
kita lanjutkaaaan kembali Readers.... tak lupa
Author selalu mohon dukungan nya.....
Setelah hampir 30 menit, Selvia yang membersihkan diri di kamar mandi akhirnya keluar, Selvia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan menggulung rambutnya yang basah dengan menggunakan handuk kecil.
Selvia merutukinya dirinya sendiri, Karena Selvia lupa tidak membawa baju ganti nya ke kamar mandi, akhirnya membuat Selvia harus bolak balik mengambilnya.
Angga yang sedang asyik menatap laptop pun melongo melihatnya, betapa tidak saat Selvia keluar dari kamar mandi, Selvia terlihat begitu segar mempesona apalagi Selvia memperlihatkan kaki mulus dan leher jenjangnya begitu jelas karena Bathrobe nya yang di atas lutut.
'' Masya Alloh Selvia.... aku baru melihat mu begitu saja, sudah membuat ku panas dingin'' Batin Angga kagum dengan tubuh mulus Selvia.
Sedangkan Safhira yang tadi Asyik menonton you tube, sudah tertidur lelap setelah kelelahan menonton youtube, namun sebelumnya Safhira sempat meminum susu yang Angga buatkan.
Setelah Selvia selesai mengambil baju tidur yang di dalam tasnya, Selvia segera kembali ke kamar mandi untuk berganti baju.
Selvia menggunakan baju tidur dengan lengan panjang dan bawahan celana panjang yang senada, Selvia di malam pertamanya bersama Angga ingin tetap sopan, Karena Selvia merasa masih malu walaupun sekarang mereka sudah resmi menjadi suami istri, apalagi di tambah kehadiran Safhira di kamarnya, tak mungkin Selvia memakai baju lingeri seperti malam pertama pengantin baru pada umumnya.
Setelah mengganti baju nya, Selvia keluar dari kamar mandi sambil menyisir rambut panjangnya yang sudah di keringkan.
''Safhira sudah tidur mas, padahal aku baru mau menyuapinya dulu, kasihan tadi Safhira belum sempat makan malam'' tanya Selvia yang melihat Safhira sudah tertidur pulas.
''Jangan khawatir tadi sudah aku buatkan susu, hari ini ia lelah sekali dan tidak sempat tidur siang'' jawab Angga yang tengah duduk di sofa beranjak menuju Selvia yang berdiri di depan cermin sembari menyisir rambutnya. .
Angga beranjak mendekati Selvia, Namun Selvia menahan tangan nya agar Angga tidak semakin dekat ke arahnya.
'' Kenapa.... Viaa'' tanya Angga karena Selvia menahan nya untuk mendekat.
'' Via udah ambil air wudhu mas, nanti batal kalau bersentuhan sama mas Angga'' jawab Selvia menjawab alasan menahan Angga.
'' Oohh... saya kira kamu masih marah, ya sudah saya ambil air wudhu dulu, biar kita solat isya berjama'ah'' ucap Angga tersenyum dan langsung berjalan ke kamar mandi untuk berwudhu.
Angga dan Selvia akhirnya Solat isya bersama, Ini adalah solat bersama mereka setelah sah menjadi suami istri.
Selesai solat Angga memimpin Selvia untuk berdzikir dan berdoa bersama.
Selesai berdoa Angga berbalik, Selvia pun mengerti langsung menyalami tangan Angga.
Selesai Selvia menyalami tangan Angga, Angga langsung mencium kening Selvia cukup lama.
Setelah itu Selvia membereskan mukena dan sarung yang di gunakan Angga.
Angga memilih duduk kembali di sofa saat Selvia membereskan perlengkapan Solat mereka.
Setelah selesai membereskan perlengkapan solat, Selvia berjalan ke depan cermin.
Selvia menyempatkan menggunakan pelembap wajah sebelum tidur di depan meja rias.
Angga yang gemas dengan istri munginya, memilih berjalan ke arah Selvia.
Angga tiba tiba merengkuh tubuh mungil Selvia dari belakang, tubuh kekar Angga dengan bahu lebarnya mendekap tubuh Selvia membawa dalam pelukannya.
__ADS_1
''Astagfrulloh maas Angga'' teriak kaget Selvia karena tiba tiba Angga datang memeluk tubuhnya dari belakang.
''Biarkan seperti ini dulu via, aku sangat merindukan mu, sekarang kita sudah sah menjadi suami istri via... jadi tak ada salahnya'' ucap Angga di dekat telinga Selvia, sontak membuat Selvia meremang merasakan deru nafas Angga.
''Iii... iyaaa maas, tapi ada Safhira, tolong jangan lakukan yang aneh aneh dulu mas, aku takut nanti Safhira terbangun dan melihat yang tak harus dia lihat'' ucap Selvia gugup, karena tak karuan terus di peluk erat oleh Angga.
''Iya saya mengerti, saya tidak akan melakukan lebih dari ini via, karena sekarang ada Safhira, tapi nanti bila tidak ada Safhira, saya pasti akan melakukannya'' ucap Angga lagi dan menggigit kecil telinga Selvia pelan.
''Iissshhh maas,,,, sakiit tau'' balas Selvia karena gigitan lembut Angga di telinganya.
Angga membalikkan tubuh Selvia untuk menghadap nya, dan kembali Membawa tubuh Selvia pada pelukannya dan memeluknya sangat erattt.
''Terima kasih yah via, kamu sudah menerimaku dan Safhira dalam kehidupmu, dan terima kasih sudah menganggap Safhira seperti putrimu sendiri''ucap Angga memeluk Selvia.
''Iyaa mas.. aku percaya ini sudah garis hidupku, dan aku juga sangat mensyukurinya, aku juga terima kasih sama mas Angga, Mas Angga dan keluarga sudah menerima ku apa adanya, terus kalau untuk Safhira, Safhira anak yang berhak mendapatkan kasih sayang seorang ibu mas'' jawab Selvia yang merasakan kenyamanan di dada bidang Angga dan senang merasakan detak jantung Angga yang berdetak cukup cepat.
Angga merenggangkan pelukannya, Angga menatap wajah segar Selvia, kemudian tangan Angga memegang dagu Selvia agar Selvia balik menatapnya, Angga yang sudah gemas terus mendekatkan wajahnya semakin dekat hingga tak ada jarak di antara mereka, seketika Angga mencium bibir ranum Selvia dengan lembut.
'' Cuuupp'' Angga mengecup bibir Selvia.
Angga melepas kecupan nya sebentar, dan kembali mencium bibir Selvia lagi, Angga mencium kembali dengan semangatnya, Angga begitu sangat merindukan bibir ranum Selvia yang dulu pernah di kecupnya, yang saat itu hingga membuat Selvia marah.
Selvia yang kaget menutup matanya kala Angga mencium bibirnya, Selvia diam saja tak membalas ciuman Angga, Karena Selvia merasa bingung harus bagaimana, maklum ini adalah pertama kalinya untuk Selvia.
Angga menghentikan kembali ciumannya pada bibir Selvia, karna Selvia tak merespon ciuman pada bibirnya.
''Kenapa tak membalas via...'' tanya Angga saat melepas ciumannya.
''Membalas bagaimana... via gak ngerti mas'' jawab Selvia polos, Angga melongo mendengar ucapan polos Selvia.
''Via bingung, gak bisa mas, ini pertama kalinya untuk via'' jawab Selvia.
''Nanti lama lama juga bisa via... ayo cobalah dulu, nanti mas ajari'' ucap Angga lagi dan akan kembali mencium Selvia.
Namun tak lama, terdengar suara Safhira terbangun mengagetkan Angga dan Selvia, untung saja posisi tidur Safhira membelakangi mereka.
''Mommy kemana saja, fhira ingin tidur sama mommy'' tanya Safhira dengan suara seraknya berbalik sambil mengucek ngucek matanya yang mengantuk.
''Iya...iya sayang mommy di sini kok, tadi mommy habis ke kamar mandi'' jawab Selvia asal, karena tak mungkin mengatakan sudah berpelukan dan berciuman dengan papa nya.
Selvia naik ke tempat tidur, Selvia merebahkan tubuhnya kesamping memeluk tubuh Safhira, agar sang anak tertidur kembali, namun cukup lama, ternyata Safhira malah terlihat sedikit segar belum juga tertidur lagi.
Sedangkan Angga kembali duduk di sofa, Angga kembali mengecheek file file di laptopnya.
Angga menghela nafas panjang dan menghembuskannya, Safhira terbangun dari tidurnya dan lagi lagi, mengganggu aktifitas intimnya dengan Selvia.
''Baru juga peluk pelukan, udah ada gangguan lagi hufff'' batin Angga meratapi nasib nya.
Terdengar Suara Safhira memanggil Angga, karena Safhira masih melihat sang papa di sofa.
''Papa.. sini tidur bersama fhira dan mommy, fhira ingin tidur di peluk papa dan mommy'' pinta Safhira pada Angga.
__ADS_1
''Eeehhh anak papa... masih terjaga yah, kirain papa sudah tidur lagi, ya sudah ayo papa juga sudah mengantuk'' jawab Angga menutup laptopnya.
Dan akhirnya mereka tidur bersama dengan Safhira di tengah tengah antara Angga dan Selvia.
Selvia yang merasa lelah akhirnya tertidur pulas, di susul Safhira yang kembali tertidur setelah tadi terbangun.
Safhira dan Selvia sudah tertidur pulas terbang ke alam mimpi, namun tidak dengan Angga yang tak bisa tudur karena menahan gairahnya yang tertahan tak tersalurkan.
Tapi Angga tak bisa berbuat apa apa, Selvia sekarang sudah tertidur dan tak mungkin melakukan malam pertama bersama Selvia malam ini sedangkan ada Safhira.
Lama kelamaan, karena saking lelahnya dan waktu semakin larut malam, Angga akhirnya menyusul Selvia dan Safhira yang sudah dulu tertidur, menuju alam mimpi.
------------------''''''
Suara adzan subuh berkumandang, Selvia mengerjapkan matanya, saat mendengar alarm di ponselnya yang berbunyi cukup keras.
Selvia pelan pelan membuka mata, Selvia juga merasakan sesak di tubuhnya, dan ternyata Angga yang tidur berada di belakangnya, Angga memeluk Selvia dengan begitu erat.
Ternyata semalam Angga sempat terbangun, karena ingin buang air kecil, pada saat kembali ke tempat tidur, gairah Angga kembali muncul setelah melihat Selvia tertidur pulas dengan baju tidurnya yang terangkat memperlihatkan perut mulusnya, saat itu Angga putuskan untuk tidur memeluk Selvia dan menggeser Safhira, menjadika posisi Selvia tidur di tengah tengah, antara Angga dan Safhira.
''Aaaaaa...masss Angga, kenapa tidur memelukku''teriak Selvia cukup keras, sampai Angga terbangun namun tak melepas pelukannya pada Selvia, dan untung saja tidak sampai membuat Safhira bangun.
''Apa...ada apa via, memangnya kenapa, kita kan sudah menikah, tak masalah bila saya memeluk seperti ini bahkan untuk lebih kita di perbolehkan'' jawab Angga saat sadar dari tidurnya, terus kembali menyelusupkan wajahnya ke tengkuk Selvia, Angga malah asyik menghirup wangi rambut Selvia.
''Astagfirulloh mas,, maaf via lupa... tapi kan via ingatnya semalam mas Angga tidur di samping Safhira, tapi kenapa sekarang ada dibelakang memeluk aku'' balas Selvia malu, sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
''Ya ampun Selvia, baru beberapa jam yang lalu kita menikah, kamu sudah lupa, tadi saya sempat bangun terus pindah tidur di samping kamu'' ucap Angga kembali memejamkan matanya.
Selvia ingin memindahkan tangan Angga, agar bisa melepaskan pelukannya.
wnamun alih alih terepas, yang ada Angga malah semakin erat memeluk Selvia.
''Jangan lepaskan dulu via... biarkan seperti ini sebentar, mumpung Safhira masih tidur'' titah Angga tak membiarkan Selvia terlepas dari pelukannya.
'' Mas... kita solat subuh dulu, ini udah Adzan subuh'' pinta Selvia pada Angga, Angga pun akhirnya melepas pelukannya.
'' Ohh... sudah subuh, ya sudah kita solat berjama'ah...ayo '' jawab Angga yang juga ikut bangun dari tempat tidur.
Mereka mengambil air wudhu bergantian, dan melaksanakan solat subuh berjamaah
Mereka berdoa bersama setelah selesai solat, kemudian Selvia mencium punggung tangan Angga dan Angga mencium kening Selvia lama.
Selesai membereskan perlengkapan solat, Selvia mengeluh merasa lapar, Angga sigap langsung memesan sarapan pagi untuk mereka, Angga juga menyuruh karyawan hotel untuk mengantar sarapan mereka ke kamar agar tak perlu lagi nanti ke restoran hotel.
Saat Sarapan, Angga bercengkrama dengan Selvia tentang rencana resepsinya sabtu depan, dan berniat pulang ke jakarta sore nanti karena hari senin safhira harus sekolah dan Angga juga ada meeting penting untuk membahas pembangunan Hotel milik fandi.
fandi meminta hari senin untuk meeting, karena yang fandi tahu Angga dan selvia akan menikah minggu depan, karena di kartu undangan tertera sabtu depan akad dan resepsi nya, jadi fandi ingin mengajak meeting penting sebelum weekends depan, karena Angga akan di sibukan untuk mempersiapkan pernikahannya pikir Fandi.
.......
sabaaaaar menunggguu MP nya readers......
__ADS_1
besokk upp lagi....
terus dukung author biarr semakin semangat...