
Dikediaman agung dirgantara
Anggita sedang bercengkrama dengan orang tuanya, karena hari esok akan mengadakan syukuran di hari lahirnya, mami Anggi ibu dari Angga dan Anggita.
Setiap tahun mereka selalu merayakan syukuran hari lahir mami Anggi dan anggota keluarga yang lain, tradisi berkumpul dan memberi hadian untuk yang berulang tahun.
''Git.. bagaimana kabar Safhira,? kamu bilang pengasuhnya ijin pulang kampung, trus Safhira sama siapa, biasanya kakak mu bawa titip di sini, mami mau kesana tapi badan masih merasa gak enak'' tanya mami Anggi khawatir Safhira karena pengasuh nya tidak ada.
'' Mami tenang saja, Safhira sehat dan ceria banget sekarang, soalnya dia mau punya mommy baru'' ucap Anggita membuat maminya kaget.
'' Kok kamu baru cerita sama mami sih gita, trus Angga setiap menelepon mami tidak pernah bahas perempuan apalagi calon mommy Safhira'' ucap mami Anggi penasaran dengan apa yang di bilang Anggita.
'' Ceritanya panjang mi, yang pasti calon ibu sambung Safhira orang yang baik, mami jangan khawatir...gita sangat mengenalnya'' ucap Anggita santai.
'' Kamu kok maen rahasia rahasiaan sama mami sih git, mami pengen tau gita, memang beneran kakakmu sudah bisa move on dari Alm Dita'' desak mami Anggi yang begitu penasaran.
'' Iya mi..nanti Anggita ceritakan sama mami,ceritanya panjang tapi mami janji harus mendukung Safhira, agar mempunyai ibu sambung seperti yg di inginkanya yah, walaupun kak Angga belum membuka hati sepenuhnya, tapi niat kakak saat ini begitu bijak demi kebahagian Safhira, kita harus mendukungnya'' ucap Anggita memberitahu sang mami.
'' Iya gita... mami janji akan mensuport yg terbaik, terus apa mereka besok akan datang juga membawa calon ibu sambung Safhiira'' tanya mami Anggi semakin penasaran dengan calon menantunya.
'' Sepertinya iya mi, soalnya Safhira gak mau pisah dan jauh dengan calon ibu sambungnya itu'' jawab Anggita tertawa senang...tak menyangka karyawan di Cafenya sebentar lagi akan menjadi kakak iparnya.
Di rumah angga
Siang sudah berganti malam, Angga, Safhira dan Selvia sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton kartun kesukaan Safhira, Safhira yang tidak mau lepas dari Selvia membuat Angga geleng geleng kepala dibuatnya, Angga yang geleng geleng kapala di sadari Selvia yang melihatnya.
__ADS_1
'' Kenapa pak Angga, Apa sedang tidak enak badan, atau pusing kepala, biar saya ambilkan obat buat bapak'' ucap Selvia khawatir Angga sedang merasa sakit.
'' Tidak via, saya baik baik saja, saya hanya bingung memerhatikan Safhira yang tidak bisa berpisah dengan kamu, barang sedikit pun, lihat kalian dari kemarin malam menempel terus seperti prangko'' ucap Angga tertawa melihatnya.
Selvia bingung mau menjawab Angga, ia tak menyadari begitu dekatnya sekarang dengan Safhira.
'' Oh..iya via besok kamu ikut saya yah, ke syukuran ulang tahun mami...omanya Safhira, mami Anggita juga'' ucap Angga lagi menatap Selvia.
'' Iya pak Angga, mba Anggita juga sudah memberi tahu untuk datang kesana'' ucap Selvia tak berani membalas menatap Angga.
Hingga tanpa Mereka sadari...Safhira sudah terlelap tidur di pangkuan Selvia, Angga dengan sigap langsung mendekati Selvia untuk mengendong Safhira dan memindahkan nya ke kamar nya.
Mereka bertiga masuk ke kamar Safhira yang berada di lantai dua, Angga langsung mambaringkan Safhira trus menyelimutinya, tak lupa Angga mengecup kening Safhira mengucapkan selamat tidur.
Angga berbalik berjalan mendekati Selvia yang berada di belakangnya, Angga tiba tiba berbisik di telinga Selvia yang sontak membuat Selvia kaget di buatnya, jantungnya serasa hampir melompat dari tempatnya.
Angga tersenyum dan kembali berdiri seperti semula, karena begitu gemas melihat ekspresi Selvia membuat Angga senyum senyum sendiri di buatnya.
''Baiklah....sekarang sudah malam..kamu segera tidur, kamu pasti lelah... sudah mengurusi Safhira seharian'' ucap Angga sembari berjalan keluar kamar Safhira.
'' Iya pak Angga, bapak juga segera istirahat'' ucap Selvia gugup bingung mau menjawab apa.
Angga keluar dan pergi ke kamarnya untuk istirahat, sesekali Angga tersenyum mengingat ekspresi Selvia, saat ia mendekatinya.
'' Perempuan itu polos sekali, sepertinya anak itu ketakutan saat aku dekati tadi'' batin Angga tertawa, mengingat wajah syok Selvia seperti yang akan di mangsa.
__ADS_1
Pagi pun tiba, Selvia habis solat subuh langsung membuat sarapan ke dapur, Selvia membuat nasi goreng sayur dan membuat roti bakar untuk pilihan sarapan Safhira.
Selvia sedang asyik di dapur, tiba tiba di kagetkan dengan suara Angga yang sudah ada di belakangnya.
'' Kamu sedang apa?'' tanya Angga mengagetkan Selvia, Semenjak Semalam Angga suka sekali mengerjai Selvia.
'' Astagfirullah pak Angga, bikin kaget saja'' ucap Selvia sambil mengusap usap dadanya.
'' Maaf...maaf... saya sudah mengagetkan mu, gimana kalian berdua tidur nyenyak semalam'' tanya Angga lagi, sambil mengambil air putih di dispenser.
'' Alhamdulillah pak....Safhira tidurnya lelap sekali'' ucap Selvia sambil mengaduk nasi gorengnya.
'' Saya akan membangunkannya, kita jam 08.00 berangkat ke rumah orang tua saya'' ucap Angga memberitahu, kemudian pergi dari dapur setelah selesai mengambil air minum.
''Ehhh.. satu lagi via..mami sudah menunggu kita dan sudah menyuruh kita makan bersama disana, jadi kamu gak usah masak banyak '' ucap Angga lagi kembali ke dapur, membuat Selvia kembali kaget di buatnya.
''Iisshh.... ni orang nyabelin banget...main muncul saja, untung aku tidak jantung huuuuffff'' batin Selvia kesal.
Semenjak Angga menyatakan niatnya menjadikan Selvia sebagai ibu sambung Safhira, Selvia putuskan untuk tidak banyak berbicara pada Angga, Selvia tak mau semakin banyak interaksi lisan dengan Angga, nanti nya akan membuat hatinya semakin bingung dan dan Serba salah dalam menentukan.
Selvia akan mempertimbangkan kan nya matang matang, Selvia tidak mau bila nanti akhirnya berujung menyakitkan kedua belah pihak, apalagi ada Safhira yang jangan sampai jadi korban untuk kedua kalinya
(Selvia takut, pak duda hanya memerlukan nya hanya untuk menjadi ibu Safhira tidak lebih... jadi Selvia tidak mau berharap banyak apalagi bermimpi menjadi nyonya Angga...
itu mah jauh bangett gak ada di memorinya)
__ADS_1
**jangan lupa like dan komenya...
author minta dukungannya, agar author makin semangt nulissnya**