
kita lanjut lagiiii Readersss..
Semangattttt dan sehat selalu semua...
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Suara Adzan subuh berkumandang, Selvia mengerjap ngerjapkan matanya dan membuka matanya pelan.
Selvia bingung sedang ada di mana dirinya. Terbangun Di kamar mewah tapi bukan kamarnya.
'' Aku dimana yah'' ucap Selvia saat sadar dan terbuka matanya sempurna.
Selvia menengok ke arah kiri ada sang suami yang tidur terlelap memegang tangannya, namun saat menengok ke arah kanan Selvia kaget melihat selang infus yang menancap di tangannya.
Selvia mengingat ngingat terakhir yang di alaminya.
'' Astagfirullah sepertinya setelah dari kamar mandi aku pingsan dan mas Angga bawa aku ke sini'' Batin Selvia.
'' tapi ieu teh te ciga rumah sakit, nu aya ciga hotel, meuni lega jeng aggreng pisan'' batin Selvia
( tapi ini teh gak kaya rumah sakit, nu aya ciga hotel, udah luas dan mewah pisan)
Selvia merasa kasihan sekali pada sang suami yang tertidur lelap terlihat begitu kelelahan, apalagi kemarin dari Bandung menyertir sendiri.
Saat intens menatap wajah sang suami, Selvia merasakan mual kembali seperti semalam, ia menarik tangannya yang di genggam sang suami dengan pelan agar tak membangunkannya.
'' kasihan mas Angga sepertinya kelelahan sekali'' ucap Selvia setelah tangannya terlepas dari genggaman sang suami dan mengusap lembut rambut hitam sang suami.
Walaupun merasakan mual kembali tapi Selvia merasa badannya sudah tak lemas lagi dan kepalanya juga sudah tak pusing seperti semalam.
Selvia berjalan pelan membawa tempat infusan masuk ke kamar mandi.
'' hoeeek, hoooekkkk, ooeeekkk'' Selvia memuntahkan ciaran yang begitu pait dari mulutnya.
'' Hoeeekk, hoeekkkk ahh'' Selvia kembali mengeluarkan cairan yang membuatnya mual.
Angga yang menyadari tak menggenggam tangan sang istri mengerjapkan membuka matanya, saat di lihat tak ada sang istri Angga langsung turun dari tempat tidur.
Angga mendengar suara sang istri dari kamar mandi, Angga langsung menghampirinya.
'' Sayang kamu baik baik saja'' tanya Angga yang langsung memijat tengkuk sang istri yang sedang mual memuntahkan cairan dari mulutnya.
'' hoeeekkkk ahh, aku mual sekali mas, sepertinya asam lambungku kumat'' ucap Selvia sembari menyalakan air keran wastafel membasuh mulutnya.
'' kenapa ga bangunin mas sayang, gimana kalau sampai jatuh'' ucap Angga khawatir.
'' Aku kasihan sama mas sepertinya sangat kelelahan sekali, toh badanku sudah enakan hanya mualnya sajan mas'' ucap Selvia dan kembali merasakan mual kembali.
'' hoeeeek, hoeeekkk'' selvia lagi lagi merasakan mual yang bergejolak dari tubuhnya.
Angga tertegun kasihan melihat sang istri yang terus merasakan mual, dan Angga kembali memijat tengkuk sang istri.
Setelah merasa sudah tak mual lagi selvia membasuh mukanya agar lebih segar.
'' Sini mas bantu sayang'' ucap Angga membantu sang istri berjalan keluar dari kamar mandi mendudukanya di ranjang.
__ADS_1
'' Minum dulu sayang '' ucap Angga
'' Makasih mas, maafin aku selalu ngerepotin mas'' ucap Selvia
'' jangan ngomong gitu sayang, mas gak ngerasa di repotkan, ini sudah kewajiban mas sebagai suami'' ucap Angga.
Selvia tersenyum bangga memiliki suami seperti Angga yang begitu perhatian dan memperlakukannya lembut.
'' Sayang makan ya, biar perutnya ga kosong'' ucap Angga
'' Ga mau mas, aku gak lapar'' jawab Selvia
'' Ya udah makan roti saja sedikit sedikit sayang'' ucap Angga di angguki Sang istri.
Angga menyuapi Selvia dengan lembut, sesekali Angga ikut memakan rotinya juga karena Angga merasa ingin saat Sang istri memakannya.
'' Sudah mas aku kenyang'' ucap Selvia
'' Sedikit lagi sayang, baru juga sedikit'' ucap Angga
'' udah ah mas, mending kita pulang saja Kasihan Safhira mau sekolah pasti nyariin kita mas'' ucap Selvia
'' Nanti mas minta tolong Anggita saja sayang kamu ga usah khawatir sama fhira, Sekarang yang penting kamu sehat dulu baru kita pulang'' ucap Angga
'' iih mas aku mau pulang saja, nanti di rumah juga baikan, ini hanya Asam lambung biasa'' ucap Selvia
'' Tidak ada penolakan sayang, mas ga mau terjadi apa apa sama kamu, nanti dokter kesini untuk ngasih hasil lab nya, kalau sudah di perbolehkan pulang baru kita pulang sayang'' ucap Angga lembut memberi tahu sang istri.
'' Ya udah deh terserah mas saja, terus mas gimana ga pergi ke kantor, bukan kah sudah ada jadwal meeting'' tanya Selvia menatap sang suami.
Tak lama ada suara ketukan pintu dari luar kamar mereka. Saat Angga cek ternyata Dokter Dani yang datang.
'' Assalamualaikum pak Angga dan nyonya Angga'' sapa Dokter Dani membawa lembar hasil lab Selvia.
'' Wa'alaikum salam dok, silahkan masuk'' ucap Angga dan Selvia berbarengan.
'' Ini saya mau memberitahu hasil lab nya nyonya Selvia kemarin'' ucap Dokter Dani.
'' Bagaimana dok hasilnya, istri saya baik baik saja kan dok, tadi bangun tidur istri saya kembali mual muntah dok'' tanya Angga khawatir tak sabar dengan hasil lab sang istri.
'' Alhmdulillah hasilnya baik, pak Angga tak perlu khawatir, mual muntah nyonya Selvia itu normal, untuk ibu hamil di trimester pertama seperti Nyonya Selvia'' ucap Dokter Dani
'' Apa dok ibu hamil, maksudnya apa dok'' ucap Angga bingung karena sewaktu dulu Alm dita istrinya tidak mengalaami hal seperti itu.
Angga dan Selvia bingung saling menatap.
'' Iya Pak Angga saya ucapkan Selamat atas kehamilan istri Anda yang sudah memasuki usia kandungan Dua minggu'' ucap Dokter Dani menyerahkan hasil lab yang menyatakan sang istri positif hamil.
'' Masya Alloh, Alhamdulillah ya robb '' ucap Angga langsung mencium kening sang istri dan memeluk nya erat.
'' Sayang Alhamdulillah kamu hamil'' ucap Angga di telinga sang istri sembari terus memeluknya.
'' Iya mas Alhamdulillah '' ucap Selvia meneteskan air mata bahagia di pelukan sang suami.
'' Iya sayang mas senang sekali'' balas Angga
__ADS_1
'' Iya mas, tapi udah dulu meluknya malu sama dokter melihat kita seperti ini'' ucap Selvia berbisik
Angga yang mendengar ucapan sang istri langsung melepas pelukannya, ia lupa kalau masih ada Dokter Dani yang sedang menyaksikan kebahagiaannya.
'' Maaf dok, kami sangat senang sekali mendengar kabar kehamilan istri saya'' ucap Angga canggung.
'' iya pak Angga, saya juga ikut senang semoga kandungan selvia selalu sehat sampai nanti melahirkan, dan ini daftar obat dan vitamin untuk ibu Selvia, di usahan selalu makan walaupun sedikit, dan satu lagi saya ingatkan untuk Pak Angga agar puasa dulu karena kandungan nyonya Selvia masih sangat muda'' ucap Dokter Dani panjang lebar memberi tahu Angga.
'' Sampai kapan dok, saya harus berpuasa nya'' ucap Angga serius.
Sedangakan Selvia melototkan matanya dengan pertanyaan sang suami.
'' Sampai kandungan dan fisik nyonya Selvia kuat pak'' jawab Dokter Dani.
'' Selama itu dok'' Tanya Angga lagi dan Selvia yang gemas mencubit tangan sang suami.
'' Iya pak, kalau sudah kuat pun melakukannya harus sangat pelan ya pak'' ucap Dokter Dani tersenyum
'' kalau begitu saya pamit, untuk nyonya Selvia banyak istirahat dan jangan lupa obatnya, nanti akan ada perawat yang membantu anda'' ucap Dokter Dani.
'' Iya dok, kapan saya bisa pulang '' tanya Selvia yang sudah tak sabar ingin memberitahu Sang putri.
'' kalau besok sudah stabil dan semuanya baik, baru boleh pulang'' ucap Dokter dani.
'' kalau begitu saya pamit dulu, besok saya periksa lagi, Assalamualaikum '' ucap dokter Dani lagi pamit.
'' Iya dok terima kasih banyak, Wa'alaikum salam ''ucap Angga dan selvia
Setelah dokter Dani meninggalkan ruangan mereka Angga kembali memeluk sang istri dan terus menghujani sang istri dengan ciuman.
'' Mas benar benar bahagia sekali sayang''ucap Angga memeluk sang istri.
'' Iya mas aku juga sangat bahagia, Alhamdulillah Alloh memberi kepercayaan secepat ini pada kita untuk menjaga titipannya'' ucap Selvia mengelus perutnya yang masih rata.
'' iya sayang, dan sayang nya papa yang sehat di sana ya'' ucap Angga yang ikut memegang perut sang istri dan menciumnya lama.
'' Sayang mulai sekarang kamu ga boleh cape cape, apa apa harus minta bantuan mas atau bi Minah, dan mulai sekarang harus rajin makan,minum susu hamil dan minum vitamin, pokonya mas ingin kamu dan calon anak kita selalu sehat'' Cerocos Angga panjang lebar.
'' Iya mas, aku bakalan menjaga calon anak kita ga usah khawatir'' jawab Selvia tersenyum.
Angga membalas senyuman manis sang istri, kemudian Angga mengecup bibir sang istri sekilas dan kembali memeluknya erat.
Mereka berdua sangat bahagia, semakin lengkap hidup mereka dengan kehadiran calon adik Safhira.
Angga tak henti henti bersyukur sembari menciumi pucuk kepala sang istri akan semua kebahagiaan yang Alloh berikan pada keluarga kecilnya.
Selvia pun tak kalah bersyukur, ia tersenyum Hidupnya akan semakin lengkap dengan hadirnya adik Safhira yang masih bersemayam di rahimnya dan melengkapi kebahagiaan dalam hidupnya.
ππππ
Bersambung dulu Readers...
Selamat untuk selvia dan Angga
Jangan lupa Readers selalu dukung Author agar Author semakin semangat update nya.
__ADS_1
Haturnuhunππππ