Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
Episode 54


__ADS_3

lanjuttt sambungannya...


Terima kasih buat para pembaca yang selalu mengingatkan Author akan kekurangan penulisan dan tanda baca. sehingga Author bisa memperbaikinya. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Suara Adzan subuh berkumandang, berbarengan dengan suara dering dari Alarm ponsel Selvia berbunyi.


Selvia yang mendengar itu, mengerjapkan matanya, Selvia tidak bila langsung terbangun, karena tangan kekar Angga melingkar di perut rata Selvia.


Selvia berbalik badan menatap ke arah wajah Angga, wajah Angga terlihat begitu teduh dan tenang dalam tidur lelapnya.


Angga terusik karena mendengar alarm ponsel, yang belum sempat Selvia matikan, Angga pelan pelan terbangun membuka matanya, dan balik menatap wajah cantik Selvia yang sedang khusu menatapnya.


''Iiihhh mas Angga, ternyata sudah bangun'' ucap Selvia kaget, saat sadar Angga menatap balik padanya.


'' Iyya saya sudah terbangun, sedari tadi semenjak kamu memperhatikan saya,'' jawab Angga tersenyum.


Selvia merasa malu, langsung menutup matanya dengan kedua tangannya karena ketauan oleh Angga, Selvia memperhatikannya.


Karena tangan Angga sudah terlepas, Selvia langsung ingin turun dari kasur, namun Angga sigap kembali membawa Selvia ke dalam pelukannya.


'' iiiihhh lepas mas, mas Angga solat subuh dulu, aku mau lihat Safhira terus mau sekalian bikin sarapan, hari ini mas Angga mau ke kantor kan'' tanya Selvia berusaha melepas tangan Angga.


'' Iya via....Sebenarnya saya malas sekali ke kantor, mendingan saya menemani kamu di sini, tapi mau gimana lagi Fandi sudah membuat janji meeting hari ini'' jawab Angga menghela nafas.


'' Semangat mas, insya Allah nanti via bawakan makan siang untuk mas Angga ke kantor... boleh kan'' ucap Selvia


'' Tentu boleh via, kamu sekarang adalah istri CEO pemilik Dirgantara group, berarti itu milikmu juga, kamu bebas keluar masuk ke sana'' ucap Angga bangkit terus mengecup singkat bibir Selvia.


Selvia kaget, sekaligus senang di buatnya, betapa tidak Angga begitu menghargainya, membuat Selvia tersanjung atas semua ucapan Angga.


Angga langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu untuk melaksanakan solat subuh, Angga solat subub sendiri, karena Selvia berhalangan, sedang tidak solat.


Sedangkan Selvia, saat Angga sudah ke kamar mandi, Selvia berjalan menuju kamar Safhira, untuk melihat Sang putri apakah sudah terbangun atau belum, ternyata Safhira belum terbangun.


Selvia pelan pelan membangunkan Safhira ingin mengajari Safhira untuk solat subuh sedini mungkin.


'' Sayang... bangun sayang .. ini sudah subuh, fhira solat subuh dulu yu, abis solat bisa bobo lagi'' ucap Selvia pelan sambil mengusap usap pipi Safhira.

__ADS_1


''Mommy.. fhira masih mengantuk'' ucap fhira sambil mendusel dusel guling kesayangannya.


'' Sebentar sayang, hanya dua rakaat saja, abis itu baru boleh bobo lagi, ayoo anak cantikk'' bujuk Selvia.


Safhira pun bangun, Safhira di bantu Selvia untuk berwudhu dan solat terus kembali tidur Karena masih mengntuk.


Selvia kembali ke lantai bawah, menuju dapur untuk membuat sarapan untuk Angga.


Di dapur, sudah ada bi Minah yang sedang bersiap untuk memasak makanan berat untuk sarapan.


'' Eehh nyonya, sudah bangun'' tanya bi Minah pada Selvia


'' Iya bi, aki mau bikin sarapan buat mas Angga, eh iya bi, bibi gak usah panggil aku nyonya segala bi, panggil neng aja seperti biasa, itu juga lebih enak di dengarnya'' ucap Selvia pada bi Minah.


'' Ehh gak sopan atuh, nanti kalau di dengar oleh tuan Angga..neng'' jawab bi Minah


'' Tidak akan apa apa bi, mas Angga pasti akan mengerti dan nanti aku juga bakal bilang itu mau aku sendiri'' ucap Selvia


'' Iyaa baik neng, kalau begitu'' balas bi Minah


''Mas Angga...ini kopi nya'' ucap Selvia saat masuk kamar, dan melihat Angga yang sudah memangku laptop di pahanya.


'' Terima kasih sayang'' ucap Angga tersenyum senang.


''Iya mas sama sama, di minum air putihnya dulu baru minum kopinya ya '' ucap Selvia lagi dan di angguki Angga.


Waktu sudah menunjukan 07.00 Angga sudah bersiap ke kantor dan Selvia baru saja selesai mengurusi Safhira mempersiapkannya ke perluannya ke sekolah.


Setelah itu, Selvia membawa Safhira ke meja makan untuk sarapan bersama Angga, Angga sudah ada di meja makan untuk menemani Safhira sarapan, dan menunggu Selvia yang sedang bersiap siap untuk berangkat mengantar Safhira ke sekolah.


Setelah semua selesai, mereka berangkat bersama dalam satu mobil, Angga yang menyetir, karena Angga menyuruh Pak mardi untuk beristirahat saja, setelah kemarin melakukan perjalanan dari Bandung.


Angga senang, melihat Safhira yang terus saja mengoceh dan bercerita padanya dan Selvia.


Safhira merasa sangat senang, karena sekarang Safhira punya papa dan mommy lengkap seperti teman temannya.


Setelah lima belas menit perjalanan, Mereka sampai di sekolah TK Safhira, Angga dan Selvia mengantar Safhira sampai masuk ke kelasnya.

__ADS_1


'' Karena Safhira sudah masuk kelas, jadi sekarang kamu ikut saya saja ke kantor, gak usah menunggu di sini, saya takut nanti ada yang godain kamu'' ucap Angga tersenyum sambil merangkul pundak Selvia, Setelah mereka mengantar Safhira ke kelasnya.


'' iishh apa sih mas, siapa lagi yang mau godain, di sini semua yang menunggu ibu ibu'' balas Selvia balik tersenyum .


'' Iya juga sih yang di katakan Selvia, tapi kan kadang suka ada para wali murid laki laki yang menjemput seperti dirinya dulu'' batin Angga.


'' Jadi kamu tidak mau ikut ke kantor, untuk menemani saya, malah lebih memilih menunggu di sini'' tanya Angga pada Selvia.


'' Enggak lah mas, via bukannya tidak mau, cuman Via mau minta ijin sama mas Angga, Via mau main ke cafe Anggita, aku ingin ketemu teman ku Nita, sekalian mau bikinin makan siang buat mas Angga di sana...boleh yah mas'' ucap Selvia meminta ijin pada Angga.


'' Ooh begitu, iya saya ijinkan, ya sudah saya antar ke cafe Anggita, setelah itu baru saya ke kantor'' jawab Angga.


'' Terima kasih mas'' ucap Selvia senang sambil menggoyangkan tangan Angga.


'' Iya sama sama Sayang'' jawab Angga membuat Selvia tersenyum malu di buatnya.


Sampai di depan cafe Angga tak ikut turun karena akan langsung ke kantor.


''Makasih ya mas, sudah mau mengantar via'' ucap Selvia sambil menyalami tangan Angga.


'' Iya sayang... ingat jangan sampai nakal, di sana ada para bujang yang nongkrong gak jelas, awas jangan sampai tergoda'' ucap Angga berbisik di telinga Selvia.


Selvia di buat merinding mendengarnya.


'' iih mas... Yang ada mas Angga jangan jelalatan matanya, dikantor mas Angga kan kebanyakan para wanita, yang cantik jelita, sexy dan pintar, apalagi sekretaris mas Angga yang selalu berpakaian tak sopan'' ucap Selvia Cemberut mengingat godaan Angga di kantor.


'' Tapi via...di hati saya hanya kamu seorang sayang, kamu jangan khawatir, cepetan.. mas tunggu di kantor'' ucap Angga sambil mengecup kening dan bibir Selvia singkat.


Selvia lagi lagi berbunga bunga di buatnya, Angga yang dulu Selvia kenal dingin dan Arogan sekarang sudah berubah sangat berbeda.


Setelah mengantar Selvia ke cafe, Angga langsung menjalankan mobilnya menuju kantor, karena Fandi sudah menunggunya di sana.


πŸ“šπŸ“šπŸ“šπŸ“š


Semoga suka semangatt terus bacanyaaa..


tidak lupa dukung terus Author yaaaa

__ADS_1


__ADS_2