Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 43


__ADS_3

Lanjutttt lagi, mohon dukungannya biar Authorr biar makinn semangattt....


Di kostan, Selvia membereskan semua barang barang yang akan di bawa pulang besok. Setelah selesai membereskan semuanya, Selvia membaringkan tubuhnya di kasur. ini adalah malam terakhir Selvia tidur di kostan untuk terakhir kalinya.


Kostan ini yang sudah menjadi saksi pahit manisnya Selvia merantau di kota jakarta, sampai akhirnya ia bertemu Safhira dan tak tega untuk menolaknya, yang mengharuskannya untuk menjadi jadi ibu sambungnya Safhira.


Selvia juga tak menyangka, ia akan mengenal Angga, saat asyik rebahan Selvia kembali mengingat kebaikan dan perhatian Angga padanya, Angga begitu dewasa dan bijaksana.


Selvia merasakan lelah setelah seharian terus beraktifitas di luar rumah, Selvia akhirnya memejamkan mata nya, namun Selvia tak bisa juga tidur hingga suara notif pesan terdengar dari ponselnya.


Selvia tersenyum lebar, ternyata pesan nya dari Angga, orang yang sebentar lagi akan menikahinya.


mas angga


πŸ“© via saya sudah sampai di rumah, besok habis subuh pak Mardi akan menjemput, kamu hati hati di jalan, jangan lupa sampaikan salam ku pada bapak dan ibu juga Sandi di Bandung, dan satu lagi kalau sudah sampai Bandung langsung kabari saya.


''Ya Alloh mas tong beuki perhatian kawas kieu, nyieun abdi beuki baper waee,''ujar Selvia dengan pipinya yang sudah memerah.


(ya alloh mas jangan makin perhatian kaya gini, bikib aku makin bawa perasaan aja)


selvia


πŸ“© iya mas alhamdulillah, terima kasih banyak atas semua nya mas, nanti via sampaikan salamnya pada keluarga di Bandung, satu lagi mas, via titip Safhira yah... assalamualaikum.


Angga yang tak bisa tidur, setelah mengantar Selvia, setelah mengirim pesan Angga merasa tenang, Angga pun tersenyum kegirangan saat mendapat balasan pesan nya dari Selvia.


Sebenarnya, tadinya Angga ingin menelepon Selvia namun, Angga berpikir lagi takutnya menggangu Selvia, karena Selvia sedang sibuk membereskan barang barannya.


-------------?-----


Adzan subuh berkumandang terdengar jelas di kamar kostan Selvia, Selvia mengerjapkan matanya yang terasa masih sangat mengantuk karna ia tidur larut sekali, ia bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya dan sekalian berwudhu untuk melaksanakan sholat subuh.


Setelah sholat subuh, Selvia berdoa semoga kedepannya ia bisa menjalani hidupnya dengan lebih baik, mengingat akan ada tanggung jawab besar yang akan ia emban menjadi ibu sambung Safhira dan istri dari orang yang tak tau mencintainya atau tidak.


Selesai berdoa Selvia kembali mengemasi sisa barang yang baru ia gunakan untuk di bawa pulang, ia mengepak barang nya dan mengumpulkannya agar nanti saat pak Mardi datang tinggal mengangkatnya menuju mobil.


Tak lama penjaga kostan memanggilnya, mengatakan orang yang akan menjemput nya sudah sampai, ternyata sebelumnya Selvia sudah memberi tahu pada penjaga kostan kalau dirinya sudah tidak memperpanjang kostannya dan akan pulang ke kampungnya.

__ADS_1


Selvia keluar menemui pak Mardi untuk meminta tolong membawakan barang barang yang akan di bawa Ke Bandung.


Setelah selesai semua barang di bawa ke mobil oleh pa Mardi, Selvia kembali menemui penjaga kostan untuk pamit sekalian memberikan kunci kostannya.


''Sudah semua nya non.'' tanya pak Mardi saat Selvia masuk ke mobil.


''Alhmdulillah pak sudah semua, dan ini pak ada roti dan air mineral untuk mengganjal perut'' jawab Selvia.


''Iya makasih non'' ucap pak Mardi menerima roti dari Selvia.


Di perjalanan Selvia tak kuat menahan kantuk, Selvia lama kelamaan tertidur karena semalam ia tidur larut malam, sampai suara ponselnya tak terdengar padahal sudah beberpa kali berdering, pak Mardi ingin membangunkan namun merasa tidak enak karna Selvia tidur lelap sekali.


Pak Mardi menepikan mobilnya karena pak mardi mendapat panggilan dari Angga di ponselnya.


pak angga


πŸ“ž pak sudah sampai mana? trus dimana Selvia dia tidak menjawab telpon dan pesan dari saya, kalian baik baik saja kan pak'' cerocos Angga yang khawatir akan Selvia.


pak mardi


Angga menghela nafas, ternyata orang yang di khawatirkannya sedang tidur pulas sekali.


πŸ“ž ya sudah pak, tak usah di bangunkan, lanjutkan saja perjalannya nanti kalau sudah sampai kabari saya segera'' pinta Angga pada sang supir.


πŸ“ž iya tuan'' jawab pak Mardi dan Angga memutus teleponnya.


Angga yang sudah ada di kantor malah banyak melamun tak konsen pada pekerjaannya, yang ia ingat sekarang hanya Selvia yang sedang dalam perjalanan menuju Bandung.


Baru juga semalam bertemu namun Angga merasa sudah lama tak bertemu.


Angga memutuskan untuk menelpon dan mengirim pesan, namun tak ada jawaban ternyata orang yang di khawatirkannya malah tidur pulas sekali hingga tak memdengar panggilan dan notif pesan darinya.


Angga senyum senyum sendiri, mengingat kembali jalan jalan kemarin dengan Selvia, hingga suara ketukan pintu membuyarkanya.


''Ya masuk'' ucap Angga, ternyata yang datang winda sekretarisnya yang ingin memberikan jadwal Angga pada hari ini.


''Pak ini jadwal bapak hari ini.'' ucap Winda sangat lembut.

__ADS_1


''Heem, simpan saja di meja'' jawab Angga tak mau menatap sekretarinya winda, Karena Angga tak suka dengan cara berpakaiannya yang sangat ketat dan terbuka.


Padahal Angga sudah mengingatkan winda untuk berpakaian sopan, namun sekretarisnya keras kepala dan berdalih ia lebih nyaman menggunakannya pakaian seperti itu.


Winda merasa kesal, karena Angga tidak menggiraukannya, ia terpaksa kembali ke luar dengan rasa kesalnya.


Di perjalanan selvia terbangun saat pak Mardi menghentikan mobilnya di rest area untuk mengisi bahan bakar.


''Ehh non via, sudah bangun,'' ucap Pak Mardi


''Maaf pak mardi, saya ketiduran, semalam saya tidur larut sekali, ngomong ngomong ini sudah sampai mana pak'' tanya Selvia.


'' Ini sudah di tol purbabaleunyi non, sebentar lagi masuk kota Bandung, eeh iya non tadi waktu non via tidur pak Angga menelpon saya, sepertinya khawatir karena tadi non via tidak mengangkat telpon dan gak balas pesannya'' jawab Pak Mardi memberitahu.


''Astagfirullah.. saya tidur lelap sekali ya pak sampai tak mendengar panggilan dari mas Angga'' ujar Selvia.


Selvia langsung mengambil ponsel dan membukanya, ternyata benar ada tiga panggilan dan satu pesan dari Angga.


mas angga


πŸ“© gimana via, sudah sampai mana, kenapa telpon saya gak di jawab, sekali lagi maafkan saya gak bisa mengantar, hati hati di jalan bila sudah sampai segera hubungi saya.


Selvia tersenyum membaca pesan Angga, Angga sangat begitu memperhatikan dan mengkhawatirkannya.


selvia


πŸ“© mas maaf baru bales, tadi aku ketiduran, semalam aku tidur larut sekali, sekarang masih di tol sebentar lagi masuk kota Bandung, nanti kalau sudah sampai aku telepon.


Angga yang sedang berada di ruang meeting tersenyum, saat mendapat balasan pesan dari Selvia.


''Sudah bangun rupanya, lelap sekali dia'' batin Angga dan melanjutkan kembali meeting nya.


Terus dukung author yaaaa


Biar tambah semangatttt


maafkan author yang masih banyak kekurangan dalam menulisss....

__ADS_1


__ADS_2