
Angga langsung bergegas ke ruangan sang adik, untuk menemui patner dan sang putri yang juga ada disana.
Namun saat sampai di ruangan Anggita, ada pemandangan yang membuat Angga kaget dan sedikit bertanya tanya, yakni dengan keakraban mereka, siapa lagi kalau bukan Fandi dan Selvia, karena kalau dengan Anggita, Angga tau mereka satu kampus saat kuliah di malaysia, tapi kalau dengan Selvia ada hubungan apa mereka, mereka terlihat begitu akrab dan begitu welcome seperti sudah saling mengenal satu sama lain.
''Ada apa...diantara Fandi dan Selvia, apa mereka saling mengenal?'' batin Angga bertanya tanya.
(Hati Angga tak nyaman melihat kedekatan Fandi dan Selvia)
Safhira yang sadar kedatangan sang papa masuk, langsung memeluknya dan menyadarkan Angga dari lamunannya mengenai Fandi dan Selvia.
''Bro udah datang'' ucap Fandi, di angguki Angga dan langsung bergabung duduk di sofa ruangan Anggita.
Karena takut mengganggu dengan keberadaannya di sana, Selvia langsung pamit keluar untuk melanjutkan perkerjaannya.
''Saya pamit dulu, mba Anggita dan kak Fandi'' ucap Selvia, namun sebelum keluar ruangan Anggita, Selvia langsung di tahan oleh Safhira.
''Tante cantik di sini saja dulu'' pinta Safhira pada Selvia.
(Fandi bingung melihat kedekatan Selvia dengan Safhira)
'' Anak cantik, tante via mau melanjutkan pekerjaan tante dulu ya sayang, nanti kalau sudah lengang kita main lagi.. oke'' ujar Selvia pada Safhira, yang lain begitu kagum dengan kedekatan mereka tidak terkecuali Angga, ia begitu terharu melihat sang putri tidak amu berjauhan dengan Selvia.
''Tante cantik...papa kan belum mengucapkan terima kasih pada tante cantik karena sudah menjemput fhira dari sekolah'' ucap Safhira si anak pintar dengan polosnya.
Sontak membuat Angga dan Anggita saling tatap, Angga meminta Anggita yang menjemput kenapa jadi Selvia sontak Anggita langsung menjawab tatapan maut sang kakak.
''Maaf kak Angga, tadi aku dadakan harus ke butik ada klien untuk membahas baju pernikahan, jadi aku menyuruh via menjemput fhira, karena kalau supir yang menjemput, sudah pasti fhira akan menangis karena merasa tidak ada yang memperdulikannya kan'' jawab Anggita pelan ia tak mau kalau Angga tahu Selvia yang ingin sendiri menjemput, pasti Angga tidak akan memperbolehkannya.
''Ayo papa... ucapkan terima kasih sama tante cantik'' pinta Safhira dengan polosnya membuat Angga bingung memulai nya.
__ADS_1
Angga berusaha gentle dan langsung berterima kasih pada Selvia, ada rasa yang tak biasa saat Angga menatap ke arah perempuan yang begitu bisa mengambil hati putrinya.
''Via...saya ucapkan terima kasih, karena kamu sudah menjemput Safhira'' ucap Angga singkat, sedikit kaku dan itu sontak mengundang gelak tawa fandi yang menyaksikan CEO dingin itu bisa lembut menuruti permintaan sang putri kecilnya.
''Iya.. sama sama pak Angga, mari semua saya pamit,'' jawab Selvia dan langsung pergi dari ruangan Anggita.
Setelah keluar dari ruangan Anggita, Selvia sempat termenung mengingat begitu tampannya wajah Angga yang berucap lembut berterima kasih saat menatap padanya.
''Kenapa hatiku dag dig dug yah, saat pak Angga bicara pada ku, eeehh tapi
jangan geer dulu kamu via, pak Angga hanya mengucapkan terima kasih saja tidak lebih'' batin Selvia merasa senang, namun rasa senang itu langsung di tepisnya.
''Aduh pak Angga kasep pisan lamun sikapna sopan ciga tadi'' batin Selvia yang begitu senang.
(Aduh pak Angga ganteng banget kalau sikapnya sopan kaya tadi)
Angga dan Fandi langsung menuju ruang meeting, di ruang private di cafe Anggita.
Sedangkan Safhira di titipkan pada Anggita, tapi tetep saja anak itu mau nya sama Selvia dan mau tak mau Anggita kembali memanggil kembali Selvia ke ruangannya.
''Masuk via'' ucap Anggita saat Selvia mengetuk pintu.
''Tante cantik... Fhira lapar'' ucap Safhira saat Selvia masuk, Anggita geleng geleng, ponakannya begitu semakin akrab dengan Selvia.
'' Tadi aunty tanya, katanya belum laper, sekarang laper'' ucap Anggita gemas pada fhira, padahal tadi ia pun akan menyuruh via untuk membawa makan siang untuk Safhira.
Namun belum di suruh Selvia sudah datang sekalian membawakan makan siang untuk Safhira.
'' Tadi belum aunty, tapi sekarang laper'' ucap Safhira dengan gemasnya.
__ADS_1
''Ini tante via udah bawain makan siang buat fhira, ada ayam goreng sama sayur bayam untuk Safhira makan'' ucap Selvia tersenyum.
'' Kita makan di taman saja yah, biar tidak mengganggu Aunty'' ajak Selvia, yang mengerti kesibukan Anggita mendesain baju baju, terlihat dari kertas yang berserakan di mejanya.
'' Tak apa Via, di sini saja, aku ingin sambil ngobrol sama kamu'' pinta Anggita, agar Safhira makan di rauangannya.
Selvia lantas menyuapi Safhira, Safhira sepertinya sudah sangat lapar, entah karena di suapi Selvia, ia begitu sangat lahap sekali makannya, sampai sampai Anggita melongo dan terharu oleh kedekatan mereka seperti mempunyai ikatan ibu dan anak pada umumnya.
'' Via.. mendingan kamu keluar aja, gak usah jadi karyawan cafe lagi'' suruh Anggita sontak membuat syok Selvia yang mendengarnya.
'' Kenapa mba, aku di pecat? jangan pecat aku mba, aku masih butuh pekerjaan, aku cuman lulusan SMA Susah sekali mencari perkerjaan di jakarta '' tanya Selvia dengan mata berkaca kaca.
'' Aku gak pecat kamu via, aku cuma mau ganti pekerjaan kamu jadi pengasuh Safhira, eeh bukan pengasuh sih tepatnya, yah menemani Safhira layaknya ibu sambung gitu via'' ucap Anggita hati hati dan membuat Selvia kaget mendengar nya
''Apa sebagai ibu sambung'' batin Selvia bingung.
'' Via... gimana'' suara Anggita membuyarkan lamunan Selvia.
'' Eh... kenapa harus aku mba, trus
bagaimana dengan pak Angga, takutnya tidak membolehkan aku untuk mengasuh Safhira'' tanya Selvia pelan dan mencerna kata kata Anggita Sebelum nya.
''Tenang nanti aku ngomong sama mami ku, biar mami yang memberitahukan pada kak Angga, kamu tenang saja via'' ucap Anggita tersenyum senang.
( Iihh....kok jadi bingung... aku hanya ingin menyayangi Safhira saja... tadi kata Angita ibu sambung)
πππ
Mohonnn dukungannyaaaa dan terima kasih para pembaca yang mau mengingatkan Author masalah tanda baca, petik dan penulian.
__ADS_1
Readers is the best