
π di lanjuttttt Readers π
Angga dan Selvia saling meluapkan perasaan cinta mereka, lewat Aktivitas ranjang mereka.
Mereka berdua berusaha saling memuaskan satu sama lain, walaupun masih lemas, Selvia berusaha mengimbangi permainan ranjang sang suami yang begitu bergairah dan pandai sekali memuaskan nya di ranjang.
Entah berapa kali Selvia di buat mengerang merasakan pelepasannya, karena Angga pintar sekali selalu mengetahui titik sensitif yang membuat sang istri terus menuju pelepasannya.
Angga masih stay bermain dengan ritme sedang, namun tetap mengutamakan kepuasan sang istri tercintanya terlebih dahulu.
'' Masss sudahh.... aku udah gak kuattt '' ucap sang istri yang terus di buat lemas merasakan pelepasan, terus menerus oleh sang suami.
Angga tersenyum ia ******* bibir kenyal nan manis milik sang istri dan menambah ritme permainan nya ia terus menghentak kan kepemilikannya semakin dalam ke pemilikan sang istri dengan terus bibirnya ****** bibir sang istri.
Tak lama Angga menuju Pelelasannya, seketika Angga memejamkan matanya saat merasakan nikmat surga dunia yang tiada tara, berbeda dengan Alm Dita istrinya terdahulu yang tak merasakan senikmat ini.
'' Viiiiaaaa..... aaaauuhhh '' erang Angga saat menuju puncak pelepasannya.
Tubuh kekar Angga ambruk di samping tubuh lemas sang istri, sang istri yang menatap tersenyum manis pada sang suami.
'' Nikmat sekali sayangg, mas sangat candu sekali dengan ini dan ini '' ucap Angga tersenyum, menatap sang istri sembari menunjuk Dua benda kenyal dan sarang favorit juniornya.
Angga mengecup bibir sang istri sekilas dan membawa tubuh polos sang istri ke dalam pelukannya.
Bahu lebar Angga memeluk erat sang istri, tak lama mereka terlelap karena kelelahan dengan Aktivitas ranjang mereka.
Hari kedua di Bali mereka habiskaan di dalam kamar pribadi milik mereka saja, tepatnya di ranjang king size mereka.
Padahal, niatnya Angga ingin mengajak sang istri jalan jalan, untuk mengeksplore tempat wisata di ubud Bali, namun Angga mengurungkan niatnya karena melihat sang istri yang kelelahan, baru sembuh dari demam di tambah juga karena kelelahan sudah melayaninya di atas ranjang.
Pukul 14.00 siang mereka terbangun, mereka terbangun karena merasakan perut mereka yang keroncongan, karena melewatkan makan siang mereka.
Angga segera menelpon pelayan, agar segera mengirim makan siang mereka ke kamar.
Angga mengajak sang istri mandi bersama, mereka saling memandikan satu sama lain, saat Angga keluar duluan dari kamar mandi berbarengan dengan pelayan yang mengantar makan siang untuk mereka, dan pelayan langsung menghidangkan makan siang mereka di meja di samping kolam renang, atas permintaan Angga.
Setelah berganti baju, mereka makan siang romantis bersama di pinggir kolam renang.
Angga menyuapi sang istri, begitu pula Selvia menyuapi sang suami.
'' Mas... kapan kita pulang ke jakarta '' tanya Selvia.
'' Memangnya kenapa sayang, kamu gak betah di sini '' jawab Angga
'' Betah sih mas, tapi aku kangen sama Safhira, kasihan sudah dua hari kita meninggalkannya ke Bali '' ucap Selvia
''Sudah ada mami sama Anggita, kamu gak usah khawatir sayang '' ucap Angga
'' Mas masih ingin menghabiskan waktu berdua sama kamu sayang, dua hari lagi baru kita pulang ke jakarta '' ucap Angga lagi sambil menyuapkan nasi pada sang istri.
'' kelamaan... sehari lagi saja mas, Aku kangen banget sama Fhira, kita bisa kapan saja mas menghabiskan waktu bersama, tak harus di sini saja kan '' ucap Selvia
'' Ya sudah, kalau itu mau mu sayang, besok hari terakhir kita di sini, besok mas mau ajak kamu jalan jalan, sekalian membeli lagi oleh oleh untuk ke jakarta '' ucap Angga tersenyum, ia senang dengan sikap perduli Selvia pada putrinya Safhira.
Selvia menelpon Mami Anggi ingin menanyakan sang putri yang sudah ia rindukan.
π
''Assalamualaikum mi'' ucap Selvia
π
__ADS_1
'' wa'alaikum salam... sayang gimana bulan madu kalian di sana.. happy'' tanya Mami Anggi
π
'' Alhamdulillah mi, tapi tadi malam via sempat demam mi, mungkin karena kemarin main ke pantai pakai motor terus kehujanan, tapi sekarang sudah baikan kok mi '' ucap Selvia
π
'' Adu...duh... suami mu sayang, kenapa gak pake mobil saja, tau lagi musim hujan begini '' ucap mami Anggi
π
'' Biar romantis mi, kita motoran kaya Anak muda yang sedang pacaran mi'' ucap Angga karena mendengar omelan sang mami, karena sedari tadi Selvia telah menyalakan loudspeakernya.
π
'' Angga, Angga... tapi kasihan istrimu jadi sakit begitu, jadinya mengganggu honeymoon kalian'' ucap sang mami
π
'' Sekarang sudah baikan mi, sakit pun tak jadi ganguan mi, kita selalu lancar terus, kalau masalah atraksi di ranjang'' ucap Angga langsung mendapat cubitan dari sang istri.
π
'' Anak gendeng... istri sakit masih di tunggangin juga gak ada kasihannya kamu ga sama istri'' jawab sang mami sedikit emosi.
π
'' Sekarang sudah sembuh mi jangan khawatir, Sekarang fhira di mana mi via kangen banget sama fhira '' tanya Selvia yang langsung merebut ponsel dari suaminya.
π
π
'' Semalam fhira sempat bertanya mommy sama papa kapan pulang'' ucap Mami Anggi lagi
π
'' Syukur Alhamdulillah mi, mi Kalau Safhira sudah bangun suruh nelpon ya mi, soalnya via kangen banget sama fhira, Insya Alloh kita besok malam pulang mi'' ucap Selvia.
π
'' Kok sudah mau pulang saja sayang, kata Angga mau seminggu di sana'' ucap Mami Anggi
π
'' Aku udah kangen Safhira mi, aku di sini gak tenang, keinget terus Safhira '' ucap Selvia
π
'' Gak usah khawatir, kan ada mami dan Anggita sayang'' ucap mami Anggi.
π
'' Maaf yah mi, via dan mas Angga jadi merepotkan mami dan Anggita'' ucap Selvia.
π
'' Tidak merepotkan sama sekali sayang, yang penting kalian pulang membawa oleh oleh adik untuk safhira hehehe'' ucap mami Anggi tetawa
π
__ADS_1
'' Siap mih.. doakan saja '' ucap Angga yang antusias menjawab ucapan sang mami.
π
'' Ya sudah... lanjutkan aktivitas kalian, nanti kalau Safhira bangun mami telpon lagi'' ucap mami Anggi
π
'' Iya Assalamualaikum mi '' ucap Angga dan selvia
π
'' iya waa'alaikumsalam'' jawab mami Anggi
Setelah selesai menelpon sang mami Angga dan Selvia kembali ke dalam kamar mereka, karena waktu menuju sore dan seperti akan turun hujan.
Benar saja tak lama hujan deras mengguyur daerah Ubud Bali, Angga dan Selvia menonton acara TV di sofa dengan Angga tiduran meletakan kepalanya di paha sang istri, mereka bercengkrama untuk mengatur Acara besok agenda hari terakhir mereka di Bali.
Angga berencana besok pagi akan mengajak sang istri, berkunjung ke wisata Air Terjun Tegenungan yang masih terletak dekat dengan daerah ubud.
Disana adalah Wisata Air terjun terkenal, yang sering di kunjungi banyak wisatawan Domestik ataupun turis luar negri.
Tak terasa sudah pukul 18.00 waktunya untuk solat maghrib, mereka solat maghrib bersama.
Setelah selesai berdoa dan Selvia menyalami tangan Angga, Angga menidurkan kepalanya di pangkuan paha sang istri, dengan wajah Angga menghadap perut rata sang istri yang masih menggunakan mukena.
Angga mengelus elus lembut dan sesekali menggelitiki perut rata sang istri.
'' issshhh... geli mmaas '' ucap Selvia.
'' Mas hanya main main saja sayang, dengan tempat hadirnya buah hati kita nanti '' ucap Angga mendongak menatap wajah berseri sang istri.
Tak lama terdengar dering ponsel Selvia dan ternyata mami Anggi yang menelpon dengan mode video call.
π
'' Assalamualaikum... Mommy '' sapa Safhira,ternyata Safhira yang menelpon menggunakan ponsel sang oma.
π
'' Wa'alaikum salam cantik..... sayang nya mommy, mommy kangen sekali sayang '' jawab Selvia.
π
'' Fhira juga kangen banget sama mommy, tapi kata oma dan Aunty Fhira harus bersabar dulu, soalnya nanti Fhira akan dapat oleh oleh adik bayi dari mommy dan papa'' ucap Safhira polosnya,Terus sekarang mana adik kecilnya apa sudah ada mommy, Fhira ingin segera melihat nya'' ucap tanya Safhira.
Selvia tersenyum, pantas saja Safhira mau di bujuk selama di tinggal Angga dan Selvia, ternyata oma dan Aunty nya menjanjikan adik bayi untuknya.
π
'' Belum Fhira sayang, dede bayi nya masih di proses dan insya Alloh secepat nya yah sayang'' ucap Angga yang langsung menjawab karena melihat Selvia bengong mau menjawab apa pertanyaan sang putri.
Setelah selesai menerima telpon dari Safhiraa, mereka beranjak berpindah ke ranjang king size mereka.
Mereka mengobrol sebentar, sambil Selvia tiduran merapat ke dada bidang dan dekapan bahu lebar Angga.
Lama mengobrol akhirnya mereka yang kelelahan, akhirnya langsung Tertidur menuju alam mimpi.
π segitu dulu ya up nya, maafkan Author telat Up karena Author setiap hari wekeend banyak kesibukan yang Author lakukan,?
jangan lupa like dan coment ya Readeras
__ADS_1