Pernikahan Kedua Sang Duda

Pernikahan Kedua Sang Duda
episode 96


__ADS_3

Di lanjut lagi... Author ucapkan terima kasih untuk para pembaca karya Author yang udah kasih like dan komen.


Haturnuhun πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


🌻🌼🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈


Setelah menempuh tiga puluh menit mobil yang di kemudikan pak Mardi tiba di kediaman mewah Angga.


Angga langsung turun menggendong Safhira yang kembali tertidur lelap, sedangkan Selvia mengikuti dari belakang membawa tas sekolah Safhira.


Angga langsung menuju lantai dua di ikuti Selvia di belakangnya.


Setelah menidurkan Safhira Angga menoleh ke arah Selvia yang termenung menatap Ke arah Safhira yang tertidur pulas.


'' kenapa sayang kok bengong'' tanya Angga lembut.


'' Eehh enggak mas, perasaanku gak enak aja, aku takut sekali kehilangan Safhira entah kenapa semenjak bertemu keluarga Alm mba Dita perasaanku jadi ga karuan, seperti ada sesuatu tapi entah apa aku juga bingung mas'' ucap Selvia sembari terus menatap ke arah Safhira yang tertidur lelap.


'' Sudah jangan khawatir sayang mas akan selalu menjaga kalian, kalian sangat berharga buat mas'' ucap Angga mendekat memeluk tubuh mungil sang istri.


''Iya mas makasih yah'' balas Selvia tersenyum.


Selvia mengelap kaki dan tangan Safhira setelah itu mengganti baju nya Safhira di bantu Angga, setelah selesai mereka turun dari kamar Safhira menuju lantai satu, Angga langsung masuk ke kamarnya sedangkan Selvia memilih ke dapur untuk menyiapkan bahan masakan untuk makan malam di bantu bi Minah.


Angga keluar dari kamar mencari sang istri yang betah di dapur belum masuk kamar untuk membersihkan diri padahal sudah mau maghrib.


Angga menuju dapur dan di lihatnya sang istri sedang Asyik memasak di bantu Bi minah.


" Sayang.. udah mau magrib ayo bersih bersih dulu, biar masak nya di lanjut sama bi Minah" ucap Angga yang menghampiri Selvia di dapur.


" Iya mas Sebentar lagi" jawab Selvia.


Angga yang menerima panggilan di ponselnya kembali masuk ke dalam kamarnya.


Setelah makanan utama selesai, Selvia pamit pada bi minah untuk masuk ke kamarnya ingin membersihkan diri.


" Bi tolong di lanjut yah, aku ke kamar dulu" pinta Selvia pada Bi minah.


" Iya neng, biar bibi lanjutkan" jawab Bi minah.


" terima kasih ya bi" ucap Selvia.


Selvia masuk ke dalam kamar, di lihatnya sang suami sedang serius menelpon dengan seseorang sembari berdiri menghadap ke arah jendela.


Selvia yang tak mau mengganggu sang suami yang sedang menerima telepon, langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekalian mengambil air wudhu untuk melaksanakan solat maghrib karena sebentar lagi Adzan maghrib.

__ADS_1


Setelah selesai menelpon Angga merebahkan tubuh lemahnya di tempat tidur, Angga tak menyangka mendengar informasi dari orang suruhannya yang menelponnya tadi, orang suruhan Angga sudah mendapat informasi setelah menyelidiki keluarga Alm Dita istrinya.


Angga bangkit menuju ruang kerjanya ingin melihat aktivitas apa yang di lakukakan keluarga Suryono di Apartemen nya yang sebelumnya sudah di pasangkan CCTV oleh orang kepercayaan Angga.


Angga ingin memastikan apa benar informasi yang di berikan oleh orang suruhannya benar.


Angga tiba di ruang kerjanya dan langsung menyalakan laptop yang terhubung dengan CCTV di apartemen nya yang di sekarang sedang di tempati pak Suryono.


Angga terduduk lesu sembari tangannya memijat pelipis nya karena di buat syok dengan apa yang ia dengar dari CCTV di sana pak Suryono dan bu Prita tengah merencanakan untuk merebut safhira agar bisa di tukar dengan harta kekayaan Angga.


Di tambah lagi membuat Angga syok saat mendengar kelanjutan rekaman CCTV di apartemennya Tentang obrolan serius pak Suryono dan bu Prita.


'' Hahha ternyata kebusukan kita tidak pernah tercium polisi ya bu, sampai sampai si Angga yang katanya orang berpengaruhpun bisa kita bohongin'' ucap Pak Suryono.


'' Iya dong pak siapa dulu kita, ibu yakin kalau Angga tau kalau kita bukan orang tua kandung si dita mana mungkin dia mau menampung kita'' balas bu Prita tak sembari tersenyum licik.


'' Dan kamu Disti.. kamu harus bisa merayu si Angga dan si safhira ambil hatinya biar kamu bisa dekat dengan mereka dan lama kelamaaan bisa jadi istrinya si Angga, setelah itu kita cari rencana untuk melenyapkan istri nya agar kamu bisa menjadi nyonya Angga Dirgantara'' ucap bu Prita pada Disti putrinya.


'' Iya bu tapi tadi selama di kantor Kak Angga jutek banget ga ngerespon tindakan ku'' ucap Disti cemberut.


'' Kamu harus berusaha ambil hatinya sayang, mama yakin Angga akan luluh mengingat yang ia tahu kamu adiknya si dita'' ucap bu Prita menyemangati Sang putri.


Angga tak kuasa menahan marah mengingat kebohongan mereka yang mengaku ngaku orang tua kandung Dita istrinya.


Ternyata benar tentang informasi yang di peroleh orang suruhannya ternyata Dita puspita buka anak dari pak Suryono dan bu Prita melainkan anak dari pak Suryanto dan bu kirana yang tak lain pak Suryanto adalah kakak dari pak Suryono.


Saat kecelakaan itu terjadi mengakibatkan Orang tua Alm Dita meninggal dunia, sedangkan Dita yang waktu itu masih bayi selamat dari kecelakaan itu dan langsung di angkat anak oleh pak Suryono untuk menutupi rencana busuknya agar tak tercium polisi.


Dan niat kedatangan mereka ke jakarta saat ini yakni ingin juga menguasai harta Angga yang mereka nilai Angga lemah dan bodoh bisa di kelabui.


Angga meneteskan air mata mengingat kembali Alm Dita yang telah menjalani hidupnya dengan penuh di bohongi oleh pamannya sendiri.


'' Dita semoga kau tenang di sana, aku lega telah mengetahui semuanya'' ucap Angga dalam hati.


Di kamar Selvia yang baru saja selesai melaksanakan solat maghrib sendiri karena mengira sang suami sedang sibuk menerima telpon dari koleganya di ruang kerjanya.


Selvia bangkit setelah membereskan mukenanya untuk menyusul sang suami agat menunaikan solat maghrib karena waktunya yang hanya sebentar takut keburu isya.


Selvia berjalan menuju ruang kerja Angga, Selvia membuka pintu ruang kerja Angga danndi lihatnya sang suami yang tengah melamun terduduk di kursi kerjanya.


'' Assalamualaikum mas'' ucap Selvia masuk ke ruangan Angga dan sontak membuyarkan lamunan Angga.


'' Eehh sayang sini masuk'' jawab Angga yang kaget menyadari kehadiran sang istri.


Angga langsung menutup laptopnya agar Selvia tidak melihat kebusukan Keluarga Dita yang sedang di putar di CCTV.

__ADS_1


Angga tak mau sang istri kepikiran dengan masalah ini, Angga berjanji akan mengusut tuntas dan menjebloskan keluarga Suryono ke dalam jeruji besi.


'' Mas kenapa? lagi banyak kerjaan ya, sampai melamun gitu'' ucap Selvia menghampiri Angga.


'' Tidak sayang mas hanya mengechek saja, Ayo kita solat maghrib takut keburu habis'' ucap Angga mengalihkan pembicaraan.


'' Isshh aku kesini mau menyuruh mas untuk solat, aku udah sola duluan tadi, aku kira mas masih sibuk menerima telpon, sepertinya serius sekali'' ucap Selvia.


'' Iya sayang maafkan mas, tadi ada klien dari luar kota memberikan selamat kepada perusahaan Dirgantara Group'' ucap Angga beralasan.


'' Ohh ya sudah mas solat dulu, aku mau lihat Safhira setelah itu kita makan malam'' ucap Selvia tersenyum.


Mereka keluar dari ruang kerja Angga, Angga masuk kedalam kamarnya sedangkan Selvia naik ke lantai dua menuju Kamar Safhira.


Saaat sampai kamar safhira di lihatnya sang putri masih tertidur lelap.


Setelah membenarkan selimut Safhira, Selvia kembali ke lantai bawah untuk membantu bi Minah menyiapkan makan malam.


Setelah Siap Selvia menuju kamarnya untuk memanggil sang suami untuk makan malam.


Saat membuka pintu kamar, di lihatnya sang suami yang sedang khusu berdoa mendoakan semua Anggota keluarga membuat Selvia terharu hingga meneteskan air mata.


'' Ehhh sayang sejak kapan masuk ke kamar, mas sama sekali gak dengar'' ucap Angga bangkit dari duduknya setelah selesai berdoa.


'' Mm baru saja mas, Ayo kita makan malam, biar ga terlalu malam makannya ga bagus'' jawab Selvia sembari mengelap pipinya yang basah karena tetesan air matanya.


'' Sayang kamu nangis, kenapa apa ada yang sakit atau ada apa cerita sama mas'' ucap Angga mendekati langsung memegang tubuh sang istri karena melihat matanya merah seperti habis menangis.


'' Eehh gak apa apa kok mas, aku hanya terharu mendengar mas berdoa khusu sekali, aku bangga sama kamu mas'' ucap Selvia tersenyum menatap sang suami yang sedang intens menatapnya.


'' Ya Ampun sayang mas kira ada apa, Mas sangat menyayangi kalian semua, makanya mas memohon sama Alloh agar selalu menjaga dan melindungi kalian dari hal hal yang tidak di inginkan'' ucap Angga memeluk Sang istri.


'' Iya mas makasih banyak yah atas semuanya, aku sangat bersyukur bisa di pertemukan dengan mas'' ucap Selvia memeluk erat Angga.


'' Mas yang harusnya bersyukur, Alloh menghadirkan kamu untuk melengkapi hidup mas dan Safhira'' Balas Angga sembari memeluk eraat sang istri.


'' Ya udah peluknya udahan kita makan dulu mas keburu malam'' ajak Selvia.


'' Ya sudah Ayo, mas udah lapar'' jawab Angga.


Setelah pelukan mereka terlepas, mereka berjalan ke luar kamar menuju meja makan untuk makan malam.


Mereka makan malam dengan romantis walaupun bukan di restoran, Angga terus menatap intens sang istri yang begitu telaten melayaninya.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™

__ADS_1


Bersambung duluuuuuu


para readers stay safe and healthy


__ADS_2