
Selvia akhirnya menyerah untuk tidak marah pada suaminya, namun di balik Selvia sudah memaafkan Angga, Selvia mengajukan satu syarat pada suaminya, yakni Selvia meminta pada suaminya untuk mengijinkannya meneruskan pendidikannya ke jenjang kuliah.
Sebenarnya Angga tidak setuju karena merasa tidak tega apalagi Selvia tengah hami besar.
Namun Angga akhirnya mengiyakan karena ia tidak sanggup bila dirinya belum di maafkan dan tentunya di tambah hasrat kelelakiannya tidak bisa ditahan.
Di kamar Hotel pribadi mereka, Angga begitu semangatnya menggarap tubuh berisi dan sintal milik sang istri, walaupun permainannya tidak se liar seperti biasanya, mengingat perut buncit Sang istri sudah semakin membesar.
Suara dering ponsel Angga beberapa kali pun di jasnya, tidak di hiraukan oleh mereka berdua, saking menikmati penyatuan mereka.
-------***-------
Di kantor Angga.
Dito sedang uring-uringan mencari keberadaan bos nya sekaligus CEO Dirgantara Group.
'' Ya Ampun pak Angga di mana sih...perasaan tadi di ruangannya, eehh ini udah gak ada''Dito menggerutu, soalnya sudah banyak berkas yang harus di pelajari Angga untuk rapat besok.
Dito mencoba menelpon, namun tidak ada jawaban.. sampai dito turun ke lobby menanyakan pada Satpam yang berjaga.
'' Pak...saya mau tanya, pak CEO apakah tadi sudah keluar kantor?'' tanya Dito pada Satpam yang berjaga.
'' Sudah pak Dito...kalau gak salah sekitar pukul sebelas kurang pak, saya lihat sepertinya pak CEO terburu-buru sekali'' Jawab pak Satpam.. Dito menghela nafas.
'' Ohhh sudah keluar yah.... baik pak terima kasih...saya pamit kembali ke atas'' Dito tersenyum pada satpam, padahal hatinya begitu kesal, karena hari ini sudah ada jadwal meeting kemarin sudah di undur karena Angga memilih istirahat di rumah.
Mau tidak mau Dito harus mengatur ulang jadwal meeting, dan yang pasti harus bersabar mendapat kritikan dan kompainan dari para investor yang sudah siap untuk meeting hari ini.
'' Ya ampun...punya atasan gitu amat yah....mentang-mentang pemilik perusahaan.....huffff'' gerutu Dito dalam hati
Ternyata Angga menginggalkan kantor di saat Dito tidak berada di kubikelnya.
__ADS_1
---------****------
Di kamar Hotel pribadi
Angga dan Selvia begitu tidur dengan lelapnya. hingga suara adzan Ashar membangunkan mereka.
Saat Selvia ingin bangun Angga malah kembali mempererat pelukannya.
'' Mas...udahh ahhh engaappp'' Selvia berusaha memindahkan tangan kekar Angga dari perut buncitnya.
'' Biarkan dulu sayang seperti ini... mas masih ingin nempel sama kamu, semalam mas gak bisa tidur tanpa kamu..'' Angga yang mulai tersadar dari tidurnya.
'' Iya mas... tapi gak gini juga...takutnya calon anak kita sesak di dalam '' Selvia mulai mencari alasan...Suaminya benar-benar menempel dengan tubuh polosnya membuat Selvia sesak.
'' Eeehhh iya...iya sayang.... cup....cuppp..maafkan papa yah'' Angga langsung bangkit menciumi perut buncit Sang istri.
'' Udah mas... aku mau pipis dulu'' Selvia bangjit dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Namun Angga sekarang di buat dilema tingkat tinggi, karena harus mengijinkan sang istri melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah.
Bukan masalah biaya... bisa saja Angga membeli Universitas nya sekaligus.
Namun kini masalah konkritnya adalah Angga harus siap meneriman kalau waktu sang istri akan terbagi. Tentu itu membuat Angga tidak tenang, mungkin kalau istri sedang tidak mengandung Angga akan merasa tenang, tapi kini istrinya sedang hamil besar tentu membuatnya dilema.
Angga akan mencoba tawar menawar dengan sang istri, Angga akan coba membujuk sang istri agar kuliah setelah bayinya lahir.
Selvia keluar dari kamar mandi, ternyata Selvia langsung mandi karena merasa lengket penuh keringat setelah olahraga siang bersama sang suami.
'' Mas... ayo mandi dulu... kita solat ashar bareng... nanti keburu abis'' Selvia mendekati Angga yang tengah melamun.
'' Eeehhh iya sayang.... tunggu mas yah.... mas mandi dulu'' Angga bangun dari duduknya, mengambil handuk menuju kamar mandi.
__ADS_1
Mereka solat bersama, Setelah solat Selvia mengajak Angga untuk pulang menjemput Safhira.
'' Mas kita pulang yu... sekalian kita jemput Safhira di rumah mami'' Selvia sembari membereskan mukena dan sarung Angga.
'' Safhira katanya akan menginap sayang katanya Safhira besok libur .... mas mau ajak kamu makan malam dulu baru kita pulang'' Angga memeluk Selvia dari belakang sembari satu tangan nya mengelus-elus perut buncit sang istri.
'' Iiihhh aku gak enak sama mami... di repotkan sama kita terus mas'' Selvia lama-lama nyaman bersandar di dada Angga.
'' Tidak apa sayang... mami dan papi yang ada pasti senang... semenjak ada punya mommy Safhira jarang menginap di sana.... mas sekarang mau tanya... kamu benar-benar jadi mau kuliah?'' Angga ingin memastikan keinginan sang istri, yang jujur membuatnya bingung untuk mengijinkannya.
'' jadilah mas... masa enggak jadi sih.....mas kan udah janji tadi sama aku mau mengijinkan'' Mimpi meneruskan kuliah sudah ada di pelupuk mata Selvia.
'' Iya...iya sayang mengijinkan....tapi mas tidak mau kamu sampai kelelahan, ingat kamu itu sedang mengandung sayang...'' Angga mulai mengemuka kan rasa khawatir nya.
'' Mas... aku kan mau ambil kuliah Online, aku juga gak target untuk lulus cepat....yang penting aku melanjutkan pendidikan, aku ingin terus belajar agar menambah wawasan aku.... kamu tau kan mas, kalau madrasah pertama anak-anak kita nanti adalah aku ibunya, sebelum dia mengenal sekolah, pasti aku sebagai seorang ibu yang akan menjadi guru mereka sampai kapanpun.....mas jadi seorang ibu itu bukan hanya bisa masak, ngasih makan tapi bisa mendidik mereka juga untuk kebaikan di dunia dan akhirat '' ucap Selvia panjang lebar ingin meyakinkan sang suami, mengenai niatnya untuk kembali meneruskan pendidikan nya.
Angga mengela nafas, Angga merasa yang di ucapkan sang istri benar, namun kekhawatirannya tetep muncul, walaupun nanti Selvia menganbil kuliah online.
'' Iya sayang kamu benar... tapi mas mohon sama kamu sayang...tetap utaman kesehatan kamu, mas gak mau kamu sakit atau stress karena pendidikan kamu... kamu itu berbeda sayang...kamu sekarang seorang ibu mau Dua anak, pasti pikiran kamu akan terbagi bukan hanya untuk kuliah kamu saja... '' Angga seperti setengah hati mengijinkan sang istri untuk kuliah, karena kekhawatiran nya cukup besar.
'' Mas jangan khawatir, kalau aku gak sanggup aku akan sudahi kuliahku, karena yang terpenting di hidup aku sekarang adalah kamu mas dan anak-anak kita'' Ucap Selvia dengan mata berkaca kaca, Angga sigap langsung merengkuh memeluk sang istri.
(Aduuuuh bapeerrrr..... ibu Selvia semangatttt yaaaaahhhh)
Bersambung ya Readers...
Jangan lupa stay safe and healthy
sekiranya lelah jangan lupa istirahat
Love youuuu moree
__ADS_1