Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 2


__ADS_3

Di sebuah Taman outdor, di area dalam cafe milik Anggita, terlihat ada yang sedang menangis begitu tersedu-sedu, yakni seorang anak perempuan yang cantik nan menggemaskan, ternyata bocah yang menangis itu bernama Safhira khairunissa putri semata wayang Angga CEO Dirgantra Group, sekaligus anak kakak pemilik Cafe tersebut.


Selvia yang sedang bekerja langsung mendatangi suara tangisi itu, mendekati seorang putri cantik yang sedang menangis di tempat duduk di pojok taman, saat Selvia tidak sengaja melintasi area taman setelah mengantar pesanan pada pengunjung Cafe.


Selvia mendekati suara tangisan itu, ternyata seorang anak perempuan tengah menangis tersedu sendirian, Selvia dengan lembut langsung menyapanya.


''Sayang...anak cantik... kenapa menangis?'' tanya Selvia lembut sembari mengelus kepala Safhira.


Anak perempuan itu pun langsung mendongak, mendengar ada orang yang mendekati dan mengelus kepalanya.


'' Tidak apa apa kok, tante cantik'' sahut Safhira sembari mengusap air matanya, terlihat begitu senang ada orang memperdulikannya.


'' Ada yang bisa tante bantu sayang?, kenapa menangis? kemana ayah bundamu? kok sendirian di sini....anak manis? '' tanya Selvia ramah pada Safhira.


Namun bukannya menjawab yang ada anak kecil itu malah kembali menangis lebih kencang dari sebelumnya, sampai beberapa pengunjung cafe melihat kearah mereka, membuat Selvia bingung karena menjadi pusat perhatian pengunjung cafe.


'' Aduhhh... cup cup cup anak cantik.. kok malah tambah menangis, sini sama tante, tante kan hanya tanya sama kamu sayang... ''ucap Selvia lembut sambil membawa Safhira ke dalam dekapannya, membuat Safhira sedikit tenang dan mulai berhenti menangis.


''Aduh ieu teh budak saha nya'' batin Selvia, merasa kasihan pada Safhira.


(aduh ini anak siapa ya)


Setelah anak kecil itu tenang, Selvia kembali bertanya dengan lembut pada anak itu, karena Selvia bingung harus segera kembali bekerja.


''Sayang.. tante mau tanya, kamu kesini sama siapa? biar tante antar pulang'' tanya Selvia sembari tangannya aktif terus mengelus punggung anak tersebut.


'' Fhira... gak mau pulang, mending fhira di sini saja sama tante cantik, di rumah papa selalu sibuk terus, Fhira hanya di temani bibi saja terus menerus, sampai sekarang pulang sekolah fhira ikut papa ke sini tapi papa masih tetap sibuk bekerja dengan orang lain, tidak memperhatikan fhira'' jawab Safhira mendongak pada Selvia yang mendekapnya.


" Ohh... anak ini namanya Fhira'' batin Selvia, anak itu sudah terlihat tenang dan nyaman di dekapan Selvia.


Saat mereka sedang berdekapan dan asyik mengobrol, datang lah Angga sang papa anak itu, Angga yang baru selesai meeting, baru saja keluar dari ruangan private di cafe itu, dan mencari cari Safhira karena tadi sempat mendengar obrolan pengunjung tentang ada anak perempuan yang menangis, dan Angga langsung merasa itu ciri ciri Safhira putrinya.


'' Safhira... Safhira... kamu di mana sayang'' teriak Angga mencari Safhira ke arah taman setelah di beritahu pengunjung.

__ADS_1


Saat Angga sampai di taman, Ia melototkan matanya menemui sang putri yang di dekap orang asing yang tidak di kenalnya, sontak membuatnya marah dan khawatir sang putri kenapa kenapa.



'' Safhira.. sayang...sini sama papa sayang'' panggil Angga sambil menarik Safhira dari dekapan Selvia yang duduk di bangku taman.


'' Ma..af tuan saya tidak bermaksud apa apa, tadi anak nya sedang menangis dan saya mendekati... berusaha menenangkan nya tuan, sekali lagi saya minta maaf''ujar Selvia yang kaget karena Angga langsung menarik Safhira dari dekapannya dan khawatir Angga salah paham kepadanya, Selvia langsung meminta maaf.


Angga tidak menggubris permintaan maaf Selvia, Angga malah cuek tidak sama sekali menganggap keberadaan Selvia.


Pikir Angga yang penting putrinya sudah berada di sisinya.


'' Jangan dekat dekat sama orang asing Fhira, apalagi yang gak di kenal sayang'' pinta Angga pada Safhira dan tak menggubris sama sekali ucapan Selvia.


Safhira menggeleng dan berkata memberitahu Angga.


''Papa... itu tante cantik, baik kok, sudah mau peluk Safhira sampai Safhira berhenti menangis'' jawab Safhira dengan mata sembabnya.


Angga yang angkuh dan dingin, sama sekali tidak mau melihat ke arah Selvia yang terduduk di bangku taman.


''Huuh... dasar bapak gelo budak di tinggalken sorangan, kumaha lamun leungit aya nu nyulik, heeeh dasar te boga sopan santun'' batin Selvia yang kesal dengan sikap dingin Angga.


(huh dasar papa gila anak di tinggalin sendiri gimana kalau hilang ada yang menculik, heeeh dasar gak punya sopan santun )


'' Kenapa...ada apa via'' tanya Nita teman Selvia sesama karyawan Cafe.


'' Itu tuh nit, nyebelin banget, ketemu orang pintar tapi tidak beratitude....maen ninggalin anak di taman Cafe.... idihhh dianya malah enak enakan meeting gak inget anak, anak nya di tolong orang...eehh dia gak ada terimakasih nya'' jawab Selvia yang masih kesal dengan orang yang di temuinya tadi di taman.


'' Udaah biari aja via... namanya orang kaya sudah biasa seperti itu...kita harus maklum, udah sekarang lanjut kerja lagi, nih anter ke meja No 5'' Nita sang teman menenangkan Selvia yang masih merasa kesal.


Di taman Cafe


Saat sadar Selvia sudah tidak ada di taman, karena sudah meninggalkan mereka, sontak membuat Safhira kembali menangis.

__ADS_1


'' Huah...huahhhh tante cantik manaaaaa.....tante tadiii papa'' teriak Safhira menangis saat menyadari tidak ada Selvia.


Angga pun tersadar dari lamunannya, dan bingung karena Safhira yang kembali menangis, ingin bertemu orang yang mendekapnya.


Angga langsung mengecup, menciumi pucuk kepala Safhira dan sambil menggendongnya berjalan menuju ke ruangan Anggita adiknya, sekaligus aunty Safhira, karena tadi sebelum meeting Angga menitipkan Safhira pada Anggita, namun karena Anggita sibuk menelpon jadi Anggita tak menyadari Safhira keluar meninggalkan ruangnya.


Saat tiba di ruangan pribadi Anggita, Angga langsung bersuara membentak sang adik yang teledor tidak menjaga Safhira.


''Anggitaaa '' bentak Angga saat masuk ke dalam ruangan Anggita.


'' Isshh kakak.. Ada apa sih, gak usah teriak teriak kaya gitu'' jawab Anggita yang tak suka dengan Angga yang teriak teriak di ruangannya.


'' Safhira hampir hilang, saya kan titipin sama kamu git, tapi kamu malah enak enak sampai lupa sama Safhira'' bentak Angga lagi sedikit berteriak.


''Aunty... Safhira mau tante cantik yang tadi peluk Fhira'' pinta Safhira sambil turun dari gendongan Angga dan langsung di raih Anggita yang langsung berdiri membawa Safhira ke dalam pelukan nya.


''Iya sayang... nanti aunty panggil tante cantiknya yah'' balas Anggita langsung menggendong Safhira dan di bawa duduk di sofa di ruangan nya.


''kak, gak usah teriak teriak kaya gitu, aku tau kok tadi Safhira main ke taman dan aku cek dari CCTV dia di temani karyawanku jadi, tak masalah dia baik baik saja kan'' jawab Anggita pada Angga, tapi Angga hanya diam saja dengan wajah yang menahan kesal, karena Safhira yang terus menerus menanyakan tante cantik yang tak lain karyawan cafe Anggita.


''Tenyata dia karyawan gita'' batin Angga tak enak sudah berlaku tak terima kasih pada karyawan adiknya.


'' Aunty.... tante cantiknya mana? fhira mau bertemu lagi sama Tante cantik'' pinta Safhira lagi dan lagi menginginkan Selvia berada di dekatnya.


'' Oh iya sayang... nanti aunty panggilkan, tante cantik itu bernama tante Selvia dia karyawan aunty'' jawab Anggita memberitahu Safhira.


'' Ohh tante cantik namanya tante Selvia yah, Aunty" tanya balik Safhira.


'' Iya sayang, sebentar lagi aunty panggil yah'' jawab Anggita tersenyum pada Safhira.


🌺segini dulu ya awal ceritanya..


dan maaf author sedikit menggunakan bahasa sunda biar kalian sekalian bisa belajar bahasa sunda karena author asli orang sunda(bapak garut ibu bandung)🌺

__ADS_1


Haturnuhun semoga sukaaa...


__ADS_2