
Angga melepaskan pelukannya, Angga tersadar dan merutuki apa yang telah dilakukan nya pada Selvia itu salah, Angga langsung mengambil dan menggenggam tangan Selvia, Namun saat Angga sudah meraihnya, Selvia malah langsung melepaskannya dan pergi ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Safhira, kamar itu yang tak biasa Selvia tiduri karena lebih sering memilih tidur bersama Safhira.
Setelah tiba di kamar itu, Selvia berusaha menetralkan pikirannya dan menyesali dengan apa yang sudah terjadi, karena Selvia malah pasrah diam begitu saja, tindakan Angga kepadanya yang sama saja melecehkan dirinya.
Mungkin untuk sebagian orang lain, sepasang kekasih itu sudah biasa melakukan tindakan seperti itu, tapi tidak dengan Selvia yang memegang prinsip ingin menjaga harga dirinya hanya untuk suami sah nya kelak.
Namun itu semua sudah terjadi walaupun yang melakukan itu Angga calon suaminya, tapi itu tetap saja salah bagi Selvia.
Angga yang sadar Selvia marah akan tindakan nya tadi, berinisiatif menggedor pintu kamar Selvia untuk meminta maaf atas apa yang ia lakukan tadi pada Selvia, sungguh Angga sadari ia kelepasan tak terkontrol.
Angga tidak bermaksud begitu, namun setelah lima tahun tanpa wanita di sisinya dan sekarang ada Selvia yang selalu menemani dan selalu ada di sampingnya membuat Angga nyaman dan tenang, jujur Angga merasakan gairahnya kembali sebagai pria dewasa.
Walaupun Angga belum sepenuhnya mencintai Selvia, tapi Angga sudah merasakan kenyamanan, Angga tak mau kehilangan Selvia.
Angga sudah beberapa kali menggedor pintu kamar, namun nihil Selvia diam saja tak merespon dan itu semakin membuat Angga khawatir dan merasa bersalah atas tindakannya.
'' Via.... Selviaaaa... buka pintunya'' Angga terus mengetuk pintu kamar Selvia.
Angga yang tak sabar karena tidak mendapat respons dari Selvia, Angga lantas mengambil kunci cadangan di laci lemari kecil di samping kamar Selvia, dan langsung membuka kunci pintu kamar Selvia, saat pintu kamar sudah terbuka, Angga di buat kaget melihat Selvia yang duduk sambil memeluk kakinya, Selvia terlihat ketakutan di tambah terdengar terisak tangisan.
'' Viia...maafkan saya, saya sudah lancang mencium kamu, saya benar benar khilaf via, mohon maafkan saya, saya tidak sengaja via'' ucap Angga ingin menyentuh Selvia tapi takut malah membuat Selvia semakin marah kepadanya.
__ADS_1
Selvia akhirnya mendongak dan bangun dari duduknya, Selvia juga memundurkan dirinya agar menjaga jarak dengan Angga.
'' Via mohon, maafkan saya'' ucap Angga lagi meminta maaf.
'' Tidak perlu minta maaf mas, Mas Angga tidak salah, malah yang salah saya karena pasrah diam saja menerima perlakuan mas Angga, Jadi mulai besok sepertinya saya akan kembali tinggal di tempat kost saya untuk sementara waktu, sampai waktu pernikahan kita, Saya tidak akan inkar janji pada Safhira, Saya akan tetap bersedia menjadi ibu sambung Safhira mas Angga tidak perlu khawatir '' ucap Selvia menyalahkan dirinya sendiri.
'' Tapi kenapa via? bagaimana Safhira yang tidak bisa jauh dari kamu? '' tanya Angga bingung mendengar Selvia akan kembali ke kostannya.
''Mas Angga dan saya sudah melewati batas, mas Angga sudah merenggut ciuman pertama saya yang selalu saya jaga untuk suami sah saya nantinya, tapi mas Angga telah melakukanya, mungkin untuk orang lain itu hal yang lumrah tapi tidak untuk saya mas, dan bukannya saya sok suci tapi saya punya prinsip dalam agama pun itu tidak di perbolehkan'' ucap Selvia bergetar.
'' kalau untuk mengurusi Safhira saya akan usaha kan datang pagi sekali sebelum Safhira bangun dan akan pulang ke kostan setelah Safhira tidur jadi mas Angga tak perlu khawatir '' ucap Selvia lagi pada Angga yang semakin merasa bersalah.
''Apa kamu tidak lelah via, bila kamu bolak balik, saya tidak tega'' balas Angga menyesali akibat ulahnya jadi seperti ini.
''Maafkan saya sekali lagi via, saya sudah lancang berlaku seperti itu sama kamu'' ucap Angga kembali memohon maaf pada Selvia.
'' Sekali lagi saya bilang, mas Angga tidak salah, yang salah saya sendiri telah memberi peluang mas Angga melakukan itu, sekarang sudah malam mas jadi tak perlu di bahas lagi, sekarang mendingan mas Angga segera tidur, mas Angga pasti lelah sekali habis menyetir perjalanan cukup jauh, Saya juga akan bersih bersih dan tidur menemani Safhira untuk malam ini, karena sudah malam mau ke kostan sekarang'' ucap Selvia pamit ke kamar Safhira meninggalkan Angga mematung di depannya.
Setelah Selvia masuk ke kamar Safhira, Angga langsung turun ke lantai bawah menuju kamarnya.
Angga termenung menyesali perbuatan lancangnya tadi pada selvia, Angga melihat kearah jam dinding sudah jam 22.00 WIB. Angga mengambil Ponsel nya dan langsung menelpon nomor sang mami.
__ADS_1
Mami Anggi yang sedang membersihkan wajahnya di depan meja rias terusik dengan dering hpnya di jam malam seperti ini, ia mengambil hp nya dan melihat nama sang putra pertama Angga di layar hpnya.
''Siapa mi, menelpon malam malam begini'' ucap papi Agung yang mendengar dering ponsel sang istri.
'' Gak tau ni pi, Angga tumben menelpon jam segini, ada apa nelpon malam malam begini'' jawab mami Anggi dan menerima panggilan dari Angga.
π'' hallo assalamualaikum ga, ada apa...apa kalian sudah sampai jakarta? tadi Anggita bilang kalian sudah di perjalan pulang, bagaimana Safhira dan Selvia'' cerocos mami Anggi saat sudah tersambung.
π'' wa'alaikum salam mi, kami sudah sampai tadi pukul 20.00 lewat mi, Safhira dan Selvia sudah beristirahat mi,'' ucap Angga sedikit lesu.
π''terus ada apa ga, malam malam telpon, niatnya besok mami akan ke rumah kamu ga, mami mau segera urus persiapan pernikahan kamu sama Selvia'' ucap mami Anggi memberitahu.
π''iya mi Angga juga ingin bilang sama mami dan Anggita untuk segera urus persiapan pernikahan Angga dan Selvia mi, Angga takut Selvia berubah pikiran dan meninggalkan Angga dan Safhira'' ucap Angga pada sang mami.
π'' Memang kenapa ga, orang tua Selvia tidak merestui kalian, apa karena kamu seorang duda sudah punya anak satu? '' ucap mami Anggi khawatir.
π'' tidak mi, semua keluarga Selvia sudah merestui malah orang tua Selvia sangat baik dan ramah menyambut Angga dan Safhira, mereka juga sudah merestui lamaran Angga pada Selvia, malah orang tua Selvia menyuruh Angga agar tidak menunda nunda takut terjadi fitnah mi, makannya Angga nelpon mami sekarang. Angga minta tolong besok mami dan Anggita mulai mempersiapkan rangkaiannya mi, Angga pasrahkan semua sama mami'' ucap Angga panjang lebar dan di angguki sang mami di balik ponselnya.
π''syukur Alhmdulillah ga mami senang kalau begitu, besok mami akan segera mempersiapkannya, kamu segera istirahat sudah malam, besok mami ke rumah mu, assalamualaikum '' ucap mami Anggi.
π'' iya mi, wa'alaikum salam'' ucap Angga dan mengakhiri telponnya dan sang mami
__ADS_1
...**maafkan authorr kalau masih banyak kata kata yang salah......
selalu semangat bacanya**..