Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 36


__ADS_3

Selvia dan Safhira, sedang asyik belajar mengaji iqro di ruang tamu, saat Angga pulang dari kantor ingin langsung menyapa mereka.


''Assalamualaikum.... papa pulang'' ucap Angga, Safhira langsung mendekati sang papa.


''Papa... fhira sudah bisa mengaji iqro dan surah surah pendek sedikit sedikit'' ucap Safhira pada Angga.


'' Masya Allah... pintarnya anak cantik papa, sekarang tambah pintar dan rajin belajar mengajinya'' ucap Angga membawa Safhira pada pelukannya dan mencium gemas pipi Safhira.


''Iya dong pa, kan ada mommy via yang udah ngajarin, jadi fhira makin semangat'' ucap Safhira menahan geli di cium sang papa.


Sedangkan Selvia pergi ke dapur mengambilkan air minum untuk Angga, dan menyajikan pada Angga di meja.


''Minumnya mas, mas Angga pasti haus'' ucap Selvia sambil membereskan buku dan iqro milik Safhira.


''Makasih via'' ucap Angga menatap Selvia, namun yang di tatap malah sibuk membereskan perlengkapan sekolah Safhira.


''Safhira ayo... kita solat maghrib dulu sama mommy, selesai solat baru kita makan, terus habis makan mommy ceritain lagi buku cerita buat Safhira, okeee'' ucap Selvia dan Safhira langsung menuju kamar Safhira untuk solat maghrib dan tak lupa pamit pada Angga.


Setelah solat, Selvia menyuapi Safhira makan sambil menonton acara kartun di tv chanel.


Sedangkan Angga sepulang dari kantor tadi langsung membersihkan diri terus melaksanakan solat maghrib sendiri di kamar nya, setelah solat Angga ke luar kamar untuk makan malam.


Angga lebih suka makan malam setelah maghrib, agar bisa memberi jarak agak jauh menuju waktu tidur.


Angga keluar dari kamarnya, dan dilihatnya Selvia yang sedang asyik menyuapi Safhira makan sambil menonton kartun.


Seketika hati Angga teringat kembali pada alm Dita sang istri yang sudah tiada.


''Andai saja kamu masih hidup dita, kita pasti hidup sangat bahagia, lihat putrimu makin besar dan makin pintar'' batin Angga.


Angga berjalan mendekati Selvia dan Safhira di sofa.


''Anak papa makin pintar makannya, gak pilih pilih makanan sekarang ya...'' ucap Angga melihat Safhira.


Safhira pintar makan dengan sayur mayur di tambah tahu dan ikan, padahal sebelum ada Selvia, Safhira sangat pilih pilih makanan, susah sekali bila di beri makan sayur sayuran.

__ADS_1


''iya papa, kata mommy via, Fhira harus mau makan sayur, biar fhira sehat dan kuat '' ucap Safhira.


''Anak pintar'' ucap Angga lagi.


Angga beralih menatap Selvia, karena Safhira kembali menontong tv acara favorit nya.


'' Via,, tolong temani saya makan, saya malas makan sendirian'' ucap Angga pada Selvia yang sedang menyuapi Safhira.


''Iya nanti via temani, tunggu selesai menyuapi Safhira sedikit lagi'' ucap Selvia datar.


Angga duluan menuju meja makan, di sana ada bi Minah yang baru selesai menghangatkan sayur nya untuk Angga makan.


''Silahkan tuan.'' ucap bi Minah


''Iya, makasih bi'' ucap Angga, bi Minah kembali ke belakang karena sudah selesai menyiapkan makan malam.


Selvia menuju meja makan menyusul Angga, setelah selesai menyuapi Safhira, Sedangkan Safhira asyik menonton.


Saat tiba di meja makan, Selvia melihat Angga belum juga memulai makan, ternyata benar Angga sedari tadi malah memperhatikan Selvia menyuapi Safhira yang begitu menempel seperti prangko.


'' Saya mau di temani kamu via, sekalian ada yang mau saya bicarakan sama kamu'' ucap Angga.


Selvia langsung mengambilkan nasi untuk Angga dan sedikit untuk dirinya.


''Segini cukup mas'' tanya Selvia.


''Iya cukup, makasih'' ucap Angga menerima piring dari Selvia.


'' Memang nya apa ?yang mau mas Angga bicarakan sama via'' tanya Selvia memberanikan diri menatap Angga.


'' Saya mau memberitahu kamu, kita akan menikah dua minggu lagi, undangan sudah selesai di cetak setelah kemarin saya mengetahui nama lengkap bapak dan ibu dibandung, saya langsung menyuruh Dito untuk mencetaknya, Sekarang sudah siap dan besok sudah mulai di sebar'' ujar Angga memberitahu.


'' Dan weekend ini saya dan keluarga saya akan ke Bandung untuk mengkhitbahmu secara resmi pada Bapak dan ibu di Bandung, semua keperluan sudah ada yang mempersiapkan dan mengaturnya, jadi kamu gak usah khawatir.''ucap Angga lagi pada Selvia.


''Apa tidak berlebihan mas, harus lamaran lagi, mas Angga kan sudah meminta via secara langsung sama bapak kemarin, via gak mau bikin mami sama yang lain repot, di tambah takut menggangu pekerjaan mas Angga di kantor kalau mas Angga harus bolak balik lagi ke Bandung, baru juga kemarin mas Angga meninggalkan kantor'' ucap Selvia tak mau Angga mengadakan lamaran resmi.

__ADS_1


''Tidak ada yang di repotkan via, dan untuk urusan kantor sudah ada asistenku Dito, pokoknya sebelum weekeend saya akan menyelesaikan meeting penting saya, jadi kamu jangan khawatir, terus kalau mami dan papi memang berniat ingin mengenal dan bertemu bapak sama ibu di Bandung sebelum kita menikah.'' ucap Angga sambil memulai makan karena sudah lapar.


''Baiklah.. via ikut baiknya saja mas'' ucap Selvia dan ikut memulai makan.


Setelah selesai makan Selvia mengajak Safhira yang sedang menonton untuk tidur tapi sebelum tidur Selvia mengajak Safhira solat isya terlebih dahulu.


''Papa Safhira mau pamit solat isya terus bobo, biar besok gak telat bangun, untuk berangkat ke sekolah'' ucap Safhira di gendongan Selvia pamit pada Angga yang tengah duduk di sofa tv.


''Oke anak cantik papa.. kamu makin pintar'' ucap Angga mendekati Safhira yang berada di gendongan Selvia.


''Sini.. papa kasih kiss sebelum tidur dulu...untuk anak pintar papa'' ucap Angga lagi sambil memcium pipi Safhira.


'' Muaaachh...muaaccch'' ciuman Angga mendarat di kedua pipi gembul Safhira.


''Mommy via... gak dapat kiss sebelum tidur dari papa'' ucap Safhira setelah mendapatkan ciuman dari Angga, Selvia mendelik mendengar ucapan Safhira sedangkan Angga malah tersenyum.


''Mommy tidak usah, Safhira saja'' ucap Selvia membuang muka menghindari tatapan Angga padanya.


''ari ieu budak kunaon deuih, letik keneh ges nitah kiss kissan sagala, aduh jadi lieur jadina'' batin selvia


(ini anak kenapa lagi, masih kecil udah nyuruh kiss kissan segala, jadi pusing jadinya)


''Ayo... mommy via biar di kiss juga sama papa'' suruh Safhira lagi menatap Selvia, Selvia jadi bingung mau bagaimana.


''Safhira sayang, nanti papa kiss mommy Selvia nya setelah papa dan mommy via menikah, sekarang belum boleh'' ucap Angga memberi pengertian pada Safhira.


Akhirnya Selvia bisa bernapas lega, Angga tau kalau selvia sangat menjaga itu, jangan sampai Selvia marah lagi seperti dulu Angga menciumnya.


**segitu duluu pembaca..


maafkan author telat up ya...


biasa hari senin banyak yang harus di kerjakan apalagi harus menemani si bocil dulu sekolah online


always stay healthy**....

__ADS_1


__ADS_2