Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episude 12


__ADS_3

Angga termenung seandainya Alm Dita masih hidup, pasti Safhira tidak akan kesepian seperti ini dan mungkin Angga pun tidak akan berubah menjadi cuek dan dingin seperti sekarang.


Adzan subuh berkumandang, Selvia terbangun untuk melaksanakan sholat subuh, sebelumnya Selvia mandi terlebih dulu agar terasa segar karena dari semalam sepulang Selvia dari cafe belum sempat mandi, Selvia keluar dari kamar mandi sudah berganti baju dengan dress warna pastel yang di berikan Anggita padanya, yang di ambil dari butik Anggita.


Selvia begitu terlihat berbeda dengan dress nya terlihat pas di badannya dan memperlihatkan gaya peminim dan elegan yang tak pernah di perlihatkannya, karena berbeda dengan biasanya Selvia yang selalu terlihat cuek dan tomboy menggunakan baju seragam Cafe.


Selvia yang biasanya hanya memakai kemeja atau kaos sehari harinya.. di padukan celana bahan atau rok untuk bekerja.


Setelah selesai solat subuh, Selvia melihat Angga masih lelap tertidur di sofa dan Safhira juga sepertinya masih mimpi indah dalam tidur lelapnya.


Anak kecil itu semenjak semalam setelah bertemu Selvia wajahnya berubah dari pucat menjadi berseri seri walaupun dalam keadaan tertidur.


mungkin sudah mulai membaik dan stabil kondisinya, tiba tiba terdengar suara Angga membuyarkan pikiran Selvia yang sedang menatap intens ke arah Safhira.


''Kamu sudah bangun via?'' tanya Angga sambil mengucek ngucek matanya.


Selvia yang kaget hanya mengangguk sambil membereskan mukena nya.


'' Pak Angga mau solat subuh, masih bisa pak... lumayan masih ada waktu, saya tadi mau membangunkan gak enak pak Angga masih lelap tidurnya'' ucap Selvia yang langsung angguki oleh Angga.


'' Iya...tidak apa apa'' jawab Angga singkat.


Angga langsung masuk ke kamar mandi, Angga begitu kagum, setelah tadi sesaat memandang Selvia yang baru selesai solat.


Angga kagum..gadis yang biasa terlihat sederhana, namun saat memakai baju yang peminim langsung terlihat berbeda.


'' Aku seperti bermimpi, aku sesaat melihat Selvia seperti Alm dita istriku, mereka begitu hampir mirip apalagi tadi Selvia terlihat berbeda sekali dari biasanya, dia lebih peminim dengan menggunakan dress itu, begitu sangat berbeda dari biasanya'' batin Angga yang menyadari perubahan Selvia yang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


Angga sesaat melamun di depan wastafel yang berada di kamar mandi, setelah mengambil air wudhunya.


Selvia yang sedang duduk mendongak melihat kearah pintu kamar mandi, yang saat terbuka memperlihatkan Angga yang keluar kamar mandi dengan wajah basahnya setelah berwudhu.


Hati Selvia juga begitu terpesona, di saat melihat Angga yang dengan khushu nya melakasanakan solat subuh dan mendoakan memohon kesembuhan untuk putrinya.


''Duh ges kasep soleh deui pak Angga'' batin Selvia tersenyum ternyata diam diam di dalam hatinya begitu mengagumi sosok Angga yang dulu ketika pertama bertemu begitu arogan dan angkuh.


(aduh udah ganteng sholeh lagi pak angga)


Setelah Angga menyelesaikan solatnya, suasana sangat canggung antara mereka berdua karena Safhira masih tertidur, Angga sesekali melirik Selvia, namun yang di lirik pura pura tak melihat nya, karena malu Selvia tidak berani menatap ke arah Angga, Selvia memilih berkirim pesan dengan temannya Nita, memberitahunya kalau dirinya hari ini ijin tidak masuk kerja.


Selvia begitu nervous berdekatan dengan Angga, walaupun meraka duduk di kursi sofa yang berbeda namun posisi mereka jadi berhadap hadapan.


Setelah sekian lama, akhirnya Selvia memulai bersuara pada Angga yang sedang fokus menatap laptop di depannya.


''Pak Angga mau saya buatin kopi atau teh..biar saya buatkan sekalian'' tanya Selvia gugup dan pelan.


'' Boleh apa saja terserah, asal tidak merepotkan kamu..'' jawab Angga singkat di akhiri senyuman.


'' Iya pak, sama sekali tidak merepotkan sekalian saya mau bikin teh juga '' ucap Selvia akan berjalan ke arah pantry yang berada di sana.


Selvia langsung berjalan ke pantry mungil di pojok ruangan inap Safhira, yang lengkap fasilitas di dalamnya, isinya lumayan lengkap ada dispenser untuk menyiapakan minuman.


Selvia membuatkan Angga kopi dan teh hangat untuk dirinya ia juga menghangatkan roti di microwave agar sedikit hangat, karena rotinya menjadi dingin karena berada di ruangan ber AC semalaman.


Setelah selesai, Selvia membawa kembali ke sofa di mana Angga duduk sembari mengecheek file di ponsel dan laptop yang tersedia di sana.

__ADS_1


Setelah Selvia menyajikan kopi dan roti di meja, Angga bersuara.... saat Selvia kembali duduk di sofa.


'' Selvia, saya mau minta maaf, semalam saya main ngomong saja sama Safhira kalau kamu mau menemaninya di rumah... maafkan saya tanpa meminta ijin dari kamu terlebih dahulu, Saya sudah tak tahan dari kemarin Safhira terus mendiamkan saya, jadi saya membuat alasan itu tanpa ijin sama kamu'' ucap Angga menatap Selvia seakan memohon agar Selvia mau bersedia menemani Safhira nanti bila sudah pulang ke rumah.


'' Iya tidak apa apa pak, saya sangat mengerti, nanti insya Allah saya akan sempatkan kerumah Pak Angga untuk menemani Safhira atas ijin mba Anggita'' balas Selvia menunduk tak mau menatap langsung ke arah Angga.


'' Via terima kasih banyak yah, dan satu lagi saya mau meminta tolong sama kamu, saya ada sedikit kerjaan di kantor hari ini namun tidak akan lama, bolehkan saya meminta tolong kembali, untuk jaga Safhira sampai saya kembali nanti dari kantor'' Pinta Angga pada Selvia agar tetap menemani Safhira.


'' Iya pak, ga apa apa, mba Anggita juga sudah mengijinkan saya libur kerja hari ini, biar saya disini menemani Safhira'' ucap Selvia yang lagi lagi menundukan pandangannya.


'' Baiklah, saya ucapkan terima kasih banyak yah via '' ucap Angga.


Selvia menyajikan kopi untuk Angga dan teh untuk nya serta roti isi untuk sarapan mereka di atas meja, karena Safhira belum juga terbangun ruangan itu pun lagi lagi terasa canggung dan hening.


Angga menyesap kopi buatan Selvia dengan pelan karena masih panas.


''Eemm... rasanya pas sekali'' batin Angga merasakan kopi buatan Selvia.


Mereka berdua saling diam, Selvia memilih memainkan ponselnya, karena ia merasa tidak nyaman terus berhadapan dengan Angga.


Setelah kopinya habis, Angga pamit pada Selvia dan Safhira yang masih terlelap tidur.


'' Via saya pamit mau pulang ke rumah dulu, untuk berganti baju trus ke kantor, sekali lagi saya titip Safhira ya... Assalamualaikum '' ucap Angga berjalan ke luar dari ruang inap Safhira.


Selvia menghela napas nya, ketika Angga sudah keluar dari kamar rawat Safhira


'' Aduh lega nya, berduaan terus bareng pak Angga bikin hati aku degdegan gak karuan'' ucap Selvia pelan.

__ADS_1


maaf ya bila author masih banyak salahnya.. karna ini karya author yang pertama, mohon dukungannya


__ADS_2