah pada tidur, Safhira tidur di kamar ibu sama bapak, kalau teh via belum lama tadi ke atas katanya mau tidur'' jawab Sandi


'' oh ya udah kakak langsung ke atas ya San '' ucap Angga langsung menuju kamar sang istri, setiap kamar di sana sudah di beri nama jadi tak membuat bingung yang mencari kamar yang ia cari di mana.


Angga dengan pelan masuk ke kamar sang istri yang tidak di kunci dan ternyata sang istri yang begitu di rindukannya sedang melaksanakan solat malam.


'' Masya Alloh sayang, mas kangen sekali'' batin Angga menatap punggung sang istri yang sedang melaksanakan solat malam.


Tak lama Selvia selesai solat malamnya, setelah selesai mengucap salam dan berdoa.


Angga terenyuh mendengar doa sang istri yang meminta jalan terbaik untuk rumah tangganya.


Angga tetap berdiri tegak di samping pintu.


Selvia kaget saat beranjak berbalik di lihatnya Angga sang suami berdiri tegak di depan pintu yang sedang menatap intens ke arahnya.


'' Mmaas sejak kapan ada di situ, bukannya sibuk dengan pekerjaan kantor '' Tanya Selvia sembari menetralkan detak jantungnya yang berdebar kencang bertemu kembali dengan suami yang begitu di rindukannya sekaligus suami yang telah membuatnya kesal dan sakit hati.


'' Mmas kangen sama kamu sayang, pekerjaan di kantor sudah ada Dito yang menghandle makanya pulng kantor mas putuskan untuk langsung ke sini '' jawab Angga santai seakan ia belum mengetahui kalau selvia sudah membaca file sialan itu.


Angga mendekati sang istri yang sedang membereskan mukenanya.


'' Mas jangan Mendekat Aku ga mau dekat ams Angga'' ucap selvia yang menyadari Angga mendekatinya.


'' kenapa sayang mas rindu sekali sama kamu'' ucap Angga yang langsung diam di tempat.


'' Aku bilang aku ga mau dekat dekat mas, aku kesal sama kamu mas, aku juga sakit hati sama kamu mas '' ucap Selvia yang kembali menitikan air mata mengingat lembar file yang ia baca.


'' Mohon sayang jangan seperti ini, mas ga mau ibu sama bapak mendengar kamu menangis, Kalau kamu mau mengutarakan unek unekmu dan kekesalan mu sama mas, ayo kita keluar dulu jangan di sini '' pinta Angga


Selvia mengusap air mata di pipinya, yang di katakan Angga benar, Selvia juga kasihan saat melihat suaminya yang masih mengenakan pakaian kantor.


Dan Selvia juga berpikir bila di rumah ia tak bebas mengutara kan kekesalan nya pada sang suami, Dan kesal sekali melihat Angga yang malah biasa saja tak menjelaskan apa apa.


'' Baik lah, tapi jangan lama lama aku takut Safhira terbangun mencari ku'' pinta balik Selvia


'' Iya sayang, mas janji'' ucap Angga tersenyum karena sang istri mau mengikuti saran dari dirinya.


Selvia mengambil jaket dan tas kecilnya, Angga ingin turun bersama namun tak dengan sang istri yang menolak berbarengan dengannya.


Angga menghela nafasnya dan segera turun ke lantai satu.


Disana masih ada Sandi yang masih menonton TV.


'' San kakak pamit dulu yah sebentar mau mengajak jalan kakak kamu dulu'' ucap Angga


'' Iya kak hati hati'' ucap Sandi


Selvia tiba di lantai bawah dengan wajah cemberutnya yang langsung digoda oleh Sandi.


'' Cie si teteh rek bobogohan, teh tong cemberut atuh ke geulisna leungit'' goda Sandi tertawa.


( cie si teteh mau pacaran, teh jangan cemberut dong nanti cantiknya hilang)


'' Keun bae sok sirik wae'' jawab Selvia


( biarin aja suka sirik aja)


Angga tersenyum dengan obrolan sang istri dan adik iparnya yang ia tak mengerti, saat ia masuk memberikan oleh oleh yang dibelinya pada Sandi dan kembali menuju mobil sportnya di ikuti sang istri.


🌺🌺🌺


Bersambung dulu yaaa


maafkan Author belum bisa double update, karena Author lagi banyak kesibukannn.


Haturnuhun buat Readers yang selalu semangatin Author


🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2