
πππ
lanjuttttannya Readers, jangan bosan selalu semangatin Author biar semakin semangat menulis.
ππππ
Angga tak bisa berkonsentrasi dalam melanjutkan pekerjaannya hingga Angga juga melewatkan makan siangnya.
Hati Angga tak tenang seperti ada sesuatu yang di sembunyikan oleh istri tercinta dari dirinya.
Angga membolak balikan berkas pekerjaannya, Ia benar benar tak mood melanjutkan perkerjaannya.
Angga berusaha terus menghubungi sang istri namun istri yang begitu di cintainya tak kunjung mengangkatnya.
Β
Di perjalanan pak mardi menepikan Mobilnya ke Rest Area untuk membeli bahan bakar sekalian pak mardi ingin buang air kecil.
Saat mobil berhenti Selvia terbangun dari tidurnya.
'' Ehh maaf non Via jadi terbangun, saya mau isi bahan bakar sekalian mau ke kamar kecil sebentar ya non'' ucap Pak mardi
'' Tidak apa apa pak, iya silahkan'' jawab Selvia
'' Non Maaf tadi ponsel non Via berdering terus sepertinya pak Angga menelpon '' ucap pak Mardi lagi dan pamit ke kamar kecil setelah memarkirkan mobilnya.
Selvia mengambil ponsel dari tas kecilnya dan ternyata benar sudah lebih dari sepuluh kali Angga menghubunginya.
Selvia juga membaca balasan pesan dari Angga yang mengijinkanya pulang dan setelah pekerjaan selesai akan menyusul.
'' Apa dia bilang sayang, bullshit'' batin Selvia setelah membaca pesan Angga.
Setelah itu Selvia malah mengnonaktifkan ponselnya. Selvia ingin memberikan pelajaran pada suaminya, selama suaminya belum menjelaskan tentang lembar file yang selvia baca.
Β
Di kantor Angga uring uringan pada Asisten Dito dan sekretarisnya winda karena keresahan hatinya ia meluapkannya pada karyawannya.
''issshh marah marah mulu punya bos, gw pelet juga ni '' batin Winda sekretaris Angga karena setiap yang ia kerjakan selalu di salahkan oleh Angga atasannya.
Dito melihat seperti ada masalah pada Angga atasannya, karena tiba tiba Angga badmood padahal tadi di ruang meeting Angga begitu semangat dan sangat welcome pada tim kantor yang akan menangani proyek.
Dito memberanikan diri menanyakan pada Angga atasannya, mungkin ia bisa membantu apa yang di permasalahkan oleh Angga atasannya.
'' Maaf pak bila saya lancang, apa bapak sedang tak enak badan atau apa ada yang bisa saya bantu pak'' tanya Dito sangat sopan.
'' Tidak ada apa apa Dit, perasaan saya cuma tak enak karena istri saya tiba tiba pulang ke rumah orang tuanya di Bandung, padahal tadi pagi ia biasa saja malah malam tadi saya dengannya menghabiskan waktu bersama '' ucap Angga menghela nafas.
'' Dan di tambah lagi ia tak membalas dan juga mengangkat panggilan saya juga Dit, padahal sebelumnya ia benar benar selalu ontime membalas dan bila panggilan saya terlewat ia akan langsung menghubungi saya'' ucap Angga lagi
'' Sabar pak jangan su'udzon dulu pak, mungkin ada sesuatu yang mengharuskan istri bapak pulang ke Bandung, mungkin istri bapak sedang repot jadi belum bisa menghubungi dan membalas pesan bapak'' ucap Dito.
'' Iya semoga ga ada apa apa ya Dit ''ucap Angga yang sedikit tenang setelah bercerita pada asistenya Dito.
'' Sekalian pak saya mau memberitahu nanti satu jam lagi kita ada jadwal untuk meninjau perkembangan proyek kita yang berada di tangerang'' ucap Dito mengingatkan Angga sekalian pamit dari ruangan Angga.
'' Iya Dit saya hampir lupa'' jawab Angga
Setelah Dito keluar dari ruangan Angga, Angga mencoba kembali menghubungi Selvia sang istri namun Angga di buat kalut dan bingung nomor sang istri yang ia tuju sekarang malah tidak aktif.
Angga tak menunggu waktu lama langsung menghubungi pak Mardi sang supir.
Pak mardi yang melihat kembali panggilan dari Angga langsung menepikan mobil Alphard vellfire yang sedang di kemudikannya.
'' Hallo pak Mardi sekarang kalian sudah sampai mana? terus bagaiaman dengan anak dan istri saya apa mereka baik baik saja'' cerocos Angga saat telponnya tersambung.
'' Iya pak kami baru memasuki tol Purbaleunyi soalnya tadi saya mampir dulu untuk mengisi bahan bakar, dan non via dan nona kecil baik baik saja pak '' jawab Pak Mardi.
__ADS_1
'' Syukur lah pak kalau begitu, tolong berikan dulu ponsel pak mardi pada istri saya, saya mau bicara pak'' suruh Angga pada sang sopir.
'' Iya pak tunggu sebentar '' jawab Pak mardi.
'' Non Via, ini pak Angga ingin bicara sama non Via katanya '' ucap Pak mardi menengok ke kursi belakang.
Tak enak dengan pak Mardi yang tidak tahu apa apa, akhirnya Selvia terpaksa meraih ponsel milik pak Mardi yang masih tersambung dengan Angga.
'' Iya hallo '' ucap Selvia datar,
'' Sayang kenapa ponselmu mati tak bisa di hubungi, apa kamu baik baik saja, mas tak enak hati sayang, kalau pekerjaan mas selesai besok mas menyusul kalian'' ucap Angga khawatir.
'' ponselku habis batrai dan mas tak usah repot repot menyusul biarkan kami di Bandung dulu mas'' ucap Selvia semakin datar nada suaranya.
Angga menggelengkan kepala tak percaya istrinya yang begitu lemah lembut menjadi datar seperti ini, Angga yakini pasti ada sesuatu di balik sifat sang istri yang berubah menjadi datar seperti ini.
'' Apa kamu baik baik saja apa kamu sedang ada masalah sayang'' tanya Angga lembut.
'' Tidak aku baik baik saja, nelponnya sudah dulu aku mau mebenarkan posisi Safhira, Assalamualaikum '' ucap Selvia yang ingin menyudahi sambungan nya.
'' Iya sayang Wa'alaikum salam'' jawab Angga yang di landa kebingungan dengan Nada bicara cuek dan jutek sang istri.
Setelah sambungannya terputus, Selvia memberikan ponsel milik Pak mardi yang tengah fokus menyetir.
'' Pak makasih ponselnya, via taroh di jok samping bapak yah'' ucap Selvia ramah
'' Iya non sama sama'' jawab pak Mardi.
Β
Di kantor
Angga di landa cemas dan Khawatir dengan perubahan sikap sang istri, sebenarnya apa yang tengah terjadi Angga bingung dan Strees di buatnya.
Padahal Angga berniat minggu depan ingin mengajak sang istri pulang ke Bandung bersama, Angga ingin memberikan surprise pada Istri yang sangat di cintainya.
Angga sekarang sedang meninjau proyeknya di kota Tangerang di temani beberapa staf kantor dan juga Asistenya Dito.
Angga hanya menyimak, ia sudah tak konsen dan menyerahkan semuanya pada Dito.
Β
Waktu menunjukan pukul 16.00 sore, Dan baru saja mobil yang di kendarai Pak mardi tiba di Bandung.
Saat tiba di depan rumahnya Selvia di buat melongo dengan apa yang di lihatnya karena rumahnya yang dulu sederhana berubah menjadi rumah dua tinggat mewah nan elegan di tengah pemukimannya.
'' Pak apa kita tak salah rumah '' tanya Selvia pada Pak mardi.
'' Tidak non ini kita sudah sampai di rumah non selvia '' jawab Pak mardi
'' Tapi kenapa bisa berubah seperti ini pak'' tanya Selvia lagi
'' Maaf ya non saya suka mendengar saat pak Angga menelpon temanya yang menangani renovasi rumah orang tua non via, ini semua pak Angga yang merenovasi karena ingin memberika surprise untuk non Via, tapi sekarang malah non tau sendiri tak di temani pak Angga'' jawab pak mardi.
'' Ya Ampun mas gimana aku bisa melupakanmu kalau kamu selalu membahagiakan orang orang yang aku sayang'' batin Selvia
Sandi yang sedang duduk di depan rumah langsung membukakan gerbang saat melihat mobil yang ia kenal tiba di depan rumah.
Pak Mardi langsung memarkirkan mobil ke dalam garasi rumah orang tua selvia.
Pak Mardi keluar duluan langsung menyapa Sandi untuk mengucapkan terima kasih sudah membuka kan gerbang.
'' Terima kasih nak sandi'' ucap pak mardi
'' Iya sama sama pak '' Balas sandi yang mengenal baik pak mardi karena sering antar jemput waktu ke jakarta.
Pak mardi langsung menelpon Angga untuk memberitahu kalau mereka sudah sampai Bandung namun tidak ada jawaban ia kemudian mengirim pesan pada Angga.
__ADS_1
Pak mardi kemudian menurunkan barang bawaan yang di bawa selvia, sedangakan selvia langsung menggendong Safhira masuk ke dalam rumah orang tuanya dan langsung di bantu sandi menggendong Safhira untuk di tidurkan dikamar tamu. Selvia bengong saat begitu masuk rumah mewah orang tuanya yang sudah di renovasi Angga.
'' Assalamualaikum pak, bu '' ucap selvia
'' Wa'alaikum salam duh neng udah sampai'' ucap pak yadi
'' Alhamdulillah geuning tos dugi deui teh'' ucap bu sumi
(Alhamdulillah rupanya udah sampe teh)
'' muhun bu, Kumaha bapak ibu sarehat sadayana'' tanya Selvia
( Iya bu, gimana bapak, ibu pada sehat semua)
'' Alhamdulillah teh'' jawab pak yadi dan bu sumi berbarengan dan mengajak Selvia duduk di Sofa baru.
'' Bapak dan ibu kok ga cerita kalau rumah kita di renovasi, kan via bisa nambahin bu pakai uang mahar yang di berikan mas Angga'' tanya Selvia cemberut.
'' Maaf teteh bapak ibu waktu itu mau ngasih tau, tapi kata nak Angga ga usah di kasih tau soalnya nak Angga ingin apa cenah,,, sandi saur nak Angga teh naon cenah
Sandi kata nak Angga tuh apa katanya) '' jawab pak Yadi yang bingung mengingat kata Surprise.
'' Itu surprise pak kata kak Angga untuk teh Via''
'' Oh itu teh surprise atau kejutan kata nak Angga, jadi bapak sama ibu ga cerita, tapi kenapa nak Angga na engga ikut teh'' tanya pak yadi dan bu sumi
'' Mas Angga sedang sibuk dengan proyek yang di tanganinya bu, jadi Via dan Safhira yang pulang, soalnya itu oleh oleh dari bali ada makanan kering juga kalau kelamaan nanti ga kemakan jadi sengaja mumpung sabtu dan minggu Safhira kan libur'' Alasan Selvia yang tak mau orang tuanya tau ia dan Suami sedang ada masalah.
'' Oh nya atuh, teteh emam hela kerek istirhat, ke bisi kaburu neng Safhira gugah ke neangan'' ucap bu sumi yang selalu setia dengan bahasa sundanya.
( Oh iya sudah, teteh makan dulu baru istirahat nanti keburu neng Safhira bangun nanti nyariin)
'' muhun bu'' jawab selvia
(iya bu)
-----------
Tak terasa waktu menunjukan pukul 19.00 Angga baru saja pulang dari meninjau proyek di kota Tangerang.
Saat sampai rumah langsung di sambut Bi minah.
'' Pak Angga sudah pulang " tanya Bi minah
" Iya bi, gimana kok Selvia bisa dadakan pulang kampung, apa bibi lihat apa gitu yang membuat Selvia memutuskan pulang tanpa saya" tanya Angga
" Ga tau pak, setelah bapak dan non kecil berangkat, non via pamit mau membereskan Kamarnya tapi lama sekali tidak keluar kamar, terus sewaktu membereskan baju non Fhira bibi melihat mata neng Via sembah seperti habis menangis" ucap bi minah menceritakan.
"Ya sudah bi besok saya akan menyusul mereka, saya pamit ke kamar dulu bi" ucap Angga
Angga masuk ke kamarnya ia mendudukan badannya yang pegal di sofa panjang di kamarnya, Angga mencoba menghubungi Sang istri namun nihil, nomor nya masih tidak aktif.
Angga bangkit ke arah tempat tidur untuk menaruh Ponsel nya di nakas namun pandangannya berhenti saat melihat berkas yang sepertinya ia kenal bergeletak di atas tempat tidur di beri penahan remot Ac.
Angga melototkan matanya saat membaca lembar yang dulu sempat ia buat saat pertama kali Safhira meminta Selvia jadi ibu sambungnya.
" shiitt Aku lupa untuk membuangnya dulu" batin Angga langsung melempar berkas yang sempat ia buat dulu sebelum ia benar benar mencintai Selvia.
" Pasti ini yang membuat selvia pergi dadakan dari rumah, Angga kamu bodoh sekali kenapa dulu kamu tak membuang file itu jauh jauh" ucap Angga merutuki kesalahan dirinya sendiri.
πππ
Bersambung readers nanti kita lanjut kembali
terus dukung Authorrr.
Haturnuhunπππππ
__ADS_1