
π Lanjutttt lagi Readers semangaaaaat π
Pagi hari tiba Angga dan Selvia tidur sangat lelap sekali, sampai tak mendengar Adzan subuh yang memang tak terdengar kencang, karena di Bali bukan mayoritas muslim, dan mereka juga tak mendengar dering Alarm ponsel Selvia, yang cukup kencang tapi tidak juga membangunkan mereka.
Selvia terbangun, karena merasa sesak, ternyata tubuh polosnya di peluk erat oleh sang suami.
Selvia mengerjapkan matanya dan kaget melihat jam sudah pukul 08.00 pagi.
'' Astagfirullah... kesiangan '' ucap Selvia sedikit berteriak.
'' Kenapa sayang '' tanya Angga yang kaget mendengar suara Selvia.
'' Mas kita kesiangan, kita melewat solat subuh'' ucap Selvia ingin bangkit dari tempat tidur.
Namun Angga kembali menarik Selvia ke dalam pelukan dada bidangnya.
'' Mas udah siang, ayo kita bangun ''ajak Selvia menarik tubuhnya, dari pelukan Angga.
'' Sebentar lagi sayang, ini bukan di rumah '' jawab Angga yang malah meregangkan bahu lebarnya semakin memeluk erat tubuh sang istri.
'' Iya... tapi aku lengket sekali ingin mandi mas '' ucap Selvia merasa tak nyaman dengan tubuh polosnya.
'' Sebentar lagi sayang, mas masih ingin meluk tubuh harum kamu'' ucap Angga menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Selvia.
'' Mass... aku itu bau asem, udah jangan di cium cium, jorok iiihhh'' ucap Selvia ingin menghindar namun kalah kuat dengan Angga yang memeluk nya erat.
'' Wangi begini di bilang asem, ini harum sekali sayang '' ucap Angga semakin kuat mencium dan menghirup aroma tubuh sang istri.
'' Mmass... udah geliii '' ucap Selvia menggerak gerakaan tubuhnya menghindari ciuman Angga.
'' Lihat sayang, kamu gerak gerak begitu membangunkan yang di sana'' ucap Angga mengarahkan tatapan Selvia pada senjata juniornya yang sudsh berdiri tegak di balik selimut.
'' isshhh...itu gara gara mas Angga sih cium cium leher aku... kan geli '' ucap Selvia tak mau di salahkan, telah membuat bangun junior Angga.
Selvia ingin melepaskan diri dari pelukan Angga, namun Angga kembali menahan tubuh mungil polosnya.
'' Jangan pergi dulu sayang, kamu harus jinakkan ini dulu, nanti dia ngamuk kalau gak di jinak kan '' ucap Angga menunjuk juniornya.
'' Astagfirullah Mas, emangnya mas gak lelah apa, kita dari kamarin terus saja melakukannya, mas'' ucap Selvia menghela nafasnya.
'' Mas masih ingin sayang, bayangkan Mas sudah lima tahun lebih menahannya '' ucap Angga memelas.
__ADS_1
'' isshh.... mas Angga itu aneh sekali, lima tahun lebih bisa menahan, sekarang Baru beberpa jam yang lalu kita melakukan ini, ingin lagi aja'' Ucap Selvia bingung dengan sang suami.
'' Itu beda Sayang, dia sudah sangat ketagihan sama sarangnya, jadinya mau terus '' ucap Angga
'' Boleh ya sayang sekali saja mas janji dech '' ucap Angga lagi.
Selvia menghela nafas panjang dan menghembuskannya, Selvia geleng geleng kepala dengan tingkah suaminya, yang selalu hanya memikirkan daerah inti miliknya saja.
Selvia mengalah menganggukan kepalanya, tak tega bila menolak sang suami yang sudah menahan hasratnya, dan mengingat kalau menolak permintaan suami di atas ranjang itu dosa.
'' Ya udah deh, gak usah sayang, kalau kamu lelah '' ucap Angga melihat sang istri lama meresponnya.
Selvia tak menjawab ucapan Angga, Selvia langsung ber inisiatif menyerang sang suami duluan, Selvia ****** bibir Angga dengan lihainya.
Angga syok sekaligus senang di buatnya, dan langsung membalas ****** sang istri mungilnya, yang sekarang sudah pandai menyenangkan nya.
Selvia melepas ciumannya, karena kehabisan nafas dan kembali ****** bibir Angga lagi.
'' Sayang... kamu makin pintar saja '' ucap Angga saat ciuman mereka terlepas.
'' Isshh... ini kan ajaran nya mas Angga '' ucap Selvia mencubit perut Angga gemas.
'' Auuuw... sakit sayang '' ucap Angga mengusap perut yang di cubit sang istri.
Selvia pasrah melayani sang suami yang tiada lelahnya terus menggempur dirinya dari malam setelah Resepsi.
'' Sayang... ini nikmat sekali '' ucap Angga di sela Ativitasnya menggempur sang istri.
Selvia menggigit bibir bawahnya menahan rasa nikmat yang sama seperti yang di rasakan dengan sang Suami.
Setelah satu jam bertempur, mereka berdua mencapai puncak pelepasannya, mereka berdua sama sama mengerang menuju pelepasan mereka berbarengan.
'' Ahhh mmaaass'' ***** Selvia
'' Auuhh viaaaa'' ***** Angga
Tubuh kekar Angga ambruk di samping tubuh polos Selvia, setelah puncak pelepasnanya.
'' Sayang makasih... Mas puas sekali '' ucap Angga mencium bibir, kemudian kening Selvia.
Mereka saling berpelukan, saling menenangkan degup jantung mereka, setelah olah raga pagi mereka yang begitu menguras keringat dan tenaga.
__ADS_1
Tak terasa sudah pukul 10.00 mereka langsung mandi bersama, karena mereka sama sama sudah merasa lengket dengan keringat.
Setelah selesai mandi, mereka bersiap karena hari ini Angga ingin mengajak sang istri jalan jalan ke pantai di daerah ubud.
Sebelum berangkat menuju pantai, Mereka sarapan terlebih dahulu, karena sudah di siapkan oleh pelayan di Villa Angga, mereka sarapan sekaligus makan siang, karena sudah pukul Sebelas siang, pantas saja perut mereka yang sudah keroncongan.
Setelah makan, Angga mengajak Selvia menuju pantai di ubud dengan menggunakan sepeda motor besar milik Angga, yang biasa Angga pakai bila jalan jalan di sekitar Villa nya.
Angga tampil sporty, dengan kaos polos hitam di padu celana pendek warna abu dan sepatu sport warna navy.
Sedangkan Selvia menggunakan T shirt warna putih di padu cardigan dan celana jeans.
'' Sudah siap sayang '' tanya Angga menyalakan motor gedenya.
'' Sudah mas '' jawab Selvia yang sudah siap di bonceng Angga.
'' Pegangan mas, sayang '' ucap Angga dan Selvia langsung menuruti nya.
Mereka berangkat menggunakan moge milik Angga, saat sampai mereka menghabiskan waktu berjalan jalan di pinggir pantai dengan tangan Angga yang terus menggandeng tangan sang istri tak mau lepas.
Apalagi banyak pria Asing yang selalu memandang intens Selvia, membuat Angga protectiv pada sang istri.
Setelah puas berkeliling mereka mampir membeli minum air kelapa di kedai penjual minuman di sana.
Setelah habis, mereka pulang karena Selvia mengeluh tak nyaman melihat turis asing berlalu lalang dengan pakaian bikini nya.
Sebelum pulang ke Villa Angga mengajak Selvia mampir ke Ubud Art Market untuk membeli oleh oleh kerajinan tangan khas bali.
Disana mereka banyak membeli cendramata untuk semua keluarga, yang akan dikirim oleh penjual ke Villa Angga karena Angga menggunakan motor jadi tak bisa membawanya langsung.
Setelah puas berbelanja, mereka akhirnya pulang, saat di tengah jalan akan pulang ke villa, hujan lebat mengguyur daerah ubud. mereka berhenti di tempat teduh.
'' Sayang... biar mas telepon supir untuk menjemput kamu yah, biar mas pulang pakai motor'' ucap Angga pada Selvia.
'' Gak usah mas, aku mau menemani mas Angga naik motor saja, seperti nya menyenangkan '' jawab Selvia dengan senyum manis nya.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan, menuju Villa Mereka, di temani hujan rintik rintik membuat suasana semakin romantis.
Tak lama mereka sampai di Villa dan segera masuk ke kamar utama, agar segera mandi karena baju mereka yang sudah basah.
πΊ Bersambunggg dulu Readers nanti kita sambung lagi πΊ
__ADS_1
Jangan bosen dukung terus Authorrrr