Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 27


__ADS_3

Malam harinya, di rumah sederhana milik orang tua Selvia di Bandung, Angga memberanikan diri mengutarakan niatnya, meminta ijin untuk melamar Selvia secara langsung ke pada bapak Selvia, dan ingin meminta ijin agar segera menentukan tanggal pernikahannya.


'' Pak saya mohon ijin, Angga ingin melamar Selvia putri bapak, dan ingin segera menentukan tanggal pernikahannya juga pak, saya sudah berumur dan putri saya Safhira tidak mau di pisahkan dari Selvia, saya dan Selvia tidak mau menimbulkan fitnah pak, makanya saya ingin mensegerakan niat saya pak, biar tidak terjadi fitnah pada kami di kemudian hari '' ucap Angga mantap dan pak yadi mengangguk merespon pinangan Angga.


'' Kalau bapak terserah kalian berdua nak Angga, bapak sudah merestui kalian, dan yang nak Angga bilang memang benar takutnya terjadi fitnah, menurut bapak lebih cepat lebih baik, bila kalian sudah saling siap'' ucap pak Yadi lembut.


'' Iya pak kalau untuk urusan persiapan pernikahan bapak dan ibu tidak usah khawatir semua nanti di urus keluarga saya, saya niatnya ingin melangsungkan pernikahan di jakarta saja, tapi itu juga bila bapak dan ibu mengijinkan, mungkin kalau bapak ingin di sini juga tidak apa apa pak'' ucap Angga mengutarakan keinginannya.


'' Menurut bapak mau dimana pun yang penting sah nak Angga, masalah tempat terserah, bapak setuju setuju saja,'' ucap pak Yadi.


'' Angga ingin acara di jakarta karena banyak kolega kolega perusahaan yang mesti di undang pak, walaupun ini pernikahan kedua Angga, tapi ini adalah pernikahan pertama Selvia dan satu lagi biar keluarga Angga menyiapkan pernikahan juga dekat pak kalau di jakarta'' ujar Angga panjang lebar.


'' Tapi bapak gak usah khawatir, Angga juga nanti berniat setelah pesta di jakarta, ingin mengadakan syukuran di sini juga, biar teman teman Selvia, sodara dan tetangga di sini yang gak bisa ke jakarta, bisa merasakan kebahagiaan kami'' ucap Angga lagi.


'' Atur saja nak Angga, bapak ikut baiknya saja, Sebagai orang tua bapak udah bahagia, akan ada orang yang serius pada putri bapak'' ucap pak Yadi bijak atas pendapat calon menantu nya.


''Syukur Alhamdulillah kalau bapak sudah merestui, besok Angga juga mau pamit pulang dulu pak, Soalnya pekerjaan Angga di kantor sudah menunggu, nanti kalau semuanya sudah siap, Angga akan menjemput bapak sekeluarga untuk ke jakarta''ucap Angga tersenyum senang atas restu dari Pak yadi.


'' Iya nak Angga bapak mengerti, bapak hanya pesan, titip Selvia putri bapak, semoga nak Angga bisa menerima kekurangan dan kelebihannya, dan mohon di maklum kami keluarga tak punya nak Angga'' ucap pak yadi.


'' Iya pak Insya Allah, Angga akan menjaga Selvia sebisa Angga, dan yang pasti kita semua sama'' ucap Angga tersenyum.

__ADS_1


Tak lama suara Selvia terdengar, memanggil mereka untuk makan malam.


'' pak, mas Angga ayo makan malamnya udah siap'' Suruh Selvia dan di angguki pak yadi, dan Angga yang sudah merasa lapar.


Mereka makan dengan tenang, setelah makan mereka berkumpul di depan tv sambil bercengkrama mengenai kepulangan mereka ke jakarta.


'' Bu, pak Selvia besok pamit pulang yah, kasihan mas Angga pekerjaan nya di kantor sudah menunggu, trus Safhira juga udah harus masuk sekolah '' ucap Selvia pada orang tuanya.


'' Iya neng, nak Angga tadi sudah pamit sama bapak, bapak dan ibu akan doakan yang terbaik untuk kalian dan semoga semua yang di rencanakan, di lancarkan oleh Alloh SWT'' ucap pak Yadi mendoakan yang terbaik untuk sang putri dan calon menantu nya.


'' Terus untuk nak Safhira semoga gak kapok main ke rumah nenek sama kakek yah.. yang kecil dan sederhana ini yah'' ucap bu Sumi sambil memeluk Safhira di pangkuannya.


''Enggak nenek, Safhira gak kapok, Safhira betah asalkan bersama mommy via'' ucap Safhira di iringi tawa ceria.


Sedangkan Angga dan Sandi masih menonton tv sambil menemani Selvia berkemas pakaiannya dan pakaian Safhira.


Sandi mengantuk dan duluan masuk ke kamarnya karena sudah merasa lelah.


'' Kak sandi duluan yah'' ucap Sandi pamit pada Angga, karna Angga tidur di kamarnya


'' Iya san, kakak masih ingin menonton'' ucap Angga menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Selvia masih merapihkan barang dan pakaiannya, yang akan di bawa besok pulang ke jakarta, agar besok pagi tidak repot membereskan jadi tinggal berangkat.


'' Mau saya bantu'' tanya Angga mendekati Selvia, setelah Sandi pergi ke kamar nya.


'' Nggak.. nggak usah mas, sudah mau selesai kok ''Jawab Selvia gugup di dekati Angga dan posisi mereka sekarang berdekatan.


Angga yang gemas, tiba tiba langsung memeluk Selvia dari belakang, Selvia yang sedang duduk lesehan di lantai, sambil merapikan baju ke dalam koper di buat kaget karena Angga tiba tiba memeluk nya.


'' Astagfirullah mas Angga, apa apa an sih'' ucap Selvia kaget saat Angga tiba tiba memeluknya.


'' Biarkan seperti ini dulu via, aku mau bilang kalau aku udah ngomong sama bapak, soal pernikahan kita, dan bapak sudah merestuinya, jadi sebentar lagi kita akan menikah'' ucap Angga lembut di telingan Selvia, karena Angga menyenderkan wajahnya di bahu Selvia.


Selvia gugup merasakan hembusan nafas Angga di telinganya, Angga tetap memeluk Selvia, karena Selvia diam menerima pelukannya.


'' Ya Ampun ini badan kenapa psreh begini'' batin Selvia bingung pikiran dan hatinya tidak menerima di peluk Angga tapi tidak dengan tubuhnya yang pasrah tak melawan.


Entah kerasukan apa Selvia begitu lemah tak bisa melawan saat mendapat pelukan dari Angga, padahal hati kecilnya ingin menolak.


'' Mas Angga, su-sudah lepaskan, kita bu-buka muhrim'' ucap Selvia terbata bata tak bisa menolak pelukan Angga, namun Selvia berusaha berpikir jernih kalau yang mereka lakukan belum di perbolehkan Agama.


Mungkin karena Selvia sudah mulai mencintai Angga makannya Selvia pasrah diam saja di peluk Angga, namun Selvia juga masih di liputi kebingungan, karena tidak tau apakah Angga sudah benar benar mencintainya atau belum, tapi perlakuan Angga dan tindakan Angga padanya membuat Selvia begitu senang, walaupun yang pasti Selvia hanya calon ibu sambung Safhira saja.

__ADS_1


segitu dulu ya...


semoga selalu semangat bacanya..


__ADS_2