Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 113


__ADS_3

Sampai kembali ke Villa.


Setelah puas berbelanja keluarga Angga akhirnya memutuskan kan kembali pulang ke Villa orang tua Angga.


Sebelum pulang k Villa mereka mampir ke Pantai Kuta yang berada dekat dengan Mall Beachwalk yang mereka kunjungi.


Mereka hanya Sebentar mampir ke pantai, karena takut kesorean dan keburu habis waktu untuk melaksanakan sholat Ashar.


Mereka tiba di villa pukul 05.00 sore, semuanya bergegas berwudhu kemudian sholat Ashar berjamah di mushola Villa.


Mereka sekalian berdzikir sekalian menunggu Solat maghrib, beru bersiap siap menuju Hotel Fandi.


Setelah Solat maghrib, fandi tampak sibuk menelpon seseorang, Saat di tanya Anggita Fandi beralasan masalah pekerjaan.


Sebenarnya Fandi bergantian menghubungi orang yang tengah stanbay mempersiapkan dan menghandle surprise untuk lamaran nya bersama Anggita, Fandi juga menghubungi orang tua nya yang sudah tiba di Hotel sedari sore tadi.


Fandi berangkat menuju Hotelnya terlebih dahulu, fandi beralasan ingin mandi dan bersiap menyambut semua keluarga Angga.


Setelah pamit Fandi menjalankan mobilnya, menuju Hotel dan resort miliknya yang berada di daerah kuta, Badung bali.


Setelah Solat isya, rombongan keluarga Angga langsung bersiap, Selvia mengechek Anggita, Selvia kembali beralasan kalau calon ponakan di perutnya ingin Auntynya malam ini canti sekali.


Anggita tertawa terbahak bahak mendengar alesan Absurd Selvia, mungkin untuk memilih gaun masih masuk akal, tapi ngidam menyuruhnya untuk dandan harus cantik banget sih aneh juga yahh pikir Anggita.


Pukul 19.30 keluarga Angga sudah siap semua, Selvia dan Anggita, dan Safhira yang penampilannya paling cetarrr, di susul mami Anggi dan Bu sumi tak kalah cetar rupanya, di susul kembali para laki-laki yang begitu gagah dan tampan.


Mereka berangkat dengan Dua mobil mobil, satu mobil Range rover milik Angga dan Satu lagi Alphard vellfire milik papi Agung yang stanby berada di Villanya.


Setelah menempuh perjalanan 20 menit Akhirnya mereka sampai di Hotel and resort milik Fandi.


Mereka turun di depan lobby hotel kemudian berjalan masuk menuju Ballroom Hotel, di mana tempat mereka akan mengadakan jamuan makan malam dan sekalian Surprise lamaran untuk Anggita.


Saat memasuki Ballroom, disana sudah banyak di penuhi banyak tamu hotel.


Angga tampil gagah berjalan sejajar dengan sang istri yang begitu Anggun dengan gaun warna hijau tosca.


'' Kak Angga..apa kita tidak salah ruangan..mungkin bukan di Ballroom kak.. ini sepertinya akan di adakan acara'' Anggita yang bingung mau makan malam kok, Ballroomnya ramai seperti akan si adakan acara.


''Fandi menyuruh kita menunggu di sini git, ehh tuh dia datang'' jawab Angga menunjuk Fandi yang datang menghampiri mereka.


Fandi terpesona dengan tampilan Anggita, perempuan didepannya begitu berbeda, Anggita yang selalu berpenampilan casual ala exsmud sekarang tampil berbeda dengan gaun pesta pilihannya.



Anggita tampil Anggun dengan gaun pilihannya atas paksaan Selvia.


'' Fan... sepertinya di sini bakal ada acara... kita cari tempat lain saja..takutnya yang lain gak nyaman..kita kan cuman makan malam'' suara Anggita membuyarkan lamunan fandi yang tengah menatap intens kepadanya.


'' Tidak sayang... disana sudah di siapkan untuk keluarga kamu, mereka sebentar lagi bubar kok'' jawab Fandi beralasan.


Anggita juga di buat kagum dengan Fandi yang berpenampilan begitu rapi dengan kemeja di padu jas dan celana bahan dengan warna biru dongker.


Anggita sama sekali tidak mengenali orang orang disana, padahal ada beberapa teman Anggita di kampus di undah oleh Fandi.


Semua keluarga sudah duduk rapi di tempat yang sudah di sediakan makanan pembuka, di lanjut makanan utama setelah iti makanan penutup.

__ADS_1


Setelah mereka semua selesai makan malam, lampu utaman Ballroom hotel sengaja di matikan, pencahayaan hadir dari lilin-lilin dan lampu kelap-kelip yang entah kapan sudah berada di sana tanpa mereka sadari.


Fandi berdiri dipanggung langsung di sorot lampu yang focus hanya menyoroti panggung kecil dimana Fandi berada.


Semua orang fokus pada seseorang di atas panggung yang di sorot focus oleh lampu.


Fandi mulai mengutarakan niatnya, Fandi berjalan turun dari panggung kecil menuju perempuan yang kini bertahta kuat di hatinya, yakni Anggita putri bungsu dari Pemilik utama Dirgantara group.


Sampai di depan Anggita dan keluarganya Fandi langsung mengutarakan perasaan dan niatnya ingin mempersunting Anggita.


Fandi menuntun Anggita untuk berdiri sejajar bersama nya di tengah lilin-lilin yang menyala indah.


''Assalamualaikum wr. wb''


Selamat malam Sayangku Anggita Prasasti Dirgantara dan semua yang sudah hadir di sini.. saya ingin membagikan moment bahagia saya.


Saya di sini berniat ingin melamar perempuan spesial dalam hidup saya.


Saya sudah cukup lama mengenalnya, perempuan di depan saya adalah perempuan multi talent dan begitu pekerja keras, yang paling membuat saya kagum kepada perempuan di depan saya ini, dia tidak mau memanfaatkan nama besar keluarganya untuk kekuasaan atau kesuksesan.


Anggita ****Prasasti Dirgantara.....you may not be the first to come into my life, but from this second I make sure you will be the last in my life forever****.


(Anggita prasasti dirgantara...kamu mungkin bukan yang pertama hadir dalam hidup saya, tapi mulai detik ini saya pastikan kamu akan menjadi yanh terakhir dalam hidup saya selamanya)


Fandi menghela nafas panjang, menyempatkan mengambil saputangan di saku jasnya dan memberikan pada Anggita di depannya yang sepertinya langsung melow mendengar curahan cinta Fandi kepadanya.


Fandi menyeka lembut dengan tangannya, air mata Anggita yang menetes di pipinya, walau pun tidak terlalu keliatan jelas menetes karena kurang pencahayaan, namun saat di ucapnya terasa basah di tangannya, kemudian Fandi melanjutkan kembali ungkapan hatinya, pada perempuan yang begitu berharga di dalam hidup nya.


Anggita Prasasti Dirgantara ...will you marry me, we start living together now and forever


Fandi berlutut di depan Anggita dengan menyodorkan kotak yang berisi cincin bertahtakan berlian.


Gita kalau kamu bersedia, maka ambilah kotak cincin ini namun bila tidak kamu bisa ambil bucket bunga ini.


Anggita mengatur nafasnya, kemudian menjawab dan mengambil benda pilihannya.


Anggita mengambil kotak cincin yang di sodorkan Fandi.


Fandi....yes I am willing to be


your life patner ****now and forever****


( fandi... iya aku bersedia menjadi pasangan hidupmu sekarang dan selamanya)


Semua orang yang hadir di sana bersorak senang dan memberi selamat setelah Anggita menerima lamaran Fandi.


Setelah Anggita menjawab lamaran fandi, lampu utama pun kembali di nyalakan dan langsung terlihat lah di layar besar dan ada juga poster besar yang tadi tidak ada bertuliskan.


((Happy Engagement aniversary Affandi dan Anggita prasasti Dirgantara ))


Angita terharu ternyata hari ini hari, menjadi salah satu hari yang tak terlupakan dalam hidupnya.


Anggita tersenyum pada Manis pada Fandi, kemudian ke arah semua keluarganya.


'' Sayang... apa kamu senang dan menyukainya'' Fandi langsung mendaratkan ciuman di punggung tangan Anggita kemudian bangkit berdiri sejajar dengan Anggita.

__ADS_1


'' Iya fan... thanks buat semuanya..aku senang sekali '' Anggita masih merasa tak menyangka malam ini malam pertunangan nya.


'' Masya Allah... ternyata mereka sudah merencanakan ini buat aku'' batin Anggita masih tak menyangka malam ini adalah malam pertunangan nya, karena seharian ini mereka bersama.


Anggita terus menebar senyum bahagianya ternyata orang di depannya yakni


Fandi sudah mengatur semuanya dengan menyuruh orang-orang kepercayaan nya sedangkan Fandi seharian bersama Anggita, makannya Anggita tak ada pemikiran sampai kesana.


Semua orang memberi selamat pada dua sejoli yang tampak serasi.


Anggita kaget begitu senang ternyata ada beberapa temannya yang hadiri hari pertunangan nya.


Fandi mengajak Anggita duduk dengan keluarga Fandi yang hanya pernah bertemu satu kali dengan Anggita, karena keluarga Fandi menetap di Malaysia.


Orang tua Anggita juga sudah duduk bergabung dengan keluarga calon besan, Safhira juga tak lepas ingin dekat terus dengan Auntynya.


Akan banyak obrolan yang akan di bicarakan keluarga Fandi dan Anggita.


Sementara Angga tengah bercengkrama dengan teman bisnisnya yang juga menghadiri pertunangan Fandi.


Selvia ijin pada bu sumi untuk pergi ke toilet, maklum bumil lebih sering buang air kecil semenjak hamil.


Bu sumi menyuruh Sandi untuk menemani sang kakak, Sandi pun mengiyakan ia juga ingin sekalian ke toilet.


'' San..nanti kalau udah duluan saja, gak usah nungguin... teteh akan lama membenarkan baju terus mau sekalian touch up make Up'' Selvia merasa make up nya memudar setelah makan dan ikut menangis terharu saat Anggita di lamar Fandi.


'' Iya teh'' Sandi kemudian masuk ke area toilet pria yang bersebelahan dengan toilet wanita.


Setelah selesai membenarkan baju dan make up, Selvia berjalan keluar dari toilet, namun saat sedang berjalan sembari memberaskan pouch make up nya, Selvia tidak memperhatikan jalan dan hampir saja terjatuh namun langsung di tolong seorang pria yang baru saja keluar dari arah toilet pria.


'' Awass.... '' pria itu berteriak, lalu berlari ke arah Selvia yang sedikit lagi akan terjatuh.


''uuuhhhh...brakkk'' Selvia terjatuh namun pundaknya Selvia langsung di tahan oleh pria tersebut, jadi Selvia tidak sempat terjatuh.


(Aduhh bumil untung gak sampe jatuh mana lagi mengandung... ati ati atuh bumil)


Dari kejauhan ada Sepasang mata elang yakni Angga yang memperhatikan sembari mengepalkan tangan, Angga tadi selesai bercengkerama dengan rekan bisnisnya langsung menanyakan Selvia pada bu Sumi yang tadi satu meja dengan Selvia, bu Sumi memberitahu kalau Selvia sedang pergi ke toilet di temani Sandi.


Saat Angga berjalan menuju ke arah toilet ia berpapasan dengan adik iparnya, namun tidak ada sang istri di samping sandi, Sandi memberitahu kalau kakaknya masih ingin membenarkan make upnya dan menyuruhnya pulang duluan tidak usah menungguinya di depan toilet.


Angga begitu emosi bercampur khawatir dengan keadaan sang istri yang hampir terjatuh, namun setelah melihat yang terjadi di depannya Angga tidak jadi mendekat, karena setelah drama itu, terlihat Selvia dan pria itu saling mengenal dan berbincang.


'' Hati-hati mba...Eehhh....Via...Selvia ini kamu'' ucap pria tersebut.


''Eehh ini a Reza kan, ya ampun kok bisa ada di sini juga... terima kasih ya a udah nolongin aku, aku tadi gak memperhatikan jalan'' Selvia menyadari keteledoran nya.


Ternyata pria itu adalah Reza Argadinata mantan kakak kelas Selvia di Bandung sekaligus pemilil Cafe terkenal di bandung yang pernah di singgahi Angga dan Selvia waktu itu.


'' Iya via sama sama.. aku di undang Fandi di grup SMA... karena sedang ada di sini jadi aku sempatkan mampir, kamu sendiri juga di undang fandi kan..?'' Reza terlihat begitu senang bertemu Selvia mantan adik kelasnya sewakti SMA yanh di kenal pintar dan sederhana.


Selvia tidak menjawabbb...karena melihat Sang suami berjalan mendekat ke arahnya dan Reza dengan wajah merah padam dan mengepalkan kedua tangannya karena terbakar cemburu.


( Aduuuuhhh inimah alamat akan ada angin ****** beliung, kalau bapak mantan duda sudah cemburu buta.... Selviaaaa ayo kaburrrr)


Bersambung dulu Readerss....

__ADS_1


Doakan semoga tidak terjadi apa apa pada bumill...


__ADS_2