
🍁lanjutkan maafkan Author kemarin update episode yang sama karena yang satu ada banyak kesalahan dan satu lagi udah Author revisi dan dua duanya ter up... 🍁
Angga benar benar terbakar Cemburu melihat Selvia di antar Fandi, bisa bisa nya Fandi mengantar istri orang dan Angga kesal kenapa Sang istri bukan meminta dirinya atau menyuruh Pak Mardi menjemputnya.
" Terima kasih banyak ka Fandi sudah mengantar kami " ucap Selvia
" Terima kasih omm " ucap Safhira sambil melambaikan tangan pada Fandi.
" Iya sama sama, saya langsung pamit Assalamualaikum " ucap Fandi menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah mewah Angga.
Selvia Melihat mobil sang suami yang sudah terparkir di garasi, perasaan nya langsung tak enak hati mengingat begitu posesivenya sang suami, apalagi mengenai Fandi mantan kaka kelasnya.
" Ya ampun mas Angga udah pulang, semoga ia ga marah aku di antar ka Fandi " ucap Selvia dalam hati.
" Ayo mommy kita masuk sepertinya papa sudah pulang " suara Safhira membuyarkan lamunannya.
Selvia dan Safhira masuk ke dalam rumah di sambut bi Minah yang membuka kan pintu.
"Assalamualaikum bi" ucap Selvia dan safhira berbarengan.
" Waalaikum salam neng sama non fhira" jawab bi Minah
" Neng via pak Angga sudah di rumah sekarang ada di kamarnya tadi nanyain neng via sama non fhira" ucap bi Minah lagi memberitahu.
" Iya bi, saya minta tolong antar Safhira untuk ganti baju ke kamar ya bi, saya mau menyusul mas Angga ke kamar " ucap Selvia
"Fhira sayang mommy mau menemui papa dulu, fhira ganti baju dulu di temani bibi, baru nanti mommy menyusul okeee" ucap Selvia pada Safhira.
" okee mommy " ucap safhira sambil menunjukan jempolnya tanda oke.
Setelah Safhira di antar bi Minah ke kamarnya di lantai dua, Selvia langsung masuk ke kamarnya ingin menemui suaminya yang takutnya marah tau Selvia di antar Fandi.
" Assalamualaikum mas " ucap Selvia saat masuk ke dalam kamarnya, di lihatnya sang suami tiduran menghadap samping tembok.
Angga yang sedang kesal tak menjawab salam sang istri.
" Apa mas Angga tidur " Batin selvia
Melihat sang suami yang tak merespon Selvia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena keringat seharian beraktivitas di luar rumah.
Saat keluar kamar Mandi di lihatnya sang suami yang sudah tak ada di tempat tidur.
" Mas Angga kemana bukannya tadi tidur " batin Selvia.
Selvia berganti baju dengan baju tidur santainya dan keluar mencari keberadaan sang suami.
Selvia mencari ke dapur, taman belakang, ke depan tidak ada.
Selvia ingat tempat favorit sang suami yang begitu gila kerja yaitu ruang kerjanya.
Selvia berjalan menuju ruang kerja Angga, saat masuk ternyata sang suami yang di carinya sedang duduk di kursi kerjanya.
'' Mas Angga ada di sini rupanya, aku dari tadi cari cari mas, mas sudah makan belum biar aku siapkan" ucap Selvia mendekati sang Suami.
Namun Angga tak merespon membuat Selvia langsung tak enak hati, Sepertinya yang Selvia takutkan akan terjadi.
Sang suami yang biasa mengumbar senyum padanya sekarang wajahnya merah padam seperti sedang menahan kesal dan marah.
" Mass " ucap Selvia.
" Gimana senang habis di Antar kaka kelas nya" ucap Angga sinis
" Senang apa mas aku ga ngerti " ucap selvia
" Ingat Selvia kamu itu Istri saya tak sepantas nya kamu di antar oleh Pria lain tanpa seizin saya, apa kata orang lain bila melihatnya, katanya kamu mengerti mana yang di perbolehkan dan mana tidak, tapi kamu sendiri melakukannya" ucap Angga sedikit keras membuat Selvia sakit mendengarnya.
" Saya sangat tidak suka Selvia, saya merasa tidak di hargai sebagai seorang suami, bukannya minta di jemput saya atau pa Mardi kamu malah di antar Pria lain " ucap Angga lagi berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
" Ingat jangan sampai di ulangi lagi saya tidak menyukainya" ucap Angga sambil membuka pintu keluar dari ruang kerjanya sembari membanting pintu dengan keras.
Selvia terduduk kelantai karena lemas mendengar bantingan pintu atas kemarahan sang Suami yang belum sempat mendengar penjelasan nya.
Selvia menangis mendengar ucapan marah sang suami yang menyalahkannya, Selvia tak menyangka suaminya akan semarah ini mengetahui dirinya di antar Fandi.
" Sepertinya Mas Angga belum membaca pesanku makannya ia semarah ini" batin Selvia
Selvia mengusap Air mata yang membasahi pipinya, ia keluar dari ruangan kerja Angga di lihatnya sang Suami sedang duduk menonton di ruang TV.
Selvia yang masih syok di marahi sang Suami, memilih ke dapur untuk minum sekalian membuatkan kopi untuk suaminya tapi tak ia antar, Selvia meletakkan di meja makan biar nanti menyuruh bi Minah untuk mengantarnya.
Setelah dari dapur Selvia langsung menuju kamar Safhira untuk menemaninya mengerjakan PR sekolahnya.
" Assalamualaikum " ucap Selvia masuk ke kamar Safhira
" Waalaikum salam mommy" Sahut Selvia dan bi minah berbarengan.
" Bi saya sudah buat kopi buat mas Angga tolong di antar ke mas Angga ya bi, saya mau menemai Safhira di sini" ucap Selvia di Angguki bi minah.
Bi minah pamit ke luar kamar Safhira dan ke lantai bawah mengantar kopi yang di buat Selvia kepada Angga.
" ini tuan kopinya tadi neng Via yang membuatnya" ucap bi Minah
" Makasih bi" ucap Angga yang fokus menatap Tv.
Dikamar Selvia menemani Safhira membuat PR sekolahnya.
" mommy habis menangis yah " tanya Safhira
" tidak sayang, mommy tidak menangis" jawab selvia.
" kok mata mommy merah" tanya Safhira lagi
'' mommy habis mengerjakaan PR Fhira ingin bertemu Papa, ko papa ga temuin Fhira sepertinya papa tak kangen Fhira ya mom'' tanya Safhira.
" Siapa bilang sayang, papa Angga sangat merindukan fhira tau, ya sudah kalau PR nya selesai kita kebawah mememui papa okeee"" ucap Selvia.
Setelah PR nya selesai Selvia dan Safhira turun ke lantai bawah, saat tiba di bawah Fhira langsung mendekati menghambur memeluk sang papa yang tengah Asyik menonton TV.
" Papa Fhira rindu sekali" ucap Safhira memeluk Angga.
" Anak cantik papa, papa juga sangat rindu sekali sayang " ucap Angga membalas pelukan sang putri.
Sedangkan Selvia lebih memilih ke dapur membantu bi Minah yang sedang memasak untuk makan malam.
Waktu maghrib tiba Selvia mengajak Selvia untuk solat bareng bersamanya di kamar Safhira, karena via masih kesal Angga yang posesive padanya.
" Ayo fhira kita solat maghrib sayang, mommy temani" ucap Selvia
" Oke mom" ucap Safhira
" Pa aku solat dulu sama mommy yah" ucap Safhira pamit pada Angga
" Iya sayang" jawab Angga
Setelah kepergian Selvia dan Fhira, Angga menghela nafas melihat sang istri yang tak ada usaha untuk meminta maaf padanya yang malah cuek padanya.
Selvia dan Safhira turun ke lantai bawah setelah selesai solat dan mengaji, Angga belum terlihat sepertinya masih di dalam kamar.
Saat Selvia dan Safhira menuju meja makan untuk makan malam, Angga keluar dari kamar kembali duduk di ruang TV.
" Sayang tolong panggil Papa untuk makan malam ya" suruh Selvia
"okee mom" jawab Safhira
__ADS_1
" Papa Ayo di panggil mommy untuk makan malam" ucap Safhira
" Bilang mommy mu makan duluan saja papa belum lapar" ucap Angga yang masih kesal pada sang istri yang tidak ada usaha mendekatinya untuk minta maaf.
"Mom papa bilang belum lapar, kita duluan saja" ucap Safhira
" Ya sudah sayang sini mommy suapin" ucap Selvia mengajak Safhira makan.
Pikaseubeulen pisan ih, ges ambek ambekan te jelas ciga budak leutik, lain menta penjelasan hela kalah maen emosi te jelas batin Selvia
( Nyebelin banget sih, udah marah marah ga jelas kaya anak kecil, bukannya minta penjelasan dulu malah main emosi ga jelas)
Setelah selesai Selvia mengajak Safhira bermain sebelum tidur di kamar Safhira, Selvia malas harus berhadapan dengan Angga di ruang Tv.
" Bi jangan dulu di bereskan makan malamnya, mas Angga belum makan " ucap Selvia pada bi minah sedikit keras yang di dengar oleh Angga.
Selvia mengajak Fhira pamit mengucapkan selamat malam pada sang papa.
" Papa Fhira ke atas dulu ya, Selamat malam pa" ucap Safhira sambil kemudian mencium pipi papa nya.
" Iya sayang selamat malam mimpi indah ya" ucap Angga balik mencium pipi Safhira.
Melihat sang mommy berbalik Safhira bersuara.
" Mommy ga ucapin selamat Malam sama papa" tanya Safhira
Selvia bengong mendengarnya, sedangkan Angga menahan senyum walaupun kesal ia begitu merindukan istri kesayangannya itu.
Padahal baru beberapa jam mereka saling diam tapi Angga sudah merasa kesepian.
" Selamat malam mas" ucap Selvia
" Papa ga cium mommy, seperti papa mencium Fhira" tanya Safhira lagi.
" Nanti saja ciumnya ya sayang mommy udah kebelet mau pipis, mommy duluan ke kamar Fhira ya" alasan Selvia yang tak mau di cium Angga karena masih kesal.
Selvia lari ke arah tangga menuju kamar Safhirra di ikuti Safhira dari belakang.
Setelah mereka pergi ke lantai dua, Angga makan malam sendiri setelah selesai ia masuk ke kamar untuk solat isya.
Setelah solat Angga merebahkan tubuh lelahnya di ranjang king size miliknya.
Angga mengechek Ponselnya yang sedari siang belum di lihatnya.
Angga melototkan matanya melihat beberapa pesan dan panggilan dari sang istri.
"Shiiit aku lupa telah mensenyapkan ponselku dan lupa menyalaka nya kembali" ucap Angga merutuki kebodohannya.
Angga menyesali telah memarahi istrinya sampai membuatnya menangis, Angga melihat saat Selvia keluar dari ruang kerjanya mengusap air mata.
" Pantas dia berbalik mendiamkan ku" batin Angga
" Bodoh Angga kau bodoh sekali main emosi saja tidak meminta penjelasan dulu pada istrimu" batin Angga menyesali yang ia lakukan pada Selvia.
Angga menatap jam sudah pukul 24.00 Dini hari dan Sang istri belum juga turun ke kamar mereka.
Angga berjalan menuju kamar Safhira, dan saat pintu di buka di lihatnya sang istri sudah terlelap memeluk Safhira yang sudah sama sama menuju Alam mimpinya.
Angga menutup pintunya kembali dan kembali ke kamarnya.
Angga merutuki kebodohannya, akhirnya ia malam ini terpaksa tidur kesepian sendiri tak ada yang menemani.
" Shiit dia marah sekali pada ku sampai ia memilih tidur dengan Safhira dari pada dengan ku" ucap Angga
Angga yang kesal karena kebodohannya lama kelamaan terlelap karena malam semakin larut menuju pagi.
🌹Bersambung dulu yahhh
__ADS_1
jangan lupa selalu semangatin Author🌹