Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 51


__ADS_3

Sabarrr kita lanjutttkan


terus dukung authorr...


Tak lama setelah mereka sarapan, Angga mendapat telepon dari sang adik, Anggita memberitahu Angga bahwa dirinya akan pulang duluan bersama mami dan papinya juga asisten rumah tangganya, termasuk bi Minah akan ikut pulang duluan bersama Anggita.


Anggita juga menanyakan ingin sekalian mengajak Safhira untuk pulang, agar Safhira tidak menggangu awal malam malam pengantin baru.


Setelah teleponnya dengan Anggita berahkir, Angga memberitahu Selvia tentang Anggita dan orang tuanya yang akan pulang duluan ke Jakarta, dan akan sekalian mengajak Safhira.


''Via, Anggita memberitahu mau mengajak Safhira kejakarta duluan bagaimana? '' tanya Angga pada Selvia.


''Kenapa Anggita duluan pulang mas, emang gak bareng kita? '' jawab Selvia balik bertanya sembari menikmati sarapannya.


''Anggita sudah di tunggu klien katanya, terus mami sama papi juga akan sekalian pulang bareng Anggita, makanya sekalian mau mengajak Safhira agar tidak mengganggu kita katanya'' ucap Angga memberitahu.


''Ahh gak usah mas, fhira bareng sama kita aja nanti sore, setelah aku selesai membereskan barang barang yang aku mau di bawa ke Jakarta'' ucap Selvia yang tak mau berpisah dengan Safhira.


''Tapi Via...kalau Safhira duluan bersama Anggita, kita bisa menghabiskan waktu semalam lagi di sini, kita bisa berduaan gak ada gangguan dari Safhira, bagaimana'' tanya Angga tersenyum menggoda Selvia.


''iissshhh mas Angga.... mikirinnya ke situ terus, sampai mau ngungsiin anaknya segala'' protes Selvia.


''Pokoknya Safhira pulang bareng sama kita, terus kalau masalah menghabiskan waktu berdua, kita masih banyak waktu mass'' keukeuh selvia yang tak mengijinkan Safhira pulang duluan bersama Anggita.


'' Huuffft... baiklah, terserah nyonya Angga'' ucap Angga menghela nafas.


Selvia juga yakin Safhira tak akan mau berpisah dengan papa dan mommynya, makanya Selvia tidak mengijinkannya.


Selvia juga tak habis pikir dengan pikiran Angga, yang ingin mengungsikan anaknya demi bisa berduaan bersamanya.


Angga menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya kasar.


Angga jujur sudah tidak tahan, Angga ingin segera mengajari Selvia ke tahap yang lebih intim, karena kepolosan Selvia, membuat Angga harus menyuruh bersabar pada juniornya di bawah sana, Junior Angga yang sudah tidak tahan minta segera di lepaskan setelah lima tahun pakum mencari sarangnya.


''Sabar junior.... Setelah sudah ada sarang, malah banyak gangguan'' Batin Angga meratapi nasib juniornya.


Tak lama terdengar suara Safhira terbangun dari arah kamar, karena posisi Angga dan Selvia sedang berada di balkon hotel, untuk menikmati udara pagi yang segar di kawasan Padma Hotel yang begitu sejuk dan asri.


Selvia langsung beranjak menuju tempat tidur untuk menyapa Safhira yang sudah terbangun.


''Eehh putri cantik mommy...sudah bangun'' tanya Selvia saat tiba di depan Safhira


''Mommy dari mana, fhira cari cari'' tanya Safhira dengan wajah bantalnya.


''Mommy tadi di balkon sama papa lagi sarapan, ayo fhira cuci muka dulu biar sarapan bersama, semalam fhira gak sempat makan, pasti perutnya sangat lapar hehehheh'' jawab Selvia sambil menggelitiki perut gemas Safhira.


''Geliii... mommy... Ammpunnn, kasian perut fhira sudah kelaperan mau di isi'' Ampun Safhira yang kegelian.

__ADS_1


setelah mencuci muka Safhira, Selvia mengajak Safhira untuk sarapan di balkon hotel bersamanya dan Angga.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 10.00, Angga sudah terlebih dahulu mandi dan sedang duduk di sofa memangku laptop memeriksa file file untuk hari senin yang dikirim asistenya Dito.


Sedangkan Selvia sebelum dirinya membersihkan diri, Selvia lebih dulu memandikan Safhira.


Setelah selesai mendandani Safhira, barulah Selvia mandi untuk membersihkan dirinya sendiri.


Selvia keluar kamar mandi dengan sudah menggunkan baju gantinya, ia tak mau seperti semalam harus bolak balik, karena kelupaan membawa baju ganti ke kamar mandi, dan menjadi pusat perhatian Angga di tambah lagi ada Safhira, Selvia mulai sekarang harus mencontohkan yang baik untuk putri sambungnya, yang kini sudah semakin pintar.


Tepat pukul 12.00 mereka cheek out dari Hotel Padma Bandung, mereka langsung meluncur ke rumah orang tua Selvia, untuk memberitahu kepulangan mereka nanti sore dan sekalian membereskan barang barang Selvia yang akan di bawa ke rumah Angga.


Setelah tiga puluh menit perjalanan mereka sampai di rumah Selvia, terlihat beberapa orang dari pihak WO sedang membereskan sisa sisa dekorasi di halaman rumah orang tua Selvia.


Angga dan Selvia juga Safhira masuk ke dalam rumah, mereka langsung di sambut sang adik Sandi yang tengah berada di depan pintu menggoda Selvia.


''Cieeee cieeee yang udah malam pengantiin'' goda Sandi pada Selvia.


''Naon sih budak leutik sok so tau pisann'' jawab Selvia menoyor kepala Sandi.


(apa sih anak kecil suka sok tau banget)


''Mana ibu sama bapak san'' tanya Angga pada Sandi yang sedang ingin kembali menoyor sang kakak namun tak jadi karena sadar ada Angga suami sang kakak di depannya.


''Ada di dalam kak, tadi baru selesai mengurusi barang bawaan untuk sodara sodara yang baru saja pulang, kata para sodara, mohon maaf tak pamit Pada pengantin soalnya besok anak anaknya mau pada masuk sekolah'' jawab Sandi memberi tau.


Tak lama datang, orang tua Selvia setelah mendengar suara sang pengantin baru sampai.


''Eeh teh via, neng Safhira sareng a Angga tos dongkap, suganteh bade mondok keneh di hotel, wargi wargi sadayana atos aruih te pamit hela ka panganten'' ujar bu sumi yang selalu medok menggunakan bahasa sunda tak ingat kalau punya menantu bukan orang sunda yang tak mengerti ucapannya.


(eeh teh via, neng fhira sama a angga udah datang, kirain mau nginep lagi di hotel, sodara sodara semuanya sudah pada pulang ga pamit dulu sama pengantin)


''Iya bu, pak...Selvia mau membereskan baju bajunya yang mau di bawa ke jakarta, Angga juga mau sekalian minta ijin, nanti sore mau pulang kembali ke Jakarta, soalnya masih ada banyak pekerjaan yang harus Angga segera selesaikan.'' pinta Angga pada orang tua Selvia


''Ya sudah kalau begitu, bapak doakan yang terbaik untuk kalian, dan kamu teh jadi istri sholehah patuh sama suami, sekarang tanggung jawab bapak sudah berpindah ke nak Angga'' ucap pak Yadi pada Angga dan Selvia


''Iya pak terima kasih pak'' jawab Angga


''Iya pak... insya Alloh via akan berusaha jadi istri yang seperti bapak ibu doakan''ucap Selvia tersenyum.


Selvia pamit ke kamarnya diikuti Safhira dan Angga yang mengekorinya di belakang, sedangkan pak Yadi dan bu Sumi kembali ke belakang untuk beristirahat karena semalaman mereka tidak tidur, karena terus bercengkrama dengan keluarga besarnya.


Tiba di kamar Selvia, Angga langsung merebahkan badan kekarnya di tempat tidur Selvia, Angga tiduran sambil memperhatikan sang istri yang tengah mengemasi baju bajunya, setelah itu Selvia membuka satu persatu seserahan pemberian dari Angga, yang belum sempat ia buka karena semalam bermalam di hotel.


Barang dari seserahan, Selvia sortir yang beberapa ada yang Selvia bawa untuk digunakannya, dan barang yang tidak di perlukan Selvia menaruhnya di Bandung.


Sedangkan Safhira yang ikut tiduran di samping Angga merasa bosan di kamar Selvia, Safhira memilih pergi ke belakang rumah orang tua Selvia, ternyata Safhirabmelihat Sandi di belakang rumah yang tengah memberi makan dua ekor kelinci, yang baru beberapa hari Sandi pelihara.

__ADS_1


''Eehhh de Safhira, sini ikut om kita ngasih makan kelinci'' ajak Sandi yang melihat Safhira memperhatikan nya.


''Kelincinya baikk atau tidak om, fhira takut di gigit'' jawab Safhira polos.


''Tidak fhira... kelincinya baik gak gigit kok, ayo sini om ajari memberi makan kelinci pake wortel'' ajak Sandi lagi, Safhira pun menggangguk dan senang ikut memberi makan wortel pada kelinci bersama Sandi.


Di Kamar Selvia.


Selvia hampir selasai mempakcing barang yang mau di bawanya, Angga yang melihat tidak ada Safhira dan terdengar dari jendela kamar Selvia, kalau Safhira tengah asyik bermain kelinci bersama Sandi.


Angga beranjak dari tempat tidur mendekati Selvia, Selvia yang sudah selesai mempacking barang barangnya, saat Selvia akan membawa barang barang keluar kamar, agar mulai bisa di tata di mobil oleh pak Mardi supir Angga.


Saat Selvia akan membuka pintu, tangan Selvia di cekal oleh tangan Angga.


'' Gak usah via...nanti saja saya suruh pak Mardi untuk membawanya'' ucap Angga mencekal lengan Selvia dan tangan Angga yang satunya mengunci dari dalam pintu kamar Selvia.


''Kenapa... di kunci pintunya mas? nanti Safhira mau masuk mencari kita'' tanya Selvia.


Angga tak menjawab, Angga malah langsung menarik Selvia ke pelukannya.


''Via... aku ingin berduaan dengan mu, mumpung Safhira sedang asyik bermain bersama Sandi'' jawab Angga menatap Selvia.


Angga merenggangkan pelukannya dan tangannya memegang tengkuk Selvia, Angga yang bernafsu langsung mencium Selvia penuh gairah, walau tak ada respon dari Selvia, setidaknya Angga bisa memenuhi gairah yang tengah membara di dadanya.


Walaupun hanya dengan mencium Selvia saja, Angga bisa mengobati nafsunya yang entah kenapa selalu muncul, ketika Angga berdekatan dengan Selvia.


''Mmmmmpp mas'' ucap Selvia saat Angga melepas ciumannya karena Selvia merasa kehabisan nafasnya.


''Buka mulutmu via, terus jangan kaku rasakan saja nanti kamu juga bisa'' ucap Angga dan kembali mencium Selvia lebih bergairah lagi, Ciuman sekarang berbeda karena Selvia mau membuka mulutnya dan membuat Angga bebas menjelajahi rongga bibir Selvia.


Karna saking semangatnya mereka berciuman, mereka hampir terjatuh karena posisi mereka yang tidak seimbang, namun Selvia dengan sigap langsung memeluk leher Angga, sontak Angga tersenyum dengan kemajuan dan keberanian dari Selvia.


Tangan Angga aktif mengelus punggung mulus Selvia, dan berusaha membukan pengait bra Selvia, setelah terbuka tangan Angga beralih pada area dada Selvia, sontak membuat Selvia melenguh merasakan kenikmatan yang tak pernah ia rasakan.


Angga makin tersenyum lebar penuh kemenangan, setelah mendengar lenguhan dari Selvia, lenguhan Selvia membuat Angga semakin bergairah, Angga menuntun Selvia berjalan ke tempat tidur dengan posisi masih berciuman, Angga menidurkan tubuh Selvia dengan lembut ke tempat tidur.


Setelah Selvia di rebahkan di tempat tidur, Angga dengan semangat langsung mengungkungnya dengan cepat tanpa melepaskan ciumannya dengan Selvia.


''Mmmmmas su..uudah aku susah benafas'' pinta Selvia saat Angga menyudahi ciumannya.


Angga yang sudah kalut dengan nafsunya, Angga langsung membuka baju kaosnya dan melemparnya kesembarang tempat, Selesai membuka bajunya, Angga beralih ingin membuka dress yang di gunakan Selvia, namun Angga kaget saat akan membuka baju Selvia, Angga melihat ada darah segar di sprei dan di baju Selvia yang sedang Angga pegang.


'' Astagfirullah... Selviaaaaa'' ucap Angga panik terus menghela nafas frustasi saat menyadari itu darah haid Selvia.


bersambung duluu yaaa


terus dukung Authorrrrr... semangat

__ADS_1


__ADS_2