Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 6


__ADS_3

Anak anak keluar dari dalam kelasnya, dengan wajah ceria karena sudah waktunya untuk pulang sekolah.


Tapi berbeda dengan Safhira yang terlihat sedikit murung dan tidak bersemangat, saat keluar dari kelasnya, karena yang ia tahu yang biasa menjemput selalu supir atau aunty.


(waktu yang paling membosankan bagi Safhira, karena harus melihat teman temannya, selalu di jemput ibu, ayahnya, ada yang kedua orangtua nya menjemput)


Safhira selalu minder dan merasa berbeda dengan teman temannya, yang kebanyakan dijemput oleh ibu mereka.


karena kesibukan, Angga hanya sesekali saja menjemput sang putri, kebanyakan Anggita dan mami Anggi yang menjemput.


Tapi kali ini, saat melihat Selvia yang menunggunya di dekat gerbang, wajah Safhira berubah menjadi ceria dan tersenyum senang berlari pada Selvia.


Selvia sendiri yang meminta pada Anggita untuk menggantikan Anggita menjemput Safhira.


( ya dalam hati Selvia merasakan sangat sedih setelah mendengar penuturan Anggita tentang Safhira yang menurutnya sangat menyedihkan, seumur hidupnya belum merasakan pelukan ibu kandungnya, karena ibu kandung Safhira meninggal saat melahirkan nya)


(Selvia berpikir ia dan adiknya begitu beruntung, walaupun kekurangan dalam masalah ekonomi tapi begitu beruntung karena masih mendapatkan kasih sayang penuh dari orang tuanya, tapi berbeda dengan Safhira walaupun semua serba ada tapi hampa tanpa hadirnya sosok ibu di sampingnya)


Lamunan Selvia pun buyar, dikala anak yang akan ada di pikirannya kini telah memeluknya dengan begitu erat.


'' Tante cantiiikkk.. '' ucap Safhira sambil memeluk Selvia erat, membuat Selvia terharu.


'' Eh sayangnya tante, udah selesai yah sekolahnya, gimana hari ini menyenangkan cantik..'' tanya Selvia sambil menciumi pucuk kepala dan pipi Safhira bergantian, sontak membuat geli sang punya pipi yang tersenyum senang.


'' Sangat menyenangkan Tante... tapi Safhira sedikit sedih, besok adalah acara pensi di sekola, dan pasti semua orang tua/wali murid akan hadir menyaksikan pentas besok, sedangkan papa pasti tidak bisa hadir karena sibuk bekerja, huff,'' ucap Safhira mengeluh, Selvia mengerti yang di pikir bocah lima tahun itu.

__ADS_1


'' Insya Alloh pasti papa Angga bisa hadir sayang.... tante via yakin papa Angga akan mengutamakan prioritas untuk anak cantiknya'' jawab Selvia sambil mencubit lembut hidung Safhira, menghibur Safhira agar tersenyum.


'' Jangan di pikirkan, mending sekarang kita ke cafe aunty Anggita, biar Safhira bisa menghabiskan waktu dengan tante via sambil menemani tante bekerja okee'' ucap Selvia dan di balas anggukan dan tos oleh Safhira.


Mereka pun menaiki taksi menuju cafe Anggita, Safhira terus bercerita tentang kesehariannya di sekolah.


Setelah sampai cafe, Selvia langsung mengantar Safhira ke ruangan Anggita, agar Safhira bisa istirahat sejenak dan berganti baju santai yang tersedia di ruangan Anggita.


Di ruangan Anggita Tersedia semua keperluan Safhira, karena ia sering di titipkan oleh Angga.


Setelah sampai di ruangan Anggita, ternyata Anggita sedang menerima tamu di ruangannya.


Anggita sedang bertemu dengan patner bisnisnya, sekaligus patner perusahaan sang kakak, yah karena sang patner adalah teman Anggita sewaktu kuliah di malaysia.


'' Assalamualaikum aunty, ''sapa Safhira saat memasuki ruangan Anggita.


'' Wa'alaikum salam ponakan aunty yang cantik, sudah pulang'' ucap Anggita sambil mencium pipi Safhira yang menggemaskan.


Saat Selvia masuk, ia langsung kaget karena ia melihat sang tamu bosnya, yang tak lain kakak kelasnya sewaktu SMA..


'' Kak Fandi'' Batin Selvia karena takut nya salah orang, yah ternyata patner nya Angga dan Anggita bernama Affandi yang sering di panggil Fandi.


'' Eeh... ini via yah'' tanya affandi yang melihat Selvia masuk.


'' Eehhh maaf...kak, ini ka fandi kan yah, iya benar aku Selvia adik kelas kakak waktu SMA'' jawab Selvia dan membuat bingung Anggita yang menyaksikan nya.

__ADS_1


''Kalian saling kenal?'' tanya Anggita bingung pada Fandi dan via yang sedang bertegur sapa.


'' Oh...Iya git (sapaan fandi pada anggita), via adik kelasku waktu SMA di bandung'' jawab fandi sumbringah bertemu adik kelasnya, ternyata sekarang semakin cantik, berbeda saat sekolah


'' Ooh gitu yah Fan... via karyawanku di cafe fan, via anaknya sangat rajin dan pekerja keras'' puji Anggita dan Selvia yang di puji hanya senyum karena senang bisa bertemu dengan kakak kelasnya dulu.


Tak lama hp Affandi berdering dan terdapat nama Angga di ponsel nya dan langgsung di jawab fandi.


πŸ“ž


Hallo fan gue udah sampai cafe Anggita, loe di mana?


πŸ“ž


gue juga udah sampe, ini lagi di ruangan Anggita bareng putri kesayangan loe.


πŸ“ž


oke gue susul kesana.


(dunia sempit sekali, kenapa bisa bertemu kak fandi di sini)


πŸ’πŸ’πŸ’


mohonnnnn dukungannnnya...

__ADS_1


__ADS_2