Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 89


__ADS_3

kita lanjut lagi Readers...


dukung dan semangatin Author yah,,,


Biar Author makin semangat updatenya..


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ


'' Sayang kamu sudah sampai'' tanya Angga yang langsung mendekati Selvia yang masih berdiri di depan pintu.


'' Maaf... aku sudah menggaanggu kalian'' jawab Selvia yang menahan air matanya yang akan jatuh melihat keakraban sang suami dengan wanita yang tak di kenalnya.


Selvia tambah merasakan sakit melihat sang suami tengah makan siang dengan wanita Asing itu, padahal Selvia sudah bilang di telpon tadi akan membawa makan siang untuk suaminya.


'' Cintya kenalkan dia Selvia istriku'' ucap Angga mengenalkan Selvia pada Cintya, Angga tak mau sang istri salah paham dengan apa yang di lihatnya.


'' Istri, bukannya istri kamu sudah meningal, terus kamu gak cerita sudah punya istri lagi ga'' jawab Cintya sedikit ketus.


Mendengar ucapan Cintya, Selvia langsung berbalik tak jadi masuk ke ruangan Angga dan meninggalkan paper bag yang jatuh di lantai begitu saja.


Angga langsung bergegas menyusul sang istri yang tak jadi masuk ke ruangan nya, Angga merutuki dengan apa yang Cintya katakan namun Angga sadari ia lupa memberi tahu Cintya kalau ia sudah menikah lagi.


'' Sayang, sayang... tunggu itu tak seperti yang kamu kira'' ucap Angga terus mengikuti sang istri yang berjalan cepat menuju lift.


Karyawan yang berada di lantai itu saling berbisik dengan apa yang mereka lihat, apalagi Winda sekretaris angga tersenyum puas melihat pertunjukan di depannya.


'' Rasain cewe kampungan, enak aja mimpi jadi nyonya Dirgantara.. cihh ga pantes'' batin Winda.


Cintya yang bingung dengan Yang ia lihat, memilih tak ambil pusing, ia kembali duduk manis menunggu kedatangan Angga sang punya ruangan sembari menghabiskan makanan yang ia bawa.


Selvia langsung menuju ke arah lift yang kebetulan kosong, Selvia langsung masuk ke dalam lift di ikuti sang suami.


Angga langsung menahan pintu lift yang akan tertutup, Angga langsung masuk ke dalam lift mendekati sang istri.


Selvia yang terbakar cemburu dengan apa yang ia lihatnya di tambah lagi moodnya sebagai ibu hamil yang begitu sensitif membuat Selvia semakin Badmood di buatnya.


'' Sayang.. itu tak seperti yang kamu kira'' ucap Angga mendekati Selvia namun Selvia menolak dan menjauh tak mau di sentuh sang suami.


'' Sayang please, kamu salah paham, mas akan jelaskan'' ucap Angga membujuk sang istri.


Selvia menutup telinga nya dengan tangannya tak mau mendengar penjelasan sang suami.


'' Sayang mas mohon jangan seperti ini, ingat kamu sedang mengandung jangan stress sayang'' ucap Angga langsung memeluk paksa sang istri.


'' Lepas mas... lepasss'' ucap Selvia ingin melepaskan diri dari pelukan sang suami.


Namun pelukan Angga begitu erat, selvia tak kuat melawannya.


'' Tidak sayang mas ga akan lepas, kamu harus tenang dulu, dengerin mas kamu tuh udah salah paham sayang, dia itu teman ku sewaktu kuliah di Amerika tidak lebih'' ucap Angga menjelaskan.

__ADS_1


'' Terserah aku gak mau tau, sekarang lepasin aku mas, mending mas kembali ke ruangan mas karena wanita itu pasti masih menunggu mas di sana, anggap saja aku bukan istri mas seperti yang mas katakan pada wanita asing itu'' ucap Selvia yang meneteskan air mata di pipinya walaupun sudah berusaha menahannya.


'' Sayang kamu salah paham, aku ga bermaksud begitu, Ayo sekarang ikut ke ruangan mas biar kita luruskan semuanya, kamu salah paham sayang'' ucap Angga ingin memngusap Air mata sang istri dengan sapu tangannya namun di tolak Sang istri.


Tak lama pintu lift terbuka karena sudah sampai di lantai yang Selvia tuju, selvia kembali bersuaran dengan suara seraknya yang terus berusaha menahan air mata agar tak kembali jatuh di pipinya.


Selvia juga berpikir tak mau membuat malu sang suami di depan karyawannya.


'' Sekali lagi aku bilang lepas mas, kalau mas tidak mau lepas aku pastikan aku gak akan pulang lagi ke rumah kamu mas'' ucap Selvia bergetar namun berusaha tegar.


Angga yang takut dengan yang di ucapkan sang istri, ia langsung melepas pelukannya.


Selvia keluar dari lift berjalan ke lobby menuju parkiran di mana pak Mardi memarkirkan Mobil Alphard Vellfire milik Angga.


Angga terus mengikuti langkah sang istri menuju parkiran.


Pak mardi yang tengah duduk di tempat duduk di area parkiran khusus itu pun kaget melihat kedua bosnya yang tiba tiba datang tak memberitahu dulu.


Pak Mardi langsung membuka pintu mobil, setelah pintu mobil terbuka Selvia langsung masuk ke dalam mobil di susul Angga.


'' Pak Mardi tolong antar saya pulang sekarang'' ucap Selvia


'' Iya non'' jawab Pak mardi.


'' Tunggu sebentar pak, saya mau bicara dulu sama istri saya'' ucap Angga saat pak mardi akan menyalakan mesin mobilnya.


'' Sayang maafkan mas, kamu jangan seperti ini, kamu salah paham sayang'' ucap Angga mengenggam telapak tangan sang istri.


'' Sudah mas aku mau pulang, mendingan mas selesaikan urusan mas dengan wanita yang masih di ruangan mas itu, aku ingin sendiri dulu, aku akan tunggu mas di rumah'' ucap Selvia datar menghindar dari tatapan sang suami yang memelas pada nya.


Angga pasrah dengan keinginan sang istri, Angga akan selesaikan dulu Cintya baru ia akan langsung pulang menyusul sang istri.


'' Baiklah sayang kalau itu mau mu, mas akan segera menyusul mu ke rumah'' ucap Angga ingin mencium kening Sang istri namun Sang istri langsung menghindar, Angga pasrah mengingat sang istri yang sedang mengandung Angga tak mau mood sang istri semakin buruk. Angga lemas keluar dari mobil Alfhard miliknya.


Angga langsung menyuruh pak Mardi mengantarkan sang istri ke rumah.


Setelah kepergian sang istri, Angga langsung kembali ke ruangan nya dan menjelaskan semua nya pada Cintya kalau dirinya sudah kembali menikah dan kini sang istri tengah mengandung buah hatinya.


Cintya langsung merasa tak nyaman menahan kesal, ternyata Angga sudah kembali menikah.


Padahal niatnya Cintya ingin mendekati Angga karena sudah menjadi duda, mendengar itu Cintya pun pamit pulang karena Angga sudah berubah dingin tak Welcome seperti tadi pada nya.


Setelah kepergian Cintya Angga langsung membereskan berkas penting yang akan ia bawa ke rumah ke dalam tas kerja nya.


Angga langsung bergegas ke lobby, Sebelum turun ke lobby Angga sudah menyuruh penjaga untuk menyiapkan Mobil lain milik Angga yang terparkir di parkiran khusus mobil mobil miliknya yang berada di kantornya.


Angga langsung masuk mobil yang sudah di siapkan penjaga dan langsung menancapkan gas mobilnya kencang menyusul mobil yang membawa sang istri.


Angga sampai di rumah mewahnya, namun tak ada mobil yang di kendarai pak Mardi terparkir di sana.

__ADS_1


Angga turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumahnya.


Saat masuk keadaan rumah sepi, bisa di pastikan kalau Pak mardi belum sampai rumah.


'' Bi di mana istri saya'' tanya Angga to the point.


'' neng via bukannya pergi ke Cafe bersama pak Mardi pak'' jawab Bi minah.


Mendengar ucapan bi minah Angga langsung menelpon ponsel sang istri, namun saat membuka ponselnya Angga melihat ada beberapa panggilan dan pesan dari Anggita dan panggilan dari maminya.


Anggita


πŸ“© Kak mami dadakan mau ngajak makan bersama di Cafe ku, Tiga puluh menit lagi mami sampai kakak segera ke sini ya, sekalian ajak kak Via juga kak.


Angga ingat Saat ia mengejar Selvia ia melupakan ponselnya.


Angga mencoba menelpon sang istri ternyata ponsel sang istri tak Aktif, sepertinya Selvia sudah menonaktifkannya.


'' Shiit.. ponselnya mati'' ucap Angga


Angga langsung beralih menelpon Pak Mardi, tak lama pak mardi menjawab telpon dari Angga.


πŸ“ž'' pak Mardi kalian masih di mana, saya sudah di rumah kenapa kalian belum sampai'' cerocos Angga yang tak sabar mengetahui keberadaan sang istri.


πŸ“ž'' Maaf pak, tadi non Selvia meminta putar arah ke cafe non Anggita'' jawab pak mardi sedikit gugup mendengar suara lantang Angga.


πŸ“ž'' Sekarang istri saya mana, saya mau bicara pada nya'' suruh Angga.


πŸ“ž'' Non via sedang makan bersama dengan nyonya Anggi, nona kecil Safhira, non Anggita dan pak Fandi pak'' ucap Pak mardi.


Mendengar Ucapan pak Mardi, Angga langsung di buat kesal mengingat Fandi ada di sana, walaupun Fandi sudah memiliki hubungan dengan Anggita namun Angga masih di buat cemburu karenanya.


Angga menghela nafas tenang, Setidaknya Sang istri berada bersama keluarganya.


Ternyata waktu perjalanan pulang Selvia di telpon Anggita untuk balik arah kembali ke Cafenya, karena ada mami Anggi yang ingin mengajak makan bersama keluarganya.


πŸ“ž'' Baiklah pak gak usah di ganggu, saya akan langsung menyusulnya kesana'' jawab Angga yang langsung bergegas masuk mobil.


Angga mengemudikan mobilnyaa begitu kencang, agar segera sampai ke Cafe Anggita. Angga sudah tak sabar ingin segera menemui sang istri.


Setelah menempuh lima belas menit, Mobil yang di kemudikan Angga sampai di parkiran Cafe Anggita.


Di palkiran Angga bertemu pak mardi, Angga menyuruh pak mardi pulang. karena sudah ada dirinya yang akan menjemput sang istri.


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š


Bersambung dulu ya Readers


Jangan lupa terud dukung Author..

__ADS_1


__ADS_2