
Di sebuah cafe Selvia sedang merapihkan setiap sudut cafe, merapihkan posisi meja dan kursi yang bergeser dari temaptnya, karena akan segera di buka.
Tiba tiba ada sebuah mobil datang terparkir di cafe, ternyata yang tak lain mobil Anggita sang empunya cafe.
Saat akan masuk ke cafe, Anggita langsung menyapa Selvia untuk berterima kasih, karena sudah mau membujuk sang ponakan cantiknya.
''Via makasih yah, kamu mau bantu bujuk Safhira'' ucap Anggita.
'' Iya...sama sama mba Anggita'' jawab Selvia dengan senyum ramah nya.
( maklum orang sunda di kenal dengan ramah tamahnya)
Anggita berencana menceritakan keadaan Safhira pada Selvia, Safhira yang sudah tidak mempunyai seorang ibu, dan ia berniat akan menjodohkan sang kakak Angga dengan Selvia.
walaupun Selvia hanya seorang pelayan cafe, tapi tidak ada salahnya, yang penting ia bisa mengambil hati ponakannya, Safhira yang diketahui tidak bisa dekat dengan sembarang orang, tapi beda bila dengan Selvia anak itu menurut sekali.
'' Via ikut ke ruangn ku sekarang, ada yang mau aku bahas'' pinta Anggita dan di angguki Selvia yang ikut berjalan menuju ruangan Anggita.
Setelah di ruangannya, Anggita langsung menceritakan perihal Safhira yang sudah tidak mempunyai seorang mama.
__ADS_1
'' Selvia.. maaf ponakanku sangat merepotkan mu dari kemarin, sepertinya fhira menyukaimu dan cocok dengan mu, buktinya saja saat pertama kali bertemu ia selalu ingat dan bergantung sekali pada mu via, seingat ku anak itu tidak mau dekat dan tidak cepat akrab dengan orang yang baru ia kenal, tapi dengan mu via, fhira berbeda seperti menemukan yang ia cari selama ini'' ucap Anggita panjang lebar membuat Selvia bingung.
''Maksud mba Anggita apa, saya sama sekali gak mengerti'' tanya Selvia tidak mengerti tentang dekat dan cocok.
''Iya via, Safhira kasihan sekali, karena sejak lahir belum pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu, hanya dengan kak Angga, aku dan ibuku saja dia dekat'' ujar Anggita menghela nafas.
'' Semenjak Alm mba Dita meninggal saat melahirkan Safhira, kakaku Angga sangat cuek dan dingin tak mau membuka hati untuk orang lain, padahal aku dan mami ku selalu mengenalkannya pada teman serta sahabat tapi kak Angga tetap pada pendiriannya, yah mungkin kak Angga tak terlalu membutuhkan pengganti istri seperti Alm mba Dita, tapi Safhira anak itu sangat memerlukan sosok seorang ibu seperti teman temanya di sekolah'' cerita Anggita panjang lebar lagi, dan Selvia termenung mendengarnya dan mulai mengerti arah bicara Anggita.
'' Iya mba, sesungguhnya via juga kasihan sama Safhira, Fhira selalu terliaht murung dan sedih mengingat temannya yang mempunyai keluarga lengkap, Kenapa pak Angga sendiri saja yang mencari seorang ibu sambung untuk Safhira, apa pak Angga tak bisa merasakan perasaan kesepian yang di alami Safhira mba'' tanya Selvia hati hati, karena merasa kasihan melihat Safhira tidak mempunyai seorang ibu.
''Kakak ku itu, seperti nya sudah mati rasa kayaknya, semenjak sepeninggal istrinya ia menjadi dingin sekali dan cuek pada semuanya, ya mungkin kak Angga merasa masih bersalah, karena saat Alm mba Dita melahirkan kak Angga sedang melakukan perjalanan bisnis di luar kota, ya di hari naas itu sebelum kandungan Alm mba Dita baru memasuki 30 minggu namun karena ia terjatuh di tangga dan menyebabkan pendarahan, yang mengharuskan operasi caesar saat itu juga agar bayi itu tertolong, namun sayang Alm mba Dita tidak tertolong karena benturan di kepalanya yang cukup keras, dan saat itu juga kakak ku langsung menyalahkan dirinya sendiri, berubah menjadi cuek, dingin dan datar'' ucap Anggita menceritakan kisah meninggalnya Dita.
karena Anggita tahu Angga tak pernah ramah atau sekedar mengucapkan terima kasih pada Selvia, padahal Selvia sering kali membantu menemani Safhira.
''Iya... tidak apa apa mba, aku paham sekali'' balas Selvia tersenyum.
Dikantor Dirgantara group
Angga sedang melamun mengingat obrolan Safhira dan Selvia di telpon tadi pagi, Angga baru menyadari kalau sang putri kesepian dan menginginkan sosok ibu yang selalu menemani dan menyayanginya seperti teman temannya.
__ADS_1
''Safhira kenapa bisa langsung sedekat itu dengan dia'' batin Angga mengingat keakraban Safhira dan Selvia.
Sampai suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.
''Masuk'' ucap Angga dan tenyata sang asisten pribadinya Dito yang mengetuk pintu.
'' Pak Angga.. saya mau mengingatkan, ada meeting nanti pukul 2 siang, apa akan di lakukan di kantor atau tempat biasa (cafe anggita)'' tanya Dito.
'' Iya Dit.. di cafe adiku saja, sekalian aku mau menjemput Safhira yang sepulang sekolah di jemput Anggita'' jawab Angga dan memang Safhira dibawa langsung ke cafe Anggita untuk bertemu Selvia.
Namun tanpa di ketahui Angga, padahal yang menjemput adalah Selvia, karena Selvia sudah janji untuk menghibur Safhira yang selalu merasa kesepian karena tidak memiliki seorang ibu, apalagi semenjak mendengar cerita Anggita membuat Selvia begitu ikhas menyayangi Safhira.
Di sekolah Safhira.
Para ibu dan wali murid berjejer menunggu para murid keluar dari ruangan kelas mereka, karena waktu menunjukkan pukul 12.00 tepat dan bel pun berbunyi tanda sudah waktunya untuk pulang sekolah.
ππππ
mohonnn dukungannyaaaa....
__ADS_1